images

HIDUP DI DUNIA ADALAH SEBUAH PERMAINAN DAN LAHAN UJIAN MANUSIA

HIDUP DI DUNIA ADALAH SEBUAH PERMAINAN DAN LAHAN UJIAN MANUSIA

Dan (ingatlah), ketika Kami wahyukan kepadamu: “Sesungguhnya (ilmu) Tuhanmu meliputi segala manusia”. Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon kayu yang terkutuk dalam Al Qur’an. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka. (QS. 17:60)

Maka apabila manusia ditimpa bahaya ia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya nikmat dari Kami ia berkata: “Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah karena kepintaranku”. Sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui. (QS.39:49)

Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu. (QS. 47:36)

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (QS. 57:20)

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS.49:13)

Lanjut membaca

images

MANUSIA MAKHLUK SEMPURNA

MANUSIA MAKHLUK SEMPURNA

imagesA. Manusia dari Beberapa Sudut Pandang

1. Manusia dalam Pandangan Filsafat

Siapakah manusia? Dari mana asalnya? Di mana kedudukan dan fungsi manusia? Lalu apa tujuan manusia? Beberapa pertanyaan itu tidak akan usang dipertanyakan sepanjang jaman apabila membahas topik manusia.

Dalam ilmu mantiq (logika) manusia disebut sebagai Al-Insanu hayawanun nathiq (manusia adalah binatang yang berfikir). Nathiq sama dengan berkata-kata dan mengeluarkan pendapatnya berdasarkan pikirannya. Sebagai binatang yang berpikir manusia berbeda dengan hewan. Walau pada dasarnya fungsi tubuh dan fisiologis manusia tidak berbeda dengan Hewan, namun hewan lebih mengandalkan fungsi-fungsi kebinatangannya, yaitu naluri, pola-pola tingkah laku yang khas, yang pada gilirannya fungsi kebinatangan juga ditentukan oleh struktur susunan syaraf bawaan. Semakin tinggi tingkat perkembangan binatang, semakin fleksibel pola-pola tindakannya dan semakin kurang lengkap penyesuaian struktural yang harus dilakukan pada saat lahirnya.

Pada primata yang lebih tinggi (bangsa monyet) bahkan dapat ditemukan intelegensi yaitu penggunaan pikiran guna mencapai tujuan yang diinginkan sehingga memungkinkan binatang untuk melampaui pola-pola kelakuan yang telah digariskan secara naluri. Namun setinggi-tingginya perkembangan binatang, elemen-elemen dasar eksistensinya yang tertentu masih tetap sama.

Manusia menyadari bahwa dirinya sangat berbeda dari binatang apa pun. Tetapi memahami siapa sebenarnya manusia itu bukan persoalan yang mudah. Ini terbukti dari pembahasan manusia tentang dirinya sendiri yang telah berlangsung demikian lama. Barangkali sejak manusia diberi kemampuan berpikir secara sistematik, pertanyaan tentang siapakah dirinya itu mulai timbul. Namun informasi secara tertulis tentang hal ini baru terlacak pada masa Para pemikir kuno Romawi yang konon dimulai dari Thales (abad 6 SM).

Beberapa ahli filsafat berbeda pemikiran dalam mendefinisikan manusia. Manusia adalah makhluk yang concerned (menaruh minat yang besar) terhadap hal-hal yang berhubungan dengannya, sehingga tidak ada henti-hentinya selalu bertanya dan berpikir. Sehingga oleh Beerling (Guru Besar Filsafat) menyebutkannya sebagai “tukang bertanya” atau Sartre (filosof eksistensi Perancis) menyebutkan bahwa manusia adalah sifatnya bertanya. Demikian juga Sokrates (470-399 SM) mengajak manusia untuk memperhatikan diri sendiri agar sadar akan dirinya dengan kata hikmahnya yang terkenal “Gnothi Seantho” yang artinya kenalilah dirimu.

Rene Descartes (1596-1650) mengatakan “Cogito Ergo Sum” (saya berfikir sebab itu saya ada). Di samping itu Aristoteles (384-322 SM), seorang filosof besar Yunani mengemukakan bahwa manusia adalah hewan yang berakal sehat, yang mengeluarkan pendapatnya, yang berbicara berdasarkan akal-pikirannya. Juga manusia adalah hewan yang berpolitik (zoonpoliticon, political animal), hewan yang membangun masyarakat di atas famili-famili menjadi pengelompokkan yang impersonal dari pada kampung dan negara. Manusia berpolitik karena ia mempunyai bahasa yang memungkinkan ia berkomunikasi dengan yang lain. Dan didalam masyarakat manusia mengenal adanya keadilan dan tata tertib yang harus dipatuhi. Ini berbeda dengan binatang yang tidak pernah berusaha memikirkan suatu cita keadilan.

Lanjut membaca

Umat Muslim dapat Menikmati Persaudaraan yang Universal

Umat Muslim dapat Menikmati Persaudaraan
yang Universal

Oleh: Wawan Kardiyanto

Abad 21, saat ini, perkembangan peradaban sedemikian kompleknya. Kemajuan demi kemajuan datang laksana Bah. Kemajuan di bidang ilmu pengetahuan melahirkan peradaban modern yang dipacu oleh industrialisasi dan informasi-telekomunikasi. Sayangnya, bersamaan dengan perkembangan peradaban yang sedemikian rupa hubungan antar manusia menjadi terlupakan. Manusia lupa kasih sayang, persahabatan, persaudaraan, bahkan mungkin lupa akan kebijaksanaan. Keadaan yang demikian telah mendatangkan suatu wabah kesepian dalam selusin aktifitas kesibukan manusia modern.
Khususnya di kota besar situasi itu sangat terasa, seorang penduduk kota modern mungkin berhubungan lebih satu minggu dibandingkan dengan orang-orang yang dijumpai seorang penduduk desa di daerah pelosok dalam satu tahun atau bahkan seumur hidupnya! Tapi, hubungan antar manusia dijaman sekarang seringkali dangkal. Banyak orang yang berkecimpung total dalam kesibukan bisnisnya. Sehingga mereka lupa waktu, keluarga dan sanak saudara. Sebaliknya banyak pula yang terlibat total dalam pergaulan dan upaya untuk selalu terus-menerus bersenang-senang. Akan tetapi kita harus akui bahwa bersuka-ria secara hampa dengan teman-teman yang buruk adalah suatu kerugian di mata orang-orang yang beriman kepada Allah. Belum tentu mereka yang bersuka-ria itu berbahagia. Pada kenyataannya perbuatan mereka itu adalah untuk menghilangkan kesepian. Lanjut membaca

MERENUNGI KEJADIAN BUMI

MERENUNGI KEJADIAN BUMI

 

Bumi, awal hidupmu 4,5 milyar tahun yang lalu masih berupa gas yang memanas, berputar nan sangat cepat, lalu dingin-mendingin memadat,

 

Dipermukaanmu lalu tumbuh lautan, daratan, gunung, lembah, ngarai dan sungai,

Kawanmu yang setia di siang hari memanaskan permukaan airmu,

Naik dengan cepat menawan,

 

Kukatupkan tangan,

Beberapa milyar partikel berjabat tangan membentuk gulungan-gulungan putih hitam,

Terarak-arak berwibawa,

Berkendaraan angin menuju tempat luang,

Ketika sampai trayek ia mendarat membawa kegembiraan siklus kehidupan,

Air hujan,

 

Tumbuh darimu hijau dedaunan dan rerumputan,

Berjenis-jenis, berpasang-pasang, bergoyang-goyang,

Menghias bumi, sedap dipandang,

Tanah yang tadinya mati menjadi hidup,

Sungguh, bagaimana kita dapat membayangkan,

Sungguh menakjubkan,

Bodoh, sungguh amat bodoh, orang yang sombong,

  Lanjut membaca