Bumi Diyakini Akan Dilahap Bintang Kanibal

Bumi Diyakini Akan Dilahap Bintang Kanibal

Posted by: rendyanggara on: 24 September 2010

Observatorium Chandra X-ray milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menemukan bintang ‘kanibal’ yang doyan melahap tetangganya. Bintang raksasa merah berusia miliaran tahun ini dinamai BP Piscium (BP Psc). Ia diperkirakan menelan bintang yang lebih muda, yang masih bisa dilihat dari sisa-sisanya.


BP Piscium ini  merupakan versi evolutif dari Matahari yang terletak sekitar 1.000 tahun cahaya dari Bumi. Bintang itu terletak di konstelasi Pisces. Para ilmuwan mulai mempelajari BP Piscium 15 tahun yang lalu dan dibingungkan oleh penampakannya yang tak biasa.

Orbit bintang ini berupa piringan atau disk materi berdebu yang biasanya menjadi bukti dari mulai terbentuknya planet di sekitar bintang-bintang baru.

Sementara bintang muda biasanya lahir di dalam klaster bintang, posisi BP Piscium terisolasi. Ini yang membuat para astronom yakin, bintang raksasa merah itu berada di tahap akhir evolusi. Para ilmuwan menyimpulkan, disk materi debu itu terbentuk dari sisa-sisa bintang muda yang baru saja dilahap dan dicernanya.

Profesor Joel Kastner dari Rochester Institute of Technology, New York mengatakan para peneliti telah menemukan kasus ‘kanibalisme bintang’ yang langka. Ilmuwan yakin, BP Piscium memangsa tetangganya hanya beberapa saat setelah berkembang menjadi ‘raksasa merah’–fase akhir dari evolusi sebuah bintang.

“Kerja kami penuh spekulasi,  mengamati bintang, tepat pada titik di mana ia telah menelan bintang yang lain; dan karenanya ia  membentuk disk atau piringan debu,” kata Kastner seperti dimuat Telegraph, Kamis, 16 September 2010. “Beberapa materi bintang ‘korban’ meluncur masuk ke dalam BP Piscium. Yang lain, dilontarkan keluar dengan kecepatan tinggi. Itu yang kami saksikan.”

Para ilmuwan bahkan meyakini Bumi suatu saat nanti bisa bernasib sama dengan bintang-bintang malang yang dilahap BP Piscium. Mengapa?

Ingat, Bumi berada di satu sistem tata surya, di mana Matahari menjadi pusatnya.  “BP Piscium menunjukkan kepada kita bahwa bintang seperti halnya Matahari bisa hidup tenang selama miliaran tahun. Namun, ketika ia berevolusi ke tahap akhir, Matahari bisa saja menelan bintang atau satu dua planet di sekelilingnya,” kata David Rodriguez dari University of California, Los Angeles. (NASA)

sumber: http://rendyanggara.wordpress.com/2010/09/24/bumi-diyakini-akan-dilahap-bintang-kanibal/

Mukjizat terbesar Abad Melinia

Mukjizat AlQur’an

 

Oleh: Wawan Kardiyanto

Mahasiswa Pasca MSI-UMS

NIM: O 000060115

 

 

 

Secara umum Alquran membawa dua fungsi utama, yaitu sebagai mukjizat dan pedoman dasar ajaran Islam. Mukjizat menurut bahasa berarti melemahkan. Alquran sebagai mukjizat menjadi bukti kebenaran Muhammad selaku utusan Allah yang membawa misi universal, risalah akhir, dan syariah yang sempurna bagi manusia. Untuk itu Allah menurunkan Alquran dengan susunan bahasa, kandungan makna, hukum dan pengetahuan yang terkandung di dalamnya unsur-unsur mukjizat. Ia menjadi dalil atau argumentasi yang mampu melemahkan segala argumen dan mematahkan segala dalil yang dibuat manusia untuk mengingkari kebenaran Muhammad selaku Rasulullah.

Lebih jauh definisi mukjizat dalam bahasa arab diartikan sebagai ’amr khâriqun lil `âdah (Arab), atau perkara-perkara menakjubkan atau mencengangkan yang melampaui atau bersifat luar biasa. Agar definisinya jâmi` (meliputi apa-apa yang masuk katagori mukjizat) dan mâni` (mereduksi apa-apa yang bukan), definisi itu dikunci hanya pada ”perkara-perkara mencengangkan yang ditunjukkan oleh para nabi atau rasul saja, dengan campur-tangan dari Yang Mahakuasa”.

Dengan begitu, keajaiban-keajaiban yang bukan hasil kreasi para nabi atau rasul, seperti yang diperagakan tukang sihir, dukun, ataupun manusia-manusia jenius di bidangnya, dianggap bukan mukjizat. Atas dasar itulah, mukjizat dibedakan dengan sihir, sulap, tenung, atau keajaiban yang bukan bersumber dari para nabi dan rasul.

Lanjut membaca

MERENUNGI KEJADIAN BUMI

MERENUNGI KEJADIAN BUMI

 

Bumi, awal hidupmu 4,5 milyar tahun yang lalu masih berupa gas yang memanas, berputar nan sangat cepat, lalu dingin-mendingin memadat,

 

Dipermukaanmu lalu tumbuh lautan, daratan, gunung, lembah, ngarai dan sungai,

Kawanmu yang setia di siang hari memanaskan permukaan airmu,

Naik dengan cepat menawan,

 

Kukatupkan tangan,

Beberapa milyar partikel berjabat tangan membentuk gulungan-gulungan putih hitam,

Terarak-arak berwibawa,

Berkendaraan angin menuju tempat luang,

Ketika sampai trayek ia mendarat membawa kegembiraan siklus kehidupan,

Air hujan,

 

Tumbuh darimu hijau dedaunan dan rerumputan,

Berjenis-jenis, berpasang-pasang, bergoyang-goyang,

Menghias bumi, sedap dipandang,

Tanah yang tadinya mati menjadi hidup,

Sungguh, bagaimana kita dapat membayangkan,

Sungguh menakjubkan,

Bodoh, sungguh amat bodoh, orang yang sombong,

  Lanjut membaca