Bila ada yang ingin membantu ide saya, smoga Allah meridloi amalnya। Silahkan kontak email sy = wawan_kardiyanto@yahoo।com
PROPOSAL INDUSTRI DAKWAH
Pusat Persaudaraan UmatIslam Rahmatanlil alamin (PPU-IRA)
Latar Belakang
Islam sebagai agama yang haq dari Allah Yang Maha Mutlak telah membuktikan eksistensinya sebagai petunjuk dan rahmat bagi alam semesta, sekaligus peringatan bagi orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi. Islam di Indonesia telah menjadi agama mayoritas penduduknya. Hal itu disebabkan oleh metode dakwah yang tepat yang telah diterapkan oleh juru-juru dakwah pendahulu kita. Seperti contohnya para Wali Songo. Karena kultur budaya masyarakat Indonesia yang heterogen dan taraf pendidikannya masih terbelakang, Wali Songo menyebar Islam dengan metoda sinkretisme-struktural. Metode dakwah ini berhasil mengislamkan mayoritas masyarakat pemeluk agama Hindu dan Budha. Namun keberhasilan itu masih bersifat kulit luarnya, yaitu terciptanya masyarakat Islam yang berpredikat muslim ambangan. Di samping itu Wali Songo juga menciptakan pola pendidikan pesantren dengan basis sentralnya tervisualisasi kepada sosok Kyai/Guru (konsep Imamah), yang ternyata keampuhannya masih terbukti hingga saat ini. Pola pendidikan Pesantren berusaha menciptakan masyarakat Islam yang berpredikat Muslim Santri.Dari hasil masa lalu, setelah berlangsung beberapa abad, saat ini (abad 21, abad global) masyarakat Islam Indonesia walaupun masih mayoritas namun masyarakat Islam yang berpredikat muslim ambangan masih mendominasi. Mengapa hal ini bisa terjadi? Padahal Islam mempunyai Departemen Agama yang penyuluh-penyuluhnya sampai ke tingkat bawah, Islam punya organisasi Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama (NU) yang dibangga-banggakan. Islam juga punya ribuan lembaga dakwah, ribuan lembaga pendidikan, jutaan masjid, dan juga ratusan aliran-aliran tasawuf beserta metodanya. Kenyataan lain masyarakat Islam masih tertinggal dan terbelakang baik pendidikan maupun ekonominya. Di sisi lain di bidang politik pun Partai Politik yang mengatas-namakan Islam secara riil kalah telak. Mereka lebih condong memilih partai-partai “nasionalis-populis”. Kenapa masyarakat Islam yang mayoritas itu tidak memilih partai yang notabene mengatasnamakan agama, seperti partai Islam misalnya? Jadi, dari kenyataan tersebut di atas, Apanya yang salah!Apa yang telah dipunyai oleh umat Islam itu semua belum mampu menyentuh dan mengikat keyakinan dan nilai-nilai religiusitas mayoritas masyarakat Islam. Sebab, hingga saat ini dakwah yang dilakukan oleh penyeru-penyeru Allah belum menembus tiap-tiap keluarga muslim secara langsung dalam persaudaraan Islam.Peradaban global yang telah menyelimuti dunia ini dengan ideologi kapitalisme dan sains-teknologinya ternyata telah membangun kultur budaya raksasa yang non transenden dan non imanen, jauh dari nilai-nilai agama yang menyelimuti seluruh pelosok bumi. Tidak terkecuali di Indonesia. Sehingga, persoalan umat Islam di Indonesia, juga identik dengan persoalan umat Islam di seluruh penjuru bumi. Persoalan umat Islam itu adalah bagaimana Islam yang rahmatan lil alamin ini dapat membuktikan kebenaran nilai-nilai dan petunjuknya, sehingga mampu menyentuh dan mengikat keyakinan dan nilai-nilai religiusitas sekaligus menjadi pedoman kehidupan bukan saja bagi umat Islam namun juga bagi seluruh umat manusia.Berkenaan dengan hal tersebut di atas, arti penting organisasi dakwah yang profesional amat diperlukan. Dalam hal ini, Pusat Persaudaraan Umat – Islam Rahmatan lil Alamin (PW-IRA) ingin menjawab tantangan tersebut, PPU-IRA akan berusaha menyentuh dan mengikat keyakinan serta nilai-nilai religiusitas dan persaudaraan umat Islam di setiap keluarga Muslim secara langsung sekaligus mampu membangun paradigma baru berpikir yang sesuai dengan perkembangan jaman.
Lanjut membaca →