Mukjizat AlQur’an
Oleh: Wawan Kardiyanto
Mahasiswa Pasca MSI-UMS
NIM: O 000060115
Secara umum Alquran membawa dua fungsi utama, yaitu sebagai mukjizat dan pedoman dasar ajaran Islam. Mukjizat menurut bahasa berarti melemahkan. Alquran sebagai mukjizat menjadi bukti kebenaran Muhammad selaku utusan Allah yang membawa misi universal, risalah akhir, dan syariah yang sempurna bagi manusia. Untuk itu Allah menurunkan Alquran dengan susunan bahasa, kandungan makna, hukum dan pengetahuan yang terkandung di dalamnya unsur-unsur mukjizat. Ia menjadi dalil atau argumentasi yang mampu melemahkan segala argumen dan mematahkan segala dalil yang dibuat manusia untuk mengingkari kebenaran Muhammad selaku Rasulullah.
Lebih jauh definisi mukjizat dalam bahasa arab diartikan sebagai ’amr khâriqun lil `âdah (Arab), atau perkara-perkara menakjubkan atau mencengangkan yang melampaui atau bersifat luar biasa. Agar definisinya jâmi` (meliputi apa-apa yang masuk katagori mukjizat) dan mâni` (mereduksi apa-apa yang bukan), definisi itu dikunci hanya pada ”perkara-perkara mencengangkan yang ditunjukkan oleh para nabi atau rasul saja, dengan campur-tangan dari Yang Mahakuasa”.
Dengan begitu, keajaiban-keajaiban yang bukan hasil kreasi para nabi atau rasul, seperti yang diperagakan tukang sihir, dukun, ataupun manusia-manusia jenius di bidangnya, dianggap bukan mukjizat. Atas dasar itulah, mukjizat dibedakan dengan sihir, sulap, tenung, atau keajaiban yang bukan bersumber dari para nabi dan rasul.