ARAHKAN DAYA PIKIR MENCARI KEBENARAN

ARAHKAN DAYA PIKIR MENCARI KEBENARAN
Essay oleh Wawan Kardiyanto

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, pengelihatan dan hati, semuanimagesya itu akan dimintai pertanggungjawabannya.” (17:36)

Kebanyakan orang tidak pernah menggunakan daya pikirnya, sekali pun untuk merenungkan dan mempertanyakan keberadaan dirinya sendiri. Siapa aku sebenarnya? Sebenarnya kenapa aku hidup? Apa tujuan hidup sebenarnya? Dan bagaimana aku hidup yang benar? Pertanyaan-pertanyaan itu cukup “sederhana”. Karena “sederhananya” orang menjadi lupa dan sering kelihatan tolol dan lucu tatkala membicarakannya. Dan kadang kita merasa malu untuk menjawabnya. Sebab, ternyata persoalan yang muncul dari pertanyaan “sederhana” itu lebih dalam dan rumit daripada jawaban yang diharapkan. Jawaban rumit tersebut berlaku juga untuk pertanyaan, Sudahkah aku memeluk agama yang benar? Sebenarnya agama mana yang benar itu? Apakah semua agama itu sama?

Lanjut membaca

KEBENARAN ALQUR’AN MENURUT TOKOH2 NASRANI

KEBENARAN ALQUR’AN MENURUT TOKOH2 NASRANI


===============================================
Tanda 2x nya adalah pengakuan dari orang 2x kristen dan pengetahuan didalamnya sbb:

 

Goethe, sastrawan Jerman terkemuka


“Kitab ini (Al-Quran) akan tetap mendapatkan tempat melampaui seluruh masa dan mempunyai pengaruh yang kuat.”

George Bernhard Shaw
“Jika setiap agama memiliki suatu kesempatan menguasai negeri Inggris, bahkan Eropa dalam kurun waktu 100 tahun yang akan datang, ia adalah agama Islam.”

Sir Charles Edward Archibald Hamilton
“Islam mengajarkan kesucian manusia atas dosa bawaan, Islam mengajarkan bahwa laki-laki dan wanita berasal dari saripati yang sama, memiliki jiwa yang sama dan dilengkapi dengan kemampuan intelektual, pencapaian-pencapaian moral dan rohani yang sama.”

Edward Gibbon dan Simon Ockley, dalam History of the Saracen Empire terbitan London 1870, hal 54 menyebutkan,
“Saya mempercayai satu Tuhan dan Muhammad rasul Tuhan, adalah pernyataan Islam yang sederhana dan tidak berubah. Kesan intelektual ketuhanannya tidak pernah direndahkan oleh suatu keberhalaan; penghormatan terhadap Nabinya tidak pernah melebihi sifat manusia : dan ajaran-ajaran kehidupannya telah menahan rasa terima
kasih murid-muridnya didalam batas-batas rasio dan agama.”
Lanjut membaca