Persaudaraan dalam Tali Allah


Persaudaraan dalam Tali Allah

Wiwin dan Sholehah terlihat begitu akrab dalam percakapan mereka. Sering kali nereka tertawa gembira bersama, sambil saling tunjuk dan hantam. Sepertinya mereka membicarakan hal-hal yang lucu dan mengasyikkan. Senyum merekah, mata yang berbuiar-binar, wajah yang bersih berseri, pokoknya semua gerak-gerik mereka sungguh mengungkapkan bahwa mereka menyatu satu sama lainnya-Walaupun sebenarnya latar belakang mereka cukup berbeda, namun lebih banyak persamaan dan saling menghargai yang mereka ungkapkan. Di lain tempat Ahmad dan Bukhori yang sudah bertahun-tahun terlibat serius dalam pekerjaan bersama, nampak sedang santai dan rileks duduk diruangan sebuah kafe. Sesekali sambil makan dan minum mereka terlibat dalam perbincangan ringan dan hangat.

Mereka berdua terlihat sangat akrab. Mereka sudah lama saling membantu, bertukar pikiran dan bekerja bersama dalam menyelesaikan pekerjaan.Kepahitan dan kegembiraan telah mereka rasakan. Persahabatan sejati telah mengikat mereka berdua. Persahabatan antara Ahmad dan Bhukhori dan juga antara Wiwin dan Sholehah di atas tentu menghangatkan hati kita. Mengingatkan pada sahabat kita dahulu maupun sekarang. Kita ternyata butuh dan merindukan sahabat-sahabat sejati.

Mengapa Kita butuh Sahabat Sejati?

Persahabatan amat penting bagi kita. Akan tetapi ketika kita sedang kesepian, bukan berarti ada sesuatu yang salah pada diri kita. Beberapa peneliti mengatakan bahwa kesepian adalah semacam rasa lapar, suatu pertanda alamiah bahwa kita ingin ditemani. Bagaimanapun juga, seperti halnya makan bisa mengurangi lapar, jenis persahabatan yang tepat akan dapat mengurangi kesepian. Bahkan dapat melenyapkannya. Lagi pula, memiliki sahabat-sahabat yang baik yang saling menghargai bukanlah hal yang roustahil. Betapapun manusia mempunyaifitrah kebutuhan akan teman (sahabat), namun persahabatan yang sejati lebih dari sekedar mempunyai teman yang dapat dimintai pertolongan, teman bekerja, bermain ataupun hanya sekedar untuk menghapus kesepian. Persahabatan sejati adalah persahabatan plus yang dilandasi oleh keimanan dan keridloan kepada Allah.

Persahabatan yang menjelma menjadi persaudaraan dalam tali Allah. “Don berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai herai, dan ingatlah kamu nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulv (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah menjinakkan antara hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orangyans bersaudara. “(QS. Ali Imron 103)

Dalam AlQur’an, persahabatan dikaitkan dengan kasih sayang, keakraban, keterbukaan, kerahasiaan, dan persaudaraan dalam tali Allah. Persahabatan dapat terjalin di antara saudara, keluarga dekat dan jauh, tetangga dekat, tetangga jauh, rekan sekerja, rekan belajar dan mungldn dengan orang pandai (ulama).Namun dewasa ini di jaman yang penuh persaingan, sukar ditemui persahabatan yang langgeng. Mengapa demikian? Dapatkah kita menikmati persaudaraan yang sejati dalam tali “agama Allah”? Persahabatan yang membawa berkah dan rahmat bagi alam semesta, tidak hanya antar manusia, dan antar manusia dengan Tuhannya saja!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s