<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Wawankardiyanto&#039;s Weblog</title>
	<atom:link href="http://wawankardiyanto.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wawankardiyanto.wordpress.com</link>
	<description>every thing to knowing (BACALAH dengan menyebut Tuhanmu!)</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Jan 2012 03:38:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='wawankardiyanto.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/7f81952ba6159c8e4262e8280fa96669?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Wawankardiyanto&#039;s Weblog</title>
		<link>http://wawankardiyanto.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://wawankardiyanto.wordpress.com/osd.xml" title="Wawankardiyanto&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://wawankardiyanto.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>KONSEP KESENIAN PROFETIK  DAN IMPLEMENTASINYA  DALAM PENDIDIKAN ISLAM</title>
		<link>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2011/09/30/konsep-kesenian-profetik-dan-implementasinya-dalam-pendidikan-islam/</link>
		<comments>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2011/09/30/konsep-kesenian-profetik-dan-implementasinya-dalam-pendidikan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Sep 2011 07:17:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawankardiyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[seni]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[propfetik]]></category>
		<category><![CDATA[prophetik]]></category>
		<category><![CDATA[seni profetik]]></category>
		<category><![CDATA[estetika]]></category>
		<category><![CDATA[indah]]></category>
		<category><![CDATA[keindahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wawankardiyanto.wordpress.com/?p=356</guid>
		<description><![CDATA[KONSEP KESENIAN PROFETIK DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM   Wawan Kardiyanto Institus Seni Indonesia (ISI) Surakarta   ABSTRAC The research based on the background of art creation glowing that was influenced by the art concept for art it self (L’art &#8230; <a href="http://wawankardiyanto.wordpress.com/2011/09/30/konsep-kesenian-profetik-dan-implementasinya-dalam-pendidikan-islam/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wawankardiyanto.wordpress.com&amp;blog=2161200&amp;post=356&amp;subd=wawankardiyanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>KONSEP KESENIAN PROFETIK </strong></p>
<p align="center"><strong>DAN IMPLEMENTASINYA </strong></p>
<p align="center"><strong>DALAM PENDIDIKAN ISLAM</strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center">Wawan Kardiyanto</p>
<p align="center">Institus Seni Indonesia (ISI) Surakarta</p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong>ABSTRAC</strong></p>
<p>The research based on the background of art creation glowing that was influenced by the art concept for art it self (<em>L’art pour L’art</em>) the art concept for art show free value, aesthetic sense and truth more. The research tried to think about the prophetic art concept that would give advantage and clear purpose where the art has been brought, is must proportionally with action value, aesthetic sense and truth.</p>
<p>The religion and social figure tried to look for the answer in debating of the art value. This was based on the regions prophetic missions that have attention to maintain action value, aesthetic sense and truth. The regions prophetic mission is prophetic action via theology that becomes ideology of revolusioner that always raise the movement of civilization. This is the prophetic ethic movement, unite to the social implementation, including art.</p>
<p>The research knew and also understands the prophetic art practice in Islam education. Islam as <em>rahmatan lil alamin </em>that brings love, affection for universe of course care and join in maintaining truth, goodness, development of culture via art and education.</p>
<p>The research used literature method with Heuristic analysis method approach, is new understanding by doing description, reflection critic and make conclusion in agreement and opinion of prophetic art. Furthermore the research to make receipt of prophetic art implementation theoretically in Islam education. Prophetic art in Islam education is something that’s very important as the creativity of propagation method. Islam and prophetic art would make our environment more beautiful as in Moslem law.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Key Word: Art, Prophetic Art, Islamic Art, Islamic Studi</p>
<p align="center"> <strong><br />
</strong></p>
<p><strong><a href="http://wawankardiyanto.files.wordpress.com/2011/09/images.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-357" title="images" src="http://wawankardiyanto.files.wordpress.com/2011/09/images.jpeg?w=593" alt=""   /></a>Pengantar</strong></p>
<p>Pro-kontra masalah pornografi dan rencana akan disahkannya RUU Pornografi menjadi UU Pornografi di bulan Juni 2006 telah menjadi wacana yang cukup menarik akhir-akhir ini di negeri Indonesia yang berpenduduk, berbudaya dan beragama heterogen walaupun mayoritas penduduknya beragama Islam. Salah satu isu yang mencuat seiring munculnya wacana RUU Pornografi, adalah dikhawatirkan UU tersebut akan memberangus naturalitas budaya bangsa yang heterogen dan kreativitas karya seni yang membentuk warna kebudayaan bangsa.</p>
<p>Lepas dari persoalan pro-kontra RUU Pornografi mungkin kita perlu mengambil titik temu dan benang merah yang mesti kembali kita bedah dan renungi bersama, yaitu apakah tujuan sebenarnya RUU Pornografi dan juga apakah sebenarnya tujuan sebuah karya seni yang dapat membentuk sebuah kebudayaan yang baik dan adiluhung?</p>
<p>Sebagian besar wajah kesenian abad ini, memang cenderung dikaitkan dengan hal yang negatif, sex, dan berbagai fantasi yang tidak baik. Yang dimaksudkan dengan fantasi tidak baik itu adalah fantasi yang mengundang imaji pornografis, menimbulkan bentuk-bentuk pemanjaan diri sendiri, tidak etis dan yang biasanya menghasilkan berbagai nilai yang salah seperti pemujaan pada kekuasaan, status dan kekayaan.</p>
<p>Ridwan Pinat, dalam artikelnya yang berjudul <em>“Men of Ideas”</em> sebuah resensi buku Brian Magee, 1982, <em>Men of Ideas: Some Creators of Contemporary Philosophy, </em>Oxford : Oxford paperback mengetengahkan, menurut Murdoch, memang benar bahwa lebih banyak seni yang buruk daripada seni yang bagus di sekitar kita. Ironisnya orang justru lebih menyukai seni yang buruk itu daripada yang baik. Bahkan, Plato bapak filsafat Yunani berkeyakinan bahwa seni pada hakikatnya adalah fantasi pribadi, suatu bentuk perayaan terhadap hal-hal tanpa nilai atau suatu bentuk penyelewengan dari hal-hal yang baik.</p>
<p>Bryan Maggee dalam dialognya di buku itu mempertanyakan, apakah kritik semacam itu hanya berlaku untuk seni yang buruk. Bagaimana halnya dengan seni yang baik? Menjawab pertanyaan ini, Irish Murdoch mengatakan bahwa seorang penikmat seni bisa saja menggunakan hasil seni untuk melayani tujuannya sendiri, dan hanya seni yang bagus sanggup menolak tujuan-tujuan yang tidak baik dengan lebih berhasil. Maksudnya seseorang mungkin saja mengunjungi satu galeri hanya untuk menyaksikan citra (<em>image</em>) yang pornografis, padahal karya seni yang dipamerkan di sana barangkali tidak semuanya bisa menimbulkan citra pornografis. Kemungkinan suatu karya seni ditafsirkan secara tidak baik bukanlah sesuatu yang mustahil terjadi. Murdoch secara tegas menolak pornografi. Ditandaskannya bahwa pornografi mendatangkan akibat yang benar-benar merusak dan memerosotkan nilai seni, dan disayangkannya pula bahwa lebih banyak orang justru menyukai, seperti yang dikatakannya sendiri, karya seni picisan itu.</p>
<p>Lalu karya seni bagaimana yang dinilai baik oleh Murdoch? Saya kira, katanya menerangkan, karya seni yang baik adalah karya seni yang mengandung imajinasi, bukan fantasi. Karya itu hendaknya mampu mematahkan kebiasaan kita untuk berfantasi, dan sekaligus mendorong kita berusaha untuk mendapatkan pandangan yang benar tentang hidup dan kehidupan. Kita seringkali tidak berhasil melihat kenyataan dunia yang luas ini, karena pandangan kita dibutakan oleh obsesi, kekhawatiran, rasa iri, kejengkelan dan ketakutan.  Kita membangun dunia kecil kita untuk diri kita sendiri, dan kita terkungkung di dalamnya.</p>
<p>Seni yang bagus, karya seni yang besar, kata filosof wanita itu pula, adalah karya seni yang bersifat membebaskan, yang memungkinkan kita untuk melihat dan mendapatkan kesenangan dari sesuatu yang bukan melulu kepuasan kita akan diri kita sendiri. Karya sastra yang baik, tambah Murdoch, adalah karya sastra yang sanggup mendorong serta memuaskan rasa ingin tahu kita, yang mampu membuat kita menaruh perhatian kepada orang lain serta masalah-masalah lain, yang sanggup membuat kita bertenggang rasa dan lapang dada. (<a href="mailto:R.Pinat@cwcom.net?Subject=Re:%20%5bINDONESIA-L%5d%20RIDWAN%20PINAT%20-%20Men%20of&amp;In-Reply-To=%3c957825056.0000@hypermail.dummy%3e">R.Pinat@cwcom.net</a>, <a href="mailto:apakabar@radix.net?Subject=Re:%20%5bINDONESIA-L%5d%20RIDWAN%20PINAT%20-%20Men%20of&amp;In-Reply-To=%3c957825056.0000@hypermail.dummy%3e">apakabar@radix.net</a>).</p>
<p><span id="more-356"></span></p>
<p>Beberapa ulasan para filosof tersebut kalau kita mengembalikan kesenian menuju tujuan dasarnya menurut falsafahnya, yakni kesenian yang baik selalu menghasilkan estetika yang baik pula, dan puncak estetika Platonis adalah keindahan mutlak, yaitu keindahan Tuhan. Kecenderungan kesenian mengarah kepada hal yang positif memang sangat terasa diungkapkan para bapak-bapak filosof kuno di Yunani. Selebihnya kalau ada estetika Platonis yang menuju keindahan Tuhan, Plato juga menyebut watak dan hukum yang indah. Aristoteles mengatakan, keindahan itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan baik. Plotinus bicara tentang ilmu dan kebajikan yang indah. Kemudian orang Yunani membincangkan tentang buah pikiran dan adat kebiasaan yang indah. Dalam pengertian yang luas, keindahan itu tidak hanya terbatas pada seni atau alam, tetapi juga pada moral dan intelektual. Moral yang indah tentulah moral yang baik dan intelek yang indah adalah intelek yang benar. Jadi tentu kita sepakat Bagus, Baik dan Benar adalah serangkai nilai positif yang relasinya selalu bersifat holistik dalam keharmonisan. (Gazalba, 1988: 118).</p>
<p>Menurut Sidi Gazalba “Bagus” merupakan bagian dari aspek kesenian dan estetika, “Baik” dalam ranah etika dan “Benar” lebih condong mengarah kepada Ilmu dan Agama. Tetapi semuanya itu menurut Sidi dalam filsafat pengetahuannya, Agama pada dasarnya melingkupi ketiga-tiganya baik itu Bagus, Baik dan Benar secara holistik dan komprehensif.</p>
<p>Kita perlu menelisik kembali makna-makna kesenian yang positif tersebut yang saat ini terasa sudah tercerabut dari karya-karya seni dan bahkan dalam wacana filsafat seni. Selayaknya agama dan juga filsafat yang mempunyai arah dan tujuannya yang jelas dan pasti, konsep seni dalam filsafat seni mestinya juga dapat dikuak dan didapati arah dan tujuan berkesenian yang mencerahkan. Visi dan misi seni perlu dikembalikan kepada jalannya yang “lurus dan benar”. Konsep Kesenian Profetik yang akan penulis tawarkan tentu akan lebih mewarnai dan menguatkan arah tujuan kesenian dan filsafat seni yang telah dirumuskan oleh para filosof dan pemikir seni abad kuno Yunani-Romawi.</p>
<p>Kesenian dalam pendidikan sangat erat hubungannya. Karya seni sering dijadikan alat untuk mendidik siswa dalam pengenalan tentang keindahan. Pendidikan Islam yang berlandaskan pada konsep filsafat Islam mengajarkan bahwa konsep pengetahuan di dalam Islam tidak mengenal batas-batas parsial ataupun dualisme pengetahuan yang memisahkan ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu dunia. Bagi Islam semua ilmu pengetahuan itu satu dengan lainnya memiliki hubungan sinergisitas yang sangat erat dan tidak bisa dipisah-pisahkan secara mutlak. Sehingga apa yang dirumuskan Sidi Gazalba di atas bahwa Kesenian, Etika, Agama dan Ilmu mempunyai relasi sinergisitas yang tidak terpisahkan adalah benar adanya bagi konsep pendidikan Islam.</p>
<p>Pendidikan Islam, adalah suatu pendidikan yang melatih perasaan murid-murid dengan cara begitu rupa sehingga dalam sikap hidup, tindakan, keputusan, dan pendekatan mereka terhadap segala jenis pengetahuan, mereka dipengaruhi sekali oleh nilai spritual dan sangat sadar akan nilai etis Islam (Husain dan Ashraf, 1986 : 2), atau &#8220;Pendidikan Islam mengantarkan manusia pada perilaku dan perbuatan manusia yang berpedoman pada syariat Allah (Nahlawi, 1995 : 26).</p>
<p>Pendidikan Islam bukan sekedar &#8220;<em>transfer of knowledge</em>&#8221; ataupun &#8220;<em>transfer of training</em>&#8220;, &#8230;.tetapi lebih merupakan suatu sistem yang ditata di atas pondasi keimanan dan kesalehan; suatu sistem yang terkait secara langsung dengan Tuhan (Achwan, 1991 : 50). Pendidikan Islam suatu kegiatan yang mengarahkan dengan sengaja perkembangan seseorang sesuai atau sejalan dengan nilai-nilai Islam.</p>
<p>Searah dengan filosofi pendidikan Islam, seni adalah hasil ungkapan akal dan budi manusia dengan segala prosesnya. Seni merupakan ekspresi jiwa seseorang. Hasil ekpresi jiwa tersebut berkembang menjadi bagian dari budaya manusia. Seni identik dengan keindahan. Keindahan yang hakiki identik dengan kebenaran. Keduanya memiliki nilai yang sama yaitu keabadian. Benda-benda yang diolah secara kreatif oleh tangan-tangan halus sehingga muncul sifat-sifat keindahan dalam pandangan manusia secara umum, itulah sebagai karya seni.  Seni yang lepas dari nilai-nilai ketuhanan tidak akan abadi karena ukurannya adalah  hawa nafsu bukan akal dan budi. Seni mempunyai daya tarik yang selalu bertambah  bagi orang-orang yang kematangan jiwanya terus bertambah. Di sinilah arti penting mengungkapkan gagasan orisinil konsep Kesenian Profetik ke dalam wacana Filsafat Kesenian dan implementasinya dalam pendidikan Agama Islam.</p>
<p>Berdasarkan latar belakang masalah di muka, diperoleh rumusan permasalahan sebagai berikut: Bagaimana paradigma berkesenian kontemporer? Apakah gagasan seni profetik dimungkinkan untuk ikut mewarnai eksistensi seni dalam peradaban manusia? Bagaimana implementasi gagasan kesenian profetik ini di dalam pendidikan Agama Islam?</p>
<p>Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian dan analisis falsafati di bidang filsafat kesenian, filsafat Islam kontemporer dan menggagas kajian baru konsep kesenian profetik dan implementasinya dalam pendidikan Islam. Secara teoritis penelitian ini diharapkan dapat membuktikan bahwa penerapan wacana <em>konsep kesenian profetik</em> dalam wacana filsafat kesenian dan implementasinya dalam pendidikan Islam<em> </em>dapat dimungkinkan.</p>
<p>Penelitian ini berguna untuk lebih memperkaya dan menghasilkan wawasan baru cara berkesenian, dan juga secara langsung maupun tidak langsung dapat mengembangkan wacana alternatif pengetahuan baru di bidang pendidikan. Secara praktis penelitian ini diniatkan untuk menjawab keingintahuan peneliti terhadap nuansa baru bagaimana kita dapat berkesenian dengan bagus, baik dan benar sesuai dengan tujuan dan cita-cita luhur berkesenian dalam filsafat seni yang telah dirumuskan oleh filosof-filosof pada abad Yunani dan Romawi kuno.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Pendekatan dan kerangka teori</strong></p>
<p>Konsep atau gagasan seni profetik adalah sesuatu ide yang dapat penulis katakan baru. Sebab, belum penulis dapatkan referensi hasil penelitian konsep maupun teoritisnya di lapangan pustaka. Untuk itu beberapa tinjauan pustaka yang dapat diketengahkan di sini hanya sumber <em>second</em>, maksudnya bukan sumber utama  yang digunakan untuk melandasi ide pemikiran tentang kesenian profetik. Beberapa sumber tersebut adalah sebagai berikut:</p>
<p><strong>Konsep Kuntowijoyo tentang Ilmu Sosial Profetik dalam bukunya <em>P<em>aradigma Islam: Interpretasi Untuk Aksi. </em></em>Bandung: Mizan. 1991). </strong>Kuntowijoyo dalam buku tersebut mengetengahkan sebuah tawaran baru berupa gagasan konsep tentang Ilmu Sosial Profetik (ISP). Ilmu Sosial Profetik menurut Kunto tidak hanya menolak klaim bebas nilai dalam positivisme tapi lebih jauh juga mengharuskan ilmu sosial untuk secara sadar memiliki pijakan nilai sebagai tujuan dan mentransformasikannya menuju cita-cita yang diidamkan masyarakatnya.</p>
<p><strong>Buku Kuntowijoyo. 2006. <em>Maklumat Sastra Profetik</em>. Yogyakarta: Grafindo Litera Media. </strong>Maklumat sastra profetik adalah kelanjutan aplikasi konsep Kuntowijoyo dalam Ilmu Sosial Profetiknya. Sebagai penggagas paradigma sosial profetik Kuntowijoyo secara konsisten mengumumkan bahwa karya-karya sastranya ia maklumatkan sebagai sebuah karya sastra profetik. Kuntowijoyo menyatakan bahwa Sastra Profetik mempunyai kaidah-kaidah yang memberi dasar kegiatannya, sebab ia tidak saja menyerap, mengekspresikan, tapi juga memberi arah realitas.</p>
<p><strong>Buku Sidi Gazalba, 1988, <em>Islam dan Kesenian, Relevansi Islam dan Seni Budaya Karya Manusia</em>, Pustaka Alhusna, Jakarta.  </strong>Sidi Gazalba dalam konsep Filsafat Islam menyatakan bahwa kedudukan seni dalam Islam adalah dibagian wilayah kebudayaan, sedangkan kebudayaan sendiri bagian dari Dien Islam. Dien Islam itu sempurna. Yang sempurna mengandung nilai 3B (Benar, Baik dan Bagus). Benar ada di wilayah ilmu dan agama (pen. Islam), Baik di wilayah etika dan Bagus di wilayah estetika (seni). Sesuatu yang benar akan sempurna kalau ia juga baik dan bagus. Dan sesuatu yang bagus akan sempurna, kalau ia juga benar dan baik. Sesuatu dikatakan benar kalau sesuatu itu sesuai dengan obyeknya. Sesuatu itu baik, kalau ia mengandung nilai etik, dan sesuatu itu bagus, kalau ia mengandung nilai estetis (Gazalba, 1988: 118).</p>
<p><strong>Buku, Muhammad Iqbal, 1966, <em>Pembangunan Kembali Alam Pikiran Islam </em>(<em>The Reconstruction of Religious Thought In Islam</em></strong><strong>), </strong><strong>alih bahasa Osman Raliby,</strong><strong> </strong><strong>Jakarta: Bulan Bintang.  </strong>Etika Profetik Iqbal yang menjadi landasan konsep Ilmu Sosial Profetik Kuntowijoyo wajib penulis paparkan sebagai pijakan utama gagasan kesenian profetik di samping konsep Ilmu Sosial Profetiknya Kuntowijoyo.</p>
<p>Iqbal memaknai etika kenabian (profetik) sebagai etika transformatif. Iqbal menceritakan kata-kata Abdul Quddus, seorang mistikus Islam dari Ganggah, “<em>Muhammad dari jaziratul Arab telah mi’raj ke langit yang setinggi-tingginya dan kembali. Demi Allah, aku bersumpah bahwa jika sekiranya aku sampai mencapai titik itu, pastilah aku sekali-kali tidak hendak kembali lagi</em>”, ujarnya. Sang mistikus tampaknya tidak memiliki kesadaran sosial. Baginya keasyikan dan keterlenaan dalam pengalaman mistis adalah tujuan, sehingga ia tidak hendak kembali dan melihat realitas, menghadapi kenyataan. Nabi bukanlah seorang mistikus. Nabi adalah seorang manusia pilihan yang sadar sepenuhnya dengan tanggung jawab sosial. Kembalinya sang Nabi adalah kreatif. Sehebat apapun pengalaman spiritual yang dijalaninya, seorang nabi tidak pernah terlena. Ia kembali memasuki lintasan ruang dan waktu sejarah, hidup dan berhadapan dengan realitas sosial kemanusiaan dan melakukan kerja-kerja transformatif. Seorang nabi datang dengan membawa cita-cita perubahan dan semangat revolusioner (Iqbal, 1996 : 145).</p>
<p>Penulis dengan pendekatan multidisipliner mencoba mengetengahkan beberapa teori yang diharapkan dapat membangun gagasan (konsep) baru atau memodifikasi teori berdasarkan pada data yang telah dikumpulkan dan dianalisis. Beberapa kerangka teori yang penulis ketengahkan mencakup:<strong> </strong>teori induk Parsons mengenai sistem sosial <em>(social system),</em> teori aksi <em>(action theory),</em> dan teori fungsional.<strong> </strong>Pemakaian teori-teori di atas dengan pertimbangan bahwa satu dengan lainnya saling melengkapi atau menunjang. Komplementasi itu dapat menunjukkan misalnya hubungan sistem kebudayaan (dari sistem Parsons) sebagai sistem symbol kreasi seni, yang relasinya bersifat horizontal sebagai perilaku manusia yang telah membudaya di dalamnya adalah hasil tindakan aktif-kreatif atau aksi manusia atau individu sebagai aktor (seniman). Oleh karena itu tindakan aktif kreatif akan dimaknakan dengan teori aksi <em>(action theory).</em> Kesatuan sistem hubungan sosial (dalam hal ini kesenian dan pendidikan Islam) ini menjadi semacam sistem “ritual” dalam sinergisitas karya seni dengan sistem diluarnya, dan sekaligus berfungsi sebagai suatu sistem yang dapat meningkatkan kesadaran akan nilai dan makna tujuan seni, dan dapat mempertahankan keseimbangannya (<em>fungsionalisme struktural</em>).</p>
<p>Berdasarkan ketiga teori yakni; teori sistem, teori aksi dan teori fungsional, kita dapat memahami bahwa kesenian dengan karya seninya layak mempunyai nilai-nilai, makna dan tujuan berkesenian. Seni untuk seni yang bebas nilai ditepis dalam teori-teori tersebut. Di samping beberapa teori tersebut, penulis juga berpijak dari beberapa konsep seperti Seni untuk masyarakat, konsep seni Islam Sidi Gazalba, Ilmu Sosial Profetik dan Sastra Profetiknya Kuntowijoyo yang dilandasi etika profetik Iqbal, serta gerakan teologi profetik. Penulis dengan optimis yakin bahwa gagasan Seni Profetik dan implementasinya dalam pendidikan Islam ini sangat relevan untuk digali dan dikembangkan.</p>
<p>Pendidikan Seni Islam menurut Sidi Gazalba juga memiliki ranah yang penting di dalam wacana keilmuan, bahkan estetika/seni menjadi salah satu unsur dari nilai kebijaksanaan universal sejajar dengan ilmu, agama dan etika (Gazalba, 1988:65). Namun perlu diakui hingga saat ini kebanyakan ulama masih berpendapat negatif terhadap kesenian ini. Hal ini perlu diluruskan kebenarannya bagaimana sebenarnya konsep pendidikan seni dalam Islam.</p>
<p>Tujuan pendidikan dalam Islam menurut Naquib Al-attas, harus mewujudkan manusia yang baik, yaitu manusia universal (<em>Al-Insan Al-Kamil</em>). Insan kamil yang dimaksud adalah manusia yang bercirikan: <em>pertama</em>; manusia yang seimbang, memiliki keterpaduan dua dimensi kepribadian; a) dimensi isoterik vertikal yang intinya tunduk dan patuh kepada Allah dan b) dimensi eksoterik, dialektikal, horisontal, membawa misi keselamatan bagi lingkungan sosial alamnya. <em>Kedua</em>; manusia seimbang dalam kualitas pikir, zikir dan amalnya (Achmadi, 1992: 130). Maka untuk menghasilkan manusia seimbang bercirikan tersebut merupakan suatu keniscayaan adanya upaya maksimal dalam mengkondisikan lebih dulu paradigma pendidikan yang terpadu termasuk di dalamnya kesenian dan implementasinya dalam pendidikan Islam.</p>
<p>Untuk mengetahui dan meneliti kelayakan gagasan baru konsep kesenian profetik dalam wacana filsafat kesenian, peneliti menggunakan metode kualitatif dengan lebih banyak melakukan kajian pustaka.  Obyek dalam penelitian ini adalah konsep-konsep tentang ilmu kesenian, yaitu seni, estetika, filsafat seni, Filsafat Islam, pendidikan Islam dan multi disiplin ilmu yang melingkupinya.</p>
<p>Penelitian ini menggunakan data pustaka yang diklasifikasikan dalam dua kategori, yaitu: sumber data primer dan sumber data sekunder.  Sumber data primer adalah daftar pustaka yang secara langsung membahas konsep-konsep ilmu kesenian, ilmu keislaman dan data sekunder adalah daftar pustaka yang secara tidak langsung melingkupi wacana kesenian dan keislaman yang bersifat berwujud multi disipliner.</p>
<p>Penulisan tesis ini ditulis dengan menggunakan kajian literatur atau kepustakaan yang bersifat deskriptif komparatif dengan sudut pandang filsafat kesenian, filsafat Islam, dan pendidikan Islam.</p>
<p>Adapun metode yang digunakan adalah metode Heuristik; yaitu mencari pemahaman baru. Metode heuristik diterapkan untuk menemukan sesuatu yang baru setelah melakukan penyimpulan dan kritik terhadap objek material dalam penelitian. Metode heuristik penting untuk menemukan suatu hal baru dalam mendekati objek material penelitian. Di samping itu, metode heuristik perlu untuk melakukan refleksi kritis terhadap konsepsi seorang filosof (Kaelan, 2005: 254; Bakker &amp; Zubair, 1990).</p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p><strong>Paradigma Seni Kontemporer yang “Ambigu”</strong></p>
<p>Setelah meneliti sejarah perkembangan pemikiran tentang seni, estetika hingga filsafat seni dari jaman Yunani hingga saat ini, dapat dideskripsikan bahwa paradigma seni baik mengenai konsep atau teori-teori seni telah mengalami perkembangan  yang menurut penulis tidak mempunyai arah. Khusus tujuan seni, telah berkembang dua opsi tujuan seni, yaitu seni bertujuan dan seni tidak bertujuan (bebas nilai).</p>
<p>Seni bertujuan dalam sejarah seni porsi penganutnya mulai terhimpit oleh berkembangan konsep dan teori seni tanpa tujuan pasca abad 20. Semboyan <em>L’art pour L’art</em> yang termasyhur untuk seni tanpa tujuan pertama kali dipergunakan oleh seorang filosof Victor Cousin (1792-1867).  Pandangan ini menganggap bahwa seni merupakan deklarasi artistik yang independen sebagai suatu tanggungjawab profesional. Seniman ditempatkan sebagai suatu pribadi yang bebas dan terpisah dari kepentingan masyarakat. Tujuan seni hanya untuk seni, tidak mengabdi kepada kepentingan politik, ekonomi, sosial dan agama. Pandangan ini merupakan suatu reaksi terhadap kondisi pada waktu itu dengan dalih untuk mengembalikan kemurnian status seni.</p>
<p>Di sisi lain mengenai nilai seni, menurut Fathul A. Husein, 2000, dalam artikelnya berjudul: <em>Estetika, Filsafat Seni, dan Keindahan yang Terkubur</em>, pada permulaan abad ke-20, estetikus Italia, Benedetto Croce diyakini banyak kalangan sebagai pemula yang memudarkan nilai-nilai keindahan sebagai tujuan akhir seni sebagai topik sentral dalam teori estetika sejak zaman Yunani hingga Idealisme Eropa abad ke-19. Croce menggeser konsepsi keindahan dengan konsep ekspresi dan mengumandangkan pandangan baru bahwa kreasi artistik dan pengalaman estetik sebagai berasal dari formula ganda; bahwa seni setaraf dengan ekspresi dan juga setaraf dengan intuisi, dan bahwa keindahan tak lebih dari ekspresi yang berhasil, karena ekspresi yang gagal bukanlah ekspresi. Atau menurut Melvin Rader, keindahan tiada lain dari essensi yang berhasil diungkapkan. &#8220;Ekspresi dan keindahan bukanlah dua konsep berbeda, melainkan sebuah konsep tunggal&#8221;, cetus Croce. Pemikiran Croce setidaknya telah sangat dominan mempengaruhi pemikiran-pemikiran estetika sepanjang tiga dekade. Baru kemudian orang menangkap semacam adanya paradoks: jika seni identik dengan ekspresi, dan keindahan juga identik dengan ekspresi, maka bukankah keindahan itu merupakan esensi dari seni? Namun Croce tetap kukuh pada pendirian bahwa ekspresi dan intuisi merupakan konsepsi dasar dari mana estetika bisa dipahami.</p>
<p>Pemikiran estetika yang kontras terhadap konsepsi keindahan selain Croce setidaknya muncul dari dua pemikir seni amat penting di abad ke-20, yaitu Clive Bell dan Roger Fry. Pada dekade kedua abad tersebut, keduanyalah yang menggeser konsepsi keindahan dengan manifestasi bentuk signifikan (<em>significant form</em>), yang terkesan Platonik dan terpengaruh kuat oleh filsafat moral G.E. Moore.</p>
<p>Fathul lebih jauh dalam artikelnya tersebut menyatakan bahwa abad ke-20 ditengarai sebagai abad pertama yang menyangkal eksistensi keindahan secara kategoris, dan juga kuatnya penolakan keras seniman-seniman kreatif atas konsepsi keindahan; bukan saja dari kaum Dadais, black theatre, theatre of cruelty, bahkan kemudian kaum Pop Art dan gerakan-gerakan sejenis yang lebih kecil, melainkan juga dari kalangan seniman yang jauh lebih serius seperti pelukis-pelukis ekspresionis dan penulis-penulis drama ideologis yang merasa pencapaian keindahan bukan tujuan yang utama dari seni. Mereka lebih memilih menceburkan diri ke dalam intensifikasi pengalaman dan radikalisasi perasaan ketimbang terbuai oleh keindahan.</p>
<p>Pelopor awal manifesto pergerakan filsafat linguistik modern pada awal tahun 20-an, seperti C.K. Ogden dan I.A. Richards, bahkan menggunakan istilah keindahan dalam forum-forum diskusi demi menunjukkan kualitas emotif dari pergolakan batin. Dan di tahun 40-an, para penerusnya secara olok-olok mempermainkan kata <em>beauty</em> (keindahan) dengan <em>booty</em> (barang rampasan), sekadar untuk menunjukkan bahwa pernyataan apapun yang terkait dengan keindahan atau apapun yang dianggap indah sebagai nir-makna (<em>meaningless</em>). Sebuah pertentangan sengit yang sebetulnya mula pertama mencuat kuat dari kaum Realis dan Naturalis Prancis abad ke-19 seperti Flaubert dan Zola, tentu dalam cara yang berbeda, yang karya-karyanya dipersiapkan justru untuk membuang aspek-aspek keindahan agar visi-visi kebenaran mereka tertemukan (Fathul, 2000).</p>
<p>Bagi Fathul, pembahasan tentang konsepsi keindahan dalam karya seni kini semakin terasa problematis. Seni tampaknya telah semakin tidak memerlukan lagi menara gading yang malah berpretensi menyembunyikan mutiara hakikat di belantara realitas. Seni cenderung mau membetot kebenaran eksistensial dan eksperiensial dengan melepas topeng-topeng kepalsuan berwajah keindahan. Bahwa &#8220;keindahan&#8221; masih banyak dipakai, itu bukan melulu tujuan utama melainkan hanya sebuah cara.</p>
<p>Seni-seni mutakhir kata Fathul, tampaknya akan semakin mengganggu, mengusik, menyakiti, memprovokasi bahkan memancing gundah hati. Karena realitas sesungguhnya memang lebih banyak menawarkan warna-warna kelam kehidupan setelah puncak penghambaan manusia atas rasionalitas modern yang hanya menghasilkan mesin-mesin perang yang memicu perseteruan tidak berujung-pangkal di tengah bergelimpangannya bangkai-bangkai dehumanistik manusia. Perang Dunia I dan II menjadi salah-satu bukti terbesar yang memompa frustrasi dan depresi di tengah dekadensi.</p>
<p>Tonggak-tonggak peradaban dan sandaran nilai-nilai telah menjadi seperti sebongkah kepala babi busuk yang dipamerkan seorang seniman instalasi. Atau seperti semburat orgasme seorang aktor di atas panggung Dadais pada tahun 20-an di Eropa. Atau seperti bongkahan tubuh-tubuh binatang yang disembelih di atas pentas teater kaum Naturalis. Atau seperti lukisan surealis Salvador Dali, Wajah Peperangan, berupa gambar-gambar tengkorak penuh tengkorak. Atau seperti jerit hampa dan geliat tubuh mistik dari sejarah kekelaman estetika Butoh (<em>dance of darkness</em>) para seniman kontemporer Jepang yang meresistensi stagnasi tradisi dengan seabrek citra keindahan estetik yang membokong realitas. Seni menjadi refleksi yang mengumandangkan suara parau dari lapis-lapis kekelaman nihilistik di tengah kekosongan ontologis (<em>ontological void</em>) setelah sandaran-sandaran horizontal bahkan vertikal manusia “diruntuhkan”. Konsep-konsep estetik diberangus oleh kepalan-kepalan anti-estetik seperti Monalisa yang dikasih kumis dalam karya Dadais berjudul Shaved (bercukur) Marcel Duchamp. Manusia menjadi kembara absurditas yang tak menemukan jawab apapun setelah terbetot lubang kelam irrasionalitas (Kardiyanto, 2006 : 362).</p>
<p>Situasi-situasi nirmakna atas ketiadaan tatanan nilai apapun kemudian seolah-olah memaksa estetika/filsafat seni mutakhir untuk ditelaah dalam sudut pandang suram, &#8220;seperti anak terbelakang yang lahir dari sepasang orang tua glamor, yakni pokok persoalan dan disiplin estetikanya itu sendiri&#8221;, seperti dikemukakan filosof seni kontemporer Arthur C. Danto. Filsafat abad ke-20 bahkan telah menjadi bidang keahlian yang terlalu teknis untuk mampu menggerus dan menemukan kembali struktur-struktur paling fundamental dari pengembaraan pemikiran, bahasa, logika, dan ilmu-pengetahuan. Bahkan &#8220;pertanyaan-pertanyaan filosofis tentang seni sangat tidak jelas dan tidak kena sasaran, sementara jawaban-jawabannya sangat kabur&#8221;, cetus Danto. Filosof seni kontemporer yang lain, John Passmore, menyebut situasi kemerosotan peran estetika secara akurat dengan mengedepankan istilah <em>The Dreariness of Aesthetics</em> (Kekeringan Estetika) (Kardiyanto, 2006 : 362).</p>
<p>Di sudut lain, kaum Estetika Relasional (<em>relational aesthetics/arts</em>), seperti Michel Serres, terus menggusur esensialisme seni kepada salah-satu trend terpenting pemikiran kontemporer yang menegaskan bahwa keterikatan satu dengan lain hal adalah jauh lebih penting ketimbang hakikat makna dari sebuah obyek (karya seni) yang tinggal sendirian. &#8220;Kita tidak lagi memerlukan ontologi melainkan desmologi (<em>desmos = link</em>)<em>,</em>&#8221; kata Serres. Ia ingin menekankan bahwa upaya pengkajian makna adalah hampa dan sia-sia, dan harus digantikan oleh pengkajian atas proses itu sendiri. Nilai seni tidak lagi ditentukan oleh makna-makna yang terkandung di dalamnya, melainkan oleh apa yang bisa dilakukannya, perbedaan-perbedaan apa yang bisa dirangkulnya, cetus Gilles Deleuze, karena obyek seni tidak lagi ditentukan secara material maupun konseptual melainkan secara relasional, cetus Nicholas Bourriaud.</p>
<p>Pemikiran-pemikiran estetik yang tumpang tindih itu, maka memang tidak berlebihan jika pelukis Barnett Newman mencetuskan kata-kata parodi, seperti dikutip di atas, bahwa estetika (baca: filsafat seni) bagi para seniman laksana ilmu burung bagi burung-burung. Burung-burung akan selalu terbang dalam cara dan gayanya sendiri tanpa pernah perlu tahu bagaimana sih ilmu terbang untuk burung-burung? Begitu pun para seniman, mereka akan terus berkarya untuk menggali makna-makna terdalam dari realitas kehidupan dalam cara dan gayanya sendiri-sendiri. Tidak lain untuk menyuarakan gejolak-gejolak esoteris atas apa yang diyakininya sebagai kebenaran sejati, walaupun kerap terasa aneh dan konyol, tanpa harus terlalu terpengaruh oleh tumpang-tindih pemikiran-pemikiran &#8216;orang pintar&#8217; yang menyeret seni terlalu ke wilayah diskursivitas-intelektual ketimbang intensifikasi perasaan, <em>insight philosophy</em> ketimbang <em>insight aesthetic</em>, begitu menurut Sussanne K. Langer (Kardiyanto, 2006 : 363)..</p>
<p>Kegalauan arah tujuan kesenian di abad ke-20 yang tergambar begitu memilukan tersebut tentu memerlukan keryit dahi untuk mencoba kita mengembalikan kesenian dengan filsafat estetikanya kepada tujuan dasarnya (<em>return to basic</em>).  <em>Going to nature</em>, dan kembali menengok ke belakang adalah kata bijak yang sangat bertuah. Kesenian dan estetikanya wajib kembali <em>back to basic</em> mengarah ke tujuan utamanya yang tertinggi, yaitu menggapai kebenaran, kebaikan, keadilan dan keindahan Ilahi. Untuk menguatkan dan membantu mengembalikan kesenian pada Khitohnya tersebut, konsep kesenian profetik yang penulis tawarkan tentu akan lebih memperkaya nilai-nilai keindahan, kebenaran dan wacana konsep kesenian yang bersifat positif, dengan harapan kesenian dapat mengembalikan eksistensinya mencapai tujuan estetikanya yang selama ini terseok-seok tanpa makna di jalan yang terjal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Gagasan Seni Profetik, Peluang dan Tantangan</strong><strong></strong></p>
<p>Peradaban manusia yang maju tidak hanya melahirkan bentuk-bentuk karya seni yang semakin beragam dan kom­pleks, tapi media yang dipakai juga sangat bera­gam pula. Semua bentuk seni berkembang sesuai dengan dimensi peradaban­nya. Seni musik, cinematografi, teater, sastra, arsitektur, sudah demikian ma­junya. Hal tersebut menunjukkan bahwa dalam setiap masa, karya seni merupa­kan satu kebutuhan.</p>
<p>Dalam peradaban modern, karya seni juga terwarnai oleh budaya modern yang bersifat sekuler. Warna tersebut bisa be­rupa bentuk, isi, atau aplikasinya de­ngan kemajuan teknologi. Karena itu, sejalan dengan transformasi budaya, seni pun tidak terlepas dari proses transfor­masi itu sendiri. Pada kondisi inilah krea­tivitas seniman dipertanyakan.</p>
<p>Peradab­an yang maju demikian pesat, membuat masyarakat sudah mulai jenuh terhadap perkembangan dunia modern. Peradaban modern oleh banyak pihak dianggap tidak lagi mampu mem­berikan visi baru dalam tatanan kehidup­an. Dogmatisme modern yang selalu menekankan pada &#8216;kebenaran yang di­landasi &#8220;progress, rasionalitas, dan tek­nologi&#8221; ternyata banyak dipandang seba­gai satu ideologi dan menjebak manusia dalam kerangka pikir sekuler. Manusia lebih menonjolkan aspek struktur (basis material) dibanding suprastruktur (basis kesadaran). Inilah budaya Barat yang bertolak dari pemikiran Marxis. Masya­rakat akhirnya tidak puas dengan pemi­kiran itu karena hanya terombang­-ambing antara materialis dan ideologi tanpa berkesudahan (Kuntowidjojo, 1997). Persoalan itu oleh Gede Parma dianggap sebagai pangkal tumbuhnya konflik-konflik di dunia, termasuk di In­donesia (Gede Parma, 1993: 4). Dilihat dari sisi ini, dapat disebutkan bahwa ma­syarakat mulai jenuh terhadap moder­nisasi. Mereka mulai menuntut kerangka peradaban baru dengan tata nilai yang lebih terbuka. Transformasi budaya ter­sebut oleh para pemikir diprediksi seba­gai era post-modernisme.</p>
<p>Tuntutan keterbukaan, secara tidak langsung sebenarnya membuka pe­luang bagi sosialisasi nilai-nilai profetik. Dengan nilai-nilai tersebut, pada hakikatnya Islam mempunyai kemampuan untuk membalik rumusan dari struktur (material) ke suprastruktur (kesadaran) menjadi suprastruktur (kesa­daran) ke struktur (material). Basis pengembangan yang dapat dipakai dalam mengubah pandangan tersebut bisa ber­bagai macam seperti melalui ilmu penge­tahuan, teknologi, sosial, dan seni buda­ya atau melalui aktivitas IPTEK profetik.</p>
<p>Dalam konteks seni budaya, pengem­bangan nilai-nilai profetik  sebagai dasar kreativitas tampaknya belum di­garap secara maksimal. Latar belakang ditulisnya tema mengagas kesenian profetik dalam wacana filsafat seni ini adalah berkembangnya konsep-konsep dan teori-teori seni dimana sekarang telah terjadi arus besar kesenian diarahkan menuju “seni hanya untuk seni”, seni adalah bebas nilai, seni bukan untuk kepentingan masyarakat dan kemanusiaan, seni adalah sekedar ekspresi. Arus besar teori “seni hanya untuk seni” secara langsung maupun tidak langsung telah membuka para seniman menjadi seniman-seniman yang liberal dalam artian yang tanpa batas. Tanpa batas ini menyebabkan karya seni menjadi semaunya sendiri, berkembang melanggar nilai-nilai kebenaran, kebaikan dan keindahannya sendiri. Seni tidak lagi dinilai mempunyai manfaat atau tidak bagi masyarakat, positif atau negatif, baik atau buruk dan benar atau tidak benar. Padahal seni senyatanya adalah salah satu dari kasanah nilai-nilai kebijaksanaan universal, Seni, Agama, filsafat dan ilmu mesti bersinergi berjihad memihak kepada sesuatu yang mendatangkan kemanfaatan yang positif; kebenaran, kebaikan, keindahan, keadilan dan kebahagiaan manusia.</p>
<p>Mayoritas konsep dan teori seni di awal hingga akhir sejarah perkembangan seni dan estetika telah membuktikan bahwa konsep dan teori seni dan estetika tidak lepas dari wacana sinergisitas seni, filsafat, agama dan ilmu. Konsep-konsep seni atas, seni tinggi, seni bermasyarakat, seni sosial, seni bermanfaat, seni adalah keindahan Tuhan, seni bertujuan, seni berkeadilan, dan lain sebagainya adalah wujud nyata bahwa seni mengandung nilai-nilai profetik. Nilai-nilai profetik yang ada di dalam seni ini adalah sebuah bukti bahwa setidaknya seni sebagai ekspresi jiwa mempunyai tujuan yang sangat mulia.</p>
<p>Seni bagi penulis adalah hasil ungkapan akal dan budi manusia dengan segala prosesnya. Seni merupakan ekpresi jiwa seseorang. Hasil ekpresi jiwa tersebut berkembang menjadi bagian dari budaya manusia. Seni identik dengan keindahan. Keindahan yang hakiki identik dengan kebenaran. Keduanya memiliki nilai yang sama yaitu keabadian. Nilai-nilai keabadian sejati senantiasa mengarah kepada Tuhan. Dengan demikian kesenian juga sebuah wacana dan media untuk mengabdi kepada Tuhan. Kesenian yang demikian sebutan yang lebih tepat baginya adalah Kesenian Profetik.</p>
<p>Konsep kesenian profetik memang belum penulis temui dalam wacana kesenian dan filsafat seni, baik dalam wacana konsep barat maupun timur. Yang dapat ditemui dan sering disebut-sebut ada konsep kesenian religius (seni agama), tetapi konsep kesenian profetik berbeda dengan konsep kesenian religius. Konsep kesenian profetik yang penulis gagas di sini dihasilkan dari perasan setelah menganalisis dari konsep-konsep dan teori-teori yang secara tidak langsung membahas dan setidaknya mengarah pada tema Seni Profetik. Konsep-konsep dan teori-teori tersebut adalah;</p>
<p>1.    Konsep Seni Islam Sidi Gazalba yang menempatkan seni (Indah/Bagus) sejajar dengan “Benar” (Agama dan Ilmu), dan “Baik” (etika) sebagai bagian dari nilai-nilai keabadian universal (sejagad).</p>
<p>2.    Konsep Teologi Profetik Suhermanto Ja’far yang melandasi bahwa agama-agama dengan kreatifitas kenabiannya menghendaki terjadinya keseimbangan di setiap lini eksistensi manifes kreatifitas manusia. Kebekuan-kebekuan atau tembok-tembok pengetahuan yang tertutup satu sama lain senyatanya memiliki sinergisitas yang saling melengkapi kebenaran Tuhan, demikian pula di wilayah seni.</p>
<p>3.    Konsep Etika Profetik Muhammad Iqbal yang menyatakan bahwa nabi adalah seorang manusia pilihan yang sadar sepenuhnya dengan tanggung jawab sosial. Kembalinya sang Nabi dari langit adalah kreatif. Sehebat apapun pengalaman spiritual yang dijalaninya, seorang nabi tidak pernah terlena. Ia kembali memasuki lintasan ruang dan waktu sejarah, hidup dan berhadapan dengan realitas sosial kemanusiaan dan melakukan kerja-kerja transformatif. Seorang nabi datang dengan membawa cita-cita perubahan dan semangat revolusioner. Etika profetik Iqbal ini dapat digunakan seorang seniman untuk menghasilkan karya-karya seni profetik yang revolusioner yang dapat merubah kebudayaan masyarakat.</p>
<p>4.    Konsep Ilmu Sosial Profetik (ISP) dan Sastra Profetik Kuntowidjojo secara nyata secara tidak langsung telah mengetengahkan gagasan seni profetik. ISP maupun sastra profetik Kuntowidjojo dilandasi tiga pilar; humanisasi, liberasi dan transendensi. <strong>Humanisasi</strong> artinya memanusiakan manusia, menghilangkan “kebendaan”, ketergantungan, kekerasan dan kebencian dari manusia. Humanisasi sesuai dengan semangat liberalisme Barat. Hanya saja perlu segera ditambahkan, jika peradaban Barat lahir dan bertumpu pada humanisme antroposentris, konsep humanisme Kuntowidjojo berakar pada humanisme teosentris. Karenanya, humanisasi tidak dapat dipahami secara utuh tanpa memahami konsep transendensi yang menjadi dasarnya. <strong>Liberasi</strong> artinya dalam konteks ilmu, ilmu yang didasari nilai-nilai luhur transendental. Jika nilai-nilai liberatif dalam teologi pembebasan dipahami dalam konteks ajaran teologis, maka nilai-nilai liberatif dalam Ilmu Sosial Profetik dipahami dan didudukkan dalam konteks ilmu sosial yang memiliki tanggung jawab profetik untuk membebaskan manusia dari kekejaman kemiskinan, pemerasan kelimpahan, dominasi struktur yang menindas dan hegemoni kesadaran palsu. Lebih jauh, jika marxisme dengan semangat liberatifnya justru menolak agama yang dipandangnya konservatif, Ilmu Sosial Profetik justru mencari sandaran semangat liberatifnya pada nilai-nilai profetik transendental dari agama yang telah ditransformasikan menjadi ilmu yang obyektif-faktual. <strong>Transendensi</strong> merupakan dasar dari dua unsurnya yang lain. Transendensi hendak menjadikan nilai-nilai transendental (keimanan) sebagai bagian penting dari proses membangun peradaban. Transendensi menempatkan agama (nilai-nilai Islam) pada kedudukan yang sangat sentral dalam Ilmu Sosial Profetik.</p>
<p>5.    Beberapa Teori untuk menjelaskan eksistensi seni dalam masyarakat. Teori induk Parsons mengenai sistem sosial <em>(social system),</em> teori aksi <em>(action theory),</em> dan teori fungsional.<strong> </strong>Pemakaian teori-teori di atas dengan pertimbangan bahwa satu dengan lainnya saling melengkapi atau menunjang. Komplementasi itu dapat menunjukkan misalnya hubungan sistem kebudayaan (dari sistem Parsons) sebagai sistem symbol kreasi seni, yang relasinya bersifat horizontal sebagai perilaku manusia yang telah membudaya di dalamnya adalah hasil tindakan aktif-kreatif atau aksi manusia atau individu sebagai aktor (seniman). Oleh karena itu tindakan aktif kreatif akan dimaknakan dengan teori aksi <em>(action theory).</em> Kesatuan sistem hubungan sosial (dalam hal ini kesenian dan pendidikan Islam) ini menjadi semacam sistem “ritual” dalam sinergisitas karya seni dengan sistem diluarnya, dan sekaligus berfungsi sebagai suatu sistem yang dapat meningkatkan kesadaran akan nilai dan makna tujuan seni, dan dapat mempertahankan keseimbangannya (<em>fungsionalisme struktural</em>).</p>
<p>6.    Beberapa konsep seni para pemikir dan pelaku seni, seperti konsep seni ekspresi ego Iqbal beserta fungsi seninya, Konsep seni tauhid Ismail Raji’ al-Faruqi, konsep seni Islam spiritualnya Sayyed Hosein Nasr, konsep estetika sufistik Rumi, konsep seni kesatuan universalitas-partikularitas Hegel, konsep seni ekspresi dan fungsi seni Tolstoy dan banyak yang lain, pada kenyataannya mengetengahkan bahwa seni bertujuan (seni untuk masyarakat) adalah senyatanya sangat penting selalu didengungkan untuk tujuan mulia kemanusiaan.</p>
<p>Beberapa konsep dan teori di atas mendasari rumusan kaidah gagasan seni profetik penulis, sebagai berikut:</p>
<p>Seni sebenarnya tidak jauh berbeda dengan agama, dan ilmu yang sama-sama mengemban wacana-wacana kearifan universal seperti keindahan, kebaikan dan kebenaran. Seni yang dihasilkan oleh kesadaran kearifan universal akan menjadi lebih bermakna dan lebih berharga daripada seni yang dihasilkan hanya sekedar untuk seni, ia hanya akan menjadi seonggok sampah tak berguna yang hanya mampu memuaskan nafsu sesaat manusia. Seni yang menyuarakan nilai-nilai ketuhanan itu laksana seruan mulut para nabi dan rasul yang membawa manusia ke jalan keindahan hidup, keadilan, kebenaran, kedamaian, keselamatan dan kebaikan bagi seluruh alam (<em>rahmatan lil alamin</em>: Islam). Kesenian yang mampu berbuat demikian dapat kita sebut kesenian profetik. Dengan demikian kesenian profetik bisa melengkapi nama-nama atau jenis-jenis seni yang telah ada, seperti kesenian religi, kesenian agama, Seni Islam, seni Kristen, seni Hindu, kesenian lokal, seni suci, seni atas, seni bertujuan, seni untuk masyarakat dan lain sebagainya.</p>
<p>Dalam kasanah Islam khususnya, karena penulis adalah muslim, patronase seni Islam sudah saatnya harus disesuaikan dengan perkembangan peradaban. Da­lam hal ini bentuk-bentuk kesenian, tidak mungkin hanya terbatas pada model seni Islam, melainkan harus mampu beradaptasi dengan bentuk-ben­tuk seni kontemporer. Yang terpenting, bagaimana nilai-nilai Islam dibumikan menjadi nilai-nilai seni profetik dan dile­takkan sebagai dasar kreativitas seni profetik yang dihasilkan. Implikasi dari model seni seperti ini bisa jadi secara visual ben­tuknya tidak seperti seni Islam dalam ter­minologi tradisional.</p>
<p>Di Indonesia, fenomena pengem­bangan “seni profetik” tersebut misalnya bisa dili­hat ada pada seni sastra karya-karya Sutardji Calzoem Bachri, Danarto, Abdul Hadi WM, Hamka, Emha Ainun Nadjib, A.A. Navis, dan lainnya. Memang tidak semua karya yang mereka hasilkan bermuatan nilai-nilai profetik Islam, tetapi beberapa karya seperti &#8220;Q O, Amuk&#8221; (Sutardji); &#8220;Adam Ma&#8217;rifat, Rintrik, Asmaradana, Armagedon&#8221; (Danarto); &#8220;Slilit Kiai&#8221; (Emha); &#8220;Robohnya Surau Kami&#8221; (A.A. Navis), dan lainnya jelas menunjukkan adanya upaya pencarian hakikat ketu­hanan dalam konsep spiritualisme Islam.</p>
<p>Dalam bidang musik, dapat kita lihat musik-musik kontemporer seperti yang diciptakan grup &#8220;Kantata Taqwa&#8221; Iwan Fals dan Setiawan Jodi, grup Soneta Rho­ma Irama, atau Bimbo. Berdasarkan ben­tuk dan aliran musiknya, mereka jelas tidak bisa disebut sebagai musik Islam dalam arti tradisi. Namun secara sub­stansial lagu-lagu yang mereka ciptakan sebagian besar didasari nilai-nilai Islam.</p>
<p>Fenomena lain yang tidak kalah me­narik adalah reaktualisasi seni tradisi yang digarap oleh Emha Ainun Nadjib dengan kelompok Kiai Kanjeng. Secara berkala seni tradisi seperti wayang atau garapan baru musik tradisi Jawa ternyata telah dijadikan media dakwah pada se­tiap bulan purnama di desa kelahiran Emha, yang kemudian terkenal dengan tradisi Padang Bulan. Yang perlu dicer­mati adalah kemampuan kelompok-ke­lompok tersebut dalam menyedot pe­nonton. Dapat dipastikan bahwa setiap pertunjukan minimal dihadiri sekitar 10.000 orang.</p>
<p>Seni profetik sebagai pengejawantahan nilai-nilai Islam sebenarnya mampu ber­adaptasi dengan perubahan budaya yang terjadi. Karena itu, tidak perlu di­pertanyakan apakah seni tersebut mun­cul dalam bentuk sastra kontemporer, musik kontemporer, atau teater kontem­porer. Justru dengan munculnya kreati­vitas bentuk seni seperti ini, nilai-nilai Islam akan tetap lestari, tetap diminati, dan tetap aktutal. Yang terpen­ting adalah bagaimana seniman dengan produk kesenian yang dihasilkan mam­pu mengekspresikan ruh (<em>af’idah, spiritu­alisme</em>)<em> </em>dalam konsep ke&#8217;sini&#8217;an dan ke­&#8217;kini&#8217;an (Endang Saifudin Anshari, 1993: 42). Inilah peluang yang harus di­kembangkan oleh seniman Islam.</p>
<p>Pengembangan se­ni dengan nilai-nilai profetik Islam ini bu­kannya tanpa tantangan. <em>Tantangan per­tama </em>justru banyak berasal dari intelek­tual muslim atau kalangan ulama sendiri yang memandang bahwa bentuk-bentuk seni kontemporer cenderung bersifat <em>syubhat </em>(lih. diskusi estetika Islam dalam (Yustiono [ed], 1993: 66). Barangkali mun­culnya pandangan seperti ini secara tidak langsung melahirkan &#8220;ketakutan&#8221; bagi seniman muslim untuk mengoptimalkan kreativitas seninya dengan label seni Is­lam. Sebagai ilustrasi, kita mengakui bah­wa pertunjukan wayang kulit bukanlah seni Islam, bahkan bisa disebut sebagai seni agama Hindu. Namun berkat krea­tivitas para wali, konsep pakem lakon pertunjukan wayang kulit diubah de­ngan memasukkan nilai-nilai profetik ajaran Is­lam. Menyebarnya Islam di Jawa khu­susnya, di antaranya adalah berkat per­tunjukan wayang kulit.</p>
<p>Dalam konteks ke&#8217;kini&#8217;an, per­tunjukan wayang kulit, cenderung dili­hat dari kerangka historis. Para intelek­tual muslim atau ulama, tampaknya ti­dak interes terhadap keberadaan wayang kulit sebagai media dakwah Islam, apa­lagi terlibat dalam proses kreatif pengem­bangan pakem-pakem pertunjukan. Adanya indikator ini, tampaknya dilihat oleh pemeluk agama lain sehingga me­reka mulai memanfaatkan pertunjukan wayang kulit sebagai media dakwahnya. Jika hal ini terjadi, sungguh merupakan kerugian besar bagi umat Islam Indone­sia.</p>
<p><em>Tantangan kedua, </em>dapat dilihat dari ke­mampuan seniman muslim sendiri. Dari segi kuantitas, seniman Indonesia yang beragama Islam sangatlah besar. Namun kemampuan, pemahaman, dan kesadar­an untuk menghasilkan produk seni yang secara substansial bermuatan nilai-­nilai profetik Islam sangatlah terbatas. Dalam seni sinematografi sebagaimana diulas Abdurrahman Wahid (1983: 52) disebutkan bahwa apa yang disebutnya sebagai seni film Islam apabila di dalam­nya memuat visualisasi normatif atau formalitas seperti gambar masjid, wudhu., sembahyang, mengaji, berdoa, dan lain­nya. Insan film jarang menampilkan po­tret Islam dalam arti refleksi esensi keyakinan kebenaran ajaran. Film-film dak­wah Islam Indonesia seperti <em>Panggilan Tanah Suci, Atheis, Wali Songo, </em>adalah con­toh kongkrit lebih ditonjolkannya for­malitas daripada esensi. Kenyataan ini oleh Abdurrahman Wahid disebut seba­gai hambatan kolosal dunia perfilm Indo­nesia. Hal tersebut jauh berbeda dengan model penggarapan film asing, meski­pun dengan tema yang sama. Misalnya saja film-film yang digarap Moustapha Akkad seperti <em>The Message, Lion of the De­sert, Ten Commandement. </em>Pesan keagama­an yang bersumber pada nilai-nilai Islam dapat divisualisasikan secara utuh, sehingga menampilkan &#8220;inilah esensi kebenaran Islam&#8221;. Padahal aktor yang memainkan bukan aktor muslim, misalnya Steve McQuin. Apalagi jika di­bandingkan dengan film-film dakwah agama lain, jelas kita sangat ketinggalan. Film-film seperti <em>The Priest of St. Pauli, Boys Town, Our Lady of Fatima, The Singer not the Song </em>merupakan contoh film yang mampu memberikan potret agama Kris­ten sebagai sebuah kebenaran yang men­dasarkan pada konflik-konflik kehidup­an keseharian dan kekinian.</p>
<p>Tuntutan ter­hadap kreativitas seni profetik ternyata tidak harus dilandasi eksplisitas normatif keagamaan. Yang penting adalah bagai­mana esensi kebenaran Islam mampu di­reaktualisasi dalam konteks ke&#8217;kini&#8217;an dan ke’sini’an. Inilah barangkali salah sa­tu tantangan kreativitas seniman muslim dalam menyiasati perubahan yang ter­jadi.</p>
<p>Pengembangan kesenian Islam tam­paknya perlu penanganan yang lebih se­rius. Secara historis dapat dilihat bahwa seni merupakan salah satu media efektif dalam mengembangkan dakwah Islami­yah. Nilai- nilai profetik Islam yang ber­sifat universal dan tidak membedakan lintas ruang dan waktu, sudah saatnya lebih dikembangkan melalui media ke­senian bernama seni profetik. Hal tersebut di samping dimak­sudkan sebagai sosialisasi nilai-nilai Islam, juga sebagai bagian pembentukan peradaban muslim pasca modernisme. Kekosongan nilai-nilai pada peradaban modern dan bangkitnya masyarakat un­tuk mengembangkan peradaban dengan nilai-nilai humanis dan religius, sebenarnya merupakan momentum yang sangat tepat untuk mengedepankan nilai- nilai profetik Islam sebagai alternatif dalam segala matra kehidupan. Mampu dan beranikah kita memanfaatkan peluang dan tantangan tersebut.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>1.    Estetika dan seni merupakan konsep epistemologi yang belum banyak mempunyai tempat mapan dan <em>applicable</em> di dalam Islam, baik secara filosofis (estetika ataupun filsafat seni Islam, yang merumuskan nilai keindahan sesuai ajaran Islam), teoritis (sejarah, struktur dan klasifikasi: apakah ada seni Islam atau seni Muslim), praktis (kajian tentang teknik-teknik perbidang) dan apresiatif (kritik seni yang mengkaji perkembangan seni Islam dalam hubungannya dengan perkembangan masyarakat Muslim termasuk di dalam dunia pendidikan. Al-Faruqi di dalam karya monumentalnya <em>The Cultural</em> <em>Atlas of Islam</em>, telah melakukan pembahasan yang sangat mendasar dan merumuskan secara komprehensif tentang bagaimana estetika Islam itu dan apa seni Islam itu. Pengklasifikasiannya terhadap produk estetis dilakukan secara konsisten dengan dasar pandangan tauhid yang ia ajukan. Al-Faruqi juga mengadvokasi satu jenis seni tertentu dan menolak jenis seni yang lain yang ada dalam sejarah Islam. Bagi Faruqi seni bukan untuk seni. Seni merupakan ekspresi estetis yang akan menghantarkan kesadaran penikmat seni kepada ide transenden. Demikian juga dengan Rumi melalui kreasi dan apresiasi keindahan dalam suatu karya seni ikut menghantarkan Rumi mengalami pengembaraan dalam alam spiritual, di mana keluar dari alam bentuk dan masuk ke dalam alam tanpa bentuk dan sarat dengan makna. Kondisi ini membawa pencerahan pada manusia dan kembali ke pusat sistemnya, kemudian mengalami kehidupan sebagai keseluruhan di mana manusia menjadi satu bagiannya.</p>
<p>2.     Agama dan paradigma profetik sebenarnya memiliki jalinan struktur yang erat. Paradigma profetik lebih banyak menggunakan rasio dalam memaknai fenomena qauliyah dan kauniyah untuk difungsikan dalam kehidupan nyata. Karena secara etik normatif rasio itu diciptakan, maka ia bertanggung jawab kepada penciptanya. Pada titik inilah agama dijadikan sebagai sandaran, terutama pada dimensi ketauhidannya yang dielaborasi dan diserap sebagai etika profetik. Singkatnya, teori pengetahuan yang dikembangkan itu berporos pada tali hubungan antara manusia dan Tuhan, yang memanifestasikan nilai transendental dan memihak pada eksistensi kehidupan sebagai pertanggung jawaban kepada yang maha Kuasa. Karena itu semua pemikir, terutama pemikir Muslim di dalam elaborasinya terhadap persoalan kesenian, maka yang muncul adalah sarana ekspresi seorang hamba untuk mengetahui eksistensi kehidupan secara transenden, di mana pada batas-batas tertentu masuk ke dalam ruang penghambaan yang menerobos dari jalan keshalehan berdasarkan paradigma estetikanya yang mencerahkan.</p>
<p>3.    Pengembangan kesenian Islam yang diformasi dalam seni profetik nampaknya perlu penanganan yang lebih serius. Secara historis dapat dilihat bahwa seni merupakan salah satu media efektif dalam mengembangkan dakwah Islamiyahnya, terutama di dalam wilayah pendidikan. Nilai &#8211; nilai profetik Islam yang bersifat universal dan tidak membedakan lintas ruang dan waktu, sudah saatnya diproduktifkan melalui media kesenian profetik. Hal tersebut di samping dimaksudkan sebagai sosialisasi nilai-nilai Islam, juga sebagai bagian pembentukan peradaban muslim pascamodernisme. Kekosongan nilai-nilai pada peradaban modern dan bangkitnya masyarakat untuk mengembangkan peradaban melalui dunia pendidikan dengan niali-nilai humanis dan religious, sebenarnya merupakan momentum yang tepat untuk mengedepankan nilai-nilai profetik sebagai alternatif dalam segala matra kehidupan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p><strong>Daftar Pustaka</strong></p>
<p>Al-Attas, Syed M. Naquib. 1995. <em>Islam dan Filsafat Sains</em>. (Terj) Bandung: Mizan.</p>
<p>Audah, Ali. 1993. <em>Kreativitas Kesenian dalam Tradisi Islam. Dalam Yustiono (ed). Islam dan Kebudayaan Indonesia, Dulu, Kini, dan Esok</em>. Jakarta:  Yayasan Festival Istiqlal.</p>
<p>Bakar, Osman. 1994. <em>Tauhid dan Sains Esai-Esai Tentang</em> <em>Sejarah Filsafat Sains </em>Islam. Bandung: Pustaka Hidayah<em>. </em></p>
<p>Beg, M. Abdul Jabbar. 1988. <em>Seni di Dalam Peradaban Islam</em>. Bandung: Penerbit Pustaka.</p>
<p>Bertens, K. 1975. <em>Sejarah Filsafat Yunani</em>. Yogyakarta: Kanisius.</p>
<p>Dananjaya, James. 1983. <em>Fungsi Teater Rakyat bagi Kehidupan Masyarakat Indonesia</em>, dalam Edi Sedyawati (ed). <em>Seni dalam Masyarakat Indonesia</em>. Jakarta: Gramedia.</p>
<p>Djamal, A. Noerhadi. 1995. <em>Ilmu Pendidikan Islam Suatu Telaah Refektif Qur’ani, </em>dalam Ahmad Tafsir.<em> Epistemologi Untuk Ilmu Pendidikan</em> <em>Islam</em>. Bandung: IAIN Sunan Gunung Djati.</p>
<p>Eliade, Mircea. 1987. <em>The Encyclopaedia of Religion, </em>New York: Macmillan.</p>
<p>Engineer, Asghar Ali. 1993. <em>Islam dan Pembebasan</em>. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.</p>
<p>Fadjar, A. Malik. 1998. <em>Visi Pembaharuan Pendidikan</em> <em>Islam</em>. Jakata: LP3NI.</p>
<p>Faruqi, Ismail Raji al. 1984. <em>Islamisasi Pengetahuan</em>. Bandung: Pustaka.</p>
<p>Faruqi, Ismail Raji’. 1999. <em>Seni Tauhid Esensi dan Ekspresi</em> <em>Estetika Islam. </em>Yogyakarta: Bentang.</p>
<p>Fathul A. Husein. 2000. <em>Estetika, Filsafat Seni, dan Keindahan yang Terkubur</em>. (artikel). Jakarta : Dhiyakarya.</p>
<p>Freire, Paulo. 1984. <em>Pendidikan Sebagai Praktik Pembebasan</em>. Jakarta: Gramedia.</p>
<p>Garaudy, R. 1982. <em>Janji-janji Islam<strong> </strong></em>alih bahasa H. M. Rasjidi. Jakarta: Bulan Bintang.</p>
<p>Gazalba, Sidi, 1988, <em>Islam dan Kesenian, Relevansi Islam dan Seni Budaya Karya Manusia</em>. Jakarta: Pustaka Alhusna.</p>
<p>Hadi, Abdul, WM.. 2006. <em>Sunan Bonang dan Peranan Pemikiran Sufistiknya</em>. (artikel). Jakarta : Paramadina.</p>
<p>Hossein, S. H. 2000. <em>Krisis dalam Pendidikan Islam</em>. Jakarta: al-Mawardi.</p>
<p>Iqbal, M. 2002. <em>Reconstruction of Religious Thought in Islam.</em> Yogyakarta: Jalasutra.</p>
<p>Iqbal, M. 1966. <em>Pembangunan Kembali Alam Pikiran Islam </em>(<em>The Reconstruction of Religious Thought In Islam</em><strong>). alih bahasa Osman Raliby.</strong><strong> </strong>Jakarta: Bulan Bintang.</p>
<p>Jassin, HB. 1995. <em>Kontroversi al-Qur’an Berwajah Puisi</em>. Jakarta: Grafiti.</p>
<p>Kardiyanto, Wawan. 2006. <em>Kesenian Prophetik</em>. (artikel). Surakarta: Jurnal Gelar ISI Surakarta</p>
<p>Kattsoff, Louis, O. 1987. <em>Pengantar Filsafat</em>. Terj. Soejono Soemargono. Yogyakarta: Tiara Wacana.</p>
<p>Kermani, Navid 2002. <em>The Aesthetic Reception of the Quran as Reflected in Early Muslim History</em>. dalam   Issa J Boullata (ed) <em>Literary Structures of Religious Meaning in the Quran, </em>Curzon: Curzon Press.</p>
<p>Khan, A. Warid. 2002. <em>Membebaskan Pendidikan Islam</em>. Yogyakarta: Istawa.</p>
<p>Kuntowijoyo. 194. <em>Al-Qur’an Sebagai Paradigma</em>. Wawancara dengan Jurnal Ulumul Qur’an No. 4 Vol. V.</p>
<p>Kuntowijoyo. 1991. <em>Paradigma Islam: Interpretasi Untuk</em> <em>Aksi. Bandung</em>: Mizan.</p>
<p>Kuntowijoyo. 1997. <em>Menuju Ilmu Sosial Profetik</em>, dalam republika, 8 Agustus 1997.</p>
<p>Kuntowijoyo. 2006. <em>Maklumat Sastra Profetik</em>. Yogyakarta: Grafindo Litera Media.</p>
<p>Leaman, Oliver. 2005. <em>Menafsirkan Seni dan Keindahan Estetika</em> <em>Islam</em>. Bandung: Mizan.</p>
<p>Ma’arif, Syafi’i. <em>Pendidikan Islam Sebagai Paradigma Pembebasan</em>, dalam Muslih Usa. Yogyakarta: Tiara Wacana.</p>
<p>Majlis Kebudayaan Muhammadiyah. 1995. <em>Islam dan Kesenian</em>. Yogyakarta: Lembaga Litbang PP Muhammadiyah.</p>
<p>Mami, Anak. <em>M<a title="Permanent Link to Mengenal Leo Tolstoy dan Pandangannya Terhadap<br />
Seni&#8221; href=&#8221;http://anakmami.co.tv/?p=28&#8243;>engenal Leo Tolstoy dan Pandangannya Terhadap Seni</a></em>. (artikel). http//www.anakmami.co.tv.htm.</p>
<p>Minorsky, V., 1959. <em>Calligraphers and Painters, </em>Washington DC: tnp.</p>
<p>Nasr, Sayyid Husein. 1993. <em>Spiritualitas dan Seni Islam</em>. Bandung: Mizan.</p>
<p>Nasr, Sayyid Hussein. 1997. <em>Pengetahuan dan Kesucian</em>. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.</p>
<p>Nasr, Sayyid Husein. 1983. <em>Islam dan Nestapa Manusia Modern</em>. Bandung: Pustaka.</p>
<p>Nasr, Sayyid Husein. 1994. <em>Menjelajah Dunia Modern</em>. Bandung: Mizan.</p>
<p>Noeng, Muhadjir.1996. <em>Pendidikan Islami Untuk Masa</em> <em>Depan Kemanusiaan.</em> Cirebon: IAIN SGD.</p>
<p>O’dea, Thomas F. 1985. <em>Sosiologi Agama Suatu Pengenalan Awal</em>. Jakarta: PT.CV. Rajawali.</p>
<p>Qardhawy, Yusuf. 1998. <em>Seni dan Hiburan dalam Islam</em>. Jakarta: Pustaka al-Kautsar.</p>
<p>Qardhawy, Yusuf. 2002. <em>Islam Berbicara Seni</em>. Terj. Wahid Ahmadi. Solo: Era Intermedia.</p>
<p><a href="mailto:R.Pinat@cwcom.net?Subject=Re:%20%5bINDONESIA-L%5d%20RIDWAN%20PINAT%20-%20Men%20of&amp;In-Reply-To=%3c957825056.0000@hypermail.dummy%3e">R.Pinat@cwcom.net</a>, <a href="mailto:apakabar@radix.net?Subject=Re:%20%5bINDONESIA-L%5d%20RIDWAN%20PINAT%20-%20Men%20of&amp;In-Reply-To=%3c957825056.0000@hypermail.dummy%3e">apakabar@radix.net</a>.</p>
<p>Ratna, Nyoman Kutha. 2007. <em>Sastra dan Cultural Studies</em>. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.</p>
<p>Ritzer, G. 1996. <em>Modern Sociological Theory</em>. New York: Mc. Graw &#8211; Hill Companies.</p>
<p>Rumi, Jalaluddin. 2001. <em>Kisah Keajaiban Cinta</em> (Renungan Sufistik Mutiara Diwan-I Syam- I Tabriz. Yogyakarta: Kreasi Wacana.</p>
<p>Saifuddin, A.M. 1991. <em>Desekularisasi Pemikiran: Landasan</em> <em>Islamisasi.</em> Bandung: Mizan.</p>
<p>Sardar, Ziauddin. 2002. <em>Rekayasa Masa Depan Muslim</em>. Yogyakarta: Jendela.</p>
<p>Schimel, Amnemarie. 2002. <em>Dunia Rumi</em> (Hidup dan Karya Penyair Besar Sufi). Yogyakarta: Pustaka Sufi.</p>
<p>Schoun, F. 1981. <em>Understanding Islam</em>. London.</p>
<p>Siregar, Amir Meison. 2000. <em>Rumi: Cinta dan Tasawuf</em>. Magelang: Tamboer Press.</p>
<p>Soleh, A. Khudori. 2004. <em>Wacana Baru Filsafat Islam</em>. Yogjakarta : Pustaka Pelajar.</p>
<p>Strauss, Levi. 1990. <em>Strukturalisme dan Teori Sosiologi</em>. Yogjakarta: Insight Reference.</p>
<p>Sulaiman, Abdul Hamid Abu. 1994. <em>Krisis Pemikiran Islam</em>.  Terj. Rifyal Ka’bah. Jakarta: Media Dakwah.</p>
<p>Sumardjo, Jacob. 1983. <em>Filsafat Seni</em>. Bandung : ITB Badung.</p>
<p>Sutrisno, Mudji dkk. 2005. <em>Teks-Teks Kunci Filsafat</em> <em>Seni.</em> Yogyakarta: Galang Press.</p>
<p>Sutrisno, Mudji, S. J. 1999. <em>Kisi-Kisi Estetika</em>. Yogyakarta: Kanisius.</p>
<p>Syaristani, Muhammad. Tt. <em>Kitab Milal wa Nihal.</em> Volume. II.</p>
<p>Tafsir, Ahmad. 1990. <em>Filsafat Umum</em>. Bandung.</p>
<p>Waridi, 2006, <em>Serpihan-Serpihan Kekaryaan Pembentuk Teori dan Penumbuh Keilmuan Karawitan</em>, (Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar), ISI Surakarta, Surakarta.</p>
<p>Waters. 1994. <em>Resources Engineering</em>. Luigia P: academic Press.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wawankardiyanto.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wawankardiyanto.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wawankardiyanto.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wawankardiyanto.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wawankardiyanto.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wawankardiyanto.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wawankardiyanto.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wawankardiyanto.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wawankardiyanto.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wawankardiyanto.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wawankardiyanto.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wawankardiyanto.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wawankardiyanto.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wawankardiyanto.wordpress.com/356/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wawankardiyanto.wordpress.com&amp;blog=2161200&amp;post=356&amp;subd=wawankardiyanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2011/09/30/konsep-kesenian-profetik-dan-implementasinya-dalam-pendidikan-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a481e2f560b8cfabef1498a8e5ea71b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wawankardiyanto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wawankardiyanto.files.wordpress.com/2011/09/images.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ISLAM RAHMATAN LIL ALAMIN BUTUH 1000 lebih klik SUKA dan PILIH</title>
		<link>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2011/09/14/islam-rahmatan-lil-alamin-butuh-1000-lebih-klik-suka-dan-pilih/</link>
		<comments>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2011/09/14/islam-rahmatan-lil-alamin-butuh-1000-lebih-klik-suka-dan-pilih/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Sep 2011 03:34:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawankardiyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[NEWS]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<category><![CDATA[rahmatan lil alamin]]></category>
		<category><![CDATA[sayang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wawankardiyanto.wordpress.com/?p=352</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah Assalamu&#8217;alaikum wr.wb. Demi syiar Islam Rahmatan lil alamin, PUPIRA ikut lomba hibah 1 Milyar di ciptamedia.org. Projek PUPIRA yang diusulkan sebesar 500 juta akan bisa lolos seleksi bila mampu mendapatkan dukungan klik SUKA 1000 lebih anggotanya. Untuk itu sahabat2 &#8230; <a href="http://wawankardiyanto.wordpress.com/2011/09/14/islam-rahmatan-lil-alamin-butuh-1000-lebih-klik-suka-dan-pilih/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wawankardiyanto.wordpress.com&amp;blog=2161200&amp;post=352&amp;subd=wawankardiyanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://wawankardiyanto.files.wordpress.com/2011/09/276903_271595776191901_1680695777_n.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-353" title="276903_271595776191901_1680695777_n" src="http://wawankardiyanto.files.wordpress.com/2011/09/276903_271595776191901_1680695777_n.jpg?w=593" alt=""   /></a>Bismillah<br />
Assalamu&#8217;alaikum wr.wb.</p>
<p>Demi syiar Islam Rahmatan lil alamin, PUPIRA ikut lomba hibah 1 Milyar di ciptamedia.org.</p>
<p>Projek PUPIRA yang diusulkan sebesar 500 juta akan bisa lolos seleksi bila mampu mendapatkan dukungan klik SUKA 1000 lebih anggotanya. Untuk itu sahabat2 PUPIRA semuanya yang ada 3000 lebih, mohon bantuannya untuk silahkan MENG-KLIK SUKA dan PILIH link ini (TINGGAL 9 hari lagi seleksinya):</p>
<p><a href="http://www.ciptamedia.org/2011/09/13/pusat-persaudaraan-umat-islam-rahmatan-lil-alamin-pupira-org/" rel="nofollow nofollow" target="_blank">http://www.ciptamedia.org/2011/09/13/pusat-persaudaraan-umat-islam-rahmatan-lil-alamin-pupira-org/</a></p>
<p>Industri dakwah PUPIRA yang akankami kerjakan dalam projek ini adalah:<br />
1. Media ofline yang kami uji cobakan di Surakarta, Jateng.<br />
2. Media Buku<br />
3. Media online secara nasional.</p>
<p>Yang media online secara nasional direncanakan melibatkan sahabat2 PUPIRA se INDONESIA bagi yang berminat membantu syiar PUPIRA.</p>
<p>SEKALI LAGI klik SUKA dan PILIH link ini <a href="http://www.ciptamedia.org/2011/09/13/pusat-persaudaraan-umat-islam-rahmatan-lil-alamin-pupira-org/" rel="nofollow nofollow" target="_blank">http://www.ciptamedia.org/2011/09/13/pusat-persaudaraan-umat-islam-rahmatan-lil-alamin-pupira-org/</a></p>
<p>trims. Wassalamu&#8217;alaikum wr.wb.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wawankardiyanto.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wawankardiyanto.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wawankardiyanto.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wawankardiyanto.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wawankardiyanto.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wawankardiyanto.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wawankardiyanto.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wawankardiyanto.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wawankardiyanto.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wawankardiyanto.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wawankardiyanto.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wawankardiyanto.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wawankardiyanto.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wawankardiyanto.wordpress.com/352/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wawankardiyanto.wordpress.com&amp;blog=2161200&amp;post=352&amp;subd=wawankardiyanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2011/09/14/islam-rahmatan-lil-alamin-butuh-1000-lebih-klik-suka-dan-pilih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a481e2f560b8cfabef1498a8e5ea71b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wawankardiyanto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wawankardiyanto.files.wordpress.com/2011/09/276903_271595776191901_1680695777_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">276903_271595776191901_1680695777_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>UNDUH GRATIS EBOOK JUDUL=&#8221;NON MUSLIM BELUM TENTU &#8220;KAFIR&#8221; &amp; TIDAK MASUK SYURGA&#8221;</title>
		<link>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2010/11/23/dijual-buku-judulnon-muslim-belum-tentu-kafir-tidak-masuk-syurga/</link>
		<comments>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2010/11/23/dijual-buku-judulnon-muslim-belum-tentu-kafir-tidak-masuk-syurga/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Nov 2010 01:35:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawankardiyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bukuku dijual kpd umum]]></category>
		<category><![CDATA[budha]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[dialog agama]]></category>
		<category><![CDATA[hindu]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[jual]]></category>
		<category><![CDATA[kafir]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[kristen]]></category>
		<category><![CDATA[non muslim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wawankardiyanto.wordpress.com/?p=346</guid>
		<description><![CDATA[TRANDMARK ISLAM TERORIS menghantui kita umat Islam. Pendistorsian Islam pasca peristiwa 911 oleh propaganda &#8220;musuh&#8221; membuat image dan syiar Islam menjadi buruk dimata masyarakat internasional. Namun sayang, counter attack yang ditampilkan gerakan Islam yg marak akhir2 ini malah menambah dan &#8230; <a href="http://wawankardiyanto.wordpress.com/2010/11/23/dijual-buku-judulnon-muslim-belum-tentu-kafir-tidak-masuk-syurga/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wawankardiyanto.wordpress.com&amp;blog=2161200&amp;post=346&amp;subd=wawankardiyanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>TRANDMARK ISLAM TERORIS menghantui kita umat Islam. Pendistorsian Islam pasca peristiwa 911 oleh propaganda &#8220;musuh&#8221; membuat image dan syiar Islam menjadi buruk dimata masyarakat internasional.</p>
<p>Namun sayang, counter attack yang ditampilkan gerakan Islam yg marak akhir2 ini malah menambah dan membenarkan trandmark itu. Menyedihkan.</p>
<p>Jihad ala kilafah dan trand Islam kilafah dengan model masa lampau yaitu kolonialisme dan imperialisme&#8230; masih ingin menjadi cita2. Apakah kita ingin meniru kolonialisme dan imperialisme barat modern?</p>
<p>PUPIRA tidak menghendaki itu!!!<br />
JIHAD umat Islam mesti tampil lebih elegan. JIHAD AKBAR dgn KABAR QUR&#8217;AN adalah pilihan paripurna ajaran ISLAM. Dan ISLAM RAHMATAN lil ALAMIN adalah PROSES DAN TUJUANNYA.</p>
<p>GRATIS EBOOK =”NON MUSLIM BELUM TENTU “KAFIR” &amp; TIDAK MASUK SYURGA”, 117 hal. th. 2011. Penulis Wawan Kardiyanto.</p>
<p>Skarang saya bagikan ebook itu secara gratis kepada sahabat2 PUPIRA dan kepada semua orang via Online. silahkan klik di sini <a href="https://docs.google.com/viewer?a=v&amp;pid=explorer&amp;chrome=true&amp;srcid=1shb-rdgS2d_cByDtOrueMOUM17HazjjfioprFLzO91ZdztZ13EQekB9pqcFZ&amp;hl=in&amp;authkey=CLK97IwM" rel="nofollow" target="_blank">https://docs.google.com/viewer?a=v&amp;pid=explorer&amp;chrome=true&amp;srcid=1shb-rdgS2d_cByDtOrueMOUM17HazjjfioprFLzO91ZdztZ13EQekB9pqcFZ&amp;hl=in&amp;authkey=CLK97IwM</a><br />
&#8230;<br />
Yang suka dan ingin berinfaq/sedekah/sodakoh sekedarnya untuk dana jihad, silahkan tranfer dana ke :</p>
<p>(rek. 521.02228.22, an. Wawan Kardiyanto, Bank Muamalat Indonesia Cab. SOLO).</p>
<p>trims, Wassalamu’alikum wrwb.</p>
<p>ISI BUKU:<br />
BAB I IDE PEMIKIRAN (Muhammad diutus Allah tidak untuk menghakimi hati seseorang) ……………….…………………….. 3<br />
BAB II Konsep Wahdat al-Adyan; ANTARA MONO DAN MULTI<br />
sebuah renungan kritis………………………………………… 6</p>
<p>BAB III NON MUSLIM JUGA BISA MASUK SURGA?&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. 9<br />
BAB IV HUKUM ORANG AWAM (bodoh) “TIDAK TAHU” DALAM KEISLAMAN ………………………………………………… 13<br />
BAB V BEBERAPA PEMIKIRAN TENTANG HUKUM KEYAKINAN DALAM ISLAM………………………………………………… 16<br />
BAB VI Konsili Vatikan II (DALAM AGAMA KATHOLIK) PERNYATAAN TENTANG HUBUNGAN GEREJA DENGAN AGAMA-AGAMA BUKAN KRISTIANI ……………………… 20<br />
BAB VII Untaian Mutiara Dalam Memahami Ayat Hukum…………… 25<br />
BAB VIII PERDEBATAN TENTANG KESELAMATAN DI LUAR GEREJA KATHOLIK …………………………………………. 37<br />
BAB IX KESELAMATAN BAGI GOLONGAN ORANG AWAM YANG “TIDAK TAHU” ……………………………………….. 55<br />
BAB X ISLAM ETIC IS UNIVERSAL RELIGION (Katolik Islami, Kristen Islami, Budha Islami, Hindu Islami dll.) 81</p>
<p>BAB XI PROTOTIPE MANUSIA BERKEYAKINAN………………… 101</p>
<p>BAB XII ISLAM TIDAK MENGENAL JIHAD OFENSIF ……………. 106</p>
<p>Yang berminat membeli/infaq/sedekah/lelang/dana jihad, minimal Rp. 50.000,- tranfer dana ke :</p>
<p>(rek. 521.02228.22, an. Wawan Kardiyanto, Bank Muamalat Indonesia Cab. SOLO).</p>
<p>Yang sudah tranfer dana silahkan email saya di sini ato ke ppuira@gmail.com, ato ke wawan_kardiyanto@yahoo.com, dengan bukti tranferannya dilampirkan beserta alamat email anda.</p>
<p>Selanjutnya segera akan saya kirim file buku ke alamat email anda.</p>
<p>trims, Wassalamu’alikum wrwb.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wawankardiyanto.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wawankardiyanto.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wawankardiyanto.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wawankardiyanto.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wawankardiyanto.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wawankardiyanto.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wawankardiyanto.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wawankardiyanto.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wawankardiyanto.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wawankardiyanto.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wawankardiyanto.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wawankardiyanto.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wawankardiyanto.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wawankardiyanto.wordpress.com/346/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wawankardiyanto.wordpress.com&amp;blog=2161200&amp;post=346&amp;subd=wawankardiyanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2010/11/23/dijual-buku-judulnon-muslim-belum-tentu-kafir-tidak-masuk-syurga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://wawankardiyanto.files.wordpress.com/2010/11/158036_159511380757534_2973553_n.jpg?w=100" />
		<media:content url="http://wawankardiyanto.files.wordpress.com/2010/11/158036_159511380757534_2973553_n.jpg?w=100" medium="image">
			<media:title type="html">nonmuslim blom tentu kafir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a481e2f560b8cfabef1498a8e5ea71b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wawankardiyanto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>jihad ofensif tidak dikenal dalam Islam</title>
		<link>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2010/11/16/jihad-ofensif-tidak-dikenal-dalam-islam/</link>
		<comments>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2010/11/16/jihad-ofensif-tidak-dikenal-dalam-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Nov 2010 01:28:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawankardiyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[import opini]]></category>
		<category><![CDATA[budha]]></category>
		<category><![CDATA[hindu]]></category>
		<category><![CDATA[jihad]]></category>
		<category><![CDATA[kafir]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[kristen]]></category>
		<category><![CDATA[non muslim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wawankardiyanto.wordpress.com/?p=343</guid>
		<description><![CDATA[Mengapa Kita Memerangi Orang Kafir (Apakah karena kekafiran mereka atau karena permusuhan mereka?) Jan 14, &#8217;09 10:39 PM for everyone Oleh: Farid Nu’man Hasan Mukadimah Telah terjadi perselisihan para ulama tentang masalah ini, apakah sebab peperangan kita dengan orang kafir; &#8230; <a href="http://wawankardiyanto.wordpress.com/2010/11/16/jihad-ofensif-tidak-dikenal-dalam-islam/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wawankardiyanto.wordpress.com&amp;blog=2161200&amp;post=343&amp;subd=wawankardiyanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="24"></td>
<td><a rel="bookmark" href="http://nippontori.multiply.com/journal/item/82/Mengapa_Kita_Memerangi_Orang_Kafir_Apakah_karena_kekafiran_mereka_atau_karena_permusuhan_mereka">Mengapa  Kita Memerangi Orang Kafir   (Apakah karena kekafiran mereka atau karena permusuhan mereka?)</a></td>
<td>Jan 14, &#8217;09 10:39 PM<br />
for everyone</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div>
<p>Oleh: Farid Nu’man Hasan</p>
<p><a href="http://wawankardiyanto.files.wordpress.com/2010/11/images.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-344" title="images" src="http://wawankardiyanto.files.wordpress.com/2010/11/images.jpeg?w=593" alt=""   /></a></p>
<p><strong>Mukadimah</strong></p>
<p>Telah terjadi perselisihan  para ulama tentang masalah ini, apakah sebab peperangan kita dengan  orang kafir; apakah karena kekafiran mereka semata, atau karena sikap  permusuhan mereka terhadap kaum muslimin. Namun, sayang perselisihan ini  oleh sebagian orang dijadikan sebagai ajang untuk memusuhi dan  memfitnah sesama muslim dan ulama. Syaikh Hasan Al Banna dan Syaikh  Yusuf Al Qaradhawi yang memandang bahwa peperangan dengan Yahudi adalah  karena sikap mereka yang memusuhi, mengusir, dan memerangi umat Islam.  Fatwa ini disebut oleh Syaikh Muhammad bin Hadi Al Madkhali sebagai  pendapat dan fatwa yang jahat. Lalu, diaminkan oleh yang sepemikirann  dengannya. Masih bagus seandainya dikatakan, “<em> Ada dua pendapat dalam  masalah ini, pendapat yang kuat adalah ini dan yang itu lemah.”</em> Apa  perlunya dibubuhi dengan istilah ‘fatwa yang jahat’? bukankah itu juga  difatwakan oleh para imam seperti Imam Abu Hanifah, Imam Malik, dan Imam  Ahmad? Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah  mengatakan  inilah pendapat yang benar. Maka, jahatkah fatwa para imam ini?</p>
<p>Ada sebagian kaum muslimin, meyakini bahwa memerangi orang kafir  adalah karena kekafirannya, bukan karena permusuhan mereka terhadap  kita. Inilah pandangan Imam Asy Syafi’i <em>Radhiallahu ‘Anhu</em>, dan  Syaikh Sayyid Quthb Rahimahullah. Sikap ini tentu membawa konsekuensi  bahwa orang kafir di muka bumi ini harus binasa tanpa sisa. Namun,  kadang terjadi sikap yang kontradiksi, ketika mereka meyakini bahwa  orang kafir harus diperangi karena faktor aqidah mereka yang kafir,  namun dalam kehidupan keseharian, orang-orang ini  justru   jauh dari sikap keras terhadap orang kafir.</p>
<p>Ketika para ulama, seperti  Syaikh Farid Washil, Syaikh Wahbah Az Zuhaili, Syaikh Sayyid Ath  Thanthawi, Syaikh Ali Jum’ah, Syaikh Yusuf Al Qaradhawi, dan lain-lain,  memfatwakan boikot produk Yahudi dan Amerika, justru mereka melecehkan  fatwa ini, dan ‘melawan’ fatwa tersebut dengan fatwa Syaikh Muhammad bin  Shalih ‘Utsaimin tentang hukum jual beli dengan orang kafir (Yahudi),  yang pada dasarnya adalah mubah. Lucunya, mereka bersemangat meng<em>hajr</em> (boikot) sesama muslim, bahkan sesama mereka sendiri, hanya karena  berbeda pendapat dengan mereka, hanya karena berhubungan dengan  organisasi dakwah Islam atau yayasan Islam tertentu. Sementara memboikot  penjajah kafir mereka tidak mau. <em>Wallahul Musta’an</em>!</p>
<p>Ketika ramai segenap umat Islam mengecam Yahudi, atas  serangannya ke Jalur Gaza, dan memberikan dukungan moril dan materil  terhadap pejuang Palestina, khususnya HAMAS, justru anehnya sebagian  dari mereka menyalahkan HAMAS. Bahkan menyebarkan tulisan di internet  tentang kesesatan HAMAS yang ditulis oleh beberapa <em>masyayikh</em> mereka, serta ada beberapa SMS gelap yang diterima beberapa ikhwah bahwa  menurut mereka HAMAS lebih Yahudi dibanding Yahudi!. Walau ini hanyalah  oknum, tetapi ada apa sebenarnya ini?</p>
<p>Maka, inilah kenyataan,  sedangkan sebelumnya hanyalah teori belaka. Dan Allah Ta’ala berfirman:</p>
<p><em>“Wahai orang-orang yang  beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?  Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang  tidak kamu kerjakan.”</em> (QS. Ash Shaff (61): 2-3)</p>
<p><span id="more-343"></span> <strong><span style="text-decoration:underline;">Peperangan Terjadi Karena  Adanya Permusuhan</span></strong></p>
<p>Inilah pendapat yang benar.  Berdasarkan nash-nash yang jelas, dan dikuatkan oleh pemahaman para  ulama, dan didukung sejarah Islam dalam pensyariatan jihad.</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman:</p>
<p><em>“Allah tidak melarang kamu  untuk berbuat baik dan Berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada  memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu.  Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil.</em></p>
<p><em>Sesungguhnya Allah hanya  melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu  karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain)  untuk mengusirmu. dan Barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, Maka  mereka Itulah orang-orang yang zalim.”</em> (QS. Al Mumtahanah (60): 8-9)</p>
<p>Dua ayat yang mulia ini,  menerangkan bahwa tidak ada larangan berbuat baik dan adil kepada: orang  kafir yang tidak memerangi dan mengusir kaum muslimin.</p>
<p>Sedangkan Allah Ta’ala  melarang berkawan dengan: orang kafir yang memerangi dan mengusir kaum  muslimin, dan pihak membantu pengusiran kaum muslimin. Bahkan Allah  Ta’ala menyebut sebagai perbuatan zalim jika kita berkawan dengan orang  kafir seperti ini.</p>
<p>Ada  sebagian orang membantah ayat ini dijadikan sebagai dalil, alasan mereka  karena ayat ini (ayat 8) hanya berlaku ketika awal Islam saja, dan  telah di <em>nasakh</em> (dihapus) dengan ayat: <strong><em>faqtuluu musyrikina  haitsu wajadtumuuhum ..</em></strong> <em>“bunuhlah orang-orang musyrik itu di  mana saja kalian bertemu dengan mereka &#8230;”</em> . Demikianlah pendapat  Ibnu Zaid dan Qatadah.</p>
<p>Sedangkan Imam Al Qurthubi mengatakan, ayat  ini merupakan<em> rukhshah</em> dari Allah Ta’ala bagi orang kafir yang  tidak memusuhi dan memerangi orang beriman. Ada juga yang mengatakan,  ayat ini berlaku karena adanya ‘<em>illah</em> (alasan) yakni perjanjian  damai, maka ketika perjanjian damai sudah tidak berlaku dengan adanya  penaklukan kota Mekkah, maka ayat ini tinggal tulisannya saja. Ada pula  yang mengatakan ayat ini khusus orang kafir dari kalangan wanita dan  anak-anak, karena mereka tidak memerangi kaum beriman. Namun kebanyakan  ahli tafsir mengatakan, hukum ayat ini masih berlaku, dengan alasan  kisah Asma binti Abu Bakar yang diizinkan Rasulullah untuk bergaul  dengan baik dengan ibunya yang masih musyrik. <strong>(Imam Al Qurthubi,<em> Jami’ Li Ahkamil Quran</em>, Juz. 18, Hal. 15)</strong></p>
<p><em> </em>Benarkah  ayat ini telah <em>mansukh</em>? Imam Abu Ja’far bin Jarir Ath Thabari  menyebutkan ada tiga tafsir para ulama terhadap ayat ini.</p>
<p><strong><em>Pertama</em></strong>,  ayat ini bercerita tentang orang-orang beriman di Mekkah dan tidak  berhijrah, maka Allah Ta’ala izinkan mereka untuk berbuat baik dan <em>ihsan</em> kepada orang kafir. Inilah pendapat Mujahid.</p>
<p><strong><em>Kedua</em></strong>,  ayat ini bercerita tentang orang-orang beriman <strong><em>di luar</em></strong> Mekkah dan tidak berhijrah, maka Allah Ta’a izinkan mereka berbuat baik  dan ihsan  kepada orang kafir.</p>
<p><strong><em>Ketiga</em></strong>,  ayat ini bercerita tentang orang musyrik yang tidak memerangi  orang-orang beriman, dan mereka juga tidak mengusir orang beriman dari  negerinya, namun ayat ini telah di <em>nasakh</em> setelah itu, dengan  ayat perintah memerangi orang musyrik. Inilah pendapat Ibnu Zaid dan  Qatadah. Ibnu Zaid berkata: “Ayat ini telah di <em>nasakh</em>, dengan  perintah berperang dan kembali dengan pedang-pedang mereka, berjihad  melawan mereka dengannya, dan memenggal mereka.</p>
<p>Imam  Ibnu Jarir mengatakan, yang benar adalah pendapat yang <strong><em>pertama</em></strong>.  Tidak benar dikatakan bahwa ayat ini telah <strong><em>mansukh</em></strong>. Kaum  beriman tidak dilarang untuk berbuat baik dan adil terhadap orang-orang  yang tidak memerangi dan mengusir mereka, apa pun<em> millah</em> dan  agama mereka, tetap dibolehkan berbuat baik (<em>Al Birr</em>),  berhubungan, dan berbuat adil kepada mereka.  Hal  ini dikuatkan dengan riwayat Ibnu Zubeir tentang Asma’ bin Abu Bakar  yang ingin menemui ibunya yang masih <em>jahiliyah</em> (musyrik), dan  Rasulullah <em>Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam</em> mengizinkan Asma untuk  menemuinya dan berbuat baik kepadanya. <strong>(Imam Abu Ja’far Ath Thabari, <em>Jami’  Al Bayan fi Ta’wilil Quran</em>, Juz.  23, Hal.  322-323)</strong></p>
<p>Imam Asy Syaukani mengatakan bahwa Allah  Ta’ala tidak melarang berbuat baik dan adil kepada orang kafir yang  telah membuat perjanjian (damai) dengan orang beriman untuk meninggalkan  perang. <strong>(Imam Asy Syaukani, <em>Fathul Qadir</em>, Juz. 7, Hal. 205.  Al Maktabah Asy Syamilah) </strong>Artinya, perang baru ada lagi setelah  mereka melanggar perjanjian dengan menyerang kaum muslimin.</p>
<p><em>Asbabun Nuzul</em> ayat di atas pun, menolak pemahaman mereka.  Ayat ini turun karena Asma binti Abu Bakar ingin memberikan hadiah  kepada ibunya yang masih musyrik, tetapi dia tidak berani melakukannya  sebelum ada izin dari Rasulullah <em>Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam</em>,  hal itu diadukan kepada ‘Aisyah, lalu turunlah ayat di atas: “<em>“Allah  tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan Berlaku adil terhadap  orang-orang yang tiada memerangimu</em> ..dst.”  Lalu,  Rasulullah <em>Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam</em> memerintahkan Asma  untuk memberikan hadiah kepada ibunya dan masuk ke rumahnya.<strong> (Imam  Abu Ja’far bin Jarir Ath Thabari, <em>Jami’ Al Bayan fi Ta’wilil Quran</em>,  Juz. 23, Hal. 322. Imam Ibnu Katsir, <em>Tafsir Al Quran Al ‘Azhim</em>,  Juz. 8, Hal. 90)</strong></p>
<p>Dari keterangan ini,  menunjukkan bahwa peperangan kita melawan orang kafir, bukan karena  semata-mata kekafiran mereka, melainkan karena perbuatan jahat mereka  seperti yang diterangkan dalam ayat 9. Jika mereka berbuat baik, mau  berdamai, tidak mengajak berperang, tidak mengusir, maka ada tidak  larangan berbuat baik dan adil terhadap mereka. Namun, jika mereka  memerangi dan mengusir orang beriman –seperti yang dilakukan Zionis  Yahudi terhadap umat Islam Palestina-  maka <em>tidak  boleh</em> berbuat baik dengan mereka, apa lagi kerja sama dengan  mereka, dan tetap membeli produk-produk mereka dengan alasan jual beli  dengan orang hukumnya mubah!</p>
<p>Jika benar bahwa memerangi  orang kafir adalah karena kekafirannya, maka tidak akan ada izin dari  Rasulullah <em>Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam</em> untuk berbuat baik  kepada orang tua yang masih musyrik.  Bahkan Allah  Ta’ala tetap memerintahkan untuk berbakti kepada orang tua, walau  mereka kafir, selama tidak diperintah dalam maksiat dan kekafiran. Jika  benar bahwa memerangi orang kafir adalah karena kekafirannya, maka tidak  akan ada izin dari Allah Ta’ala atas pembolehan kaum laki-laki beriman  menikahi dengan wanita ahli kitab, dan dalam pandangan kita, ahli kitab  juga kafir bukan? Seharusnya mereka pun juga diperangi bukan dinikahi,  karena mereka kafir.</p>
<p>Maka, bagaimana mungkin  memerangi orang kafir beralasan karena kekafirannya, padahal Allah  Ta’ala tetap mengizinkan berbuat baik (<em>Al Birr</em>) kepada orang tua  walau pun kafir? Seharusnya – jika konsisten dengan pendapat mereka-  maka konsekuensinya orang tua pun harus diperangi karena kekafirannya  itu. Ternyata Allah Ta’ala tetap mengizinkan berbuat baik kepada mereka.</p>
<p>Akhirnya, tidak ada manfaatnya pula para ulama membagi-bagi  orang kafir menjadi <strong><em>kafir dzimmi</em></strong> dan <strong><em>kafir harbi</em></strong>,  sebab baik itu <strong><em>dzimmi</em></strong> atau<strong><em> harbi</em></strong>, keduanya  tetaplah beraqidah kafir yang harus diperangi.</p>
<p>Selain  ayat di atas, ayat-ayat berikut ini pun menunjukkan bahwa peperangan  terjadi karena penyerangan orang kafir terhadap umat Islam, yakni:</p>
<p><em>“Dan perangilah fisabilillah  orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui  batas” </em>(QS.  Al Baqarah (22):190)</p>
<p>Ada dua pendapat dalam  memahami ayat ini, sebagian ahli tafsir mengatakan surat Al Baqarah ayat  190 ini telah di <em>nasakh</em> oleh surat <em>Al Bara’ah</em> (At  Taubah). Inilah pendapat Ar Rabi’ dan Ibnu Zaid. Namun yang lain  mengatakan ayat ini tidak di <em>nasakh</em> oleh ayat mana pun.  Peperangan dibolehkan untuk yang memerangi saja, bagi yang tidak ikut  memerangi kita, seperti anak-anak, wanita, orang tua, dan rahib, orang  yang tidak ikut memerangi, tidak boleh diperangi, jika diperangi juga  maka itu melampaui batas. inilah hukum yang berlaku hingga hari ini.  Perang terjadi karena adanya penyerangan, jika mereka diam kita pun  diam. Demikianlah pendapat Ibnu Abbas, Umar bin Abdul Aziz, dan Imam  Ibnu Jarir mengatakan inilah pendapat yang benar. <strong>(<em>Jami’ Al Bayan</em>,  Juz. 3, Hal. 361-363)</strong></p>
<p><strong> </strong>Lebih jelasnya, saya kutip  ucapan Ibnu Abbas <em>Radhiallahu ‘Anhuma</em>:</p>
<p dir="rtl"><strong>لا تقتلوا النساء  ولا الصِّبيان ولا الشيخ الكبير وَلا منْ ألقى إليكم السَّلَمَ <span style="text-decoration:underline;">وكفَّ  يَده</span>، فإن فَعلتم هذا فقد اعتديتم.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Jangan kalian memerangi  kaum wanita, anak-anak, orang tua, orang yang menemuimu dengan salam,  dan<em> orang yang menahan tangannya</em> (dari memerangimu,<em> pen</em>).  Jika kalian melakukan itu, maka kalian telah melampaui batas.” <strong>(<em>Ibid</em>,  Juz. 3, Hal. 563)</strong></p>
<p>Adapun ayat tentang Ahli  Kitab (Yahudi dan Nasrani), <em>“Perangilah orang-orang yang tidak  beriman kepada Allah dan hari Akhir, tidak mengharamkan apa-apa yang  Allah dan RasulNya haramkan, serta tidak beragama dengan agama yang haq  dari kalangan yang telah diberikan kepada mereka Al Kitab” ..dst</em> (QS. At Taubah: 29) oleh Syaikh Muhammad Abduh dan Syaikh Rasyid Ridha  dikatakan bukan memerangi semua Ahli Kitab, melainkan mereka yang  memerangi kaum muslimin saja.</p>
<p>Selanjutnya, pada ayat lainnya:</p>
<p><em>“Telah  diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena  sesungguhnya mereka telah dianiaya”</em> (QS. Al Hajj (22):39)</p>
<p>Ayat ini dengan jelas menerangkan bahwa, izin perang melawan  orang musyrik baru ada karena kaum beriman dizalimi dan diperangi. Imam  Ibnu Jarir <em>Rahimahullah</em> berkata:</p>
<p dir="rtl"><strong>أذن الله للمؤمنين  الذين يقاتلون المشركين في سبيله بأن المشركين ظلموهم بقتالهم.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Allah  Ta’ala mengizinkan orang-orang beriman untuk berperang fisabilillah  terhadap orang-orang musyrik, <em>lantaran orang-orang musyrik telah  menzalimi mereka dengan memerangi mereka.” </em><strong>(Imam Abu Ja’far bin  Jarir Ath Thabari,<em> Jami’ Al Bayan fi Ta’wilil Quran</em>, Juz. 18,  Hal. 642)</strong></p>
<p>Hal ini juga di tegaskan oleh Abu Bakar  Ash Shiddiq <em>Radhiallahu ‘Anhu</em> setelah ayat ini turun, katanya:</p>
<p dir="rtl"><strong>فعرفت أنه سيكون قتال</strong></p>
<p>“Maka,  aku tahu bahwa akan terjadi perang.” <strong>(<em>Ibid</em>, Juz. 18, Hal. 644)</strong></p>
<p><strong> </strong>Sementara  Mujahid <em>Radhiallahu ‘Anhu</em> berkata:</p>
<p dir="rtl"><strong>أناس مؤمنون خرجوا  مهاجرين من مكة إلى المدينة، فكانوا يمنعون، فأذن الله للمؤمنين بقتال  الكفار، فقاتلوهم.</strong></p>
<p>“Orang-orang beriman keluar  untuk hijrah dari Mekkah ke Madinah, tetapi orang-orang kafir  mencegahnya, maka Allah Ta’ala mengizinkan bagi orang-orang beriman  untuk memerangi orang kafir, maka mereka pun memeranginya.” <strong>(<em>Ibid</em>,  Juz. 18, Hal. 645)</strong></p>
<p><strong> </strong>Sekali lagi apa yang  dikatakan oleh Imam Mujahid – juga Imam Ibnu Jarir-  menunjukkan  bahwa orang beriman memerangi orang kafir karena dilatarbelakangi  permusuhan, kezaliman, dan penyerangan mereka terhadap kaum mukminin.  Maka kaum mukminin  pun  membalasnya, bukan karena faktor kekafiran mereka semata-mata. <span style="text-decoration:underline;">Betul,  bahwa orang-orang kafir membenci,  menganiaya,  mengusir dan memerangi  kaum mukmimin karena  faktor agama (lihat Al Mumatahanah ayat 9), tetapi tidak sebaliknya kita  terhadap mereka. Ini menunjukkan keluhuran agama Islam dan keunggulan  Islam dibanding mereka.</span></p>
<p><span style="text-decoration:underline;"> Namun  pada kenyataannya nanti, peperangan tersebut pun berimplikasi pada  perang agama, sebab pada akhirnya simbolisasi dan syiar agama tidak bisa  dielakkan, seperti yang terjadi antara mujahidin Palestina melawan  Zionis Yahudi</span>. Tujuan peperangan pun bukan karena semata-mata faktor  sebidang tanah yang bernama Palestina, atau karena membela sebuah  bangsa dan ras, tetapi lebih dari itu adalah mempertahankan eksistensi  umat Islam, meninggikan kalimat Allah Ta’ala di sana, dan inilah yang <em>fisabilillah</em>.</p>
<p>Dari  Abu Musa Al Asy’ari <em>Radhiallahu ‘Anhu</em>, bahwa Rasulullah <em>Shallallahu  ‘Alaihi wa Sallam</em> bersabda:</p>
<p dir="rtl"><strong>مَنْ قَاتَلَ لِتَكُونَ كَلِمَةُ اللَّهِ هِيَ  الْعُلْيَا </strong><strong>فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ</strong></p>
<p>“Barangsiapa yang berperang dengan tujuan  meninggikan kalimat Allah, maka itulah yang fisabilillah ‘Azza wa  Jalla.” <strong>(HR. Bukhari, <em>Kitab Al ‘Ilmu Bab Man Sa’ala wa Huwa  Qa’imun  ‘Aliman Jalisan</em>, Juz. 1, Hal. 209,  No. 120. Muslim, <em>Kitab Al Imarah Bab Man Qaatala Litakuna  Kalimatallah Hiyal ‘ulya Fahuwa fi sabilillah</em>, Juz. 10, Hal. 6, No.  3525)</strong></p>
<p>Ayat  yang paling tegas dan jelas dalam menguatkan pendapat ini adalah  sebagai berikut:</p>
<p>“Sesungguhnya kamu dapati <span style="text-decoration:underline;">orang-orang  yang paling keras permusuhannya</span> terhadap orang-orang yang beriman  ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. dan Sesungguhnya kamu  dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman  ialah orang-orang yang berkata: &#8220;Sesungguhnya Kami ini orang Nasrani&#8221;.  yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang  Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena  Sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri.” (QS. Al Maidah (5): 82)</p>
<p>Lihat, perangnya kita  dengan orang kafir Yahudi, adalah karena kerasnya permusuhan mereka  terhadap orang-orang beriman. Karena inilah kita memerangi mereka. Kita  tidak memerangi meraka dengan alasan mereka menyembah sapi betina, tidak  memerangi mereka dengan alasan mereka membunuh para nabi, tidak  memerangi mereka dengan alasan mereka telah merubah taurat, tetapi  memerangi mereka dengan alasan kerasnya permusuhan mereka terhadap kaum  muslimin.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Bersama  Syaikhul Islam  Ibnu Taimiyah <em>Rahimahullah</em></span></strong></p>
<p>Diantara ulama Ahlus Sunnah yang berpendapat bahwa memerangi  orang kafir adalah disebabkan permusuhan dan penindasan mereka terhadap  kaum muslimin, adalah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah<em> Rahimahullah</em>,  dalam dalam buku kecil <strong><em>Risalah Al Qital</em>,</strong> pada kompilasi<em> Majmu’ Ar Rasail An Najdiyyah</em>.</p>
<p>Imam Ibnu Taimiyah membahas  masalah ini bahwa asal diwajibkannya perang dan apa yang menjadi  menyebabnya. Dia menegaskan bahwa secara realitas pendapat yang  mengatakan kewajiban perang adalah disebabkan adanya tindakan orang  kafir yang melakukan tindakan permusuhan keras terhadap Rasulullah <em>Shallallahu  ‘Alaihi wa Sallam</em> dan para sahabatnya. Mereka dikeluarkan dari  negeri dan tempat tinggal mereka. Lalu apakah yang menjadi penyebab  peperangan itu? Apakah karena mereka itu orang kafir atau karena mereka  melakukan permusuhan?  Jika jawabannya yang  pertama, maka boleh saja memerangi orang kafir kapan saja dan di mana  saja. Jika jawabannya yang kedua, maka sesungguhnya tidak boleh bagi  siapa pun untuk memerangi orang kafir kecuali jika dia melakukan  permusuhan. Sebab tidak semua orang kafir bisa diperangi. Jika sebab  perang karena seseorang statusnya yang kafir, maka hubungan antara kaum  muslimin dan orang kafir adalah hubungan perang hingga ada satu  perjanjian dan kesepakatan. Dan tentu saja setiap negeri yang tidak  beragama Islam adalah negeri perang (<em>Darul Harb</em>) sebelum adanya  kesepakatan.</p>
<p>Namun jika sebab perang adalah karena  permusuhan mereka terhadap kaum muslimin, maka dasar hubungan kaum  muslimin dan non muslim adalah damai, hingga adanya hal-hal yang  mendorong terjadinya perang. Dan jika dasar hubungan kaum muslimin dan  non muslim adalah damai, maka boleh saja melakukan perjanjian yang  sifatnya abadi. Sebab, makna kesepakatan tersebut adalah kesepakatan  untuk tidak saling mengganggu. Jika asal hubungan kaum mslimin dan non  muslim adalah perang, maka tidak boleh mengadakan suatu perjanjian  kecuali dalam batas tertentu.</p>
<p>Dengan demikian ada tiga  masalah yang saling berhubungan. Pertama, masalah perang, apakah karena  kekafiran atau karena permusuhan mereka. Kedua, dasar hubungan antara  kaum muslimin dan non muslim, apakah damai atau perang. Ketiga, boleh  tidaknya mengadakan perjanjian damai yang permanen.</p>
<p>Kita  akan membahas masalah pertama saja. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah  mengatakan ada dua pendapat tentang apakah peperangan kita dengan orang  kafir karena kakafiran mereka, atau karena mereka memusuhi kaum  muslimin.</p>
<p><strong><em>Pertama</em></strong>, pendapat jumhur seperti Imam Malik, Imam  Ahmad, Imam Abu Hanifah dan yang lainnya yang mengadakan bahwa asal  diperangi orang kafir adalah karena mereka melakukan permusuhan.  Konsekuensi dari pendapat ini adalah bahwa tidak ada perang jika tidak  permusuhan. Sebab perang itu hanyalah untuk membela diri dan bukan untuk  melakukan sergapan dan penyerangan. Dan jika perang bergolak maka tidak  boleh ada pembunuhan kecuali terhadap orang-orang yang ikut berperang  dan para ahli strategi mereka. Tidak diperkenankan membunuh para wanita,  pendeta ahli ibadah, orang jompo, dan yang berpenyakit parah karena  mereka tidak ikut memerangi kaum  muslimin dan  tidak memiliki pengalaman perang yang bisa diambil  manfaatnya  oleh mereka sendiri.  Ringkasnya adalah,  orang-orang yang tidak ikut berperang dan tidak memerintahkan orang lain  untuk berperang, serta tidak bisa diambil manfaatnya dalam perang,  mereka tidak boleh dibunuh.</p>
<p><strong><em>Kedua</em></strong>,  sesungguhnya yang membolehkan seseorang itu diperangi adalah karena dia  memiliki sifat kafir dan bukan karena mereka melakukan tindakan  permusuhan. Inilah pendapat Imam Asy Syafi’i. Dengan demikian, maka  setiap orang kafir yang telah baligh boleh diperangi, baik yang mampu  berperang atau tidak, baik dia seorang yang terlibat perang atau tidak,  baik yang membantu atau tidak.</p>
<p>Imam Ibnu Tamiyah  mengatakan pendapat jumhur adalah pendapat yang benar, yang memiliki  dasar dan sandaran kuat dari Al Quran dan As Sunnah. Beliau berkata,  “Perkataan jumhur ulama dalah pendapat yang ditetapkan oleh Al Quran dan  As Sunnah.” <strong>(<em>Risalah Al Qital</em>, Hal. 116)</strong></p>
<p><strong> </strong>Imam  Ibnu Taimiyah memaparkan beberapa dalil Al Quran, di antaranya:</p>
<p><em>“Dan bunuhlah mereka di  mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka  telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah  itu lebih  besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di  Masjidil haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. jika  mereka memerangi kamu (di tempat itu), Maka bunuhlah mereka. Demikanlah  Balasan bagi orang-orang kafir. kemudian jika mereka berhenti (dari  memusuhi kamu), Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha  Penyayang. Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan  (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. jika mereka  berhenti (dari memusuhi kamu), Maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali  terhadap orang-orang yang zalim. Bulan Haram dengan bulan haram , dan  pada sesuatu yang patut dihormati , Berlaku hukum qishaash. oleh sebab  itu Barangsiapa yang menyerang kamu, Maka seranglah ia, seimbang dengan  serangannya terhadapmu. bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah, bahwa  Allah beserta orang-orang yang bertakwa.”</em> (QS. Al Baqarah (2):  191-194)</p>
<p>Beliau  membahas, bahwa ayat ini menunjukkan  atas  disyariatkannya perang untuk membela diri bisa dilihat dari beberapa  sisi.</p>
<p><em>Pertama</em>: sesungguhnya Allah Ta’ala  berfirman: <em>“Dan perangilah di jalan Allah terhadap orang-orang yang  memerangi kamu,”</em> dengan demikian kebolehan berperang untuk kaum  muslimin adalah karena adanya serangan dari pihak lain. Inilah alasan  dibolehkannya perang itu.</p>
<p><em>Kedua</em>: firman Allah Ta’ala dalam  ayat itu yang mengatakan,<em> “dan janganlah kamu melampaui batas ,”</em> ayat ini menerangkan bahwa memerangi orang yang tidak memerangi kita,  atau orang-orang yang tidak pantas diperangi, adalah tindakan permusuhan  yang terlarang.</p>
<p><em>Ketiga</em>: seseungguhnya Allah Ta’ala menjadikan puncak dari  perang adalah mencegah fitnah. Allah Ta’ala berfirman, “<em>Dan  perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga)  ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah</em>.” Dengan demikian, jelas  bagi kita semua, tentang pendorong dan tujuan akhir dari perang.  Pendorongnya adalah permusuhan yang menimbulkan fitnah, sedangkan tujuan  akhirnya adalah penghentian fitnah. Demikian.</p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah  membantah pihak yang menilai bahwa ayat in telah di <em>nasakh</em> (dihapus hukumnya dan telah diganti dengan hukum lain), beliau membantah  satu persatu alasan mereka, hingga akhirnya dia mengatakan bahwa  pendapat yang mengatakan ayat ini telah di<em> nasakh</em> adalah pendapat  yang lemah. Beliau berkata:<em> “Sesungguhnya anggapan bahwa ayat ini  mansukh adalah perkataan yang membutuhkan dalil. Sebab di dalam Al Quran  tidak ada satu ayat pun yang bertentangan dengan ayat ini. Semua  ayatnya sepakat dengan ayat ini. Lalu manakah ayat yang menghapusnya  (nasikh)?”</em> <strong>(<em>Ibid</em>, Hal. 118)</strong></p>
<p>Menurutnya adalah hal yang  aneh, jika larangan ‘jangan melampaui batas’ di hapus, tetapi mereka  justru  mengatakan, <em>“Sesungguhnya melampaui  batas itu adalah satu kezaliman dan Allah tidak menyukai kezaliman.”</em></p>
<p>Imam Ibnu Taimiyah juga  berdalil dengan  ayat lain, yakni:</p>
<p><em>“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam);  Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. “</em> (QS. Al Baqarah (2): 256)</p>
<p>Ayat ini bersifat umum.  Seandainya perang itu adalah karena kekafiran seseorang, maka pastilah  perang merupakan paksaan untuk masuk Islam. Imam Ibnu Taimiyah berkata,  “Sesungguhnya kami tidak pernah memaksa orang lain untuk masuk Islam.  andai seseorang diperangi agar dia masuk Islam, maka hal itu merupakan  pemaksaan paling besar terhadap orang lain untuk masuk Islam.”</p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu  Taimiyah membantah pihak yang mengatakan bahwa ayat ini telah di <em>nasakh</em>.  Beliau mengatakan: “Semua ulama salaf mengatakan bahwa ayat ini tidak  bersifat khusus dan tidak pula <em>mansukh</em>. Bahkan mereka mengatakan  bahwa kami tidak pernah melakukan pemaksaan kepada orang lain untuk  masuk ke dalam Islam. Kami akan memerangi orang-orang yang memerangi  kami, dan jika mereka masuk Islam, maka darah dan harta mereka  terlindungi. Jika dia bukan dari orang yang pantas untuk diperangi, maka  kami tidak akan memeranginya dan kami tidak akan memaksakannya untuk  masuk ke dalam Islam.” <strong>(<em>Ibid</em>, Hal. 123) </strong></p>
<p><strong> </strong>Syaikhul Islam juga memaparkan dalil-dalil dari As  Sunnah. Dikisahkan bahwa Rasulullah <em>Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam</em> penah melewati seorang wanita yang terbunuh. Saat itu Rasulullah <em>Shallallahu  ‘Alaihi wa Sallam</em> bersabda, <em>“Tidak sepantasnya wanita ini  diperangi dan dibunuh.” </em>Dari sini jelaslah bahwa sebab larangan  Rasulullah <em>Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam </em>membunuh wanita itu  adalah karena dia tidak ikut perang. Dengan demikian, perang yang mereka  lakukanlah sebagai pendorong bagi kita untuk memerangi mereka.</p>
<p>Rasulullah <em>Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam</em> selalu  memperingatkan kepada tentaranya yang akan berangkat perang agar tidak  membunuh siapa pun kecuali mereka yang ikut berperang. Beliau bersabda: <em>“Berangkatlah  kalian dengan menyebut nama Allah, bersama Allah dan selalu tetap di  atas agama Rasulullah. Jangan membunuh orang jompo, anak-anak, dan  wanita. Janganlah kalian melampaui batas, kumpulkanlah harta rampasan  kalian, berbuat baiklah sesungguhnya Allah senang terhadap orang yang  berbuat baik.”</em></p>
<p>Nabi juga pernah menawan laki-laki dan  perempuan musyrikin, tetapi beliau tidak pernah memaksa mereka untuk  masuk agama Islam. Bahkan Rasulullah pernah berbuat baik kepada  musyrikin yang ditawan, Tsumamah bin Utsal. Rasulullah tidak memaksanya  untuk masuk Islam, hingga akhirnya  ia sadar  sendiri untuk masuk Islam. Hal ini juga dilakukan Rasulullah dalam  menyikapi tawanan perang Badar.</p>
<p>Syaikhul Islam mengatakan,  “Sirah Rasulullah <em>Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam</em> menunjukkan  kepada kita, bahwa siapa saja yang mengangkat kesepakatan dengannya,  maka dia tidak akan pernah memeranginya. Kitab-kitab sirah, hadits,  tafsir, dan kisah-kisah peperangan Rasulullah membuktikan hal itu,  berita tentang hal ini telah menjadi berita yang hampir semua orang  tahu. Bahwa Rasulullah <em>Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam</em> tidak pernah  memulai peperangan dengan siapa pun.” <strong>(<em>Ibid</em>, Hal. 125)</strong></p>
<p>Demikianlah. Maka, pendapat yang menyebutkan bahwa peperangan  umat Islam dengan orang kafir (termasuk Yahudi), adalah karena faktor  permusuhan dan penyerangan mereka terhadap kaum muslimin, adalah  pendapat yang kuat. Inilah pendapat <em>jumhur</em> (mayoritas) ulama,  seperti Imam Abu Hanifah, Imam Malik, dan Imam Ahmad bin Hambal, lalu  dikuatkan oleh Imam Ibnu Taimiyah. Pendapat inilah yang difatwakan oleh  Syaikh Hasan Al Banna dan Syaikh Yusuf Al Qaradhawi, namun sayangnya  pendapat ini disebut oleh sebagian mereka sebagai fatwa yang jahat. <em>Laa  haulaa walaa quwwata illa billah&#8230;</em></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Berperang Karena Membela  Palestina dan Al Aqsha</span></strong><strong></strong></p>
<p>Sebagian manusia juga ada  yang melecehkan hal ini, kata mereka, perang saat ini karena sebidang  tanah! Kami sudah katakan sebelumnya, peperangan kita adalah lebih  tinggi dari itu yaitu mempertahankan eksistensi umat Islam dan  meninggikan kalimat Allah Ta’ala di sana.</p>
<p>Namun,  perang karena membela Palestina dan Al Aqsha juga bukan kesalahan, dan  tidak juga dikatakan bukan jihad, dan jika terbunuh bukan syahid. Tidak  demikian! Sebab Allah Ta’ala telah memuliakan wilayah tersebut,  memberkahinya, serta tempatnya para nabi dan shalihin.</p>
<p>Allah  Ta’ala berfirman:</p>
<p>“Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu  malam dari Al Masjidil Haram ke <span style="text-decoration:underline;">Al Masjidil Aqsha yang telah Kami  berkahi sekelilingnya</span> agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari  tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar  lagi Maha mengetahui.” (QS. Al Isra’ (17): 1)</p>
<p>Berkata  <strong> Imam Ali Asy Syaukani</strong><em> Rahimahullah </em>tentang  makna<em> “telah Kami berkahi sekelilingnya”</em>:</p>
<p dir="rtl"><strong>بالثمار والأنهار والأنبياء والصالحين ،  فقد بارك الله سبحانه حول المسجد الأقصى ببركات الدنيا والآخرة</strong></p>
<p>“Dengan  buah-buahan, sungai, para nabi dan shalihin, maka Allah<em> Subhanahu wa  Ta’ala</em> telah memberikan keberkahan di sekitar masjid Al Aqsha dengan  keberkahan dunia dan akhirat.” <strong>(Imam Asy Syaukani, <em>Fathul Qadir</em>,  Juz. 4, Hal. 280)</strong></p>
<p>Dari Abu Sa’id Al Khudri <em>Radhiallahu  ‘Anhu</em>, bahwa Rasulullah <em>Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam</em> bersabda:</p>
<p dir="rtl"><strong>لَا تَشُدُّوا  الرِّحَالَ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ مَسْجِدِي هَذَا  وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَالْمَسْجِدِ الْأَقْصَى</strong></p>
<p>“Janganlah  kalian bersungguh-sungguh untuk melakukan perjalanan kecuali menuju ke  tiga masjid: masjidku ini (masjid nabawi), masjid Al Haram, dan masjid  Al Aqsha.” <strong>(HR. Muslim, <em>Kitab Al Hajj Bab Safar Al Mar’ah ma’a  Mahram ilaa Hajji wa Ghairih</em>, Juz. 7, Hal. 46, No. 2383)</strong></p>
<p>Maka, berperang mempertahankan bumi Palestina, yang di dalamnya  terdapat Al Aqsha yang diberkahi sekelilingnya, shalat di dalamnya lebih  utama 500 kali dibanding di masjid lain (kecuali Masjidl Haram dan  Masjid An Nabawi), kiblat pertama umat Islam, bumi dilahirkannya para  nabi, dan tanah waqaf Umar bin Al Khathab kepada umat Islam, jelas  adalah suatu kemuliaan. Jadi, sungguh keterlaluan dan melampaui batas  jika ada orang yang melecehkan perjuangan saudaranya karena membela bumi  Palestina dengan alasan ini.</p>
<p>Rasulullah <em>Shallallahu  ‘Alaihi wa Sallam</em> telah menetapkan, orang yang mempertahankan harta  pribadi dan membela keluarga adalah syahid, maka apalagi mempertahankan  bumi yang diberkahi ini, milik kaum muslimin -bukan milik pribadi- dan  segudang keutamaan lainnya.</p>
<p>Dari Ibnu Umar <em>Radhiallahu  ‘Anhuma</em>, Rasulullah <em>Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam</em> bersabda:</p>
<p dir="rtl"><strong>مَنْ قُتِلَ دُونَ  مَالِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Barangsiapa yang dibunuh karena hartanya, maka dia syahid.” <strong>(HR.  Bukhari, <em>Kitab Al Mazhalim wal Ghashbi Bab Man Qaatala Duuna Malihi</em>,  Juz. 8, Hal. 377, No. 2300)</strong></p>
<p>Dari Sa’id bin Zaid <em>Radhiallahu  ‘Anhu</em>, bahwa Rasulullah <em>Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam</em> bersabda:</p>
<p dir="rtl"><strong>مَنْ قُتِلَ دُونَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ  قُتِلَ دُونَ دِينِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ دَمِهِ فَهُوَ  شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ أَهْلِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Barangsiapa yang dibunuh  karena hartanya maka dia syahid, barangsiapa dibunuh karena agamanya  maka dia syahid, barangsiapa yang dibunuh karena darahnya maka dia  syahid, barangsiapa yang dibunuh karena membela keluarganya maka dia  syahid.” <strong>(HR. At Tirmidzi,<em> Kitab Ad Diyat ‘An Rasulillah Bab Maa  Ja’a fiman Qutila Duuna Malihi fahuwa Syahid</em>, Juz. 5, Hal. 315, No.  1341, katanya: <em>hasan shahih</em>. Abu Daud, <em>Kitab As Sunnah Bab Fi  Qitaalil Lushush</em>, Juz. 12, Hal. 388, No. 4142. An Nasa’i, <em>Kitab  Tahrim Ad Dam Bab Man Qaatala Duuna Diinihi</em>, Juz. 12, Hal. 465, No.  4027. Ahmad, Juz.  4, Hal. 76, No. 1565.  Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam<em> Shahih At Targhib wat Tarhib</em>,  Juz. 2, Hal. 75, No. 1411)</strong></p>
<p><strong> </strong>Para ulama mengomentari  hadits ini:</p>
<p dir="rtl"><strong>قال العلماء:المراد بشهادة هؤلاء كلهم،  غير المقتول في سبيل الله، أنهم يكون لهم في الآخرة ثواب الشهداء، وأما في  الدنيا، فيغسلون، ويصلى عليهم.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Yang  dimaksud adalah syahadah (mati syahid) bagi mereka semua,  <em>bukan  karena terbunuh di jalan Allah</em>,   dan sesungguhnya bagi mereka di akhirat akan  mendapatkan ganjaran syuhada, ada pun di dunia mereka tetap dimandikan  dan dishalatkan.” <strong>(Syaikh Sayyid Sabiq,<em> Fiqhus Sunnah</em>, Juz. 2,  Hal. 633)</strong></p>
<p><strong> </strong>Maka, beberapa keterangan dari Al Quran, Al Hadits,  dan para ulama, menunjukkan bahwa bukan aib dan cela, bahkan merupakan  sebuah keutamaan dan tidak mengurangi nilai kesyahidan, jika seorang  mujahidin berperang karena membela bumi yang diberkahi, Al Aqsha dan  disekitarnya (Palestina), bumi para nabi dan kiblat pertama umat Islam.  Tentunya, lebih utama hendaknya dibarengi niat<em> li i’la kalimatillah</em> (demi meninggikan kalimat Allah Ta’ala).  Memang  demikianlah perjuangan para mujahidin.</p>
<p>Wallahu A’lam</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wawankardiyanto.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wawankardiyanto.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wawankardiyanto.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wawankardiyanto.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wawankardiyanto.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wawankardiyanto.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wawankardiyanto.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wawankardiyanto.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wawankardiyanto.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wawankardiyanto.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wawankardiyanto.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wawankardiyanto.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wawankardiyanto.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wawankardiyanto.wordpress.com/343/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wawankardiyanto.wordpress.com&amp;blog=2161200&amp;post=343&amp;subd=wawankardiyanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2010/11/16/jihad-ofensif-tidak-dikenal-dalam-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a481e2f560b8cfabef1498a8e5ea71b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wawankardiyanto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wawankardiyanto.files.wordpress.com/2010/11/images.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Misteri Leluhur Orang Jawa</title>
		<link>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2010/10/26/misteri-leluhur-orang-jawa/</link>
		<comments>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2010/10/26/misteri-leluhur-orang-jawa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Oct 2010 01:38:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawankardiyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[import opini]]></category>
		<category><![CDATA[brahma]]></category>
		<category><![CDATA[brahmana]]></category>
		<category><![CDATA[ibrahim]]></category>
		<category><![CDATA[jawa]]></category>
		<category><![CDATA[leluhur orang jawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wawankardiyanto.wordpress.com/?p=340</guid>
		<description><![CDATA[By wihans, 17/10/2010 12:42 am wihans.web.id – Di dalam Mitologi Jawa diceritakan bahwa salah satu leluhur Bangsa Sunda (Jawa) adalah Batara Brahma atau Sri Maharaja Sunda, yang bermukim di Gunung Mahera. Selain itu, nama Batara Brahma, juga terdapat di dalam &#8230; <a href="http://wawankardiyanto.wordpress.com/2010/10/26/misteri-leluhur-orang-jawa/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wawankardiyanto.wordpress.com&amp;blog=2161200&amp;post=340&amp;subd=wawankardiyanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>By <a title="Posts by wihans" href="http://wihans.web.id/author/admin/">wihans</a>, 17/10/2010 12:42 am</div>
<p><strong><a href="http://wihans.web.id/misteri-leluhur-orang-jawa"><img title="wayang brahma" src="http://wihans.com/images/wayang-brahma.gif" alt="wayang brahma" width="90" height="90" /></a>wihans.web.id – Di dalam Mitologi Jawa</strong> diceritakan bahwa salah satu leluhur Bangsa Sunda (Jawa) adalah <strong>Batara Brahma</strong> atau <strong>Sri Maharaja Sunda</strong>, yang bermukim di Gunung Mahera.</p>
<p>Selain itu, nama <strong>Batara Brahma</strong>, juga terdapat di dalam Silsilah Babad Tanah Jawi. Di dalam Silsilah itu, bermula dari <strong>Nabi Adam</strong> yang berputera <strong>Nabi Syits</strong>, kemudian<strong> Nabi Syits</strong> menurunkan <strong>Sang Hyang Nur Cahya</strong>, yang menurunkan <strong>Sang Hyang Nur Rasa</strong>. <strong>Sang Hyang Nur Rasa</strong> kemudian menurunkan <strong>Sang Hyang Wenang</strong>, yang menurunkan <strong>Sang Hyang Tunggal</strong>. Dan S<strong>ang Hyang Tunggal</strong>, kemudian menurunkan <strong>Batara Guru</strong>, yang menurunkan <strong>Batara Brahma</strong>.</p>
<p>Berdasarkan pemahaman dari naskah-naskah kuno bangsa Jawa, <strong><em>Batara Brahma merupakan leluhur dari raja-raja di tanah Jawa.</em></strong></p>
<p>Di dalam Kitab ‘<em>al-Kamil fi al-Tarikh</em>‘ tulisan <strong>Ibnu Athir</strong>, menyatakan bahwa Bani Jawi (yang di dalamnya termasuk Bangsa Sunda, Jawa, Melayu Sumatera, Bugis… dsb), adalah keturunan <strong>Nabi Ibrahim</strong>.</p>
<p><span id="more-340"></span></p>
<p>Bani Jawi sebagai keturunan <strong>Nabi Ibrahim</strong>, semakin nyata, ketika baru-baru ini, dari penelitian seorang Profesor Universiti Kebangsaaan Malaysia (UKM), diperoleh data bahwa, di dalam darah DNA Melayu, terdapat <strong>27% Variant Mediterranaen</strong> (merupakan DNA bangsa-bangsa EURO-Semitik).</p>
<p><strong>Variant Mediterranaen</strong> sendiri terdapat juga di dalam DNA keturunan Nabi Ibrahim yang lain, seperti pada bangsa Arab dan Bani Israil.</p>
<p>Sekilas dari beberapa pernyataan di atas, sepertinya terdapat perbedaan yang sangat mendasar. Akan tetapi, setelah melalui penyelusuran yang lebih mendalam, diperoleh fakta, bahwa <strong>Brahma</strong> yang terdapat di dalam Metologi Jawa <strong>indentik dengan Nabi Ibrahim</strong>.</p>
<p><strong>Brahma adalah Nabi Ibrahim</strong></p>
<p><strong>Mitos</strong> atau <strong>Legenda</strong>, terkadang merupakan peristiwa sejarah. Akan tetapi, peristiwa tersebut menjadi kabur, ketika kejadiannya di lebih-lebihkan dari kenyataan yang ada.</p>
<p>Mitos Brahma sebagai leluhur bangsa-bangsa di Nusantara, boleh jadi merupakan peristiwa sejarah, yakni mengenai kedatangan Nabi Ibrahim untuk berdakwah, dimana kemudian beliau beristeri Siti Qanturah (Qatura/Keturah), yang kelak akan menjadi leluhur Bani Jawi (Melayu Deutro).</p>
<p>Dan kita telah sama pahami bahwa, <strong>Nabi Ibrahim</strong> berasal dari bangsa ‘Ibriyah, kata ‘Ibriyah berasal dari ‘ain, ba, ra atau ‘abara yang berarti menyeberang. Nama Ibra-him (alif ba ra-ha ya mim), merupakan asal dari nama Brahma (ba ra-ha mim).</p>
<p>Beberapa fakta yang menunjukkan bahwa Brahma yang terdapat di dalam Mitologi Jawa adalah Nabi Ibrahim, di antaranya :</p>
<p>1. Nabi Ibrahim memiliki isteri bernama <strong>Sara</strong>, sementara Brahma pasangannya bernama <strong>Saraswati.</strong></p>
<p>2. Nabi Ibrahim hampir mengorbankan anak sulungnya yang bernama <strong>Ismail</strong>, sementara Brahma terhadap anak sulungnya yang bernama <strong>Atharva</strong> (Muhammad in Parsi, Hindoo and Buddhist, tulisan A.H. Vidyarthi dan U. Ali)…</p>
<p>3. <strong>Brahma</strong> adalah perlambang Monotheisme, yaitu keyakinan kepada Tuhan Yang Esa (Brahman), sementara <strong>Nabi Ibrahim</strong> adalah Rasul yang mengajarkan ke-ESA-an ALLAH.</p>
<p>Ajaran Monotheisme di dalam Kitab Veda, antara lain :</p>
<p><strong>Yajurveda Ch. 32 V. 3</strong> menyatakan bahwa tidak ada rupa bagi Tuhan, Dia tidak pernah dilahirkan, Dia yang berhak disembah</p>
<p><strong> Yajurveda Ch. 40 V. 8</strong> menyatakan bahwa Tuhan tidak berbentuk dan dia suci</p>
<p><strong>Atharvaveda Bk. 20 Hymn 58 V. 3</strong> menyatakan bahwa sungguh Tuhan itu Maha Besar</p>
<p><strong>Yajurveda Ch. 32 V. 3</strong> menyatakan bahwa tidak ada rupa bagi Tuhan</p>
<p><strong>Rigveda Bk. 1 Hymn 1 V. 1</strong> menyebutkan : kami tidak menyembah kecuali Tuhan yg satu</p>
<p><strong>Rigveda Bk. 6 Hymn 45 V. 6</strong> menyebutkan “sembahlah Dia saja, Tuhan yang sesungguhnya”</p>
<p>Dalam <strong>Brahama Sutra</strong> disebutkan : “Hanya ada satu Tuhan, tidak ada yg kedua. Tuhan tidak berbilang sama sekali”.</p>
<p>Ajaran <strong>Monotheisme</strong> di dalam Veda, pada mulanya berasal dari Brahma (Nabi Ibrahim). Jadi <em><strong>makna awal dari Brahma bukanlah Pencipta, melainkan pembawa ajaran dari yang Maha Pencipta</strong></em>.</p>
<p>4.<strong> Nabi Ibrahim</strong> mendirikan Baitullah (Ka’bah) di Bakkah (Makkah), sementara <strong>Brahma</strong> membangun rumah Tuhan, agar Tuhan di ingat di sana (Muhammad in Parsi, Hindoo and Buddhist, tulisan A.H. Vidyarthi dan U. Ali).</p>
<p>Bahkan secara rinci, kitab Veda menceritakan tentang bangunan tersebut :</p>
<p>Tempat kediaman malaikat ini, mempunyai <strong>delapan putaran</strong> dan <strong>sembilan pintu</strong>… (Atharva Veda 10:2:31)</p>
<p>Kitab Veda memberi gambaran sebenarnya tentang Ka’bah yang didirikan Nabi Ibrahim.</p>
<p>Makna<strong> delapan putaran</strong> adalah delapan garis alami yang mengitari wilayah Bakkah, diantara perbukitan, yaitu Jabl Khalij, Jabl Kaikan, Jabl Hindi, Jabl Lala, Jabl Kada, Jabl Hadida, Jabl Abi Qabes dan Jabl Umar.</p>
<p>Sementara <strong>sembilan pintu</strong> terdiri dari : Bab Ibrahim, Bab al Vida, Bab al Safa, Bab Ali, Bab Abbas, Bab al Nabi, Bab al Salam, Bab al Ziarat dan Bab al Haram.</p>
<h2><strong>Monotheisme Ibrahim</strong></h2>
<p>Peninggalan <strong>Nabi Ibrahim</strong>, sebagai Rasul pembawa ajaran <strong>Monotheisme</strong>, jejaknya masih dapat terlihat pada keyakinan suku Jawa, yang merupakan suku terbesar dari Bani Jawi.</p>
<p><strong>Suku Jawa</strong> sudah sejak dahulu, mereka menganut <strong>monotheisme</strong>, seperti keyakinan adanya<em> Sang Hyang Widhi</em> atau <em>Sangkan Paraning Dumadi.</em></p>
<p>Selain suku Jawa, pemahaman <strong>monotheisme</strong> juga terdapat di dalam masyarakat <strong>Sunda Kuno</strong>. Hal ini bisa kita jumpai pada Keyakinan <strong>Sunda Wiwitan</strong>. Mereka meyakini adanya ‘<em>Allah Yang Maha Kuasa</em>‘, yang dilambangkan dengan ucapan bahasa ‘<em>Nu Ngersakeun</em>‘ atau disebut juga ‘<em>Sang Hyang Keresa</em>‘.</p>
<p>Dengan demikian, adalah sangat wajar jika kemudian mayoritas <strong>Bani Jawi </strong>(khususnya masyarakat Jawa) menerima <strong>Islam</strong> sebagai keyakinannya. Karena pada <em>hakekatnya</em>, <strong>Islam</strong> adalah penyempurna dari ajaran <strong>Monotheisme (Tauhid)</strong> yang di bawa oleh <strong>leluhurnya Nabi Ibrahim</strong>.</p>
<p>[ Ki Jlitheng Maduningrat ]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wawankardiyanto.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wawankardiyanto.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wawankardiyanto.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wawankardiyanto.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wawankardiyanto.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wawankardiyanto.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wawankardiyanto.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wawankardiyanto.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wawankardiyanto.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wawankardiyanto.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wawankardiyanto.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wawankardiyanto.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wawankardiyanto.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wawankardiyanto.wordpress.com/340/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wawankardiyanto.wordpress.com&amp;blog=2161200&amp;post=340&amp;subd=wawankardiyanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2010/10/26/misteri-leluhur-orang-jawa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a481e2f560b8cfabef1498a8e5ea71b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wawankardiyanto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wihans.com/images/wayang-brahma.gif" medium="image">
			<media:title type="html">wayang brahma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bumi Diyakini Akan Dilahap Bintang Kanibal</title>
		<link>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2010/10/12/bumi-diyakini-akan-dilahap-bintang-kanibal/</link>
		<comments>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2010/10/12/bumi-diyakini-akan-dilahap-bintang-kanibal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Oct 2010 00:40:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawankardiyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[import opini]]></category>
		<category><![CDATA[bintang]]></category>
		<category><![CDATA[bumi]]></category>
		<category><![CDATA[dasyat]]></category>
		<category><![CDATA[dimakan]]></category>
		<category><![CDATA[hebat]]></category>
		<category><![CDATA[kiamat]]></category>
		<category><![CDATA[unik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wawankardiyanto.wordpress.com/?p=338</guid>
		<description><![CDATA[Bumi Diyakini Akan Dilahap Bintang Kanibal Posted by: rendyanggara on: 24 September 2010 In: Astronomi Comment! Observatorium Chandra X-ray milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menemukan bintang ‘kanibal’ yang doyan melahap tetangganya. Bintang raksasa merah berusia miliaran tahun ini dinamai BP &#8230; <a href="http://wawankardiyanto.wordpress.com/2010/10/12/bumi-diyakini-akan-dilahap-bintang-kanibal/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wawankardiyanto.wordpress.com&amp;blog=2161200&amp;post=338&amp;subd=wawankardiyanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<h1>Bumi Diyakini Akan Dilahap Bintang Kanibal</h1>
<p>Posted by: rendyanggara on: 24 September 2010</p>
</div>
<div>
<ul>
<li>In: <a title="Lihat seluruh tulisan dalam Astronomi" rel="category tag" href="http://id.wordpress.com/tag/astronomi/">Astronomi</a></li>
<li><a title="Tautan Tetap ke Bumi Diyakini Akan Dilahap Bintang Kanibal" rel="bookmark" href="http://rendyanggara.wordpress.com/2010/09/24/bumi-diyakini-akan-dilahap-bintang-kanibal/#respond">Comment!</a></li>
</ul>
</div>
<p>Observatorium Chandra X-ray milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menemukan bintang ‘kanibal’ yang doyan melahap tetangganya. Bintang raksasa merah berusia miliaran tahun ini dinamai BP Piscium (BP Psc). Ia diperkirakan menelan bintang yang lebih muda, yang masih bisa dilihat dari sisa-sisanya.</p>
<p><a href="http://rendyanggara.files.wordpress.com/2010/09/96218_bp-piscium-bintang-kanibal-yang-ditangkap-observatorium-chandra_300_225.jpg"><img title="96218_bp-piscium--bintang-kanibal--yang-ditangkap-observatorium-chandra_300_225" src="http://rendyanggara.files.wordpress.com/2010/09/96218_bp-piscium-bintang-kanibal-yang-ditangkap-observatorium-chandra_300_225.jpg?w=480&#038;h=360&#038;h=360" alt="" width="480" height="360" /></a><br />
BP Piscium ini  merupakan versi evolutif dari Matahari yang terletak sekitar 1.000 tahun cahaya dari Bumi. Bintang itu terletak di konstelasi Pisces. Para ilmuwan mulai mempelajari BP Piscium 15 tahun yang lalu dan dibingungkan oleh penampakannya yang tak biasa.</p>
<p>Orbit bintang ini berupa piringan atau disk materi berdebu yang biasanya menjadi bukti dari mulai terbentuknya planet di sekitar bintang-bintang baru.</p>
<p>Sementara bintang muda biasanya lahir di dalam klaster bintang, posisi BP Piscium terisolasi. Ini yang membuat para astronom yakin, bintang raksasa merah itu berada di tahap akhir evolusi. Para ilmuwan menyimpulkan, disk materi debu itu terbentuk dari sisa-sisa bintang muda yang baru saja dilahap dan dicernanya.</p>
<p>Profesor Joel Kastner dari Rochester Institute of Technology, New York mengatakan para peneliti telah menemukan kasus ‘kanibalisme bintang’ yang langka. Ilmuwan yakin, BP Piscium memangsa tetangganya hanya beberapa saat setelah berkembang menjadi ‘raksasa merah’–fase akhir dari evolusi sebuah bintang.</p>
<p>“Kerja kami penuh spekulasi,  mengamati bintang, tepat pada titik di mana ia telah menelan bintang yang lain; dan karenanya ia  membentuk disk atau piringan debu,” kata Kastner seperti dimuat <em>Telegraph</em>, Kamis, 16 September 2010. “Beberapa materi bintang ‘korban’ meluncur masuk ke dalam BP Piscium. Yang lain, dilontarkan keluar dengan kecepatan tinggi. Itu yang kami saksikan.”</p>
<p>Para ilmuwan bahkan meyakini Bumi suatu saat nanti bisa bernasib sama dengan bintang-bintang malang yang dilahap BP Piscium. Mengapa?</p>
<p>Ingat, Bumi berada di satu sistem tata surya, di mana Matahari menjadi pusatnya.  “BP Piscium menunjukkan kepada kita bahwa bintang seperti halnya Matahari bisa hidup tenang selama miliaran tahun. Namun, ketika ia berevolusi ke tahap akhir, Matahari bisa saja menelan bintang atau satu dua planet di sekelilingnya,” kata David Rodriguez dari University of California, Los Angeles.<strong> </strong>(NASA)</p>
<p>sumber: http://rendyanggara.wordpress.com/2010/09/24/bumi-diyakini-akan-dilahap-bintang-kanibal/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wawankardiyanto.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wawankardiyanto.wordpress.com/338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wawankardiyanto.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wawankardiyanto.wordpress.com/338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wawankardiyanto.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wawankardiyanto.wordpress.com/338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wawankardiyanto.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wawankardiyanto.wordpress.com/338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wawankardiyanto.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wawankardiyanto.wordpress.com/338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wawankardiyanto.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wawankardiyanto.wordpress.com/338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wawankardiyanto.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wawankardiyanto.wordpress.com/338/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wawankardiyanto.wordpress.com&amp;blog=2161200&amp;post=338&amp;subd=wawankardiyanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2010/10/12/bumi-diyakini-akan-dilahap-bintang-kanibal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a481e2f560b8cfabef1498a8e5ea71b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wawankardiyanto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rendyanggara.files.wordpress.com/2010/09/96218_bp-piscium-bintang-kanibal-yang-ditangkap-observatorium-chandra_300_225.jpg?w=480&#38;h=360" medium="image">
			<media:title type="html">96218_bp-piscium--bintang-kanibal--yang-ditangkap-observatorium-chandra_300_225</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;CAHAYA DI ATAS SEGALA CAHAYA&#8221;</title>
		<link>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2010/08/20/cahaya-dari-segala-cahaya/</link>
		<comments>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2010/08/20/cahaya-dari-segala-cahaya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Aug 2010 00:36:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawankardiyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[import opini]]></category>
		<category><![CDATA[Allah]]></category>
		<category><![CDATA[cahaya]]></category>
		<category><![CDATA[cahaya segala cahaya]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Misykat]]></category>
		<category><![CDATA[Rahmat]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wawankardiyanto.wordpress.com/?p=334</guid>
		<description><![CDATA[Struktur Insan Dalam Al-Qur’an dan Hadits : Misykat Cahaya-cahaya Posted by Herry @ 01:16 &#124; in Artikel, Jurnal, Kolom e-mail this article &#124; + to del.icio.us &#124; TrackBack &#124; Share on Facebook Oleh Zamzam A. Jamaluddin, Yayasan Paramartha. WAJAH Allah &#8230; <a href="http://wawankardiyanto.wordpress.com/2010/08/20/cahaya-dari-segala-cahaya/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wawankardiyanto.wordpress.com&amp;blog=2161200&amp;post=334&amp;subd=wawankardiyanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 id="post-123"><a title="Permanent Link: Struktur Insan Dalam Al-Qur’an dan Hadits : Misykat Cahaya-cahaya" href="http://suluk.blogsome.com/2006/10/19/struktur-insan-dalam-al-quran-dan-hadits-misykat-cahaya-cahaya-2/" rel="bookmark">Struktur Insan Dalam Al-Qur’an dan Hadits : Misykat Cahaya-cahaya</a></h3>
<div>Posted by Herry @ 01:16 | in <a title="View all posts in Artikel" href="http://suluk.blogsome.com/category/artikel/" rel="category tag">Artikel</a>, <a title="View all posts in Jurnal" href="http://suluk.blogsome.com/category/jurnal/" rel="category tag">Jurnal</a>, <a title="View all posts in Kolom" href="http://suluk.blogsome.com/category/kolom/" rel="category tag">Kolom</a><br />
<a href="http://www.feedburner.com/fb/a/emailFlare?itemTitle=Struktur%20Insan%20Dalam%20Al-Qur%E2%80%99an%20dan%20Hadits%20:%20Misykat%20Cahaya-cahaya&amp;uri=http://suluk.blogsome.com/2006/10/19/struktur-insan-dalam-al-quran-dan-hadits-misykat-cahaya-cahaya-2/"> e-mail this article</a> | <a href="http://del.icio.us/post?v=4&amp;partner=fb&amp;url=http://suluk.blogsome.com/2006/10/19/struktur-insan-dalam-al-quran-dan-hadits-misykat-cahaya-cahaya-2/&amp;title=Struktur%20Insan%20Dalam%20Al-Qur%E2%80%99an%20dan%20Hadits%20:%20Misykat%20Cahaya-cahaya">+ to del.icio.us</a> | <a href="http://suluk.blogsome.com/2006/10/19/struktur-insan-dalam-al-quran-dan-hadits-misykat-cahaya-cahaya-2/trackback/"> TrackBack</a> | <a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://suluk.blogsome.com/2006/10/19/struktur-insan-dalam-al-quran-dan-hadits-misykat-cahaya-cahaya-2/">Share on <strong>Facebook</strong> <img src="http://suluk.blogsome.com/images/facebook_share_icon.gif" alt="" border="0" /></a></div>
<div>
<p>Oleh <strong>Zamzam A. Jamaluddin</strong>, Yayasan Paramartha.</p>
<p><img src="http://suluk.blogsome.com/images/oillamp.jpg" alt="oil lamp" /></p>
<p>WAJAH Allah Azza Wa Jalla adalah aspek <em>dzahir</em> dari Dia, yang dari sisi wajah-Nya ini memancar cahaya keindahan-Nya. Sebagaimana makna cahaya adalah sesuatu yang membuat <em>dzahir</em>nya segala sesuatu dengannya, maka <em>An-Nuur</em> secara mutlak merupakan <em>isim</em> (nama) dari asma-asma Allah Ta’ala yang mengibaratkan sesuatu yang sangat <em>dzahir</em> serta <em>dzahir</em>-nya segala sesuatu disebabkan keberadaannya. Wajah Allah merupakan hijab rahmat bagi semesta alam yang tanpa itu 18.000 alam akan musnah ditelan Wujud-Nya.</p>
<blockquote><p><em>“Sesungguhnya Allah menciptakan makhluk dalam kegelapan, kemudian dia limpahkan atas mereka secercah cahaya-Nya.”</em> (Hadits Nabi)</p></blockquote>
<p>Semesta alam-alam yang Dia ciptakan dalam kegelapan, tanpa cahaya <em>Ar-Rahmaan</em> tak akan mampu menyadari keberadaan penciptanya, bahkan dirinya sendiri. Tiupan rahmat dan pemeliharaan-Nya kemudian yang memekarkan setiap titik ciptaan dari status awalnya yang tanpa nama sehingga terpakaikan kepadanya pakaian wujud. Setiap wujud yang ditampakan oleh cahaya-Nya merupakan pernyataan dari himpunan asma-asma Allah, bahkan asma-asma Allah itu sendiri yang tetap tegak oleh tajali ilahiyyah yang terus menerus.</p>
<p>Diantara himpunan asma-asma Nya yang tak terhitung terdapat asma teragung-Nya, <em>Ismul Adzham,</em> merupakan cahaya Allah paling terang diantara limpahan cahaya-cahaya yang menunjuk kepada-Nya. Cahaya Allah teragung ini merupakan cahaya sumber tempat cahaya-cahaya mengambil cahayanya.</p>
<p><img src="http://suluk.blogsome.com/images/024_035.gif" alt="25 : 35" /></p>
<blockquote><p><em>“Allah cahaya petala langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya bagaikan sebuah misykat yang didalamnya terdapat pelita terang. Pelita tersebut didalam kaca, kaca itu seakan-akan</em> kaukab <em>yang berkilau dinyalakan (minyak) dari pohon yang banyak berkahnya; pohon zaitun yang tumbuh tidak disebelah timur dan tidak pula disebelah barat, yang minyaknya saja hampir-hampir menerangi walau tanpa disentuh api. Cahaya diatas cahaya. Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa-siapa yang Dia kehendaki dan Allah membuat perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”</em> (Q.S. An Nuur:35)</p>
<p><span id="more-334"></span>Dengan mempergunakan cahaya-Nya, <em>Rabbul ‘Alamin</em> men<em>dzahir</em>kan tujuh petala langit dan bumi. Tanpa cahaya-Nya seluruh ciptaan akan berada dalam kegelapan. Kehadiran cahaya Allah merupakan syarat utama atau sebab awal bagi tegaknya <em>kaun </em>(semesta) langit dan bumi.</p></blockquote>
<p>Apa yang Allah Ta’ala ungkapkan dalam An-Nuur : 35 adalah tentang insan Ilahi, tentang manusia yang menyandang gelar cahaya Allah yang tanpa kehadiran cahaya Allah ini di alam <em>syahadah</em> maka seluruh jagat raya lenyap; insan cahaya ini merupakan segel yang menjaga petala langit dan bumi dari keruntuhannya, juga yang menyematkan kepada-Nya asma <em>Al Hafidzh</em> (Sang Penjaga).</p>
<p><em>“Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa-siapa yang Dia kehendaki”,</em> bagian ayat Allah ini menunjukan bahwa tidak semua manusia, bahkan sebagian besar manusia, tidak berperan sebagaimana yang semestinya, sebagai cahaya Allah.</p>
<p>Cahaya Allah atau insan Ilahi ini diibaratkan dengan <em>misykat</em>, <em>fash</em>, atau ceruk, lubang tak tembus yang didalamnya tedapat pelita terang. <em>Misykat</em> melambangkan kegelapan jasad insan, merupakan tempat bertemunya dua lautan, lautan yang mengalir dari mata air <em>ubudiyyah</em> hamba dan lautan yang bersumber dari ketinggian <em>Uluhiyyah</em>-Nya. Aspek <em>ubudiyyah</em> insan keluar dari sisi jasad dan jiwa insan <em>(nafs)</em>, sedangkan apa yang datang dari aspek <em>Uluhiyyah</em> adalah <em>Amr</em>-Nya <em>Ruh Al-Quds</em>, yang dilambangkan dengan pelita atau api yang terang nyalanya.</p>
<p>Jasad insan merupakan wujud yang dibangun dari aspek <em>al-ardh</em> (kebumian); sedangkan <em>nafs</em> insan yang karena kejernihan wujudnya bagaikan kaca, dilabel oleh kata <em>as-samaa’i </em>(langit). Jadi <em>as-samaa’i dun-ya</em> dan <em>al-ardh</em> melambangkan pasangan jiwa dan raga insan yang pada jenjang tertentu keduanya telah berperan sebagai cahaya Allah Ta’ala, saksi Allah sejati. Dalam persoalan mengabdi kepada <em>Al-Khaliq</em> (sang pencipta), nafs insan merupakan imam bagi jasad dimana pasangan ini akan bertindak sebagai pelaku utama dalam persoalan pengungkapan khazanah Ilahi.</p>
<blockquote><p>“Aku adalah harta tersembunyi <em>(kanzun makhfiy)</em>, Aku rindu untuk dikenal, karena itu aku ciptakan makhluk agar aku diketahui.” (Hadits Qudsi)</p></blockquote>
<p>Sedangkan tiupan atau nafas <em>ruh</em> (jamak: <em>arwah</em>) ke dalam diri insan merupakan ujung dari nafas panjang <em>Rububiyyah</em>, yang dilambangkan dengan cahaya jernih yang mengisi ruang-ruang petala langit, <em>as-samawaati</em>. Jadi nafs insan merupakan langit pertama, langit terdekat ke sisi jasad, dari tujuh langit malakut yang berlabuh didalam jasad insan.</p>
<p>Jasad atau <em>jism</em> insan merupakan rumah atau wadah bagi <em>nafs</em> insan, dan <em>qalb</em> dari <em>nafs</em> yang telah diterangi cahaya taqwa merupakan rumah bagi <em>Ar-Ruh</em> yang datang dari sisi-Nya.</p>
<p>Kehadiran Ruh Al-Quds ke dalam nafs insan dan menetapnya Ar-Ruh ini di dalam qalb merupakan satu persoalan yang mengakibatkan manusia tersebut digelari Rumah Cahaya Allah, <em>baitullah, </em>atau<em> ahlul bait.</em></p>
<blockquote><p>“Tidak memuat-Ku bagi-Ku petala langit dan bumi-Ku, yang memuat-Ku hanyalah <em>qalb</em> hamba-hamba-Ku yang mu’min.” (Hadits Qudsi)</p></blockquote>
<p><em>Zujajah </em>atau bola kaca yang jernih melambangkan kejernihan <em>qalb</em> di dalam <em>nafs</em> yang kudus. Terangnya <em>qalb</em> merupakan syarat utama agar api Ruh menetap di <em>qalb</em>, merupakan cahaya yang memancar dari dalam nafs yang diberkati Allah Ta’ala; tidak ada tempat bagi cahaya kecuali cahaya. <em>Zujajah</em> yang terang ini bagaikan sebuah bola langit malam yang gemerlap oleh taburan benda-benda langit, bagaikan sebuah mutiara yang berkilau diterpa cahaya yang meneranginya.</p>
<p><em>Kaukab</em> adalah benda langit yang menyala tetap dan hanya bercahaya jika ada cahaya yang menerpanya, sehingga bola langit yang dibangun oleh taburan <em>kawaakib</em> (jamak dari <em>kaukab</em>) yang bersinar cemerlang menghiasai ruang langit pertama, mengibaratkan <em>qalb</em> yang bersinar menerangi <em>nafs</em> mukmin.</p>
<p>Bersinarnya <em>kaukab</em> kalbu ini karena adanya minyak yang menyalakannya, minyak yang bercahaya walau tanpa disentuh api, minyak yang keluar dari pohon yang banyak berkahnya. Pohon yang tidak tumbuh disebelah barat, tidak pula disebelah timur; tidak tumbuh di barat, di tempat tenggelamnya matahari <em>Al-Haqq</em>, tidak pula di timur, di tempat terbitnya matahari <em>Al-Haqq</em>; di baratnya ada jasad insan dan di timurnya ada Ruh Allah . Pohon ini tumbuh tidak diufuk diri, tetapi tumbuh ditengah-tengah antara aspek jasad dan aspek ruh, yaitu di <em>nafs</em> insan.</p>
<p>Allah Ta’ala menanam benih pohon ini pada suatu lahan dipermukaan bumi diri yang telah dirahmati dengan kesucian iman dan kesuburan, pada batas persentuhan antara urusan bumi jasad dan langit jiwa. Dengan memohon <em>taufiq</em> dan rahmat-Nya, benih ini merupakan suatu persoalan yang harus ditumbuhkan di dalam diri setiap insan utama. Pohon ini ditumbuhkan dengan <em>iman</em>, <em>amal shalih</em> dan <em>akhlaq mulia</em> yang membuat ridha dan senang Sang Penanamnya, sehingga Dia memberkati pohon yang sedang tumbuh ini dengan perawatan dan perlindungan yang baik agar tumbuh kuat dan berbuah banyak.</p>
<p>Allah Ta’ala menamai pohon yang menjadi pemberi nyala <em>kaukab qalb</em> ini, yang tumbuh menjulang dari bumi diri dan cabang-cabangnya merentang dan berbuah di langit jiwa, sebagai <em>al-kalimah</em>, kalimah Allah, atau kalimah yang datang dari sisi-Nya.</p>
<p><img src="http://suluk.blogsome.com/images/014_024.gif" alt="14 : 24" /></p>
<p><img src="http://suluk.blogsome.com/images/014_025.gif" alt="14 : 25" /></p>
<blockquote><p><em>“Tidakkah kamu melihat bagaimana Allah telah membuat perumpamaan bagi kalimah yang baik adalah bagaikan sebuah pohon yang baik, akarnya kokoh dan cabang-cabangnya (merentang) di langit. Pohon itu berbuah pada setiap musim dengan seizin Rabb-Nya. Dan Allah membuat perumpamaan bagi manusia agar mereka selalu ingat.”</em>(Q.S. Ibrahim : 24-25)</p></blockquote>
<p>Akar pohon ini melambangkan aspek-aspek keimanan yang diteguhkan oleh <em>Nur Iman</em>, akarnya kokoh menghujam bumi diri dan bumi jagat secara <em>mutasyabih</em>. Batang pohon melambangkan ketaqwaan yang tumbuh diatas landasan akar keimanan yang kokoh; seperti yang Rasulullah SAW ungkapkan bahwa buah-buah keihsanan yang dihasilkan dari pohon taqwa ini, dari kalimah <em>at-taqwa</em>, adalah <em>al-hasanah</em>. Sari yang dihasilkan <em>al-hasanah</em> berupa minyak yang berkilau terang menampakkan wajah pengetahuan tersembunyi, pengetahuan tentang <em>haqiqah</em> kehidupan, pengetahuan tentang rahasia <em>Al-Haqq</em>.</p>
<blockquote><p>“Iman itu telanjang, pakaiannya taqwa, buahnya ilmu dan hiasannya malu.” (Al-Hadits)</p></blockquote>
<p><img src="http://suluk.blogsome.com/images/002_282_akhir.gif" alt="2 : 282" /></p>
<blockquote><p><em>“Bertaqwalah kepada Allah, maka Allah akan mengajarimu. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”</em> (Q.S. Al-Baqarah : 282)</p></blockquote>
<p>Tidak ada yang datang kepada cahaya kecuali cahaya, maka <em>kaukab qalb</em> yang ternyalakan indah oleh minyak zaitun merupakan <em>arsy</em> (singgasana) bagi api <em>Al-Aziz,</em> utusan-Nya; <em>Arsy</em> Allah ini berdiri diatas <em>kursiy</em>-Nya berupa kekuasaan atas dua kerajaan, yaitu kerajaan petala langit <em>nafsiyyah</em> dan bumi <em>jism</em>, <em>malakut</em> dan <em>mulk.</em> Ranting-ranting kaya minyak yang menghijau khidr diketinggian langit jiwa merupakan gambaran suburnya ketaqwaan, sebagai buah dari pengabdian dan penyerahan diri yang dalam kepada <em>Al-Malikul Qudduus,</em> akan segera terkuduskan oleh medan cahaya api suci-Nya yang penuh berkah, api <em>Ruh Al-Quds.</em></p>
<p><img src="http://suluk.blogsome.com/images/036_080.gif" alt="35 : 80" /></p>
<blockquote><p><em>“Yang menjadikan bagimu api dari pohon yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan dari pohon itu (api).”</em> (Q.S. Yaasiin : 80)</p></blockquote>
<p><img src="http://suluk.blogsome.com/images/027_008.gif" alt="27 : 8" /></p>
<blockquote><p><em>“Bahwa ketika dia tiba di api itu, diserulah dia, ‘Diberkati orang-orang yang berada di dalam api dan orang-orang yang berada disekitarnya. Dan </em><em>Subhanallah, Rabbul ‘Alamin</em>.’”(Q.S. An-Naml : 8 )</p></blockquote>
<p><em>Qalb</em> yang suci bagaikan bola lampu kristal yang jernih dan tampak titik apinya, tempat bertemunya minyak dan api, dari luarnya diterangi oleh cahaya iman sedangkan di dalamnya diterangi cahaya ruh suci; sehingga terberkatilah dua rumah: rumah jiwa dan rumah jasad oleh cahaya-cahaya tersebut.</p>
<p>Lampu jiwa ini merupakan cahaya pemandu dan sumber kekuatan <em>(sulthan)</em> bagi <em>nafs</em> sebagai hakikat sejati insan, fokus utama pendidikan Ilahi tujuan alam semesta dihamparkan, agar <em>mi’raj</em> menembus tujuh lapis langit ruhani, untuk <em>ma’rifatullah.</em> Maka yang disebut insan Ilahi, cahaya Allah, adalah insan yang api jiwanya telah dinyalakan Allah Ta’ala, telah diperkuat oleh cahaya ilmu dan cahaya <em>ma’rifat.</em> Insan seperti ini memiliki struktur seperti yang digambarkan didalam surat An-Nuur ayat 35, cahaya diatas cahaya, <em>nuurun alan-nuur.</em></p>
<p><img src="http://suluk.blogsome.com/images/misykat_struktur_insan.jpg" alt="misykat struktur insan" /><em>Misykat, zujajah</em> dan pohon zaitun adalah persoalan yang datang dari aspek <em>ubudiyyah,</em> merupakan pasangan bagi api <em>al-misbah</em> yaitu urusan yang datang dari aspek <em>Uluhiyyah</em>-Nya; persoalan yang diidentifikasi oleh hakikat pasangan perempuan dan laki-laki.</p>
<p>Lubang pada <em>misykat</em> yang mengarah kesatu arah, adalah pintu-pintu indra di jasad insan yang terbuka ke alam <em>syahadah.</em> Jika <em>kaukab qalb</em> menyala maka indera-indera jasad akan memperoleh kekuatan tambahan, kekuatan ruhaniah, sehingga cahaya yang terbit pada pintu-pintu indera tidak hanya menampakkan alam <em>syahadah</em> tetapi juga alam <em>malakut</em> yang menyertainya, yaitu hakikat <em>kaun,</em> hakikat ayat-ayat Allah yaitu <em>wajah Al-Haqq.</em></p>
<p>Apa yang menyala di lubang-lubang misykat jasad adalah cahaya yang memperoleh saluran yang berbeda-beda ke alam syahadah, cahaya itu yang melihat, cahaya itu yang mendengar, cahaya itu yang merasa.</p>
<p><img src="http://suluk.blogsome.com/images/zaytun.jpg" alt="Pohon Zaytun" />Terdapat kesimetrian persoalan pada apa-apa yang diliputi oleh misykat jasad dengan apa-apa yang diliputi oleh misykat jagat. Didalam misykat jasad insan berlabuh tujuh langit malakut sedangkan diatas jasad insan membentang tujuh langit kaun yang tegak berdiri tanpa tiang.</p>
<p>Batas terluar dari langit-langit jagat raya adalah misykat jagat. Setiap lapisan langit jagat tetap tegak terpelihara selama segel-segel yang bersesuaian hadir di alam semesta: seorang dengan <em>maqam</em> langit ke empat adalah segel bagi urusan-urusan di langit empat jagat. Sedangkan misykat jagat adalah kegelapan <em>kaun,</em> merupakan wadah jagat raya, batas luar dari satu urusan <em>Rububiyyah</em>-Nya.</p>
<p>Ruh yang memberi kehidupan pada jagat raya adalah cahaya yang menampakkan jagat raya, sehingga bertasbih mengikuti kehendak-Nya, adalah <em>Nur Muhammadiyyah</em> yang memancar dari <em>qalb</em> alam semesta. Jantungnya kehidupan semesta adalah Muhammad <em>Shalallahu Alaihi Wassalam</em> yang tanpanya alam semesta tempat para Nabi dan <em>Rabbani,</em> sebagai <em>kaukab-kaukab</em> cahaya yang mengelilinginya, mengambil cahaya dan kekuatan ruhaninya. Maka seorang dengan <em>maqam</em> langit tujuh ini merupakan sebab awal sehingga tujuh petala langit jagat dipelihara oleh <em>Rabb</em> alam semesta.</p>
<p>Dibentuknya <em>misykat</em> jagat dan <em>misykat</em> diri tak lain agar dian (lentera) jagat dan dian-dian insan dinyalakan sehingga cahaya-cahaya keluar dari setiap lubang misykat menyala ke satu arah yaitu Wajah-Nya, menyala untuk kepentingan-Nya, dan kebahagiaan insan sejati terletak pada terhubungnya cahaya dengan cahaya-cahaya Kemuliaan-Nya.</p>
<p>Dari setiap langit kaun dikeluarkan masing-masing 1000 alam beserta urusan-urusan dan ahli-ahlinya yang ditata didalamnya; dari setiap langit jiwa keluar 1000 peringkat kejiwaan, urusan-urusan dan ahli-ahlinya, dan dari setiap unsur kebumian (tanah, air, api, udara) juga keluar 1000 alam beserta urusan-urusan dan ahli-ahlinya sehingga alam semesta dalam satu urusan <em>Rububiyyah</em> berjumlah 18.000 alam.</p>
<p><img src="http://suluk.blogsome.com/images/fraktal_langit_jasad.jpg" alt="fraktal langit jasad" />Perpaduan jasad dan <em>nafs</em> kudus insan ibaratnya perpaduan antara rasa dan kaca yang jernih, membentuk sebuah cermin yang sempurna, suatu kesempurnaan perwujudan insan yang tidak dimiliki baik oleh wujud hewan yang kusam maupun wujud malaikat yang jernih.</p>
<p>Cermin yang memantulkan wajah <em>Al-Haqq</em> secara sempurna adalah cermin <em>insan kamil</em> (manusia yang sempurna), cermin yang <em>rasah</em> (lapisan dasar kaca cermin yang memantulkan bayangan) jasad maupun kaca jiwanya telah digosok dan dikilapkan oleh syariat Allah, insan yang telah ditata dirinya dengan syari’at <em>dzahir</em> dan syari’at <em>bathin</em>.</p>
<p><em>Tazkiyatun nafs</em> (penyucian jiwa) membuka jalan bagi <em>tajalli Ilahiyyah</em> dimana Keindahan dan Kekuasaan-Nya akan membayang di cermin diri. Harta terpendam-Nya berupa pengetahuan <em>Al-Haqq</em> dan cahaya <em>ma’rifah</em> yang berlabuh di <em>qalb</em> jiwa yang taqwa, merembes ke jasad insan dan keluar dari lubang-lubang <em>misykat,</em> bagaikan curahan air yang keluar dari sejumlah mata air pengetahuan.</p>
<p><em>Kaun</em>, alam semesta, selain sebagai cermin bagi insan kamil untuk melihat kekhususan dan keistimewaan dirinya ditengah-tengah kaun, juga sebagai buku pengetahuan yang harus diuraikan; dan <em>Insan Kamil</em> (manusia yang sempurna) selain berperan sebagai cermin sempurna bagi Dia untuk melihat Kesempurnaan-Nya, juga bagi-Nya sebagai <em>hadrah</em> (hadirat) tempat menguraikan dan mengeluarkan khazanah-khazanah terpendam-Nya agar menjadi rahmat bagi semua alam. <em>Kaun</em> adalah ayat-ayat yang membayang di dalamnya pengetahuan <em>Ilahiyyah</em> secara <em>mutasyabihan,</em> merupakan suatu beda potensial yang memancing air pengetahuan keluar dari sumber-sumbernya.</p>
<p>Manusia Ilahi dipercaya sebagai wakil Allah di alam semesta, selain sebagai segel alam semesta juga sebagai pintu bagi alam semesta untuk melihat Sang Pencipta, mengenal-Nya; kehadiran Keindahan dan Kekuasaan Ilahi yang membayang dalam diri insan Ilahi merupakan jembatan rahmat (penolong) bagi alam semesta untuk berjalan mengenal-Nya, <em>insan Ilahi</em> adalah tangan Kepemurahan-Nya <em>(surratur-Rahmaan)</em> yang membawa seluruh alam semesta menjadi peningkat derajatnya. Inilah amanah yang diembankan kepada insan Ilahi yang dipercaya sebagai ruh dan cahaya kehidupan bagi seluruh alam semesta, semuanya adalah cermin yang saling berhadap-hadapan, seimbang tanpa cacat.</p>
<p><img src="http://suluk.blogsome.com/images/033_072.gif" alt="33 : 72" /></p>
<blockquote><p><em>“Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanah kepada petala langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikulnya dan mereka takut akan (amanah) ini, dan dipikullah amanah itu oleh manusia. Sedang keadaan manusia itu amat zalim dan amat bodoh”</em>(Q.S. Al-Ahzab: 72)</p></blockquote>
<p>Misykat jasad yang di dalamnya dinyalakan cahaya-cahaya <em>qudrah</em>-Nya adalah mereka yang telah menjadi <em>baytullah,</em> tempat yang terpercaya untuk dikumandangkan pengetahuan-pengetahuan tertinggi dan asma-asma -Nya.</p>
<p><img src="http://suluk.blogsome.com/images/024_036.gif" alt="24 : 36" /><br />
<img src="http://suluk.blogsome.com/images/024_037.gif" alt="24 : 37" /></p>
<blockquote><p><em>“Di rumah-rumah yang diizinkan Allah untuk ditinggikan dan disebut didalamnya asma-Nya, bertasbih kepada-Nya didalamnya diwaktu pagi dan petang. Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan jual beli dari mengingat Allah dan mendirikan shalat dan membayar zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang qalb dan penglihatan mereka menjadi guncang.”</em> (Q.S. An-Nuur : 36-37)</p></blockquote>
<p>Manusia yang tidak menyala <em>qalb-nya</em> oleh Nur Iman, tidak akan bisa menyalakan <em>zujajah</em> kalbunya sehingga tidak pernah tersedia di dalamnya singgasana cahaya bagi api-Nya, tidak akan pernah menjadi khalifah walau bagi dirinya sendiri. Maka insan seperti ini bagaikan rumah dengan lorong-lorong yang gelap gulita karena kusam tubuhnya dan padam lampunya, tidak diisi melainkan oleh tipuan ilusi, hawa nafsunya dan jejak syaithan; tidak ada seorang pun yang mampu menghidupkan rumah seperti ini kecuali Allah Azza wa Jalla, tempat tumpuan harapan seluruh alam.</p>
<p><img src="http://suluk.blogsome.com/images/024_040.gif" alt="24 : 40" /></p>
<blockquote><p><em>“Seperti gelap gulita di lautan yang dalam yang diliputi oleh ombak yang di atasnya ombak, di atasnya awan. Gelap gulita yang bertindih-tindih, apabila dia mengeluarkan tangannya hampir-hampir tidak melihatnya. Dan barangsiapa tidak diberi cahaya oleh Allah, tiadalah dia memiliki cahaya sedikitpun.”</em>(Q.S. An-Nuur : 40)</p></blockquote>
<p>[]</p>
<p>P.S: tentang ‘<em>Wajah</em>-Nya’, ada baiknya anda juga membaca <a href="http://suluk.blogsome.com/2006/02/08/memahami-nama-dia-yang-tak-bernama/">artikel ini</a> (redaksi).</p>
<p>—<br />
(Dari <em><strong>Jurnal Ruh Al-Quds</strong></em>; Volume 1 tahun 1; 2001: PICTS)</p>
<p>**Catatan: artikel ini adalah <em>repost,</em> dimuat dari posting 7 Mei 2005, untuk teman-teman pengajian yang kemarin membutuhkan artikel ini</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wawankardiyanto.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wawankardiyanto.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wawankardiyanto.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wawankardiyanto.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wawankardiyanto.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wawankardiyanto.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wawankardiyanto.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wawankardiyanto.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wawankardiyanto.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wawankardiyanto.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wawankardiyanto.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wawankardiyanto.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wawankardiyanto.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wawankardiyanto.wordpress.com/334/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wawankardiyanto.wordpress.com&amp;blog=2161200&amp;post=334&amp;subd=wawankardiyanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2010/08/20/cahaya-dari-segala-cahaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://wawankardiyanto.files.wordpress.com/2010/08/galaksi-sombrero.jpg?w=125" />
		<media:content url="http://wawankardiyanto.files.wordpress.com/2010/08/galaksi-sombrero.jpg?w=125" medium="image">
			<media:title type="html">galaksi-sombrero</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a481e2f560b8cfabef1498a8e5ea71b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wawankardiyanto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://suluk.blogsome.com/images/facebook_share_icon.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://suluk.blogsome.com/images/oillamp.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">oil lamp</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://suluk.blogsome.com/images/024_035.gif" medium="image">
			<media:title type="html">25 : 35</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://suluk.blogsome.com/images/014_024.gif" medium="image">
			<media:title type="html">14 : 24</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://suluk.blogsome.com/images/014_025.gif" medium="image">
			<media:title type="html">14 : 25</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://suluk.blogsome.com/images/002_282_akhir.gif" medium="image">
			<media:title type="html">2 : 282</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://suluk.blogsome.com/images/036_080.gif" medium="image">
			<media:title type="html">35 : 80</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://suluk.blogsome.com/images/027_008.gif" medium="image">
			<media:title type="html">27 : 8</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://suluk.blogsome.com/images/misykat_struktur_insan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">misykat struktur insan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://suluk.blogsome.com/images/zaytun.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pohon Zaytun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://suluk.blogsome.com/images/fraktal_langit_jasad.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">fraktal langit jasad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://suluk.blogsome.com/images/033_072.gif" medium="image">
			<media:title type="html">33 : 72</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://suluk.blogsome.com/images/024_036.gif" medium="image">
			<media:title type="html">24 : 36</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://suluk.blogsome.com/images/024_037.gif" medium="image">
			<media:title type="html">24 : 37</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://suluk.blogsome.com/images/024_040.gif" medium="image">
			<media:title type="html">24 : 40</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ISRA&#8217; &#8211; MI’RAJ VS SAINS ABAD INI</title>
		<link>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2010/07/21/isra-mi%e2%80%99raj-vs-sains-abad-ini/</link>
		<comments>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2010/07/21/isra-mi%e2%80%99raj-vs-sains-abad-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2010 00:42:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawankardiyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[import opini]]></category>
		<category><![CDATA[ABU DAUD]]></category>
		<category><![CDATA[AHMAD]]></category>
		<category><![CDATA[AL-BUKHARI]]></category>
		<category><![CDATA[Al-HADITS]]></category>
		<category><![CDATA[Al-QUR'AN]]></category>
		<category><![CDATA[AMERICAN SOCIETY FOR PSYCHICAL RESEARCH]]></category>
		<category><![CDATA[AN-NISAI]]></category>
		<category><![CDATA[AT-TIRMIDZI]]></category>
		<category><![CDATA[ATOMIC ENERGY]]></category>
		<category><![CDATA[BAIT AL-MAQDIS]]></category>
		<category><![CDATA[BERYL E.CLOTFELTER]]></category>
		<category><![CDATA[BRITISH SOCIETY FOR PSYCHICAL RESEARCH]]></category>
		<category><![CDATA[BURAQ]]></category>
		<category><![CDATA[CHALLENGER]]></category>
		<category><![CDATA[ERIC J.DINGWALL]]></category>
		<category><![CDATA[FEIBERG]]></category>
		<category><![CDATA[GUA HIRA]]></category>
		<category><![CDATA[IBNU MAJAH]]></category>
		<category><![CDATA[ISRA' & MI'RAJ]]></category>
		<category><![CDATA[JIBRIL]]></category>
		<category><![CDATA[JOHAN KARL FREDERICH]]></category>
		<category><![CDATA[JULES VERNE]]></category>
		<category><![CDATA[KHALWAT]]></category>
		<category><![CDATA[KOJAN]]></category>
		<category><![CDATA[LEIPZIG]]></category>
		<category><![CDATA[MAKKAH]]></category>
		<category><![CDATA[MASJID AL-AQSHA]]></category>
		<category><![CDATA[MASJID AL-HARAM]]></category>
		<category><![CDATA[MICHAEL BROWN]]></category>
		<category><![CDATA[MUFASSIRIN]]></category>
		<category><![CDATA[MUHADDITSIN]]></category>
		<category><![CDATA[MUHAMMAD SAW]]></category>
		<category><![CDATA[MUSHHAF UTSMAN]]></category>
		<category><![CDATA[MUSHTHALAH AL-HADITS]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[palestina]]></category>
		<category><![CDATA[PLUTO]]></category>
		<category><![CDATA[QAUL]]></category>
		<category><![CDATA[SÉANCE]]></category>
		<category><![CDATA[SEDNA]]></category>
		<category><![CDATA[SIDRAT AL-MUNTAHA]]></category>
		<category><![CDATA[SOLAR SYSTEM]]></category>
		<category><![CDATA[SYEIKH THANTAWI JAUHARI]]></category>
		<category><![CDATA[TAQRIR]]></category>
		<category><![CDATA[THE FLASH]]></category>
		<category><![CDATA[THE HISTORICAL FACTS]]></category>
		<category><![CDATA[THE LIGHT]]></category>
		<category><![CDATA[THE QUEEN OF SHEBA]]></category>
		<category><![CDATA[THE UNIVERSE AND STRUCTURE]]></category>
		<category><![CDATA[UNIVERSITAS AL-AZHAR]]></category>
		<category><![CDATA[ZINDIQ]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wawankardiyanto.wordpress.com/?p=329</guid>
		<description><![CDATA[JS MANROE: TINJAUAN KEKINIAN TENTANG PERISTIWA ISRAK DAN MI’RAJ l Peristiwa Israk dan Mi’raj Nabi Muhammad saw itu pasti benar terjadi di masa beliau masih hidup, karena telah ada diungkapkan di dalam Al-Quran dan Al-Hadits yang merupakan sumber asasi pokok Ajaran &#8230; <a href="http://wawankardiyanto.wordpress.com/2010/07/21/isra-mi%e2%80%99raj-vs-sains-abad-ini/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wawankardiyanto.wordpress.com&amp;blog=2161200&amp;post=329&amp;subd=wawankardiyanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 id="post-6091">JS MANROE: TINJAUAN KEKINIAN TENTANG PERISTIWA ISRAK DAN MI’RAJ</h2>
<p><a href="http://nbasis.wordpress.com/2010/07/11/js-manroe-tinjauan-kekinian-tentang-peristiwa-israk-dan-mi%e2%80%99raj/#comments">l</a></p>
<div>
<div>
<p><a rel="attachment wp-att-6098" href="http://wawankardiyanto.wordpress.com/?attachment_id=6098"><img title="JS MANROE-1" src="http://nbasis.files.wordpress.com/2010/07/js-manroe-1.jpg?w=70&#038;h=84&#038;h=84" alt="" width="70" height="84" /></a>Peristiwa Israk dan Mi’raj Nabi Muhammad saw itu pasti benar terjadi di masa beliau masih hidup, karena telah ada diungkapkan di dalam<em> Al-Quran</em> dan <em>Al-Hadits </em>yang merupakan sumber asasi pokok Ajaran Islam. Tetapi sepanjang prakteknya bahwa kedua pokok sumber ajaran tersebut mengalami perbedaan posisi yang amat tajam sekali, karena tentang mulusnya jalur lintasan keduanya di dalam fakta sejarah mengalami dua kutub yang berlainan.</p>
<p>Posisi yang paling prinsip dari keduanya yang harus disadari oleh umat  Islam, bahwa <em>Al-Quran</em> itu telah selesai dikodifikasi di zaman <em>Khalif </em>Utsman bin Affan, <em>khalif</em> keempat itu, dan para <em>hafizh </em>Al-Quran pun masih banyak pula ditemukan pada saat itu, sehingga akan mustahil di Era Kekinian (Era Kontemporer) sekarang ini bahwa copian dari <em>Mushhaf</em> Utsman tersebut akan mengalami perubahan teks ataupun isinya oleh rekayasa negatif dari kerja tangan manusia yang zalim kepada Allah.</p>
<p><em><strong>Posisi keterangan Al-Hadits di sisi Al-qur’an</strong><br />
</em></p>
<p>Berbeda posisinya dengan <em>Al-Hadits </em>Nabi Muhammad saw, karena masa awal sekali dalam perjalan hadits itu sudah mendapat protes keras dari nabi sendiri untuk mencatatkannya. Malahan ditambah pula dengan situasi dan kondisi kekalutan dunia politik pada saat itu, sehingga menimbulkan nasib yang sangat malang sekali terhadap posisi <em>Al-Hadits </em>tersebut,  karena menurut catatan dari fakta sejarahnya bahwa <em>Al-Hadits</em> itu secara besar-besaran banyak sekali direkayasa tentang pemalsuannya oleh orang-orang yang berkepribadian zindiq tersebut. Lebih kurang dua abad sepeninggal Nabi Muhammad saw barulah <em>Al-Hadits</em> itu dibukukan oleh para  <em>muhadditsin,</em> seperti Al-Bukhari, Muslim, Abu Daud, An-Nisai,  At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad dan lain-lainnya.</p>
<p><span id="more-329"></span></p>
<p>Harus dipahami betul bahwa <em>Al-Hadits</em> yang dibukukan itu adalah hasil penyeleksian dari pihak para perawi yang disebutkan di atas pada era sejauh ± 2 abad itu. Sedangkan pendirian bagi menentukan syarat-syarat keshahihan suatu Al-Hadits tersebut adalah syarat-syarat yang dibikin sendiri oleh para muhadditsin, dan belakangan dibakukan pula sebagai sebuah disiplin ilmu, hingga kini dikenal dengan sebutan ilmu<em> Mushthalah Al-Hadits</em>.</p>
<p>Dari kenyataan sejarah (<em>the historical facts</em>) di atas dapatlah  digambarkan  dengan pernyataan bahwa :<strong> </strong> <em> </em></p>
<ul>
<li><em>Kebenaran yang pasti dari Al-Quran itu adalah terletak pada keseluruhan teksnya saja, sedangkan translit (terjemahan) dan interpretasi (penafsiran) dari Al-Quran itu bersifat relatif (nisbi atau boleh jadi benar dan boleh jadi keliru). Justru metode satu-satunya yang harus dilakukan oleh umat Islam untuk memahami Al-Quran itu harus betul-betul menyadari bahwa “Al-Quran itu adalah informasi dari Allah tentang keberadaan Alam ini, atau keberadaan Alam ini telah diinformasikan oleh Allah di dalam Al-Quran. Justru, siapa pun yang berminat untuk mentranslit dan menginterpretasikan Al-Quran itu secara benar, maka ia harus mentranslit dan menginterpretasikan Al-Quran itu berdasarkan Alam yang sedang diinformasikannya tersebut”. </em></li>
<li><em>Kebenaran yang pasti dari Al-Hadits itu adalah terletak pada Qaul (sabda) yang betul-betul keluar dari mulut Nabi Muhammad atau Fi’il (perbuatan) yang betul-betul dilakukan oleh beliau atau Taqrir (pengukuhan) dari beliau pada masa beliau masih hidup. Adapun hadits-hadits beliau yang ditemukan dan dibukukan pada era sejauh ± 2 abad itu hingga sekarang ini bersifat relatif (nisbi atau boleh jadi benar dan boleh jadi keliru). Justru metode satu-satunya yang harus dilakukan umat Islam untuk memahami Al-Hadits itu harus betul-betul menyadari bahwa “Al-Hadits itu adalah Qaul, Fi’il dan Taqrir Nabi Muhammad yang tidak pernah disaksikannya secara langsung. Dan seluruh hadits-hadits yang telah ditemukan dan diterimanya sekarang ini adalah melalui para Perawi yang sengaja membukukannya berdasarkan hasil penyeleksian nalar mereka. Oleh karena Al-Hadits itu merupa-kan penjelasan terhadap Al-Quran, sedangkan Al-Quran adalah informasi tentang Alam, maka setiap keterangan Al-Hadits itu pun harus sejajar dengan Alam yang sedang diinformasikannya.</em></li>
</ul>
<p>Mari dimisalkan bahwa seorang <em>mufassirin</em> itu ingin mengungkapkan  masalah <em>Israk</em> dan <em>Mi’raj</em> Nabi Muhammad saw yang dikisahkan di dalam  <em>Al-Quran</em> dan <em>Al-Hadits</em>, maka mufassir tersebut harus terlebih dahulu mendudukkan sebuah “Alas Pikiran” bahwa “Nabi Muhammad pernah melakukan suatu perjalanan dari Masjid <em>Al-Haram</em> di Makkah ke Masjid <em>Al-Aqsha </em>di Palestina dengan menempuh jarak perjalanan sejauh ± 750 Mil (perhitungan ini didasarkan kepada ATLAS INDONESIA DAN DUNIA, terbitan LINTAS MEDIA, Jombang, ed. 2003, hlm.34 di bawah judul “BENUA ASIA” dengan Skala 1:6000.000, di mana jarak Makkah dan Jerussalem itu sejauh 2 cm). Lalu dari Masjid <em>Al-Aqsha</em> itu beliau melanjutkan perjalanannya ke angkasa  luar menuju <em>Sidrat Al-Muntaha</em>, suatu tempat yang tidak disebutkan  lokasinya secara terperinci di dalam <em>Al-Quran</em>, tetapi sudah dapat  digambarkan bahwa jauh perjalanan itu mencapai milyaran mil”.</p>
<p>Dimisalkan saja Nabi Muhammad itu melintasi orbit Planet Pluto, jaraknya dari Planet Bumi ini ± 39 A.U., demikian Beryl E.Clotfelter dalam “<em>The Universe and Structure</em>”, ed.1976, P.51 (39 kali jarak Bumi ke Matahari sejauh 93.000.000 mil = 3.627.000.000 mil), atau kemungkinan besar beliau juga sampai melintasi orbit Planet Sedna, yakni planet terakhir di wilayah Solar System kita yang baru ditemukan pada tgl. 14 Nopember 2004 oleh Prof..Michael Brown dkk. yang berjarak dari Planet Bumi sejauh ± 17.000.000.000 Km., yakni dengan meminjam catatan “Buku Kerja Muhammadiyah Tahun 1992, hlm.57, bahwa 1 Mile = 1.6 Km., maka jarak 17.000.000.000 Km itu = ± 10.625.000.000 Mile atau ± 114 A.U. Dan dimisalkan pula Nabi Muhammad itu tanpa beristirahat di Sidrat Al-Muntaha, lalu meluncur kembali turun ke Planet Bumi yang secara pasti tentu akan melintasi orbit Planet Sedna itu, maka dapat digambarkan bahwa perjalanan Nabi Muhammad saw tersebut melebihi jarak 10 milyard mil ke Luar Angkasa.</p>
<p><strong><em>Buraq itu apa?</em></strong></p>
<p>Hampir di setiap uraian yang berhubungan dengan peristiwa <em>Israk </em>dan <em> Mi’raj</em> itu tetap saja ditemukan pendirian bahwa “kenderaan yang dipergunakan nabi dalam menempuh jarak yang sedemikian panjang itu adalah Buraq”, yakni seekor hewan yang kecepatan daya tempuhnya mirip dengan kecepatan kilat, dan disebabkan itulah hewan tersebut dipanggilkan dengan <em>Buraq</em> (sebuah kata yang berakar dari kata<em> Barqun</em>,  yakni Kilat).</p>
<p>Jikalau ini alas pikirannya, nampaknya <em>mufassir </em>itu tidak memahami  kondisi alam yang berhubungan dengan “kilat” (b<em>arqun</em>), karena kilat itu cuma suatu gejala alam yang ditimbulkan dari tubrukan udara di angkasa yang menyebabkan terjadinya benturan berbagai jenis atom, sehingga menimbulkan api. Api itu yang terlihat dari permukaan Bumi diberi nama dengan “Kilat” (<em>Barqun atau The Flash</em>). Atau mungkin yang dimaksudkan  <em>mufassir</em> itu adalah kecepatan “Cahaya” (<em>The Light</em>) yang dimunculkan oleh  “api” tersebut, sehingga kecepatan <em>Buraq</em> itu sama dengan kecepatan “Cahaya”. Jikalau ini pula yang menjadi alas pikirannya, maka berdasarkan rumusan fisika tentu akan berlawanan dengan isi QS. 17:01, bahwa “kenderaan<em> Buraq </em>itu akan menggagalkan perjalanan Nabi selama satu  malam saja dalam peristiwa <em>Israk</em> dan <em>Mi’raj </em>tersebut (<em>alladzi asra bi  ‘abdihi lailan</em> atau Allah yang mengisrakkan Muhammad itu  cuma  satu  malam  saja).  Dan apabila dikaitkan dengan  keterangan  <em>Al-Hadits</em> bahwa nabi itu diberangkatkan pada sepertiga malam terakhir, dan tiba kembali di Bumi masih dalam kondisi malam menjelang shubuh.</p>
<p>Mari dimisalkan nabi Muhammad berangkat <em>Israk</em> dan <em>Mi’raj</em> itu pada jam 02.00 dini hari, dan beliau kembali pulang dan tiba di Bumi pada jam 04.45 menjelang Shubuh, maka perjalanan Nabi itu cuma memakan jarak waktu 2 jam 45 menit (PP). Tetapi jikalau diperpegangi kenyataan jarak antara Planet Bumi dan Planet Sedna di atas, lalu dikomfirmasikan kepada Kecepatan Cahaya yang cuma berkisar 8 menit dari Matahari ke Planet Bumi sejauh 93.000.000 mil itu, maka sudah barang tentu untuk menuju Planet Sedna saja, Cahaya itu akan menempuh perjalanan ± 912 menit (114 A.U. x 8 menit). Seandainya pula Nabi kembali meluncur ke Planet Bumi tanpa beristirahat di Planet Sedna, maka waktu jarak tempuh itu tentu menjadi ± 1824 menit (2 x 912 menit), atau ± 30 jam. Dari jumlah perhitungan waktu ini memperlihatkan suatu kenyataan bahwa Nabi tidak benar tiba di Planet Bumi pada jam 04.45 menjelang Shubuh, tetapi kenyataannya Nabi telah menempuh perjalanan selama 2 setengah hari lamanya. Seandainya Nabi berangkat pukul 02.00 dini hari pada tgl. 27 Rajab sH, yakni dengan menempuh perjalanan selama 30 jam itu, tentu beliau tiba di Masjid Al-Haram pukul 08.00 pagi pada tgl. 29 Rajab sH., yakni ± 2 hari 6 jam. Itupun bila di ukur bahwa kepergian Mi’raj nabi itu ke Planet Sedna. Bagaimana jika beliau benar-benar Mi’raj ke Sidrat Al-Muntaha lebih jauh lagi melintasi orbit Planet Sedna, tentulah Nabi sampai di Bumi melebihi satu minggu lamanya.</p>
<p>Pada sisi lain tentu menimbulkan tanda tanya besar terhadap perwujudan Buraq yang dinyatakan sebagai seekor hewan itu, dan dalam sebuah hadits (HR. Ahmad dari Anas ibn Malik), bahwa:</p>
<blockquote><p><em>Buraq itu seekor hewan kenderaan nabi Muhammad melakukan Israk dari Masjid Al-Haram, setelah tiba di Bait Al-Maqdis, beliau menambatkan Buraq itu di sebuah halaqah (sebuah tonggak tempat para nabi menambatkan hewan kenderaannya di situ), kemudian nabi pun Mi’raj ke angkasa besama Jibril, bukan dengan Buraq.</em><strong><br />
</strong></p></blockquote>
<p>Di situ timbul tanda Tanya : “Hewan apakah <em>Buraq</em> itu. Hewan yang  berkembang biak di Planet Bumi atau Hewan yang berkembang biak di  Angkasa Luar”. Jika dikatakan <em>Buraq</em> itu hewan bumiawi, sampai saat ini  di kalangan para Antropolog tidak pernah menemukan hewan yang berjenis  <em>Buraq</em> itu. Hewan Dinasaurus sejauh jutaan tahun yang lalu telah  ditemukan posil-posilnya, tetapi hewan <em>Buraq</em> sejauh 15 abad yang lalu  saja tidak satu pun posil-posilnya ditemukan sampai dewasa ini.</p>
<p>Dan jika dikatakan pula<em> Buraq</em> itu hewan samawi, tentu akan menjadi  lelucon yang amat menggelitik pemikiran, yakni : “Kenapa hewan <em>Buraq  samawi </em>(<em>Buraq</em> hewan langit) itu tidak dijadikan sebagai tunggangan Nabi mengharungi Angkasa Luar, padahal itu tentu lebih praktis dilakukan dalam <em>Mi’raj</em>. Tetapi kenyataannya hewan <em>Buraq </em>itu cuma ditambatkan di  <em>Bait Al-Maqdis</em>. Nabi hanya berangkat bersama Jibril ke Angkasa Luar,  sedangkan <em>Buraq</em> hewan samawi itu ditinggalkan di Bumi”.</p>
<p>Kenyataan ini membuktikan bahwa “Kenderaan Nabi Muhammad dalam  perjalan<em> Israk</em> dan <em>Mi’raj </em>itu tidak betul dengan mengenderai hewan  <em>Buraq</em>, dan segenap <em>hadits-hadits</em> yang berhubungan dengan kenderaan hewan  Buraq itu harus dipertanyakan tentang keshahihannya”. Ketidak s<em>hahihan </em> suatu hadits itu bisa kemungkinan disebabkan hasil rekayasa orang dalam  menciptakan sebuah kisah dongeng tentang Israk dan <em>Mi’raj</em> nabi. Dan bisa kemungkinan pula akibat kealpaan para penyeleksi hadits, sehingga hadits hasil rekayasa itu lulus dari sensoran seleksi, sehingga berkembang subur menjadi keyakinan umat Islam berabad-abad lamanya, dan sangat sukar kembali untuk membersihkan dan memurnikannya.</p>
<p>Al-Quran sendiri telah mengkisahkan keberangkatan Nabi tersebut  dalam perjalanan <em>Israk</em> dan <em>Mi’raj</em> itu hanya dengan mempergunakan kalimat  “<em>Al-ladzi ba-rakna hawlahu</em>” (yang telah Kami persiapkan barkah di sekeliling beliau) pada QS. 17:01. Dengan memperhatikan jauhnya kondisi jarak perjalanan segi tiga itu (dari Masjid <em>Al-Haram</em> ke  Masjid <em>Al-Aqsha</em>, lalu dilanjutkan ke <em>Sidrat Al-Muntaha</em>, kemudian kembali  lagi ke Masjid <em>Al-Haram</em>) yang tidak mungkin ditempuh melalui kecepatan cahaya dalam kondisi waktu yang sedemikian singkat itu (± pukul 02.45 dini hari s.d pukul 04.45 sebelum Shubuh), maka diduga dengan mendekati kebenaran bahwa “tenaga barkah itu tidak lain adalah sejenis kekuatan energi tingkat tinggi yang melebihi dari kecepatan cahaya”.</p>
<p>Dr.Feiberg dari Amerika Serikat, seorang ahli dalam bidang <em>Atomic  Energy</em> (tenaga atom) pada tahun 1970, ketika mengadakan risetnya di dalam laboratorium penelitian atom itu telah menemukan suatu unsur yang bergerak amat cepat melebihi kecepatan cahaya, dan beliau memberi nama kepada unsur tersebut dengan “T<em>achion</em>”. Dengan adanya unsur partikel  <em>Tachion</em> dengan kecepatan melebihi kecepatan cahaya tersebut, kemungkinan besar energi yang dimilikinya itu telah dimiliki oleh Jibril a.s., sehingga ia dapat membonceng Nabi Muhammad dalam lingkupan energi tersebut untuk menempuh segitiga lokasi itu dengan waktu yang relatif singkat.</p>
<p>Energi <em>Tachion</em> yang seperti ini, mungkin pula pernah dipergunakan  oleh seorang ahli pembukuan (<em>‘ilmun min al-kitab</em>) pada zaman Nabi Sulaiman berkuasa (1048-933 sM), yakni ketika beliau menawarkan kemampuannya untuk memindahkan takhta (al-‘Arsy) Ratu Balqis (<em>The Queen  of Sheba</em>) dari negeri Yaman ke Palestin, di mana lokasi kekuasaan Nabi Sulaiman berada. Jikalau gerak “kedipan mata” itu sama dengan “kecepatan cahaya”, maka untuk pemindahan Takhta Balqis itu telah diprediksikan mampu melebihi kecepatan cahaya tersebut, sehingga <em>Al-Quran</em> dalam 27:40  mencatatkan tawaran ahli pembukuan itu kepada Sulaiman dengan kalimat :  “<em>Ana- a-ti-ka bihi qabla an yartadda ilaika tharfuka</em>” (saya mampu  menghadirkan takhta Balqis itu ke hadapan tuan sebelum mata tuan  berkedip).</p>
<p>Dr.Kojan dari sebuah Lembaga Elektronika di Moskow, berhasil meneliti tentang energi murni yang dapat dimunculkan dari tubuh manusia yang kekuatannya “lima kali dari kekuatan gelombang listrik” yang bisa dipergunakan dalam berkomunikasi jarak jauh. Energi ini pun sangat mengkagumkan sekali, sehingga pada sisi lain beliau memberikan sebuah kesimpulan yang oleh Ir.Abdul Razaq Naufal sengaja memungutkan ungkapan beliau itu di dalam karya terbesarnya “Y<em>aum Al-Qiyamat</em>”, halaman 80-81  sebagai berikut :</p>
<blockquote><p><em>Inna ha-dzihi at-Thaqah al-lati yastathi-‘ul insa-nu biha an yanqila fikrahu ila- ghairihi …… Idz tantaqilul afka-ru bisur’atil kahraba-i … Fala- budda annaha takhtashshu bi ‘amalin … wa ‘amalin kabi-rin wa rahi-bin … wa liannal insa-na lam yalhazh fi nafsihi ha-dzihil kahraba-a” (Sebenarnya kekuatan energi ini bisa memberi kemampuan pada manusia untuk memindahkan pikirannya kepada pemikiran orang lain …. Ketika itu segenap pikiran akan berpindah dengan kecepatan listrik …. Pastilah bahwa kekuatan energi ini tertentu untuk suatu fungsi …. Yakni suatu fungsi yang amat besar dan yang amat menakutkan …. Tetapi sayang sekali bahwa manusia itu tidak pernah meneliti, di mana listrik ini ada di dalam tubuhnya sendiri).</em></p>
<p><strong> </strong></p></blockquote>
<p><em><strong>Sebuah Asumsi Awal</strong></em></p>
<p>Barangkali Nabi Muhammad telah memiliki kekuatan energi ini di dalam fisiknya, akibat beliau sempat berbulan-bulan lamanya pernah berkhalwat di Gua Hira sebelum wahyu diturunkan kepadanya. Energi ini beliau temukan sebab telah berhasil melatih dirinya dalam mengkonsentrasikan pikiran dalam khalwat itu, sehingga dapat menyusun bion-bion listrik yang membangun fisik beliau. Kondisi inilah barangkali bergabung dengan bion-bion listrik yang dimiliki oleh Jibril a.s. dalam situasi keberangkatan <em>Israk</em> dan <em>Mi’raj </em>tersebut, sehingga Nabi Muhammad sebagai wujud materi itu mampu bertahan dan selamat di angkasa luar dan di dalam perjalanan yang berkecepatan tinggi itu hingga sampai kembali ke Masjid <em>Al-Haram.</em></p>
<p>Proses daya tahan dan keselamatan materi tanpa hambatan itu telah terbukti pula dari hasil penelitian kaum spritualisme pada saat mereka meminta agar dihadirkan buah-buahan segar dari daerah khatulistiwa ke dalam sebuah ruangan tertutup tempat mereka mengadakan penelitian. Prof.Johan Karl Frederich (1934-1992) bersama sarjana-sarjana Jerman lainnya di Leipzig dalam sebuah Séance (majlis pemanggil arwah) mendudukkan seorang medium (seorang yang berkemampuan memanggil arwah) di atas sebuah kursi. Pada saat beliau tidak sadarkan diri, terjadilah dialog terhadap Spirit yang diundang di arena Séance tersebut. Isi dialog itu sebagai berikut :</p>
<blockquote>
<ul>
<li><em>Tanya: Dapatkah anda membawakan sesuatu dari luar ke  dalam ruangan tertutup  ini ?</em></li>
<li> <em>Jawab: Dapat.</em></li>
<li><em> Tanya: Walaupun dari jarak jauh ?</em></li>
<li> <em>Jawab: Ya, dapat.</em></li>
<li><em> Tanya: Bisakah anda membawa kehadapan kami sejenis tumbuhan dari daerah  Khatulistiwa.</em></li>
<li> <em>Jawab: Pasti bisa.</em></li>
<li><em> Tanya: Berapa lama kami menunggunya ?</em></li>
<li> <em>Jawab: Tidak lama.</em></li>
<li><em> Tanya: Berapa lama ?</em></li>
<li> <em>Jawab: Sebentar sekali.</em></li>
</ul>
</blockquote>
<p>Sungguh tak lama berselang setangkai buah segar dari daerah khatulistiwa pun mendadak muncul di hadapan mereka. Dan satu persatu dari mereka melakukan penelitian atas gagang buah-buahan segar tersebut, dan realitas buah-buahan itu tidak diragukan eksistensinya. Lalu para sarjana-sarjana tersebut melemparkan dialog kembali, sebagai berikut :</p>
<blockquote>
<ul>
<li><em>Tanya: Bagaimana anda bisa membawa buah bersama-sama gagang dan daunnya pada  saat  melintasi dinding tembok ruangan ini ?</em><em> </em></li>
<li><em>Jawab: Oh, bagi kami di alam arwah tidak ditemukan pengertian dinding tembok  dan batas.</em></li>
<li><em>Tanya: Bagaimana pula anda dapat menempuh jarak ke daerah khatulistiwa itu  pulang-pergi dalam tempo sesingkat itu ?</em></li>
<li><em>Jawab: Bagi kami di alam arwah tidak ditemukan pengertian jarak. Kami langsung tiba pada suatu tempat setiap kali terpikir untuk pergi ke tempat itu.</em></li>
</ul>
</blockquote>
<p>Peristiwa dialog di atas sengaja dimuat oleh Yoesoef Sou’yb di dalam tulisan beliau yang berjudul “Israk-Mikraj Dari Sudut Permasalahan Tanggapan dan Benda dan Jarak”, dan beliau memungutkan dialog tersebut dari ungkapan Syeikh Thantawi Jauhari (mantan Rektor Universitas Al-Azhar di Kairo) dalam bukunya yang berjudul “Kitab Al-Arwah”. Di Inggeris juga ditemukan lembaga ilmiah serupa itu, bernama “<em>British  Society for Psychical Research</em>”, sedangkan di Amerika Serikat bernama  “<em>American Society for Psychical Research</em>”.</p>
<p>Dari isi dialog-dialog para sarjana Jerman dalam Seance terhadap Spirit dari Medium percobaan itu dapat disimpulkan bahwa “suatu materi (benda padat), apabila ia sudah didampingi oleh Kodrat Gaib (arwah, malaikat, dan lain-lainnya), maka perwujudan materi itu akan kehilangan hukum-hukum wujud, batas dan jarak sepanjang Fisika”.</p>
<p>Nabi Muhammad saw wujudnya adalah materi (syahadah), sedangkan Jibril a.s. wujudnya adalah non-materi (ghaib). Pada saat keduanya berdampingan dalam perjalanan <em>Israk</em> dan <em>Mi’raj</em> itu, maka Nabi Muhammad saw telah  kehilangan hukum-hukum Fisika. Beliau sebagai manusia biasa (<em>basyar</em>)  seharusnya mempersiapkan terlebih dahulu sebuah pesawat antariksa  seperti <em>Challenger </em>yang dilengkapi dengan kapsul berisi <em>oxygen</em> untuk bisa bernapas di angkasa luar yang hampa udara itu. Tetapi sepanjang kenyataannya bahwa Nabi Muhammad saw telah selamat tanpa cedera dan tidak mati di angkasa luar, dan selamat sampai kembali ke bumi di Masjid Al-Haram. Semua itu membuktikan bahwa Nabi Muhammad saw itu telah kehilangan hukum-hukum yang berlaku sepanjang Fisika, karena di dalam perjalanan Israk dan Mi’raj tersebut beliau telah didampingi oleh malaikat Jibril a.s. sebagai perwujudan gaib itu.</p>
<p>Yang menjadi tanda tanya : “Apakah Nabi Muhammad pada saat awal  beranjak <em>Mi’raj</em> itu telah menglumer (meleburkan diri), dan setelah turun  ke bumi mewujud benda kembali seperti sedia kala ? <em>Wallahu a’lam bi  shshawwab</em>, masih belum ditemukan pembuktiannya secara faktual. Akan tetapi penonton TV-RI tentu tidak merasa asing terhadap kisah film serial <em>Star Trek </em>yang memperlihatkan betapa seseorang manusia atau benda-benda lain dengan melalui suatu perangkat teknis dapat melebur ketika beranjak pergi kesuatu tempat. Kemudian dapat pula kembali mewujud (membenda) pada saat tiba di tempat tujuannya.</p>
<p><em><strong>Penutup</strong></em></p>
<p>Memang kisah ini merupakan “cerita-cerita khayali”, akan tetapi kisah ini sudah merupakan hipotesa di kalangan ilmiawan di Era Kekinian (Era Kontemporer). Mungkin dapat diingat betapa Jules Verne (1828-1905) pada pertengahan abad ke-19 itu telah berkhayal tentang kapal selam yang mampu mengharungi dasar laut, dan tentang kemampuan manusia terbang dengan pesawat angkasa ke bulan. Cuma lebih kurang satu abad saja lamanya, maka cerita khayali dari <em>Jules Verne</em> itu sudah merupakan kenyataan yang dapat diterima sebagai kebenaran ilmiah oleh manusia. Kebenaran ilmiah itu tidak lain adalah pembuktian berdasarkan data-data riil, yakni peristiwa fisik yang mampu ditangkap oleh pancaindra secara langsung atau ditangkap oleh alat-alat yang mengulas kemampuan satu persatu indra tersebut.</p>
<p>Inilah barangkali yang menjadi penyebab dalam salah satu ungkapan Eric J.Dingwall yang menjabat Direktur Seleksi Penelitian Fenomena Fisik dari lembaga “American Society for Psychical Research” yang melontarkan sebuah pertanyaan : “The Unknown, is it nearer” (Alam Gaib, apakah telah semakin dekat ?).</p>
<p>Syukur kita sampaikan kepada Allah SWT., karena kita sebagai umat Islam pada awal abad ke-21 ini bukan lagi menangkap peristiwa Israk dan Mi’raj itu cuma melalui keimanan semata. Tetapi secara akal dan fakta telah menampakkan kesejajarannya dalam pembuktian saintific.<em> </em></p>
<p><em>Penulis : Akademisi  bidang Al-Quran, Sunnah, Ilmu dan Filsafat, tinggal di Medan.</em></p>
<p><em>sumber: </em><a href="http://nbasis.wordpress.com/2010/07/11/js-manroe-tinjauan-kekinian-tentang-peristiwa-israk-dan-mi%E2%80%99raj/">http://nbasis.wordpress.com/2010/07/11/js-manroe-tinjauan-kekinian-tentang-peristiwa-israk-dan-mi%E2%80%99raj/</a></p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wawankardiyanto.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wawankardiyanto.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wawankardiyanto.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wawankardiyanto.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wawankardiyanto.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wawankardiyanto.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wawankardiyanto.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wawankardiyanto.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wawankardiyanto.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wawankardiyanto.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wawankardiyanto.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wawankardiyanto.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wawankardiyanto.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wawankardiyanto.wordpress.com/329/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wawankardiyanto.wordpress.com&amp;blog=2161200&amp;post=329&amp;subd=wawankardiyanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2010/07/21/isra-mi%e2%80%99raj-vs-sains-abad-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a481e2f560b8cfabef1498a8e5ea71b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wawankardiyanto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nbasis.files.wordpress.com/2010/07/js-manroe-1.jpg?w=70&#38;h=84" medium="image">
			<media:title type="html">JS MANROE-1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hasil Keyword Ariel-BCL Selama 24 Jam yang Mencengangkan!</title>
		<link>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2010/07/02/hasil-keyword-ariel-bcl-selama-24-jam-yang-mencengangkan/</link>
		<comments>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2010/07/02/hasil-keyword-ariel-bcl-selama-24-jam-yang-mencengangkan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Jul 2010 02:26:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawankardiyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[import opini]]></category>
		<category><![CDATA[ariel]]></category>
		<category><![CDATA[ariel perterpan]]></category>
		<category><![CDATA[bcl]]></category>
		<category><![CDATA[luna]]></category>
		<category><![CDATA[peterpan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wawankardiyanto.wordpress.com/?p=327</guid>
		<description><![CDATA[DarikU, Survey, Un2kmU &#124; Tags: 24 Hour, 24 jam, Ariel, Ariel Peterporn, BCL, Bing, BOTD, Bunga, Bunga Citra Lestari, Cinta, efek por, Elpiji, Fenomena, Google, HOT ARTIKEL, HOT BLOG, HOT POST, Indonesia, Inflasi, Internet, jebakan betmen, Jokes, Kenaikan Harga, Keyword, &#8230; <a href="http://wawankardiyanto.wordpress.com/2010/07/02/hasil-keyword-ariel-bcl-selama-24-jam-yang-mencengangkan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wawankardiyanto.wordpress.com&amp;blog=2161200&amp;post=327&amp;subd=wawankardiyanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p><a title="Lihat seluruh tulisan dalam DarikU" rel="category tag" href="http://id.wordpress.com/tag/dariku/">DarikU</a>, <a title="Lihat seluruh tulisan dalam Survey" rel="category tag" href="http://id.wordpress.com/tag/survey/">Survey</a>, <a title="Lihat seluruh tulisan dalam Un2kmU" rel="category tag" href="http://id.wordpress.com/tag/un2kmu/">Un2kmU</a> | Tags: <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/24-hour/">24 Hour</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/24-jam/">24 jam</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/ariel/">Ariel</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/ariel-peterporn/">Ariel Peterporn</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/bcl/">BCL</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/bing/">Bing</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/botd/">BOTD</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/bunga/">Bunga</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/bunga-citra-lestari/">Bunga Citra Lestari</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/cinta/">Cinta</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/efek-por/">efek por</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/elpiji/">Elpiji</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/fenomena/">Fenomena</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/google/">Google</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/hot-artikel/">HOT ARTIKEL</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/hot-blog/">HOT BLOG</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/hot-post/">HOT POST</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/indonesia/">Indonesia</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/inflasi/">Inflasi</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/internet/">Internet</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/jebakan-betmen/">jebakan betmen</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/jokes/">Jokes</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/kenaikan-harga/">Kenaikan Harga</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/keyword/">Keyword</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/keyword-keramat/">Keyword Keramat</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/kisah-cintaku/">Kisah Cintaku</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/konspirasi/">Konspirasi</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/lagu/">Lagu</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/ledakan-tabung-gas/">Ledakan Tabung GAS</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/link-ariel-bcl/">Link Ariel &#8211; BCL</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/link-video-ariel/">Link Video Ariel</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/lintasberita/">LintasBerita</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/maksiat/">Maksiat</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/music/">Music</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/musik/">Musik</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/part-3/">PART 3</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/peterpan/">Peterpan</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/porno/">Porno</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/pornografi/">Pornografi</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/rahasia/">Rahasia</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/renungan/">Renungan</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/search-engine/">Search Engine</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/sejarah-indonesia/">Sejarah Indonesia</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/seo/">SEO</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/skandal-ariel/">Skandal Ariel</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/tarif-dasar-listrik/">Tarif Dasar Listrik</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/taubat/">Taubat</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/tdl/">TDL</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/teknologi/">Teknologi</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/teknologi-informasi/">Teknologi Informasi</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/tio-alexander/">Tio Alexander</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/tips-kehidupan/">Tips Kehidupan</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/video/">Video</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/video-ariel-bcl/">Video Ariel &#8211; BCL</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/wordpress/">WordPress</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/yahoo/">Yahoo</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/yahoo-indonesia/">Yahoo Indonesia</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/youtube/">Youtube</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/zinah/">Zinah</a></p>
</div>
<p>Sesuai janji saya kemarin malam bahwa saya akan kembali memposting hasil dari <strong><a href="http://un2kmu.wordpress.com/2010/07/01/ariel-bcl-keyword-keramat-internet-indonesia-saat-ini/" target="_blank">“Keyword Keramat”</a></strong> Ariel-BCL selama 24 jam terhitung sejak pukul 00.00 kemarin hingga pukul 24.00 malam ini (1 Juli 2010).</p>
<p>Perhitungan meliputi jumlah klik artikel, keyword yang digunakan pada mesin pencari, dan efeknya di WordPress. Langsung saja kita mulai dengan jumlah klik artikel selama 24 jam!</p>
<p>Jumlah klik artikel <strong>“Video Ariel-BCL”</strong> selama 24 jam adalah :</p>
<p><img title="ariel-bcl keyword result" src="http://un2kmu.files.wordpress.com/2010/07/ariel-bcl-keyword-result1.jpg?w=365&#038;h=428&#038;h=428" alt="" width="365" height="428" /><em>Jujur saya masih heran dengan hasil ini <img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_eek.gif" alt=":shock:" /> </em></p>
<p><span id="more-327"></span></p>
<p>Hasil klik ke artikel <strong><a href="http://un2kmu.wordpress.com/2010/06/30/hot-inilah-video-ariel-bcl-yang-banyak-dicari-orang/" target="_blank">[HOT] Inilah Video Ariel-BCL yang Banyak Dicari Orang!!</a></strong> ternyata melampaui prakiraan saya. Tadinya saya pikir pengunjungnya hari ini tidak akan lebih dari 10.000 pengunjung. Hasil 37.048 + 3.823 klik biasanya saya dapatkan selama sebulan lho! Tapi kali ini satu hari!! <img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_eek.gif" alt=":shock:" /></p>
<p>Kemudian mari kita lihat keyword apa saya yang dipakai orang-orang untuk mengunjungi blog ini di mesin pencari seperti Google, Yahoo, Bing, dll. selama satu hari ini :</p>
<p><img title="ariel-bcl keyword" src="http://un2kmu.files.wordpress.com/2010/07/ariel-bcl-keyword1.jpg?w=466&#038;h=1239&#038;h=1239" alt="" width="466" height="1239" /></p>
<p>Wow, wow, wow!! Sungguh menakjubkan! Keyword di atas ini adalah full keyword yang masuk ke blog saya selama 24 jam ini. Hampir semuanya menjurus ke Ariel-BCL!! <img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_eek.gif" alt=":shock:" /></p>
<p>Melihat keyword di atas, sepertinya orang tidak tertarik lagi dengan keyword-keyword pengetahuan yang saya sajikan di blog ini. <img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif" alt=":(" /></p>
<p>Lalu berapa banyak pengunjung yang online secara bersamaan dalam satu waktu :</p>
<p><img title="User Online Bersamaan" src="http://un2kmu.files.wordpress.com/2010/07/user-online-bersamaan.jpg?w=490&#038;h=157&#038;h=157" alt="" width="490" height="157" /><strong>Subhanallah… 668 orang!! <img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_eek.gif" alt=":shock:" /> </strong></p>
<p>Kemudian mari kita lihat berapa banyak orang yang merekomendasikan di LintasBerita :</p>
<p><img title="BCL lintasberita" src="http://un2kmu.files.wordpress.com/2010/07/bcl-lintasberita1.jpg?w=490&#038;h=126&#038;h=126" alt="" width="490" height="126" /></p>
<p>Wow 781 orang!! Biasanya saya mendapatkan rekomendasi sebanyak itu dalam waktu 2 hari atau lebih lho! <img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif" alt=":lol:" /></p>
<p><strong>Dan dampaknya bagi blog saya?</strong></p>
<p><img title="HOT BLOG" src="http://un2kmu.files.wordpress.com/2010/07/hot-blog1.jpg?w=490&#038;h=344&#038;h=344" alt="" width="490" height="344" /><em>HOT BLOG dan 2 Artikel menjadi Hot Posting di WordPress Indonesia </em><em> <img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif" alt=":mrgreen:" /> </em></p>
<p><img title="BOTD Indonesia" src="http://un2kmu.files.wordpress.com/2010/07/botd-indonesia.jpg?w=490&#038;h=203&#038;h=203" alt="" width="490" height="203" /><em>Pertamax Top Posting WordPress Indonesia </em><em> <img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif" alt=":mrgreen:" /> </em></p>
<p><img title="BOTD growing blog" src="http://un2kmu.files.wordpress.com/2010/07/botd-growing-blog.jpg?w=490&#038;h=284&#038;h=284" alt="" width="490" height="284" /><em>Keduax Growing Blog WordPress Indonesia </em><em> <img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif" alt=":mrgreen:" /> </em></p>
<p><img title="BOTD Indonesia top blog" src="http://un2kmu.files.wordpress.com/2010/07/botd-indonesia-top-blog.jpg?w=490&#038;h=338&#038;h=338" alt="" width="490" height="338" /><em>Ketigax TOP BLOG WordPress Indonesia!! <img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif" alt=":mrgreen:" /> </em></p>
<p><strong>Dan yang paling mengharukan adalah :</strong></p>
<p><img title="international top post" src="http://un2kmu.files.wordpress.com/2010/07/international-top-post.jpg?w=490&#038;h=420&#038;h=420" alt="" width="490" height="420" /><em>Peringkat ke delapan TOP POST WordPress Internasional!! <img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_eek.gif" alt=":shock:" /> </em></p>
<p><strong>UPDATE!</strong> Ternyata pagi ini blog saya masuk <a href="http://botd.wordpress.com/2010/07/02/top-posts-1524/" target="_blank"><strong>peringkat 5 TOP POST WordPress Internasional!</strong></a> <img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif" alt=":lol:" /></p>
<p>Yang jelas visitor hari ini sangat-sangat mencengangkan. Padahal rekor visitor Blog Un2kmU sebelumnya adalah 9000 visitor dalam sehari, tapi hari ini nyaris mendekati angka 48.000 visitor sehari. <img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif" alt=":lol:" /></p>
<p><strong>Bangga kah saya dengan hasil ini?</strong></p>
<h1>TIDAK!</h1>
<p>Harusnya kita miris karena ternyata sebagian besar pengguna internet di Indonesia masih terjebak dalam isu pornografi yang dapat merusak moral dan martabat bangsa.</p>
<p>Kasus Ariel dan para bidadarinya telah menghabiskan energi bangsa ini. Ingatlah bahwa tanggal 1 Juli 2010 kemarin <strong>TARIF DASAR LISTRIK (TDL)</strong> yang baru mulai diberlakukan! Sudah seharusnya kita menolaknya, karena pasti nantinya kenaikan berbagai macam harga mulai dari sembako hingga kebutuhan lainnya akan naik. Dan juga ledakan tabung gas yang sekarang terjadi di mana-mana. Kita semua bagaikan bebek-bebek yang digiring secara bersamaan.</p>
<p>Sadarlah bahwa zinah dan maksiat adalah larangan dari Allah. Dan bahkan agama-agama selain Islam pun pasti melarangnya.</p>
<p>Mari kawan ayo kita rubah diri kita, keluarga kita, kawan-kawan kita, dan seluruh anak bangsa ini agar menjauhi yang namanya <strong>MAKSIAT dan PORNOGRAF</strong><strong>I</strong>!</p>
<p><strong><em>~ Tio Alexander</em></strong></p>
<p><a href="http://un2kmu.wordpress.com/2010/07/02/hasil-keyword-ariel-bcl-selama-24-jam-yang-mencengangkan/">http://un2kmu.wordpress.com/2010/07/02/hasil-keyword-ariel-bcl-selama-24-jam-yang-mencengangkan/</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wawankardiyanto.wordpress.com/327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wawankardiyanto.wordpress.com/327/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wawankardiyanto.wordpress.com/327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wawankardiyanto.wordpress.com/327/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wawankardiyanto.wordpress.com/327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wawankardiyanto.wordpress.com/327/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wawankardiyanto.wordpress.com/327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wawankardiyanto.wordpress.com/327/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wawankardiyanto.wordpress.com/327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wawankardiyanto.wordpress.com/327/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wawankardiyanto.wordpress.com/327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wawankardiyanto.wordpress.com/327/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wawankardiyanto.wordpress.com/327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wawankardiyanto.wordpress.com/327/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wawankardiyanto.wordpress.com&amp;blog=2161200&amp;post=327&amp;subd=wawankardiyanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2010/07/02/hasil-keyword-ariel-bcl-selama-24-jam-yang-mencengangkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a481e2f560b8cfabef1498a8e5ea71b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wawankardiyanto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://un2kmu.files.wordpress.com/2010/07/ariel-bcl-keyword-result1.jpg?w=365&#38;h=428" medium="image">
			<media:title type="html">ariel-bcl keyword result</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_eek.gif" medium="image">
			<media:title type="html">:shock:</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_eek.gif" medium="image">
			<media:title type="html">:shock:</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://un2kmu.files.wordpress.com/2010/07/ariel-bcl-keyword1.jpg?w=466&#38;h=1239" medium="image">
			<media:title type="html">ariel-bcl keyword</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_eek.gif" medium="image">
			<media:title type="html">:shock:</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif" medium="image">
			<media:title type="html">:(</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://un2kmu.files.wordpress.com/2010/07/user-online-bersamaan.jpg?w=490&#38;h=157" medium="image">
			<media:title type="html">User Online Bersamaan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_eek.gif" medium="image">
			<media:title type="html">:shock:</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://un2kmu.files.wordpress.com/2010/07/bcl-lintasberita1.jpg?w=490&#38;h=126" medium="image">
			<media:title type="html">BCL lintasberita</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif" medium="image">
			<media:title type="html">:lol:</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://un2kmu.files.wordpress.com/2010/07/hot-blog1.jpg?w=490&#38;h=344" medium="image">
			<media:title type="html">HOT BLOG</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif" medium="image">
			<media:title type="html">:mrgreen:</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://un2kmu.files.wordpress.com/2010/07/botd-indonesia.jpg?w=490&#38;h=203" medium="image">
			<media:title type="html">BOTD Indonesia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif" medium="image">
			<media:title type="html">:mrgreen:</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://un2kmu.files.wordpress.com/2010/07/botd-growing-blog.jpg?w=490&#38;h=284" medium="image">
			<media:title type="html">BOTD growing blog</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif" medium="image">
			<media:title type="html">:mrgreen:</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://un2kmu.files.wordpress.com/2010/07/botd-indonesia-top-blog.jpg?w=490&#38;h=338" medium="image">
			<media:title type="html">BOTD Indonesia top blog</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif" medium="image">
			<media:title type="html">:mrgreen:</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://un2kmu.files.wordpress.com/2010/07/international-top-post.jpg?w=490&#38;h=420" medium="image">
			<media:title type="html">international top post</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_eek.gif" medium="image">
			<media:title type="html">:shock:</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif" medium="image">
			<media:title type="html">:lol:</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif" medium="image">
			<media:title type="html">:lol:</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BISNIS JARINGAN PUPIRA.ORG (50% hasilnya untuk syiar)</title>
		<link>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2010/03/15/bisnis-jaringan-pupira-org/</link>
		<comments>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2010/03/15/bisnis-jaringan-pupira-org/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Mar 2010 05:25:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawankardiyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[umum]]></category>
		<category><![CDATA[agen pulsa]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[MLM]]></category>
		<category><![CDATA[ormas]]></category>
		<category><![CDATA[pulsa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wawankardiyanto.wordpress.com/?p=305</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahirrahmanirrahiim, Assalamu&#8217;alaikum wr.wb., BISNIS JARINGAN PUPIRA.ORG menggandeng DEALER PULSA TERBESAR dan no. 1 di Indonesia. Info: 1. bisnis ini adalah bisnis memperbanyak sahabat (jaringan) sekaligus mengorganisir serta mendapatkan penghasilan sangat luar biasa dan sangat bisa dipercaya. Saya ikut bertujuan memperbesar &#8230; <a href="http://wawankardiyanto.wordpress.com/2010/03/15/bisnis-jaringan-pupira-org/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wawankardiyanto.wordpress.com&amp;blog=2161200&amp;post=305&amp;subd=wawankardiyanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://wawankardiyanto.files.wordpress.com/2010/03/n349312929173_4295.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-306" title="n349312929173_4295" src="http://wawankardiyanto.files.wordpress.com/2010/03/n349312929173_4295.jpg?w=593" alt=""   /></a>Bismillahirrahmanirrahiim,</p>
<p>Assalamu&#8217;alaikum wr.wb.,</p>
<p>BISNIS  JARINGAN PUPIRA.ORG menggandeng DEALER PULSA TERBESAR dan no. 1 di  Indonesia.</p>
<p>Info:</p>
<p>1. bisnis ini adalah bisnis memperbanyak  sahabat (jaringan) sekaligus mengorganisir serta mendapatkan   penghasilan sangat luar biasa dan sangat bisa dipercaya. Saya ikut  bertujuan memperbesar jaringan PUPIRA sambil mendapatkan penghasilan  bagi yang mau menjadi members dan ikut di jaringan ini. Up line saya  SUDIYONO (DBS623541/SPIRIT) dalam setahun dengan kerja keras sudah bisa  membeli rumah lt 2 dan mobil mewah, total bonus pulsanya sekarang Rp.  27.547.500,00  dan uang cashnya Rp. 104.783.500,00  (lihat di <a rel="nofollow" href="http://www.duta4future.com/member/earnings.php" target="_blank">http://www.duta4future.com/member/earnings.php</a> user id dan password = DBS623541/SPIRIT, tapi itu bukan tujuan saya ikut bisnis ini. Tujuan utama saya adalah  obsesi PUPIRA. Rejeki adalah no. 2.</p>
<p>2. bisnis ini berdasarkan  akad jual-beli dan bagi hasil dengan cara membeli chip keagenan HAK  USAHA (HU) seperti membeli sebuah toko. mempunyai sertifikat halal dari  MUI pusat. dan cara kerjanya:</p>
<p>beli 1 chip keagenan HU (200rb), 3  chip HU (500rb) dan 7 chip HU (1.1 jt + menjadi agen pulsa).</p>
<p>chip  bisa di beli di agen DBS di kota anda atau lewat wawan kardiyanto.</p>
<p>Cara  Mendaftar:</p>
<p>1. Online = klik <a rel="nofollow" href="http://www.duta4future.com/" target="_blank">http://www.duta4future.com/</a></p>
<p>2.  cari log in member tulis di user ID sponsor anda PUPIRA.ORG ketik  DBS6055417 dengan pasword PUPIRA atau sponsor Wawan Kardiyanto ketik:  DBS5843823 dengan password PUPIRA</p>
<p>3. cari diagram jaringan lalu  klik.</p>
<p>4. aktivasi di di bawah jaringan yang kosong klik add.</p>
<p>5.  sebelum add sahabat harus beli chip keagenan berisi 2 pin rahasia agen  (bisa di beli di cabang2 DBS/atau lewat Wawan Kardiyanto (085647460256 /  08112638654 = sms) dengan transfer infaq sesuai jumlah pembelian HU ke  rek. 1380007169464, bank Mandiri an. Wawan Kardiyanto. Lalu, silahkan  sms konfirmasi ke saya atau konfirmasi di komentar bawah.</p>
<p>6. dan  ingat sahabat bisa kerja/memperluas jaringan lewat internet dengan cara  memperbanyak teman dan kirimi dia ajakan untuk bergabung dengan jumlah  yang tak terhingga.</p>
<p>7. Kalau ingin info lebih jelas bisa datang  langsung ke agen2 di kota anda atau silaturahmi ke rumah saya di DOGLO,  24/7, CANDIGATAK, CEPOGO, BOYOLALI. dari terminal boyolali ke arah  semarang 3km. kiri jalan ada papan nama pondok AL HUDA dan pondok AL  Ma\arif masuk 1 km. Rumah saya di depan pondok AL HUDA persis, warna  ungu.</p>
<p>8. Ingat, sponsor sahabat adalah PUPIRA.ORG dan Wawan  Kardiyanto dengan user ID dan password spt di atas di mana-pun sahabat  mendaftar/aktivasi di DBS.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wawankardiyanto.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wawankardiyanto.wordpress.com/305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wawankardiyanto.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wawankardiyanto.wordpress.com/305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wawankardiyanto.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wawankardiyanto.wordpress.com/305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wawankardiyanto.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wawankardiyanto.wordpress.com/305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wawankardiyanto.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wawankardiyanto.wordpress.com/305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wawankardiyanto.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wawankardiyanto.wordpress.com/305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wawankardiyanto.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wawankardiyanto.wordpress.com/305/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wawankardiyanto.wordpress.com&amp;blog=2161200&amp;post=305&amp;subd=wawankardiyanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2010/03/15/bisnis-jaringan-pupira-org/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a481e2f560b8cfabef1498a8e5ea71b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wawankardiyanto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wawankardiyanto.files.wordpress.com/2010/03/n349312929173_4295.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">n349312929173_4295</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
