MANUSIA Dan ALAM SEMESTA


MANUSIA Dan ALAM SEMESTA

 water-lilies 

Ku pandang langit di malam hari yang cerah,

Sambil tiduran pada dipan yang tak beralas,

Permadani yang mewah,

 

Langit cerah, bintang-bintang semerbak menawan,

Dengan berbagai bentuk yang rupawan,

 

Pikiran terhampar, kecil diriku

Amat sangat sungguh kecil diriku,

 

Aku manusia sudah mengenal kebudayaan dari sejak lahir di bumi,

Dan sejak itu pula terus mengadakan penelitian untuk mengungkapkan,

Rahasia alam,

 

Alam ini, bumi di dalam tata surya bintang matahari, bersama-sama kumpulan tata-surya bintang lain yang seperti matahari, merupakan isi satu galaksi,

Galaksi Bima Sakti, hanya bagian kecil tak berarti,

 

Ya Allah, ya Robbii,

Galaksi, masih ada lagi berjuta kumpulan galaksi,

Bumi sudah jadi kini,

Tempat berpijak manusia,

Sampai mati,

 

Ya Allah, ya Robbii,

Gas atau asap yang maha besaar atau pun tidak,

Mengembang semakin besar, massa gas mulai padat,

Maka terpisah-pisahlah jadi kumpulan galaksi,

Galaksi, tata surya, bintang, planet dan bumi, atau sebaliknya dari mana kepadatan yang tertua,

Ya Allah, ya Robbii,

Bumi, aku hidup di bumi,

Aku tidak akan kafir sampai mati,

 

Bumi, awal hidupmu dahulu gas yang memanas,

Lalu dingin, dingin memadat,

Dipermukaanmu tumbuh gunung, bukit, ngarai, laut, sungai,

lalu tumbuhlah hijau dedaunan dan rumput-rumputan,

Sungguh indah nian,

Setelah ada air dan makanan, terhamparlah hewan yang kecil maupun besar,

Yang jinak maupun liar,

Manusia, engkau baru keluar,

Keluar belakangan dan dimuliakan,

Ku bersyukur, bersyukur dan ‘kan terus bersyukur,

 

Manusia, engkau adalah penguasa,

Penguasa alam semesta,

Namun Cuma sementara,

 

Manusia, alam semesta adalah untuk – mu,

Untuk hidupmu,

Walaupun engkau yang terkecil, namun alam semesta yang maha besar ini adalah untukmu, untuk kehidupanmu,

 

Akalmu mulai berbiicara, memandang, merenung, menghayal, menduga, menghitung, mengukur dan mengambil kesimpulan,

 

Ya allah, ya Robbii,

Manusia dan alam semesta kenapa ada,

Dari mana asalnya,

dan kemana tujuan yang sebenarnya,

aku tahu,

Mengabdi dan berserah diri kepada-Mu,

Dengan akal dan hanifnya nurani..

By wawankardiyanto Posted in puisiku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s