<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Wawankardiyanto&#039;s Weblog</title>
	<atom:link href="http://wawankardiyanto.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wawankardiyanto.wordpress.com</link>
	<description>every thing to knowing (BACALAH dengan menyebut Tuhanmu!)</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 Dec 2009 09:51:21 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='wawankardiyanto.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/7f81952ba6159c8e4262e8280fa96669?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Wawankardiyanto&#039;s Weblog</title>
		<link>http://wawankardiyanto.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://wawankardiyanto.wordpress.com/osd.xml" title="Wawankardiyanto&#039;s Weblog" />
		<item>
		<title>AGAMA MANA yang BENAR…?</title>
		<link>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2009/12/12/agama-mana-yang-benar%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2009/12/12/agama-mana-yang-benar%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Dec 2009 06:49:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawankardiyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[lintas Agama]]></category>
		<category><![CDATA[agama yang benar]]></category>
		<category><![CDATA[budha]]></category>
		<category><![CDATA[hindu]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[kong hu cu]]></category>
		<category><![CDATA[kristen]]></category>
		<category><![CDATA[kristus]]></category>
		<category><![CDATA[protestan]]></category>
		<category><![CDATA[tao]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wawankardiyanto.wordpress.com/?p=276</guid>
		<description><![CDATA[AGAMA MANA yang BENAR…?
CUPLIKAN BUKU Dialog Cinta Allah, Antara Sahabat Beda Agama
 
Tanya Melati:
Oh ya, Allah tidak butuh agama, mas, kalau Tuhan butuh agama; nabi Abraham, Musa dll sebelum Yesus trus masuk kemana? Tidak disebutkan dalam Taurat, Injil, ataupun Alquran Abraham, Musa, dan semua nabi sebelum Yesus, bahwa mereka punya nama agama. TIDAK ADA!!! Abraham [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wawankardiyanto.wordpress.com&blog=2161200&post=276&subd=wawankardiyanto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h3><strong><tt><a href="http://wawankardiyanto.files.wordpress.com/2009/12/images2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-279" title="images" src="http://wawankardiyanto.files.wordpress.com/2009/12/images2.jpg?w=110&#038;h=110" alt="" width="110" height="110" /></a>AGAMA MANA yang BENAR…?</tt></strong></h3>
<h3><tt>CUPLIKAN BUKU </tt>Dialog Cinta Allah, Antara Sahabat Beda Agama</h3>
<p><tt><strong> </strong></tt></p>
<p><tt><strong>Tanya Melati:</strong></tt></p>
<p><tt>Oh ya, Allah tidak butuh agama, mas, kalau Tuhan butuh agama; nabi Abraham, Musa dll sebelum Yesus trus masuk kemana? Tidak disebutkan dalam Taurat, Injil, ataupun Alquran Abraham, Musa, dan semua nabi sebelum Yesus, bahwa mereka punya nama agama. TIDAK ADA!!! Abraham masuk Surga karena dia percaya Allah sehingga dia disebut sebagai bapa bagi orang percaya. Kristen/Katolik ada setelah adanya Kristus Yesus, Islam ada karena adanya nabi Muhammad. Apakah Allah</tt></p>
<p><tt>akan menunjukkan AGAMA MANA yang BENAR pada akhir jaman nanti? Ini yang harus dipertanyakan. Sejak dunia dan segala isinya serta manusia dijadikan sampai</tt></p>
<p><tt>sekarang belum mencapai akhir jaman lho mas, dan diingat belum ada agama pada waktu Adam diciptakan, agama sudah dipeta-petakan setelah Kristus ada dan nabi Muhammad ada. Bagi kami, Agama Kristen ataupun Katolik sama sekali tidak memberikan keselamatan, TETAPI KRISTUS YESUS-lah SATU2nya JALAN yang memberikan keselamatan kekal!!!</tt></p>
<p><span id="more-276"></span></p>
<p><tt> </tt></p>
<p><tt> </tt></p>
<p><tt><strong>Jawaban Awan Lembayung:</strong></tt></p>
<p><tt><strong> </strong></tt></p>
<p>Lalu, apa nama agama Allah itu?</p>
<p>Memang sejak Adam hingga Isa Almasih Allah belum menyebut nama agama Allah di dalam kitabNya. Sebab, agama Allah itu belum genap dan masih akan digenapi hingga nabi terakhir, yaitu Muhammad. Dan dalam Alqur’an sebagai penutup kitab-kitab Allah, dinyatakan bahwa nama Agama Allah itu adalah Islam. Bukankah arti Islam adalah selamat, damai, dan pasrah dalam mengharap keridhoanNYA. Bukankah arti Islam ini cocok dan sesuai dengan ajaran dan inti dasar dari kebaktian kepada Allah seperti di atas? Islam bukanlah hanya ajaran Muhammad saja. Islam adalah ajaran dan agama seluruh Nabi dan Rasul Allah. Adam mengajarkan Islam dan demikian pula, Musa, Ibrahim, maupun Isa.</p>
<p><em>“Allah telah mensyari’atkan kepadamu tentang urusan agama sebagaimana telah diwajibkan kepada Nabi Nuh, dan apa yang kami wahyukan kepada engkau, dan apa yang kami wajibkan kepada Ibrahim dan Musa dan kepada Nabi Isa, yaitu hendaklah kamu tegakkan agama dengan benar dan janganlah kamu bercerai berai pada-Nya.”</em> (QS. asy-Syuura 42: 13)</p>
<p><em> </em></p>
<p><em>“Katakanlah (hai orang-orang mukmin) Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada nabi Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya dan apa yang diberikan kepada Nabi-Nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan kami hanya tunduk dan patuh kepada-Nya.”</em> (QS. Al-Baqarah 2: 136)</p>
<p>Dengan demikian semua agama yang dibawa Nabi dan Rasul sebelum Muhammad adalah Islam. Ayat-ayat lain yang membukti hal ini adalah: Nabi Nuh adalah Islam (Yunus: 71-72), Ibrahim, Ya&#8217;cub, Isma&#8217;il, Ishaq adalah Islam (Al Baqarah: 130-133, Ali Imron: 67, Al Haj: 78) Musa adalah Islam (Yunus: 84) Yusuf adalah Islam (Yusuf: 101) Sulaiman adalah Islam (An Nami: 29-38, 44) Isa dan sahabatnya adalah Islam (Ali &#8216;Imron: 52).</p>
<p>Dan ayat yang melegalkan nama agama Allah adalah Islam adalah sbb:</p>
<p><em>&#8220;Sesungguhnya agama di sisi Allah adalah agama Islam”.</em> (QS. Ali lmran, 3:19)</p>
<p><em> </em></p>
<p><em>“Barang siapa yang mencari agama selain Islam, tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya. Dan dia di akherat termasuk orang yang sangat rugi.”</em> (QS. Ali Imran 3: 85)</p>
<p><em>“Pada hari ini telah Kusempurnakan bagimu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku dan telah Ku-ridhoi Islam sebagai agama bagimu.”</em> (QS. Al-Maidah 5: 3)</p>
<p>Coba bandingkan arti nama nama agama di bawah ini:</p>
<ol>
<li>Kristen      = pengikut Kristus</li>
<li>Protestan      = agama protes</li>
<li>Katolik      = universal</li>
<li>Budha      = pengikut Budha</li>
<li>Taois      = pengikut Tao tse thing</li>
<li>Kong      Hu Cu = pengikut Khong Fu tse</li>
<li>Islam      = Pasrah, damai, bahagia, tenang dan ikhlas dalam mencintai Tuhan</li>
</ol>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wawankardiyanto.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wawankardiyanto.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wawankardiyanto.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wawankardiyanto.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wawankardiyanto.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wawankardiyanto.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wawankardiyanto.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wawankardiyanto.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wawankardiyanto.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wawankardiyanto.wordpress.com/276/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wawankardiyanto.wordpress.com&blog=2161200&post=276&subd=wawankardiyanto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2009/12/12/agama-mana-yang-benar%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a481e2f560b8cfabef1498a8e5ea71b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wawankardiyanto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wawankardiyanto.files.wordpress.com/2009/12/images2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pansus: Ada Bukti Rekaman Sri Mulyani-Robert Tantular</title>
		<link>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2009/12/11/pansus-ada-bukti-rekaman-sri-mulyani-robert-tantular/</link>
		<comments>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2009/12/11/pansus-ada-bukti-rekaman-sri-mulyani-robert-tantular/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 09:04:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawankardiyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[NEWS]]></category>
		<category><![CDATA[angket]]></category>
		<category><![CDATA[bukti baru]]></category>
		<category><![CDATA[pansus century]]></category>
		<category><![CDATA[robert tantular]]></category>
		<category><![CDATA[sistemik]]></category>
		<category><![CDATA[sri mulyani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wawankardiyanto.wordpress.com/?p=272</guid>
		<description><![CDATA[Jum&#8217;at, 11 Desember 2009 &#8211; 14:00 wib


 TEXT SIZE :                                               [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wawankardiyanto.wordpress.com&blog=2161200&post=272&subd=wawankardiyanto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h6>Jum&#8217;at, 11 Desember 2009 &#8211; 14:00 wib</h6>
<p><!-- SIZER --></p>
<div>
<div><img src="http://news.okezone.com/image/template/tools/text.gif" alt="text" width="7" height="19" /> TEXT SIZE :                                                           <a href="decreaseFontSize();"><img src="http://news.okezone.com/image/template/tools/icon_min.gif" border="0" alt="" width="11" height="17" /></a> <a href="increaseFontSize();"><img src="http://news.okezone.com/image/template/tools/icon_plus.gif" border="0" alt="" width="11" height="17" /></a></div>
<div>
<div><!-- ADDTHIS BUTTON BEGIN --> //  <a href="http://www.addthis.com/bookmark.php"><img src="http://news.okezone.com/image/header/fc.png" border="0" alt="Share" width="125" height="16" /></a>  <!-- ADDTHIS BUTTON END --></div>
</div>
<h5>Insaf Albert Tarigan &#8211; Okezone</h5>
</div>
<p><!-- SIZER CLOSED --> <!-- CONTENT --></p>
<div><img src="http://news.okezone.com/images-data/content/2009/12/11/339/284117/QnO11FAalS.jpg" border="0" alt="" /></p>
<h5>Sri Mulyani (Foto: Koran SI)</h5>
</div>
<h5><strong>JAKARTA</strong> &#8211; Salah satu bukti terkait kasus Bank Century diungkapkan oleh anggota Pansus Angket Century, Bambang Soesatyo. Bukti itu berupa rekaman pembicaraan antara Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Dirut Bank Century Robert Tantular.</p>
<p>Bambang merujuk kepada transkrip rekaman rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada 21, 22, 23, dan 24 November 2008.</p>
<p>Bambang menjelaskan, saat ini dirinya beserta Tim Sembilan yang merupakan inisiator hak angket telah memegang transkrip dan rekaman rapat KSSK itu.</p>
<p>&#8220;Kuat dugaan ada rekayasa Century sebagai bank berdampak sistemik jika tidak ditalangi,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Dia mencontohkan pembicaraan antara Sri Mulyani dan Robert Tantular pada 21 November 2008.</p>
<p>&#8220;Sri Mulyani mengatakan, Robert rapatnya tertutup,&#8221; ujarnya meniru ucapan Sri Mulyani kala itu.</p>
<p>Mendengar hal ini, lanjutnya, Robert Tantular menjawab silakan rapat tertutup. &#8220;Tapi kesimpulan kita pakai saja ada krisis global,&#8221; ujar Bambang Soesatyo mengutip ucapan Robert.</p>
<p>Rencananya rekaman ini akan diperdengarkan saat Sri Mulyani dipanggil pansus.</p>
<p>Ternyata tak hanya suara Sri Mulyani dan Robert dalam rekaman rapat itu. Ada pula suara Deputi Gubernur Senior BI kala itu, Miranda Swaray Goeltom.<strong>(lsi)</strong><strong>(mbs)</strong></h5>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wawankardiyanto.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wawankardiyanto.wordpress.com/272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wawankardiyanto.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wawankardiyanto.wordpress.com/272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wawankardiyanto.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wawankardiyanto.wordpress.com/272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wawankardiyanto.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wawankardiyanto.wordpress.com/272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wawankardiyanto.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wawankardiyanto.wordpress.com/272/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wawankardiyanto.wordpress.com&blog=2161200&post=272&subd=wawankardiyanto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2009/12/11/pansus-ada-bukti-rekaman-sri-mulyani-robert-tantular/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a481e2f560b8cfabef1498a8e5ea71b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wawankardiyanto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://news.okezone.com/image/template/tools/text.gif" medium="image">
			<media:title type="html">text</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://news.okezone.com/image/template/tools/icon_min.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://news.okezone.com/image/template/tools/icon_plus.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://news.okezone.com/image/header/fc.png" medium="image">
			<media:title type="html">Share</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://news.okezone.com/images-data/content/2009/12/11/339/284117/QnO11FAalS.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>HIDUP DI DUNIA ADALAH SEBUAH PERMAINAN DAN LAHAN UJIAN MANUSIA</title>
		<link>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2009/12/05/hidup-di-dunia-adalah-sebuah-permainan-dan-lahan-ujian-manusia/</link>
		<comments>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2009/12/05/hidup-di-dunia-adalah-sebuah-permainan-dan-lahan-ujian-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 23:52:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawankardiyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam rahmatan lil alamin]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[free will]]></category>
		<category><![CDATA[kehendak bebas]]></category>
		<category><![CDATA[khalifah]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[nafs]]></category>
		<category><![CDATA[pengelola]]></category>
		<category><![CDATA[permainan]]></category>
		<category><![CDATA[ruh]]></category>
		<category><![CDATA[ujian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wawankardiyanto.wordpress.com/?p=265</guid>
		<description><![CDATA[HIDUP DI DUNIA ADALAH SEBUAH PERMAINAN DAN LAHAN UJIAN MANUSIA
Dan (ingatlah), ketika Kami wahyukan kepadamu: &#8220;Sesungguhnya (ilmu) Tuhanmu meliputi segala manusia&#8221;. Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon kayu yang terkutuk dalam Al Qur&#8217;an. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wawankardiyanto.wordpress.com&blog=2161200&post=265&subd=wawankardiyanto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>HIDUP DI DUNIA ADALAH SEBUAH PERMAINAN DAN LAHAN UJIAN MANUSIA</strong></p>
<p><a href="http://wawankardiyanto.files.wordpress.com/2009/12/images1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-269" title="images" src="http://wawankardiyanto.files.wordpress.com/2009/12/images1.jpg?w=173&#038;h=162" alt="" width="173" height="162" /></a>Dan (ingatlah), ketika Kami wahyukan kepadamu: &#8220;Sesungguhnya (ilmu) Tuhanmu meliputi segala manusia&#8221;. Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon kayu yang terkutuk dalam Al Qur&#8217;an. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka. (QS. 17:60)</p>
<p>Maka apabila manusia ditimpa bahaya ia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya nikmat dari Kami ia berkata: &#8220;Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah karena kepintaranku&#8221;. Sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui. (QS.39:49)</p>
<p>Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu. (QS. 47:36)</p>
<p>Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (QS. 57:20)</p>
<p>Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS.49:13)</p>
<p><span id="more-265"></span></p>
<p><strong>1.  Ruh dan nafs<img class="alignleft" title="images" src="http://wawankardiyanto.files.wordpress.com/2009/10/images12.jpeg?w=174&amp;h=121&#038;h=108" alt="images" width="174" height="108" /></strong></p>
<p>Ruh adalah salah satu komponen penting yang menentukan ciri kemanusiaan manusia. Setelah proses-proses fisik berlangsung dalam penciptaan manusia, pemasukan ruh menjadi unsur penentu yang membedakan manusia dengan dunia hewan. Sebagaimana banyak dari aspek fisik manusia yang hakikatnya belum diketahui manusia, ruh merupakan misteri besar yang dihadapi manusia.</p>
<p>إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَراً مِن طِينٍ</p>
<p>فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ</p>
<p><em>“(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Maka apabila telah Kusempumakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruh (ciptaan)-Ku, maka hendaklah. kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya.”</em> (Q.S. Saad, 38:71-72)</p>
<p>وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي</p>
<p>وَمَا أُوتِيتُم مِّن الْعِلْمِ إِلاَّ قَلِيلاً</p>
<p><em>“Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.”</em> (Q.S. Al-Israa, 17:85)</p>
<p>Ruh adalah getaran ilahiah yaitu getaran sinyal ketuhanan sebagaimana rahmat, nikmat, dan hikmah yang kesemuanya sering terasakan sentuhannya, tetapi sukar dipahami hakikatnya. Sentuhan getaran rohaniah itulah yang menyebabkan manusia dapat mencerna nilai-nilai belas kasih, kejujuran, kebenaran, keadilan dan sebagainya.</p>
<p>Istilah nafs banyak tersebar dalam Alquran. Meski termasuk dalam wilayah abstrak yang sukar dipahami, istilah nafs memiliki pengertian yang sangat terkait dengan aspek fisik manusia. Gejolak nafs dapat dirasakan menyebar ke seluruh bagian tubuh manusia karena tubuh manusia merupakan kumpulan dari bermilyar-milyar sel hidup yang saling berhubungan. Nafs bekerja sesuai dengan bekerjanya sistem biologis manusia.</p>
<p>اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَى إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى</p>
<p>إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ</p>
<p><em>“Allah memegangjiwa (nafs) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya. Maka Dia, tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir.”</em> (Q.S. Az-Zumar, 39:42)</p>
<p>Hubungan antara nafs dan fisik manusia demikian erat meski sukar untuk diketahui dengan pasti bagaimana hubungan itu berjalan. Dua hal yang berbeda, mental dan fisik, dapat menjalin interrelasi sebab akibat. Kesedihan dapat menyebabkan mata mengeluarkan cairan, kesengsaraan membuat badan kurus. Dikenal pula istilah psikosomatik, yaitu penyakit-penyakit fisik yang disebabkan oleh masalah kejiwaan.</p>
<p>Perpisahan antara nafs dan fisik disebut maut dan ini adalah peristiwa yang paling misterius dalam kehidupaan manusia sebelum ia menjumpai peristiwa-peristiwa lainnya di dunia yang lain pula.</p>
<p>…وَلَوْ تَرَى إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ وَالْمَلآئِكَةُ بَاسِطُواْ أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُواْ أَنفُسَكُمُ…</p>
<p><em>“… alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang zalim, (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya (sambil berkata): Keluarkanlah nafs-mu…”</em> (Q.S. Al-An’aam, 6:93)</p>
<p>كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ</p>
<p><em>“Tiap-tiap nafs akan merasakan mati.”</em> (Q.S. Ali Imran, 3:185)</p>
<p style="text-align:left;"><strong>2.  Fitrah manusia: Hanif dan potensi akal, qalb dan nafsu</strong></p>
<p>Kata fithrah (fitrah) merupakan derivasi dari kata fatara, artinya ciptaan, suci, dan seimbang. Louis Ma’ruf dalam kamus Al-Munjid (1980:120) menyebutkan bahwa fitrah adalah sifat yang ada pada setiap yang ada pada awal penciptaannya, sifat alami manusia, agama, sunnah.</p>
<p>Menurut imam Al-Maraghi (1974: 200) fitrah adalah kondisi di mana Allah menciptakan manusia yang menghadapkan dirinya kepada kebenaran dan kesiapan untuk menggunakan pikirannya.</p>
<p>Dengan demikian arti fitrah dari segi bahasa dapat diartikan sebagai kondisi awal suatu ciptaan atau kondisi awal manusia yang memiliki potensi untuk mengetahui dan cenderung kepada kebenaran (hanif). Fitrah dalam arti hanif ini sejalan dengan isyarat Alquran:</p>
<p>فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفاً فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ</p>
<p><em>“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah (itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”</em> (Q.S. Ar-Ruum, 30: 30)</p>
<p>Fitrah dalam arti penciptaan tidak hanya dikaitkan dengan arti penciptaan fisik, melainkan juga dalam arti rohaniah, yaitu sifat-sifat dasar manusia yang baik. Karena itu fitrah disebutkan dalam konotasi nilai. Lahirnya fitrah sebagai nilai dasar kebaikan manusia itu dapat dirujukkan kepada ayat:</p>
<p>وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِن بَنِي آدَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنفُسِهِمْ أَلَسْتَ بِرَبِّكُمْ قَالُواْ بَلَى شَهِدْنَا أَن تَقُولُواْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ</p>
<p><em>“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawab: Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).”</em> (Q.S. Al-A’raaf, 7: 172)</p>
<p>Ayat di atas merupakan penjelasan dari fitrah yang berarti hanif (kecenderungan kepada kebaikan) yang dimiliki manusia karena terjadinya proses persaksian sebelum digelar ke muka bumi. Persaksian ini merupakan proses fitrah manusia yang selalu memiliki kebutuhan terhadap agama (institusi yang menjelaskan tentang Tuhan), karena itu dalam pandangan ini manusia dianggap sebagai makhluk religius. Ayat di atas juga menjadi dasar bahwa manusia memiliki potensi baik sejak awal kelahirannya. la bukan makhluk amoral, tetapi memiliki potensi moral. Juga bukan makhluk yang kosong seperti kertas putih sebagaimana yang dianut para pengikut teori tabula rasa.</p>
<p>Fitrah dalam arti potensi, yaitu kelengkapan yang diberikan pada saat dilahirkan ke dunia. Potensi yang dimiliki manusia tersebut dapat dikelompokkan kepada dua hal, yaitu potensi fisik dan potensi rohaniah.</p>
<p>Potensi fisik manusia telah dijelaskan pada bagian yang lalu, sedangkan potensi rohaniah adalah akal, qalb dan nafsu. Akal dalam pengertian bahasa Indonesia berarti pikiran, atau rasio. Harun Nasution (1986) menyebut akal dalam arti asalnya (bahasa Arab), yaitu menahan, dan orang ‘aqil di zaman jahiliah yang dikenal dengan darah panasnya adalah orang yang dapat menahan amarahnya dan oleh karenanya dapat mengambil sikap dan tindakan yang berisi kebijaksanaan dalam mengatasi masalah yang dihadapinya. Senada dengan itu akal dalam Alquran diartikan dengan kebijaksanaan (<em>wisdom</em>), intelegensia (<em>intelligent</em>) dan pengertian (<em>understanding</em>). Dengan demikian di dalam Alquran akal diletakkan bukan hanya pada ranah rasio tetapi juga rasa, bahkan lebih jauh dari itu jika akal diartikan dengan hilunah atau bijaksana.</p>
<p>Al-qalb berasal dari kata qalaba yang berarti berubah, berpindah atau berbalik dan menurut Ibn Sayyidah (Ibn Manzur: 179) berarti hati. Musa Asyari (1992) menyebutkan arti al-qalb dengan dua pengertian, yang pertama pengertian kasar atau fisik, yaitu segumpal daging yang berbentuk bulat panjang, terletak di dada sebelah kiri, yang sering disebut jantung. Sedangkan arti yang kedua adalah pengertian yang halus yang bersifat ketuhanan dan rohaniah yaitu hakikat manusia yang dapat menangkap segala pengertian, berpengetahuan dan arif.</p>
<p>Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa akal digunakan manusia dalam rangka memikirkan alam sedangkan mengingat Tuhan adalah kegiatan yang berpusat pada qalbu. Keduanya merupakan kesatuan daya rohani untuk dapat memahami kebenaran sehingga manusia dapat memasuki suatu kesadaran tertinggi yang bersatu dengan kebenaran Ilahi.</p>
<p>Adapun nafsu (bahasa Arab: <em>al-hawa</em>, dalam bahasa Indonesia sering disehat hawa nafsu) adalah suatu kekuatan yang mendorong manusia untuk mencapai keinginannya. Dorongan-dorongan ini sering disebut dengan dorongan primitif, karena sifatnya yang bebas tanpa mengenal baik dan buruk. Oleh karena itu nafsu sering disebut sebagai dorongan kehendak bebas. Dengan nafsu manusia dapat bergerak dinamis dari suatu keadaan ke keadaan yang lain. Kecenderungan nafsu yang bebas tersebut jika tidak terkendali dapat menyebabkan manusia memasuki kondisi yang membahayakan dirinya. Untuk mengendalikan nafsu manusia menggunakan akalnya sehingga dorongan-dorongan tersebut dapat menjadi kekuatan positif yang menggerakkan manusia ke arah tujuan yang jelas dan baik. Agar manusia dapat bergerak ke arah yang jelas, maka agama berperan untuk menunjukkan jalan yang akan harus ditempuhnya. Nafsu yang terkendali oleh akal dan berada padajalur yang ditunjukkan agama inilah yang disebut an-nafs al-mutmainnah yang diungkapkan Alquran :</p>
<p>يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ</p>
<p>ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً</p>
<p>فَادْخُلِي فِي عِبَادِي</p>
<p>وَادْخُلِي جَنَّتِي</p>
<p><em>“Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hambaKu dan masuklah ke dalam surgaKu.”</em> (Q.S. Al-Fajr, 89:27-30)</p>
<p>Dengan demikian manusia ideal adalah manusia yang mampu menjaga fitrah (hanif)-nya dan mampu mengelola dan memadukan potensi akal, qalbu, dan nafsunya secara harmonis.</p>
<p><strong>3.   Manusia Mempunyai Hak Pilih dan Kebebasan</strong></p>
<p>Pada setiap ciptaan-Nya, Allah telah menentukan qadamya. Qadar sendiri berarti “memberikan ukuran/keterhinggaan/ketetapan). Arti ini dapat diketahui dari ayat-ayat berikut ini:</p>
<p>الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَمْ يَتَّخِذْ وَلَداً وَلَمْ يَكُن لَّهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيراً</p>
<p><em>“…</em>yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagiNya dalam kekuasaan(Nya), dan dia telah menciptakan segala sesuatu, <strong><em>dan Dia menetapkan  ukuran-ukurannya  dengan  serapi-rapinya</em></strong><em>.”</em> (Q.S. al-Furqan, 25: 2)</p>
<p>وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ</p>
<p><em>“Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.”</em> (Q.S. Yasin, 36: 38)</p>
<p>وَالَّذِي نَزَّلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً بِقَدَرٍ فَأَنشَرْنَا بِهِ بَلْدَةً مَّيْتاً كَذَلِكَ تُخْرَجُونَ</p>
<p><em>“Dan yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati,…”</em> [Q.S. az-Zukhruf, 43: 11)</p>
<p>إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ</p>
<p><em>“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.”</em> (Q.S. al-Qamar, 54: 49)</p>
<p>قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْراً</p>
<p><em>“...  Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.”</em> (Q.S. ath-Thalaq, 65: 3)</p>
<p>وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنفُسِكُم مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِندَ اللَّهِ هُوَ خَيْراً وَأَعْظَمَ أَجْرا...</p>
<p><em>“... Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu, memperoleh (balasannya) di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya,...”</em> [Q.S. al-Muzamil 73: 20].</p>
<p>وَإِن مِّن شَيْءٍ إِلاَّ عِندَنَا خَزَائِنُهُ وَمَا نُنَزِّلُهُ إِلاَّ بِقَدَرٍ مَّعْلُومٍ</p>
<p><em>“Dan tidak ada sesuatu pun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya, dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu.”</em> (Q.S. al-Hijr 15: 21)</p>
<p>Ide yang terkandung dalam doktrin qadar ini adalah bahwa Allah saja yang tak terhingga secara mutlak, sedang segala sesuatu selain Allah sebagai ciptaanNya memiliki “ukuran/keterhinggaan” atau memilih kapasitas yang terbatas. Menurut al-Qur’an, setiap Allah menciptakan sesuatu hal (<em>khalq</em>), Allah memberikan sifat-sitat, potensi-potensi dan hukum-hukum tingkah laku (amr, “perintah” atau hidayah “petunjuk”) tertentu kepadanya, sehingga ia menuruti sebuah pola tertentu dan menjadi sebuah laktor didalam “kosmos”.</p>
<p>Oleh karena itu segala sesuatu di dalam alam semesta ini bertingkah laku sesuai dengan hukum-hukum yang telah ditentukan padanya secara otomatis mentaati “perintah” Allah-maka keseluruhan alam semesta ini adalah muslim atau tunduk kepada kehendak Allah.</p>
<p>Manusia adalah satu-satunya kekecualian didalam hukum universal ini karena diantara scmuanya, manusialah satu-satunya ciptaan Allah yang diberi kebebasan untuk mentaati atau mengingkari perintah Allah.</p>
<p>Sebagaimana ciptaan yang lain, pada manusia juga telah ditetapkan sifat-sifat, potensi-potensi dan hukum-hukum tingkah laku, yaitu bahwa manusia diciptakan telah dilengkapi dengan perbekalan-perbekalan yang berupa kodrat, pembawaan jiwa (watak) dan perlengkapan-perlengkapan lainnya. Semua ini dapat diarahkan pemakaiannya kearah yang baik maupun ke arah yang buruk. Jadi tidak semata-mata untuk kebaikan atau untuk keburukan saja. Walaupun sebagian orang lebih kuat iradah kebaikannya dan sebagian lain lebih kuat iradah kejahatannya. Semua itu hanya Allah yang tahu ukurannya secara pasti, sebagaimana firman Allah:</p>
<p>وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا# فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا# قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا# وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّاهَا#</p>
<p><em>“Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya). Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaan. Sesungguh-nya beruntunglah orang yang mensucikanjiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” </em>(Q.S. asy-Syams, 91: 7-10)</p>
<p>Ayat di atas menunjukkan bahwa Allah menjadikan manusia dengan sempurna lagi berimbangan dan mengisinya dengan kodrat-kodrat (sarana) yang dapat menerima kebaikan atau kejahatan.</p>
<p>Di samping itu Allah juga telah membekali manusia dengan akal yang dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Dan juga Allah memberikan kepada manusia tenaga dan kemampuan untuk membenarkan yang haq dan menyalahkan yang bathil, sanggup mengerjakan yang baik dan meninggalkan yang buruk.</p>
<p>Tidak hanya itu saja, Allah masih mengutus para rasul untuk mewujudkan jalan-jalan kebenaran dan memberikan bimbingan. Allah juga telah merumuskan dalil-dalil (pokok-pokok pedoman) tentang kebenaran dengan diturunkan kitab suci (al-Qur’an) kepada manusia.</p>
<p>Dengan demikian manusia dipandang mukhtar dalam segala perbuatannya, dengan ikhtiar yang hakiki, bukan majazi, karena ia menyukai perbuatan itu dan mempunyai pengaruh dalam meninggalkan perbuatan.</p>
<p>Melihat kelengkapan perbekalan yang diberikan Allah kepada manusia, maka manusia harus mengerahkan kodrat dan kemampuannya untuk memilih jalan kebenaran atau jalan sesat. Sebagaimana firman Allah:</p>
<p>وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ</p>
<p><em>“Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan.”</em> (Q.S. al-Balad, 90: 10)</p>
<p>إِنَّا هَدَيْنَاهُ السَّبِيلَ إِمَّا شَاكِراً وَإِمَّا كَفُوراً</p>
<p><em>“Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.”</em> (Q.S. al-Insan, 76: 3)</p>
<p>Dengan demikian segala hasil dan akibat dari perbuatan manusia adalah karena ulah manusia sendiri, sebagaimana firman Allah:</p>
<p>كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ</p>
<p><em>“Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya.”</em> (Q.S. al-Muddatstsir, 74: 38)</p>
<p>مَنْ عَمِلَ صَالِحاً فَلِنَفْسِهِ وَمَنْ أَسَاء فَعَلَيْهَا وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيدِ</p>
<p><em>“Barang siapa mengerjakan amal sholeh maka (pahalanya) untuk dirinva sendiri dan barang siapa yang berbuat jahat maka (dosanya) atas dirinya sendiri dan sekali-kali tidaklah Tuhanmu menganiaya hamba-hamba(Nya).”</em> (Q.S. Fushshilat, 41: 46)</p>
<p>إِنَّ اللّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنْفُسِهِمْ</p>
<p><em>“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”</em> (Q.S. ar-Ra’du, 13: 11)</p>
<p>Makna yang senada dapat dilihat pada beberapa ayat berikut ini:</p>
<p>وَقُلِ الْحَقُّ مِن رَّبِّكُمْ فَمَن شَاء فَلْيُؤْمِن وَمَن شَاء فَلْيَكْفُرْ..</p>
<p><em>“Dan katakanlah, Kebenaran itu datangnya dan Tuhanmu, maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin, (kafir) biarlah ia kafir,…”</em> (Q.S. al-Kahfi, 18: 29)</p>
<p>لاَ يُكَلِّفُ اللّهُ نَفْساً إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ</p>
<p><em>“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesangggupannya. la mendapat pahala (dari kebajikan) yang ia usahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya…”</em> (Q.S. al-Baqarah, 2: 286)</p>
<p>فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّا أُخْفِيَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاء بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ</p>
<p>“Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka, yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan.” (Q.S. as-Sajadah, 32: 17)</p>
<p>وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ</p>
<p>“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (Q.S. asy-Syuura, 42: 30)</p>
<p>ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ</p>
<p>“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merusakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar).”       (Q.S. ar-Rum, 30: 41)</p>
<p>وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَى</p>
<p>“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.” (Q.S. an-Najm, 53: 39)</p>
<p>Keterangan di atas menunjukkan bahwa Allah memberikan kebebasnya kepada manusia untuk menggunakan potensi-potensi yang telah diberikan Allah kepada manusia. Dengan demikian perbuatan manusia adalah hasil dari kehendak dan kemampuan manusia sendiri, yaitu kehendak dan kemampuan yang telah diberikan Allah kepada manusia.                     ,</p>
<p>Dengan potensi dan kemampuan diatas, manusia dibebani taklif, yaitu untuk berbuat baik dan meninggalkan yang buruk; menunaikan kewajiban-kewajiban dan meninggalkan larangan-larangan.</p>
<p>Sebagai konsekwensinya, manusia diminta untuk memperianggungjawabkan atas segala penggunaan potensi-potensi dan kemampuan yang telah diberikan Allah padanya untuk melakukan kebaikan atau keburukan. Jika ia menggunakan potensi-potensi dan kemampuan itu untuk kebaikan, maka Allah akan membalas dengan kebaikan danjika ia menggunakannya untuk melakukan keburukan, maka Allah akan membalas dengan keburukan pula. Demikian itulah keadilan Allah kepada hamba Nya.</p>
<p>Akhimya dapat diketahui bahwa dengan dibekali potensi-potensi, kemampuan dan akal; diberi petunjuk tentang kebaikan dan kejahatan (dengan diutusnya rasul dan diturunkannya kitab suci); dibebani kewajiban dan dimintai tanggung-jawab, maka manusia diberi kebebasan berkehendak/ikhtiar untuk menentukan apa yang dikerjakan sebatas kemampuan yang telah diberikan oleh Allah. Dengan demi-ldan manusia bukanlah makhluk yang terpaksa.</p>
<p>Namun demikian kehendak dan kemampuan manusia bukanlah kehendak dan kemampuan yang bebas tanpa batas. Melainkan semua itu dibatasi oleh sunnatullah, yaitu ketetapan Allah yang telah diberikan Allah kepada makhluk Nya.</p>
<p><strong>5.   Peran Ganda Manusia: Hamba dan Khalifah</strong></p>
<p>Allah menciptakan manusia tidak sekadar untuk permainan, tetapi untuk melaksanakan tugas yang berat (Q.S. al-Mu’minun, 23: 115) menunaikan amanah yang manusia memang telah bersedia untuk menerimanya (Q.S. al-Ahzab, 33: 72), yaitu melaksanakan fungsinya sebagai khalifah dimuka bumi dan misinya untuk menciptakan kemakmuran di muka bumi. Fungsi sebagi khalifah ditunjukkan oleh ayat:</p>
<p>وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُواْ أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاء وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ</p>
<p>إِنِّي أَعْلَمُ مَا لاَ تَعْلَمُونَ</p>
<p><em>“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi’. Mereka berkata: ‘Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman, ‘Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”</em> (Q.S. al-Baqarah, 2: 30)</p>
<p>وَهُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلاَئِفَ الأَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِّيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ الْعِقَابِ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ</p>
<p><em>“Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa (khalifah) di bumi dan Dia meninggikan sebagian kamu atas sehagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksanya dan sesungguhnya Dia M aha Pengampun lagi Maha Penyayang.” </em>(Q.S. al-An’am, 6: 165)</p>
<p>Misi manusia adalah membuat kemakmuran di muka bumi dengan jalan menegakkan sebuah tata sosial yang bermoral untuk terwujudnya masyarakat yang beradab, adil dan makmur untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam. Hal ini bisa ditelusuri dalam firman Allah:</p>
<p>وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ</p>
<p><em>“Dan tidaklah Kami mengutus kamu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.”</em> (Q.S. al-Anbiya’, 21: 107)</p>
<p>Di samping kewajiban untuk menunaikan amanah sebagai khalifah, maka kewajiban yang lain yang langsung kepada Allah adalah “Ibadah”. Allah bahkan telah menegaskan bahwa manusia diciptakan memang untuk beribadah kepada Allah, sebagaimana firman Allah sebagai berikut:</p>
<p>وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ</p>
<p><em>“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah KU.”</em> (Q.S. adz-Dzariyat, 51: 56)</p>
<p>Oleh karena itu manusia hams mengabdikan diri sepenuhnya untuk menghambakan diri semata-mata karena Allah.</p>
<p>قُلْ إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ</p>
<p><em>“Katakanlah: ‘Sesungguhnya sembahyangku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.”</em> (Q.S. al-An’am, 6: 162)</p>
<p>Jadi sebenamya seluruh aktivitas manusia adalah mempunyai nilai ibadah apabila dilakukan dalam rangka penunaian amanah sebagai khalifah untuk menuju tercapainya cita-cita agama Islam.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wawankardiyanto.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wawankardiyanto.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wawankardiyanto.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wawankardiyanto.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wawankardiyanto.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wawankardiyanto.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wawankardiyanto.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wawankardiyanto.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wawankardiyanto.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wawankardiyanto.wordpress.com/265/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wawankardiyanto.wordpress.com&blog=2161200&post=265&subd=wawankardiyanto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2009/12/05/hidup-di-dunia-adalah-sebuah-permainan-dan-lahan-ujian-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a481e2f560b8cfabef1498a8e5ea71b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wawankardiyanto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wawankardiyanto.files.wordpress.com/2009/12/images1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wawankardiyanto.files.wordpress.com/2009/10/images12.jpeg?w=194&#38;h=121" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>URIP KUWI MUNG MAMPIR NGOMBE..</title>
		<link>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2009/12/03/urip-kuwi-mung-mampir-ngombe/</link>
		<comments>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2009/12/03/urip-kuwi-mung-mampir-ngombe/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 04:35:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawankardiyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam rahmatan lil alamin]]></category>
		<category><![CDATA[Allah]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[mampir]]></category>
		<category><![CDATA[minum]]></category>
		<category><![CDATA[ngombe]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wawankardiyanto.wordpress.com/?p=259</guid>
		<description><![CDATA[Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun. (QS. 70:4)
Ayat ini menyatakan kecepatan malaikat naik menghadap Allah adalah 1: 50.000 tahun bila dibandingkan manusia. Artinya ayat ini jg bisa berarti usia malaikat-pun perbandingannya dengan manusia adalah 1: 50.000th.
dengan demikian ayat itu menyatakan bahwa apabila usia bumi kita saat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wawankardiyanto.wordpress.com&blog=2161200&post=259&subd=wawankardiyanto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://wawankardiyanto.files.wordpress.com/2009/12/images.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-260" title="images" src="http://wawankardiyanto.files.wordpress.com/2009/12/images.jpg?w=113&#038;h=116" alt="" width="113" height="116" /></a>Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun. (QS. 70:4)</p>
<p>Ayat ini menyatakan kecepatan malaikat naik menghadap Allah adalah 1: 50.000 tahun bila dibandingkan manusia. Artinya ayat ini jg bisa berarti usia malaikat-pun perbandingannya dengan manusia adalah 1: 50.000th.</p>
<p>dengan demikian ayat itu menyatakan bahwa apabila usia bumi kita saat ini adalah 5 milyar tahun maka bagi malaikat, bumi baru berusia 100.000 hari atau 274 tahun. Atau, alam semesta yg telah berumur 12 milyar tahun itu-pun bagi malaikat masih baru berusia 240.000 hari atau 657 tahun.</p>
<p>Singkat kata perumpamaan jawa &#8220;urip kuwi mung mampir ngombe&#8221; (hidup manusia itu singkatnya seperti minum seteguk air) adalah benar adanya.</p>
<p>Subhanallah&#8230;.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wawankardiyanto.wordpress.com/259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wawankardiyanto.wordpress.com/259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wawankardiyanto.wordpress.com/259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wawankardiyanto.wordpress.com/259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wawankardiyanto.wordpress.com/259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wawankardiyanto.wordpress.com/259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wawankardiyanto.wordpress.com/259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wawankardiyanto.wordpress.com/259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wawankardiyanto.wordpress.com/259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wawankardiyanto.wordpress.com/259/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wawankardiyanto.wordpress.com&blog=2161200&post=259&subd=wawankardiyanto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2009/12/03/urip-kuwi-mung-mampir-ngombe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a481e2f560b8cfabef1498a8e5ea71b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wawankardiyanto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wawankardiyanto.files.wordpress.com/2009/12/images.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MIMPI SBY JATUH DARI PUCUK POHON</title>
		<link>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2009/11/30/mimpi-sby-jatuh-dari-pucuk-pohon/</link>
		<comments>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2009/11/30/mimpi-sby-jatuh-dari-pucuk-pohon/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 01:22:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawankardiyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[ekstra logika]]></category>
		<category><![CDATA[aneh]]></category>
		<category><![CDATA[jatuh]]></category>
		<category><![CDATA[malam]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[paranormal]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wawankardiyanto.wordpress.com/?p=252</guid>
		<description><![CDATA[Tadi malam sy kog mimpi agak aneh&#8230; mimpinya  gini:
Waktu itu aku lg jalan di depan pekarang. sambil liat2 pepohonan, ketika nengok ke kebun belakang, dari kejauhan saya lihat di puncuk sebuah pohon ada SBY sedang duduk spt orang nongkrong sambil melihat2 suasana di bawahnya.
ANEH, aku liat SBY duduk dipucuk pohon ada apa ya? blom lama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wawankardiyanto.wordpress.com&blog=2161200&post=252&subd=wawankardiyanto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://wawankardiyanto.files.wordpress.com/2009/11/baliho-jatuh.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-255" title="baliho-jatuh" src="http://wawankardiyanto.files.wordpress.com/2009/11/baliho-jatuh.jpg?w=233&#038;h=174" alt="" width="233" height="174" /></a>Tadi malam sy kog mimpi agak aneh&#8230; mimpinya  gini:</p>
<p>Waktu itu aku lg jalan di depan pekarang. sambil liat2 pepohonan, ketika nengok ke kebun belakang, dari kejauhan saya lihat di puncuk sebuah pohon ada SBY sedang duduk spt orang nongkrong sambil melihat2 suasana di bawahnya.</p>
<p>ANEH, aku liat SBY duduk dipucuk pohon ada apa ya? blom lama memperhatikan SBY di pucuk pohon itu, tiba2 spt ada angin yg membuat pucuk pohon yg sedang diduduki SBY meliuk ke belakang. SBY terkejut dan coba menyeimbangkan dirinya ke depan agar pohon kembali seimbang. Tapi kemudian datang lg angin yg besar, SBY jatuh tapi sempat bergelantungan sebentar, tapi terus terjatuh. trus aku terbangun dr tidurku. lalu kutulis mimpiku. pada wktu itu sptnya sudah jam 2-an malam.</p>
<p>gambar di depan adalah baliho SBY jatuh.</p>
<p>Baliho raksasa dengan gambar SBY di depan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta tumbang menimpa pos polisi Bundaran Hotel Indonesia dan pagar Kedutaan Besar Inggris, Kamis sore (27/8). Baliho raksasa ini tumbang akibat tertiup angin kencang. (*Loren Eknatius)</p>
<p>sumber: http://matanews.com/2009/08/27/baliho-sby-jatuh/</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wawankardiyanto.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wawankardiyanto.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wawankardiyanto.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wawankardiyanto.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wawankardiyanto.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wawankardiyanto.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wawankardiyanto.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wawankardiyanto.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wawankardiyanto.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wawankardiyanto.wordpress.com/252/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wawankardiyanto.wordpress.com&blog=2161200&post=252&subd=wawankardiyanto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2009/11/30/mimpi-sby-jatuh-dari-pucuk-pohon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a481e2f560b8cfabef1498a8e5ea71b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wawankardiyanto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wawankardiyanto.files.wordpress.com/2009/11/baliho-jatuh.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">baliho-jatuh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kita tinggal menunggu saja untuk memiliki Wakil Presiden yang baru</title>
		<link>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2009/11/28/kita-tinggal-menunggu-saja-untuk-memiliki-wakil-presiden-yang-baru/</link>
		<comments>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2009/11/28/kita-tinggal-menunggu-saja-untuk-memiliki-wakil-presiden-yang-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 09:54:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawankardiyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[NEWS]]></category>
		<category><![CDATA[bank century]]></category>
		<category><![CDATA[century]]></category>
		<category><![CDATA[JK]]></category>
		<category><![CDATA[Jusuf kalla]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>
		<category><![CDATA[skandal]]></category>
		<category><![CDATA[wapres]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wawankardiyanto.wordpress.com/?p=250</guid>
		<description><![CDATA[24/11/2009 &#8211; 14:39
&#60;!&#8211; reset &#8211;&#62;
Testimoni Sri Mulyani: Saya Tak Mau Dibui
IM Sumarsono



Sri Mulyani
(inilah.com /Wirasatria)

INILAH.COM, Jakarta &#8211; Ada pengakuan menarik soal sikap Menteri Keuangan Sri Mulyani terhadap kasus Bank Century. Bahwa, dalam kapasitas sebagai pengambil keputusan pengucuran dana Century, dia tidak mau dipenjara. Karena itu, Sri Mulyani mengungkapkan bahwa dia telah ditipu.
Pengakuan Sri Mulyani ini diungkapkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wawankardiyanto.wordpress.com&blog=2161200&post=250&subd=wawankardiyanto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div>24/11/2009 &#8211; 14:39</div>
<div>&lt;!&#8211; <a href="#">reset</a> &#8211;&gt;</div>
<div>Testimoni Sri Mulyani: Saya Tak Mau Dibui</div>
<div>IM Sumarsono</div>
<div>
<div>
<div><img src="http://www.inilah.com/data/berita/foto/184553.jpg" alt="" /></div>
<div>Sri Mulyani<br />
(<em>inilah.com /Wirasatria</em>)</div>
</div>
<p><strong>INILAH.COM, Jakarta &#8211; Ada pengakuan menarik soal sikap Menteri Keuangan Sri Mulyani terhadap kasus Bank Century. Bahwa, dalam kapasitas sebagai pengambil keputusan pengucuran dana Century, dia tidak mau dipenjara. Karena itu, Sri Mulyani mengungkapkan bahwa dia telah ditipu.</strong></p>
<p>Pengakuan Sri Mulyani ini diungkapkan oleh Johan Silalahi dari Negarawan Center dalam diskusi <em>Chat after lunch</em> di FX Plasa, Senayan, Jakarta, Selasa (24/11).</p>
<p>&#8221;Saya sampaikan ke temen-temen media, bahwa pengakuan dari Sri Mulyani sudah keluar.</p>
<p>Saya kutip itu dan saya sampaikan di situ secara terbuka. Yaitu, dalam kasus Bank Century ini dia tidak tahu. Tepatnya, dia tertipu. Sri Mulyani sendiri sudah pernah ditanya oleh seorang pejabat negara, dalam kasus Century: kamu mau dipenjara atau tidak?&#8221;</p>
<p>Nah, menurut Johan, saat itulah muncul pengakuan dari Sri Mulyani bahwa dia tak mau dipenjara. Karena itu, muncul pengakuan bahwa dia (Sri Mulyani) merasa ditipu dalam pengambilan keputusan <em>bail out</em> kasus Bank Century oleh Bank Indonesia.</p>
<p>&#8221;Itulah yang mesti dipertanyakan, kenapa orang seperti Sri Mulyani, yang dikenal sangat taat azas, bahkan untuk urusan uang Rp 20 miliar saja bisa sangat teliti, tiba-tiba menjadi begitu tidak prudent-nya dalam memutuskan pengucuran dana Rp 6,7 triliun,&#8221; kata Johan.</p>
<p>Ditambah lagi, pengucuran itu dilakukan pada hari Minggu. &#8221;Ini benar-benar aneh. Pengucuran dana dilakukan di luar hari kerja,&#8221; kata Johan.</p>
<p>Karena itu, Johan menyebut bahwa kasus Bank Century adalah skandal kenegaraan. &#8221;Ini arahnya sudah jelas, bahwa yang harus bertanggung jawab adalah Menteri Keuangan sebagai Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan, dan Boediono sebagai Gubernur Bank Indonesia ketika itu,&#8221; kata Johan.</p>
<p>Diskusi yang digelar oleh Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini, dipandu oleh dosen FE-UI, Taufik Bahaudin.</p>
<p>Selain Johan, staf pengajar ekonomi UI, Berly Martawardaya, juga sepakat dengan Johan.</p>
<p>Bahwa, terjadi rekayasa dalam kasus Bank Century. &#8221;Sebab, dari kacamata akademisi, jelas sekali ada standar untuk menentukan Bank Gagal yang berimplikasi sistemik,&#8221; katanya.</p>
<p>Artinya, apa yang tejadi pada <em>bail-out</em> Century, terlalu banyak indikasi penyimpangan. Terutama yang berkaitan dengan kebijakan penentuan pemberian dana talangan.</p>
<p>Irman Putra Sidin, pengamat hukum tata negara, yang juga hadir dalam diskusi sebagai pembicara, sudah jelas alur dari kasus Bank Century ini.</p>
<p>&#8221;Kemarin, ada dua peristiwa penting yang menunjukkan pada kita bahwa memang terjadi skandal di dalam tata kenegaraan kita. Yaitu, sikap Demokrat yang tiba-tiba mendukung Hak Angket. Yang kedua, yaitu pidato Presiden SBY, khususnya soal Bank Century. Di situ sudah jelas, bahwa sikap Presiden terhadap dana Century adalah menyebut dana itu sebagai dana haram,&#8221; katanya.</p>
<p>Artinya, kasus Century ini akan terus bergulir. Karena itu, Firman melihat:&#8221;Jika alurnya mulus, maka jelas bahwa Hak Angket akan terus bergulir. Ada ketidaklaziman di tubuh pemerintahan karena adanya kasus Bank Century itu.</p>
<p>Sekali lagi, kalau alurnya mulus, maka sudah jelas bahwa arah Hak Angket adalah impeachment terhadap Menteri Keuangan dan Gubernur BI saat itu. Maka, kita tinggal menunggu saja untuk memiliki Wakil Presiden yang baru,&#8221; kata Irman.[ims]</p>
<p>sumber: http://www.inilah.com/berita/politik/2009/11/24/184553/testimoni-sri-mulyani-saya-tak-mau-dibui/</p>
</div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wawankardiyanto.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wawankardiyanto.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wawankardiyanto.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wawankardiyanto.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wawankardiyanto.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wawankardiyanto.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wawankardiyanto.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wawankardiyanto.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wawankardiyanto.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wawankardiyanto.wordpress.com/250/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wawankardiyanto.wordpress.com&blog=2161200&post=250&subd=wawankardiyanto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2009/11/28/kita-tinggal-menunggu-saja-untuk-memiliki-wakil-presiden-yang-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a481e2f560b8cfabef1498a8e5ea71b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wawankardiyanto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.inilah.com/data/berita/foto/184553.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>BANGSA “TERORIS”, MENGANDALKAN SEGALA CARA,  SOK BERKUASA, SUKA HIDUP MEWAH, DAN  BANYAK OMONG?</title>
		<link>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2009/11/20/bangsa-%e2%80%9cteroris%e2%80%9d-mengandalkan-segala-cara-sok-berkuasa-suka-hidup-mewah-dan-banyak-omong/</link>
		<comments>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2009/11/20/bangsa-%e2%80%9cteroris%e2%80%9d-mengandalkan-segala-cara-sok-berkuasa-suka-hidup-mewah-dan-banyak-omong/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 11:30:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawankardiyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[POLITIK]]></category>
		<category><![CDATA[Bibit]]></category>
		<category><![CDATA[bibit candra]]></category>
		<category><![CDATA[candra]]></category>
		<category><![CDATA[century]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolri]]></category>
		<category><![CDATA[kejaksaan]]></category>
		<category><![CDATA[kepolisian]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wawankardiyanto.wordpress.com/?p=245</guid>
		<description><![CDATA[BANGSA “TERORIS”, MENGANDALKAN SEGALA CARA, 
SOK BERKUASA, SUKA HIDUP MEWAH, DAN 
BANYAK OMONG? 
(Refleksi Orang Awam Terhadap Orang “Gedhe”)
Oleh: Wawan Kardiyanto*
Ini tulisan lama………. Tapi coba saya jadikan baru dengan memberi jahitan kecil di dalamnya………….
Menteri Senior Singapura, Lee Kuan Yew kembali mengejutkan bangsa Indonesia lewat pernyataannya yang mengindikasikan bahwa bangsa Indonesia adalah sarang teroris. Pernyataan Lee [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wawankardiyanto.wordpress.com&blog=2161200&post=245&subd=wawankardiyanto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><a href="http://wawankardiyanto.files.wordpress.com/2009/11/n187232154984_5423.jpg"><img class="size-full wp-image-248 alignleft" title="n187232154984_5423" src="http://wawankardiyanto.files.wordpress.com/2009/11/n187232154984_5423.jpg?w=200&#038;h=300" alt="" width="200" height="300" /></a>BANGSA “TERORIS<em>”</em>, MENGANDALKAN SEGALA CARA, </strong></p>
<p><strong>SOK BERKUASA, SUKA HIDUP MEWAH, DAN </strong></p>
<p><strong>BANYAK OMONG? </strong></p>
<p><strong>(<em>Refleksi Orang Awam Terhadap Orang “Gedhe”</em>)</strong></p>
<p>Oleh: Wawan Kardiyanto*</p>
<p>Ini tulisan lama………. Tapi coba saya jadikan baru dengan memberi jahitan kecil di dalamnya………….</p>
<p>Menteri Senior Singapura, Lee Kuan Yew kembali mengejutkan bangsa Indonesia lewat pernyataannya yang mengindikasikan bahwa bangsa Indonesia adalah sarang teroris. Pernyataan Lee kuan Yew didasarkan pada kenyataan bahwa dalang operasi Jemaah Islamiyah yang tertangkap di Singapura dinyatakan masih berkeliaran bebas di Indonesia. Karena itu menurutnya ancaman terhadap Singapura hanya bisa disingkirkan jika jaringan operasi yang dilatih Al Qaeda di sekitar Singapura dibubarkan termasuk yang ada di Indonesia.</p>
<p>Pernyataan Lee tersebut begitu membuat berang pejabat pemerintah dan orang-orang gedhe di negeri ini. Banyak yang menyesalkan pernyataan Lee itu, yang menurut mereka tidak berlandaskan pada bukti dan data akurat. Akibatnya hubungan Indonesia dan Singapura yang akhir-akhir ini sering bermasalah akan semakin parah. Bagai kebakaran jenggot pejabat pemerintah dan orang-orang gedhe Indonesia balik memberikan pernyataan, dari mencoba minta klarifikasi, membantah keras pernyataan Lee, hingga mengutuk dan menghujatnya. Menurut pemerintah Indonesia pernyataan Lee itu telah menyinggung bangsa Indonesia.</p>
<p><span id="more-245"></span></p>
<p>Terlepas dari benar atau tidaknya teriakan Lee bahwa Indonesia adalah sarang Teroris, dan terlepas dari persoalan issu terorisme internasional yang akhir-akhir ini dijadikan propaganda pemerintah Amerika Serikat sebagai musuh yang harus ditumpas, dan terlepas dari segala <em>tetek mbengek</em> yang diributkan, sebaiknya bangsa Indonesia mencoba berkaca diri kembali.  Tuduhan sebagai bangsa teroris harus menyadarkan kita akan sepak terjang kita 4 tahun belakangan ini. Peristiwa-peristiwa teror, kerusuhan dan kejahatan sosial yang hingga saat ini belum reda di tanah air,  bukankah dapat dikatagorikan label terorisme? Tindakan kejam, banjir darah, perang antar agama, suku dan kampung, peledakan bom, bukankah itu tindakan teroris? Apapun alasannya, tindakan-tindakan anarkhis tersebut jelas-jelas dilakukan oleh “sesuatu” yang layak dicap sebagai teroris!</p>
<p>Kalau begitu, mari kita mencoba kembali merenungkan pertanyaan tersebut di atas. Benarkah bangsa Indonesia adalah bangsa teroris?</p>
<p><strong>Suka Hidup Mewah?</strong></p>
<p>Sore itu, kalau tidak salah Selasa 19 Februari 2002, aku nonton televisi pada acara Cek &amp; RiCek di RCTI.  Pada saat itu acaranya cukup membuatku berpikir &#8211;bukan pada acara yang sedang kutonton&#8211;, namun pada tayangan televisi sebelumnya selama hampir dua minggu, yaitu musibah banjir yang melanda kota Jakarta dan beberapa pelosok nusantara. Banjir yang terjadi menurutku begitu mengenaskan, rumah-rumah terendam air hingga 4 meter, hampir selama 2 minggu di Jakarta. Para penduduk terlihat berusaha menyelamatkan keluarga dan hartanya masing-masing. Mereka berbondong-bondong mengungsi di daerah ketinggian yang tidak terkena banjir. Dari tayangan lewat udara, Jakarta terlihat laksana sebuah lautan baru yang diwarnai bintik-bintik hitam genteng-genteng rumah penduduk yang terendam, tak mengenal kaya maupun miskin.</p>
<p>Musibah banjir ini menjadi sebuah tragedi yang menjadi perbincangan banyak orang. Banyak omongan yang berupa pertanyaan, pendapat, tanggapan hingga hujatan mewarnai musibah banjir tersebut. Dari pertanyaan; Kenapa banjir bisa terjadi begitu luas dan lama?, Apa sebabnya?, Apa yang dikerjakan pemerintah guna menang-gulangi musibah banjir?, Musibah banjir disebabkan karena ini, karena itu, hingga hujatan, Apa kerja dan tugas aparat pemerintah sih, koq mereka dengan enteng ngomomg musibah banjir adalah musibah musiman, nanti khan mensusut sendiri, sekarang kami tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa menunggu menyusutnya air! Akhirnya aparat disalahkan, penduduk pun disalahkan. Lalu bermunculanlah beberapa kambing hitam.  Refleksi sana-refleksi sini; Oo, ternyata selama ini penerapan tata kotanya salah kaprah, Oo, ternyata tanah-tanah yang sebenarnya untuk serapan air hujan, seperti kawasan Puncak, sekarang sudah disulap menjadi vila-vila orang ghede dan berduit. Oo, Gubernur Sutiyoso pun lekas-lekas merobohkan vilanya.</p>
<p>Seperti semut diseberang lautan tampak dan gajah dipelupuk tak tampak, tatkala banjir usai penderitaan penduduk pun terlupakan. Mereka banyak yang kehilangan keluarga, harta, dilanda kelaparan dan penyakit pasca banjir. Mereka butuh uluran tangan kedermawanan, ini tugas pemerintah dan tanggungjawab moral orang-orang kaya, pokoknya orang gedhe. Inilah abtraksi pikiranku tatkala menonton televisi acara Cek &amp; RiCek yang pada saat itu sedang menayangkan pesta pernikahan seorang anak pengusaha kilang minyak Jodi Setiawan di sebuah hotel berbintang. Pesta pernikahan yang begitu meriah, dihadiri artis-artis cantik, pejabat-pejabat tinggi negara, bisnisman dan orang-orang terkenal.  Sang ayah, saat menjawab pertanyaan kru Cek &amp; RiCek dengan enteng ngomong, “Syukurlah hari ini tidak hujan dan tidak banjir, namun sebenarnya saya pun telah menyewa pawang hujan untuk melancarkan acara pernikahan putriku ini.”</p>
<p>Ironis, begitu kilasan otak dan hati kecilku. Apakah aku salah berpikir?</p>
<p><strong>Banyak Omong?</strong></p>
<p>Di arena Pemilihan Umum (Pemilu) 1999, untuk mendapatkan simpati dan suara masyarakat, partai-partai peserta pemilu banyak melontarkan janji-janji kemakmuran bagi rakyat, kelak bila partainya menang. Entah itu janji penurunan harga Sembako, penurunan harga BBM, tarif dasar listrik, tarif dasar PDAM, harga tarif dasar angkutan, peningkatan gaji guru, peningkatan tenaga kerja, peningkatan modal bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM), pemberantasan KKN, efisiensi dana APBN dan penurunan gaji pegawai setingkat eselon I dan II, dan lain sebagainya.</p>
<p>Namun, apa lacur, janji tinggallah janji. Setelah menang dan berkuasa lupalah segala janji-janji dan yang terjadi adalah sebaliknya; harga-harga kebutuhan pokok setahap demi setahap malahan membumbung tinggi baik itu sembako, BBM, tarif dasar listrik, tarif dasar PDAM, dan tarif dasar angkutan, pengangguran semakin meningkat, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) terkatung-katung ditangan BPPN, KKN semakin meraja lela dan pemberantasannya pun hanya sebuah sandiwara &#8211;kasus BLBI contohnya, bocornya dana APBN di sana sini, dan meningkatnya gaji para pejabat tinggi, DPR, DPRD, pejabat  eselon I dan II.</p>
<p>Demikianlah, arena Pemilu ternyata adalah arena membual nasional, alhasil produk Pemilu pun terdiri dari para pejabat pembual yang hanya suka banyak omong. Contohnya kasus BLBI yang tak tentu arah rimbanya, mereka tidak menangkapi para mafia perbankan namun malahan menambahi kucuran dana bertrilyun-trilyun kepada mereka. Sedangkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang mereka unggul-unggulkan sebagai tonggak perekonomian yang tidak akan hancur dilandai krisis ekonomi, yang sekarang menjerit kesakitan dan terancam penyitaan aset dan bahkan teror akibat terlanda krisis ekonomi 1997 lalu yang mengakibatkan sedikitnya 414,743 unit UKM tertimpa kredit bermasalah sebesar 39,6 trilyun, mereka biarkan terkatung-katung nasibnya. Restrukturisasi utang UKM yang digembar-gemborkan pemerintah pun terbukti hanya sekedar dari usul ke usul. Berkenaan dengan restrukturisasi UKM ini harian Kompas 21 Februari 2002 membeberkan SK-SK menteri sejak dua tahun lalu, dari SK Menteri Negara Koordinator Ekonomi No. Kep. 01.A/M.EKUIN/01/2000 tertanggal 25 Februari 2000 tentang Kebijakan Restrukturisasi dan Penyelesaian Pinjaman Bagi Debitur di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) hingga konon ada draf ke-15 dari rancangan Keputusan Presiden RI yang akan dikeluarkan menjadi Keppres mengenai Restrukturisasi Usaha Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya. Hampir dua tahun, sebenarnya orang-orang gedhe ini kerjanya apa?</p>
<p>Berkenaan dengan kerja orang-orang gedhe ini, mungkin seperti apa yang dilakukan gubernur Jawa Timur yang saya lupa namanya (maklum orang kecil), dipecat gara-gara kasus sampah yang menumpuk di hari-hari pasca libur lebaran. Apa yang dikerjakan si Gubernur hingga dipecat oleh rakyat? Tatkala dikabarkan hilang tak terlihat batang hidungnya hampir dua minggu dan mbolos bekerja, ternyata sang Gubernur berlibur di Australia.</p>
<p>Beginikah yang dikerjakan orang gedhe?</p>
<p>Itu dulu, sekarang….???</p>
<p>Sama saja….! Lihat drama scandal BIBIT-CANDRA, SCANDAL BANK CENTURY menjadi DAGELAN MEMUAKKAN….. Mafia Kasus, Mafia Koruptor tlah menjajah lembaga Kejaksaan dan Kepolisian. Tidak hanya oknumnya, system dan kulturnya-pun ikut terjajah Sang Koruptor… Rekaman percakapan Anggodo bukti nyata yang menggambarkan betapa begitu bobroknya lembaga peradilan di negeri ini. Presidennya-pun mencoba-ikut-ikutan mo menutupi kasus itu. Smoga Tuhan memberi secercah kebenaran kepadamu SBY………….</p>
<p><strong>Hilangnya kesadaran tentang “aku”?</strong></p>
<p>Kasus-kasus  yang secara sembarangan penulis tuliskan di atas adalah sekedar contoh bagi pembelajaran, wacana dan sarana bagi kita dalam berintrospeksi. Siapakah “aku” manusia Indonesia ini?</p>
<p>Siapakah “aku”, manusia Nusantara dan anak sebuah bangsa yang bernama Indonesia? Di mana “aku” harus bercermin ketika “aku” sendiri tidak punya muka, di mana “aku” harus menempatkan identitas ketika “aku” sendiri hilang? Begitu FT Handi Feryandi, mahasiswa UGM mengawali tulisan resensi buku yang berjudul “Menjadi Manusia Indonesia” di Kompas, 21 Februari 2002. Sayangnya barangkali ia keliru menulis, “Itulah pertanyaan-pertanyaan kontemplatif-reflektif yang barangkali <strong><em>muncul di pikiran banyak orang</em></strong>”, yang benar adalah <strong><em>muncul di pikiran sedikit orang</em></strong>.</p>
<p>Oleh penyunting buku “Menjadi Manusia Indonesia”, dituliskan; Kita akan melihat suatu penyadaran baru oleh Radhar Panca Dahana (si pengarang) tentang “aku” yang selama ini hilang. Hilangnya konsep “aku”, sebagai suatu sosok manusia, sekaligus pribadi yang mempunyai otoritas dan otonomi sebagai makhluk monodualis, ternyata sudah menjadi benalu dalam kesadaran bangsa Indonesia selama berabad abad lebih. Saat bangsa ini ditindas oleh negeri Belanda selama hampir 350 tahun, plus Jepang 3,5 tahun, plus pemerintahan Orde Baru, sebenarnya bangsa ini telah tertindas oleh dirinya sendiri.</p>
<p>Hilangnya kesadaran tentang “aku” sebagai manusia Indonesia yang otonom seperti digambarkan oleh Radhar tersebut, lebih ditekankan kepada terjadinya budaya kolektivitas yang disebutnya “semangat dan ide ‘yang tak mengenal individu’”. Lebih jauh dikatakan, eksistensi budaya seperti ini akhirnya hanya akan bermuara ke dalam kepengecutan. Ia akan selalu berlindung di balik massa, menyatakan diri dalam gerombolan atau kerumunan, dan menempatkan diri dalam pihak “tak bersalah”. Maka segala kejahatan yang berbau massa, ras, etnis, agama, partai, organisasi, institusi dan bahkan negara, menjadi sesuatu yang legal dan tak bersalah. Akibatnya kekerasan pun menjadi sah. Dan terjadinya begitu banyak kekerasan massa yang mengorbankan beribu-ribu nyawa manusia di negara tercinta ini sejak kurang lebih 4 tahun belakangan, hingga saat ini, dijadikan bukti bahwa pemikirannya itu benar.</p>
<p>Benarkah pernyataan yang telah digambarkannya tersebut?</p>
<p>Memang, realitas dengan begitu nyata mengambarkan fenomena ini. Seakan-akan membenarkan asumsi di atas. Namun, benarkah hal ini yang terjadi? Sebuah massa tidak bisa dipersalahkan  tatkala individu-individu di dalamnya tidak betul-betul mengerti apa yang mereka perbuat. Individu-individu ini kebanyakan hanya ikut-ikutan dan adapula orang bayaran yang dibayar hanya untuk melaksanakan tugas. Dan diduga inilah yang telah terjadi. Apa yang terjadi dalam kekerasan massa belakangan, lebih banyak disebabkan oleh provokasi dan digerakkan. Sedikit yang benar-benar murni gerakan spontan maupun terorganisir dari masyarakat.</p>
<p>Akibatnya, kita pun sangsi akan keabsahan terjadinya apa yang disebut budaya kolektifitas tersebut terhadap masyarakat pada umumnya yang kebanyakan mereka tidak tahu-menahu persoalan yang sebenarnya terjadi. Namun, bila terjangkitnya budaya kolektifitas ini diarahkan kepada orang gedhe, mungkin bisa dibenarkan. Merekalah yang bertanggungjawab atas semua kejadian-kejadian mengerikan yang telah terjadi hampir 4 tahun belakangan ini. Bagai teroris yang kejam, mereka meneror seluruh pelosok negeri yang masyarakatnya dikenal cinta damai ini. Mereka menghasut sana-sini, menyebar teror kekerasan, kerusuhan berdarah, aksi bakar-membakar, aksi peledakan bom, perang saudara, perang suku, perang antar kampung, perang agama, sabotase, dan aksi-aksi anarkis lainnya. Mereka memanfaatkan orang-orang yang lapar, para preman, tentara siluman dan masyarakat yang sedang keruh, lemah dan putus asa untuk melaksanakan aktifitas teror mereka. Mereka melakukan semuanya itu hanya untuk memenangkan kepentingan kelompok dalam perlombaan merebutkan sebuah kekuasaan, dan harta.</p>
<p>Terjadinya budaya kolektivitas yang disebut “semangat dan ide ‘yang tak mengenal individu’” dan bersifat pengecut ini di sisi lain menandai hilangnya jati diri sebuah pribadi “aku” itu sendiri. Apabila sebuah pribadi kehilangan “aku” yang sedemikian rupa, maka harga diri (ego) seorang yang mempunyai otoritas hak cipta, karsa dan karya akan melemah tajam, sehingga etos kerja bisa menjadi musnah. Manusia yang mengalami degradasi semacam ini, akan menjadi manusia tanpa ego. Seseorang yang telah menjadi manusia tanpa ego, maka ia akan mempunyai sifat-sifat yang cenderung destruktif dan kehilangan hati nurani. Apabila sebuah bangsa orang-orangnya telah menjadi manusia tanpa ego, maka hilanglah kesadaran akan cita-cita dan tujuan sebenarnya sebuah bangsa itu tatkala didirikan. Mereka akan lupa kepentingan rakyat, cenderung mementingkan diri sendiri dan kepentingan kelompok.</p>
<p>Sudah menjadi demikiankah manusia-manusia Indonesia?</p>
<p>Dalam orasinya tatkala meresmikan kampus baru Universitas Paramadina 4 Oktober 2001, Nurcholish Madjid melontarkan gagasan yang intinya mendukung bahwa manusia Indonesia telah menjadi manusia tanpa ego seperti tersebut di atas. Menurutnya (Kompas, 5 Oktober 2001), tekanan yang terlalu berat terhadap pembangunan ekonomi, namun tidak disertai pembangunan etika dan moral pribadi maupun sosial melalui keteladanan para pemimpin, telah menjerumuskan sebagian anggota masyarakat kita kepada pandangan hidup yang hedonistik, yang enak-kepenak. Kelompok masyarakat ini dipenuhi obsesi bagaimana cara mengumpulkan kekayaan pribadi dalam waktu sesingkat-singkatnya dan semudah-mudahnya, serta menempuk jalan pintas tanpa peduli kepada hukum dan norma-norma etika dan moral.</p>
<p>Lebih ironis lagi begitu menurut Nurcholish Madjid, ditengah kemiskinan dan penderitaan rakyat yang mencekam, ada segolongan masyarakat kita yang fasiq, yang dengan penuh kebanggaan memamerkan kekayaan dan kemewahannya. Akibatnya tumbuh jurang perbedaan yang menganga antara golongan kecil yang kaya dan superkaya dengan rakyat umum yang hidup melarat penuh nestapa.</p>
<p>“<em>Inilah (pemicu) perlawanan prinsipil terhadap asas keadilan sosial! Inilah kezaliman yang menjadi pemicu segala rupa tindakan perusakan akibat kekecewaan dan putus asa! Inilah tanda jaman bagi hancurnya sebuah bangsa, dengan akibat-akibat mengerikan, yang saat ini belum bisa diperkirakan</em>,” tegas Nurcholish. Dan Khusus terjadinya kejahatan kemanusiaan di tanah air dengan tertegun, Nurcholish kemudian bertanya,”<em>Ke manakah gerangan dasar negara ‘Perikemanusiaan yang adil dan beradab’ itu pergi dan lenyap dari kesadaran kehidupan kita berbangsa dan bernegara? (Bukankah) perikemanusiaan adalah prinsip dalam kehidupan berbangsa, dan bangsa yang melanggar prinsipnya sendiri tidak akan bertahan lama</em>.”</p>
<p>Benarkah bangsa dan negara Indonesia ini akan berakhir?</p>
<p><em>Wallahu ‘alam bish Shawab</em>.</p>
<p><strong><em>*</em></strong><em>Penulis adalah seorang penulis lepas yang tinggal di Solo.</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wawankardiyanto.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wawankardiyanto.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wawankardiyanto.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wawankardiyanto.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wawankardiyanto.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wawankardiyanto.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wawankardiyanto.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wawankardiyanto.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wawankardiyanto.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wawankardiyanto.wordpress.com/245/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wawankardiyanto.wordpress.com&blog=2161200&post=245&subd=wawankardiyanto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2009/11/20/bangsa-%e2%80%9cteroris%e2%80%9d-mengandalkan-segala-cara-sok-berkuasa-suka-hidup-mewah-dan-banyak-omong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a481e2f560b8cfabef1498a8e5ea71b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wawankardiyanto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wawankardiyanto.files.wordpress.com/2009/11/n187232154984_5423.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">n187232154984_5423</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SPESIFIKASI KESELAMATAN DI HARI PEMBALASAN</title>
		<link>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2009/11/13/spesifikasi-keselamatan-di-hari-pembalasan/</link>
		<comments>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2009/11/13/spesifikasi-keselamatan-di-hari-pembalasan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 02:35:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawankardiyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam rahmatan lil alamin]]></category>
		<category><![CDATA[beriman]]></category>
		<category><![CDATA[dholim]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[kafir]]></category>
		<category><![CDATA[keselamatan]]></category>
		<category><![CDATA[klaim]]></category>
		<category><![CDATA[munafik]]></category>
		<category><![CDATA[neraka]]></category>
		<category><![CDATA[syurga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wawankardiyanto.wordpress.com/?p=232</guid>
		<description><![CDATA[
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wawankardiyanto.wordpress.com&blog=2161200&post=232&subd=wawankardiyanto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter size-full wp-image-243" title="Untitled-1" src="http://wawankardiyanto.files.wordpress.com/2009/11/untitled-14.gif?w=566&#038;h=548" alt="Untitled-1" width="566" height="548" /></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wawankardiyanto.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wawankardiyanto.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wawankardiyanto.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wawankardiyanto.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wawankardiyanto.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wawankardiyanto.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wawankardiyanto.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wawankardiyanto.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wawankardiyanto.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wawankardiyanto.wordpress.com/232/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wawankardiyanto.wordpress.com&blog=2161200&post=232&subd=wawankardiyanto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2009/11/13/spesifikasi-keselamatan-di-hari-pembalasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a481e2f560b8cfabef1498a8e5ea71b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wawankardiyanto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wawankardiyanto.files.wordpress.com/2009/11/untitled-14.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Untitled-1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TUNTASKAN SCANDAL BANK CENTURY PLUS INDONESIA BEBAS KORUPSI</title>
		<link>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2009/11/03/tuntaskan-scandal-bank-century-plus-indonesia-bebas-korupsi/</link>
		<comments>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2009/11/03/tuntaskan-scandal-bank-century-plus-indonesia-bebas-korupsi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 04:15:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawankardiyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[import opini]]></category>
		<category><![CDATA[bank]]></category>
		<category><![CDATA[bibit candra]]></category>
		<category><![CDATA[scandal bank]]></category>
		<category><![CDATA[scandal bank century]]></category>
		<category><![CDATA[sri mulyani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wawankardiyanto.wordpress.com/?p=227</guid>
		<description><![CDATA[Skandal Bank Century dan Teatrikal Palsu Negara
Kasus Bank Century terus menggelinding sebagai isu panas minggu ini. Pasalnya bank milik Robert Tantular itu telah memicu konflik terbuka antara Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Terkesan aneh, mengingat seorang menteri bertindak &#8216;terlalu&#8217; berani terhadap atasan. Ada apa sebenarnya?
Kasus dana talangan yang diberikan kepada Bank [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wawankardiyanto.wordpress.com&blog=2161200&post=227&subd=wawankardiyanto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignright size-full wp-image-229" title="images" src="http://wawankardiyanto.files.wordpress.com/2009/11/images1.jpg?w=218&#038;h=147" alt="images" width="218" height="147" />Skandal Bank Century dan Teatrikal Palsu Negara</p>
<p>Kasus Bank Century terus menggelinding sebagai isu panas minggu ini. Pasalnya bank milik Robert Tantular itu telah memicu konflik terbuka antara Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Terkesan aneh, mengingat seorang menteri bertindak &#8216;terlalu&#8217; berani terhadap atasan. Ada apa sebenarnya?</p>
<p>Kasus dana talangan yang diberikan kepada Bank Century mencapai Rp 6,7 triliun (bahkan bisa lebih banyak) itu ternyata tidak mendapat persetujuan dari Wapres K sebagai orang yang paling bertanggung jawab terhadap perjalanan dinamika perekonomian bangsa ini. Apa boleh buat, nasi telah menjadi bubur.</p>
<p>Kini persoalan Bank Century hampir pasti mengkuti pola dan kesalahan yang dilakukan pemerintah pada BLBI pertama tahun 1998, ketika pemerintah memberikan bail-out kepada bank-bank yang dananya dirampok oleh pemiliknya sendiri dan menjadikan pemerintah sebagai penjamin, tameng, dan atau bodyguard untuk keamanan semuanya.</p>
<p>Menarik untuk mencermati tentang dana talangan atau bail-out Bank Century yang membengkak menjadi Rp 6,7 triliun. Secara institusi, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengaku telah mengkonsultasikan tambahan suntikan dana tersebut kepada Bank Indonesia (sebagai regulator). Dalam hal ini, penambahan dana dilakukan karena Bank Century tidak memiliki rasio kecukupan modal (CAR).</p>
<p>Sebagai catatan, CAR Bank Century per 31 Oktober 2008 telah minus dari 3,25% anjlok menjadi -35,92%. Dengan demikian, LPS</p>
<p>menyuntikkan dana segar atau penyertaan modal menjadi 10%. Dana yang dibutuhkan untuk hal ini mencapai Rp 2,77 triliun. Dalam perkembangannya, LPS per 31 Desember 2008 juga kembali menutup kebutuhan likuiditas Bank Century dengan menyuntik dana segar sebesar Rp 2,201 triliun.</p>
<p>Lebih lanjut, pada bulan Februari 2009, cash money terus disuntik sebesar Rp 1,55 triliun dan Rp 630</p>
<p>miliar. Dengan demikian total keseluruhan dana yang disuntikkan LPS ke Bank Centuy adalah Rp 6,7 triliun, sebuah jumlah yang fantastis dan rekor bagi pemerintah.</p>
<p>Persoalan muncul ketika ada yang mempertanyakan bagaimanakah nasib duit rakyat sebesar Rp 6,7 triliun? Mengapa dana sebesar itu dengan mudah diberikan oleh pemerintah? Atas pertimbangan apakah BI merekomendasi untuk melakukan bail-out (dana talangan) kepada institusi bodong seperti Bank Century?</p>
<p>Tidakkah BI belajar banyak dari kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLIBI) yang telah merugikan negara mencapai Rp 600 triliun yang hingga kini bahkan sampai 20 tahun mendatang rakyat harus membayarnya dengan bunga dan pokok sebesar Rp 60 triliun melalui APBN? Di manakah tanggung jawab BI sebagai badan pengawas perbankan nasional?</p>
<p>Kini, setelah masalah Bank Century menjadi bahan diskusi publik, pemerintah harus tetap terbuka. Menkeu dan Gubernur BI harus bertanggung jawab atas &#8216;tragedi&#8217; ekonomi jilid dua yang menimpa bangsa ini. Pengelolaan ekonomi dan aset republik sudah saatnya</p>
<p>dilakukan dengan jujur dan berkeadilan. Kita telah bosan disuguhi dengan teatrikal dan drama palsu pengelolaan ekonomi dan aset bangsa. Negara tidak boleh mempermainkan rasa keadilan kepada rakyatnya.</p>
<p>Andai dana Rp 6,7 triliun disuntik untuk program public services seperti kesehatan dan pendidikan, sungguh begitu banyak</p>
<p>rakyat yang bersyukur, karena tertolong kebaikan hati pemerintah. Kini, langkah strategis yang harus dilakukan oleh pemangku kepentingan dalam bidang ekonomi adalah segera bertobat atas perbuatannya dan meminta maaf secara terbuka kepada pewaris sah kedaulatan, rakyat Indonesia. Lebih dari itu, sikap jantan JK atas tragedi Bank Century patut diacungi jempol.</p>
<p>Syahrul Salam</p>
<p>Staff Pengajar FISIP UPN Veteran Jakarta</p>
<p>syahrul.salam@yahoo.co.id<br />
sumber: <a rel="nofollow" href="http://www.inilah.com/berita/citizen-journalism/2009/09/02/149908/skandal-bank-century-dan-teatrikal-palsu-negara/" target="_blank">http://www.inilah.com/berita/citizen-journalism/2009/09/02/149908/skandal-bank-century-dan-teatrikal-palsu-negara/</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wawankardiyanto.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wawankardiyanto.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wawankardiyanto.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wawankardiyanto.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wawankardiyanto.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wawankardiyanto.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wawankardiyanto.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wawankardiyanto.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wawankardiyanto.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wawankardiyanto.wordpress.com/227/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wawankardiyanto.wordpress.com&blog=2161200&post=227&subd=wawankardiyanto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2009/11/03/tuntaskan-scandal-bank-century-plus-indonesia-bebas-korupsi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a481e2f560b8cfabef1498a8e5ea71b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wawankardiyanto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wawankardiyanto.files.wordpress.com/2009/11/images1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>IKHLAS  (Tafsir tematik hasanah Qur’an dan Hadist)</title>
		<link>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2009/10/31/222/</link>
		<comments>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2009/10/31/222/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 22:05:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawankardiyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam rahmatan lil alamin]]></category>
		<category><![CDATA[cinta kasih]]></category>
		<category><![CDATA[hadist]]></category>
		<category><![CDATA[ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[rela]]></category>
		<category><![CDATA[tafsir tematik]]></category>
		<category><![CDATA[tulus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wawankardiyanto.wordpress.com/?p=222</guid>
		<description><![CDATA[IKHLAS
Tafsir tematik hasanah Qur’an dan Hadist
Alqur’an berbicara tema ikhlas hanya terdapat dalam 10 ayat sebagaimana disebut di bawah ini:
2:139. Katakanlah: &#8220;Apakah kamu memperdebatkan dengan Kami tentang Allah, Padahal Dia adalah Tuhan Kami dan Tuhan kamu; bagi Kami amalan Kami, dan bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya Kami mengikhlaskan hati,
4:125. Dan siapakah yang lebih baik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wawankardiyanto.wordpress.com&blog=2161200&post=222&subd=wawankardiyanto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><strong><img class="alignright size-full wp-image-223" title="images" src="http://wawankardiyanto.files.wordpress.com/2009/10/images7.jpg?w=142&#038;h=142" alt="images" width="142" height="142" />IKHLAS</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Tafsir tematik hasanah Qur’an dan Hadist</strong></p>
<p>Alqur’an berbicara tema ikhlas hanya terdapat dalam 10 ayat sebagaimana disebut di bawah ini:</p>
<p>2:139. Katakanlah: &#8220;Apakah kamu memperdebatkan dengan Kami tentang Allah, Padahal Dia adalah Tuhan Kami dan Tuhan kamu; bagi Kami amalan Kami, dan bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya Kami mengikhlaskan hati,</p>
<p>4:125. Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.</p>
<p>4:146. Kecuali orang-orang yang taubat dan Mengadakan perbaikan<strong>[369]</strong></p>
<p>dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar.</p>
<p><strong><em>[369]</em></strong><em> Mengadakan perbaikan berarti berbuat pekerjaan-pekerjaan yang baik untuk menghilangkan akibat-akibat yang jelek dan kesalahan-kesalahan yang dilakukan.</em></p>
<p>5:85. Maka Allah memberi mereka pahala terhadap Perkataan yang mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya. dan Itulah Balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan (yang ikhlas keimanannya).</p>
<p>7:29. Katakanlah: &#8220;Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan&#8221;. dan (katakanlah): &#8220;Luruskanlah muka (diri)mu<strong>[533]</strong> di Setiap sembahyang dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah kamu akan kembali kepadaNya)&#8221;.</p>
<p><strong><em>[533]</em></strong><em> Maksudnya: tumpahkanlah perhatianmu kepada sembahyang itu dan pusatkanlah perhatianmu semata-mata kepada Allah.</em></p>
<p>9:91. Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka Berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. tidak ada jalan sedikitpun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,</p>
<p>10:22. Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, (berlayar) di lautan. sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), Maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata. (mereka berkata): &#8220;Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan Kami dari bahaya ini, pastilah Kami akan Termasuk orang-orang yang bersyukur&#8221;.</p>
<p>10:105. Dan (aku telah diperintah): &#8220;Hadapkanlah mukamu kepada agama dengan tulus dan ikhlas dan janganlah kamu Termasuk orang-orang yang musyrik.</p>
<p>22:31. Dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, Maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.</p>
<p>34:46. Katakanlah: &#8220;Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal saja, Yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua- dua atau sendiri-sendiri; kemudian kamu fikirkan (tentang Muhammad) tidak ada penyakit gila sedikitpun pada kawanmu itu. Dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras<strong>[1244].</strong></p>
<p><em>[1244] Berdua-dua atau sendiri-sendiri Maksudnya ialah bahwa dalam menghadap kepada Allah, kemudian merenungkan Keadaan Muhammad s.a.w. itu Sebaiknya dilakukan dalam Keadaan suasana tenang dan ini tidak dapat dilakukan dalam Keadaan beramai-ramai.</em></p>
<p>Kesepuluh ayat-ayat Alqur’an bertemakan ikhlas di atas pada dasarnya bernada hampir sama dalam sebuah pesan keikhlasan beribadah hanya pada dan untuk Allah SWT semata. Selebihnya akan dicoba membahas tema ikhlas itu secara mendalam sebagaimana berikut.</p>
<p><span id="more-222"></span></p>
<p><strong>A.  Pendahuluan</strong></p>
<p><em>“Dari Amirul mu’minin Umar bin Al-Khotthob rodiallahu’anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Sesungguhnya amalan-amalan itu berdasarkan niatnya dan sesungguhnya bagi setiap orang apa yang ia niatkan, maka barangsiapa yang berhijrah kepada Allah dan RasulNya maka hijrahnya adalah kepada Allah dan RasulNya, dan barangsiapa yang hijrahnya karena untuk menggapai dunia atau wanita yang hendak dinikahinya maka hijrahnya kepada apa yang hijrahi”. (HR. Al-Bukhari: 1).</em></p>
<p>Berkata Abdurrahman bin Mahdi, “Kalau seandainya aku menulis sebuah kitab yang terdiri atas bab-bab maka aku akan menjadikan hadits Umar bin Al-Khattab yaitu hadits Al A’maalu bin Niyyaat di setiap bab” (Jami’ul Ulum 1/8).</p>
<p>Imam Asy-Syafi’i berkata, “Hadits ini adalah sepertiga ilmu” (Jami’ul ‘Ulum 1/9).</p>
<p>Imam Ahmad berkata, “Pokok-pokok Islam ada tiga hadits, hadits Umar rodiallahu’anhu, ”Hanya saja amal-amal itu berdasarkan niatnya”, hadits ‘Aisyah rodiallahu’anha, Barangsiapa yang berbuat perkara-perkara yang baru dalam agama ini yang bukan dari agama maka ia tertolak” dan hadits Nu’man bin Basyir rodiallahu’anhu ”Yang halal jelas dan yang haram jelas”. (Jami’ul ‘Ulum 1/9).</p>
<p>Sesungguhnya pembahasan tentang ikhlas adalah pembahasan yang sangat penting yang berkaitan dengan agama Islam yang hanif (lurus), hal ini dikarenakan tauhid adalah inti dan poros dari agama dan Allah tidaklah menerima kecuali yang murni diserahkan untukNya sebagaimana firman Allah, <em>“Hanyalah bagi Allah agama yang murni”. (QS. Az-Zumar : 3).</em></p>
<p>Maka perkara apa saja yang merupakan perkara agama Allah jika hanya diserahkan kepada Allah maka Allah akan menerimanya, adapun jika diserahkan kepada Allah dan juga diserahkan kepada selain Allah (siapapun juga ia) maka Allah tidak akan menerimanya, karena Allah tidak menerima amalan yang diserikatkan, Dia hanyalah menerima amalan agama yang <em>kholis</em> (murni) untukNya. Allah akan menolak dan mengembalikan amalan tersebut kepada pelakunya bahkan Allah memerintahkannya untuk mengambil pahala (ganjaran) amalannya tersebut kepada yang dia syarikatkan, hal ini sebagaimana disabdakan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, yang artinya:</p>
<p><em>Allah berfirman “Aku adalah yang paling tidak butuh kepada syarikat, maka barangsiapa yang beramal suatu amalan untukku lantas ia mensyerikatkan amalannya tersebut (juga) kepada selainku maka Aku berlepas diri darinya dan ia untuk yang dia syarikatkan” (HR. Ibnu Majah 2/1405 no. 4202, hadits shahih, sebagaimana perkataan Syaikh Abdul Malik Ar-Romadhoni, adapun lafal Imam Muslim (4/2289 no 2985) adalah, “aku tinggalkan dia dari kesyirikannya”).</em></p>
<p>Berkata Syaikh Sholeh Ali Syaikh, <em>“Lafal ‘amalan’ di sini adalah nakiroh dalam konteks kalimat syart maka memberi faedah keumuman sehingga mencakup seluruh jenis amalan kebaikan baik amalan badan, amalan harta. Maupun amalan yang mengandung amalan badan dan amalan harta (seperti haji dan jihad)”. (At-Tamhid hal. 401).</em></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>B.  Definisi ikhlas menurut etimologi (menurut peletakan bahasa)</strong></p>
<p>Ikhlas menurut bahasa adalah sesuatu yang murni yang tidak tercampur dengan hal-hal yang bisa mencampurinya. Dikatakan bahwa “madu itu murni” jika sama sekali tidak tercampur dengan campuran dari luar, dan dikatakan “harta ini adalah murni untukmu” maksudnya adalah tidak ada seorangpun yang bersyarikat bersamamu dalam memiliki harta ini. Hal ini sebagaimana firman Allah tentang wanita yang menghadiahkan dirinya untuk Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam,</p>
<p><em>Dan perempuan mu’min yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya, sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mu’min. (QS. Al Ahzaab: 50).</em></p>
<p><em>Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum daripada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya. (QS. An Nahl: 66).</em></p>
<p><em>Maka tatkala mereka berputus asa daripada (putusan) Yusuf mereka menyendiri sambil berunding dengan berbisik-bisik. Berkatalah yang tertua diantara mereka: “Tidakkah kamu ketahui bahwa sesungguhnya ayahmu telah mengambil janji dari kamu dengan nama Allah dan sebelum itu kamu telah menyia-nyiakan Yusuf. Sebab itu aku tidak akan meninggalkan negeri Mesir, sampai ayahku mengizinkan kepadaku (untuk kembali), atau Allah memberi keputusan terhadapku. Dan Dia adalah hakim yang sebaik-baiknya”. (QS. Yusuf: 80).</em> Yaitu para saudara Yusuf menyendiri untuk saling berbicara diantara mereka tanpa ada orang lain yang menyertai pembicaraan mereka.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>C.   Definisi ikhlas menurut istilah syar’i (secara terminologi)</strong></p>
<p>Syaikh Abdul Malik menjelaskan, Para ulama bervariasi dalam mendefinisikan ikhlas namun hakikat dari definisi-definisi mereka adalah sama. Di antara mereka ada yang mendefinisikan bahwa ikhlas adalah <em>“menjadikan tujuan hanyalah untuk Allah tatkala beribadah”</em>, yaitu jika engkau sedang beribadah maka hatimu dan wajahmu engkau arahkan kepada Allah bukan kepada manusia. Ada yang mengatakan juga bahwa ikhlas adalah <em>“membersihkan amalan dari komentar manusia”</em>, yaitu jika engkau sedang melakukan suatu amalan tertentu maka engkau membersihkan dirimu dari memperhatikan manusia untuk mengetahui apakah perkataan (komentar) mereka tentang perbuatanmu itu. Cukuplah Allah saja yang memperhatikan amalan kebajikanmu itu bahwasanya engkau ikhlas dalam amalanmu itu untukNya. Dan inilah yang seharusnya yang diperhatikan oleh setiap muslim, hendaknya ia tidak menjadikan perhatiannya kepada perkataan manusia sehingga aktivitasnya tergantung dengan komentar manusia, namun hendaknya ia menjadikan perhatiannya kepada Robb manusia, karena yang jadi patokan adalah keridhoan Allah kepadamu (meskipun manusia tidak meridhoimu).</p>
<p>Ada juga mengatakan bahwa ikhlas adalah <em>“samanya amalan-amalan seorang hamba antara yang nampak dengan yang ada di batin”</em>, adapun sebaliknya riya’ (lawan kata ikhlas) yaitu dzohir (amalan yang nampak) dari seorang hamba lebih baik daripada batinnya dan ikhlas yang benar (dan ini derajat yang lebih tinggi dari ikhlas yang pertama) yaitu batin seseorang lebih baik daripada dzohirnya, yaitu engkau menampakkan sikap baik dihadapan manusia adalah karena kebaikan hatimu, maka sebagaimana engkau menghiasi amalan dzohirmu dihadapan manusia maka hendaknya engkaupun menghiasi hatimu dihadapan Robbmu.</p>
<p>Ada juga yang mengatakan bahwa ikhlas adalah, <em>“melupakan pandangan manusia dengan selalu memandang kepada Allah”</em>, yaitu engkau lupa bahwasanya orang-orang memperhatikanmu karena engkau selalu memandang kepada Allah, yaitu seakan-akan engkau melihat Allah yaitu sebagaimana sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam tentang ihsan <em>“Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya dan jika engkau tidak melihatNya maka sesungguhnya Ia melihatmu”</em>. Barangsiapa yang berhias dihadapan manusia dengan apa yang tidak ia miliki (dzohirnya tidak sesuai dengan batinnya) maka ia jatuh dari pandangan Allah, dan barangsiapa yang jatuh dari pandangan Allah maka apalagi yang bermanfaat baginya? Oleh karena itu hendaknya setiap orang takut jangan sampai ia jatuh dari pandangan Allah karena jika engkau jatuh dari pandangan Allah maka Allah tidak akan perduli denganmu dimanakah engkau akan binasa, jika Allah meninggalkan engkau dan menjadikan engkau bersandar kepada dirimu sendiri atau kepada makhluk maka berarti engkau telah bersandar kepada sesuatu yang lemah, dan terlepas darimu pertolongan Allah, dan tentunya balasan Allah pada hari akhirat lebih keras dan lebih pedih. Definisi-definisi ini sebagaimana juga yang disampaikan oleh Ahmad Farid dalam kitabnya “Tazkiyatun Nufus” hal. 13).</p>
<p>Berkata Syaikh Abdul Malik, <em>“Ikhlas itu bukan hanya terbatas pada urusan amalan-amalan ibadah bahkan ia juga berkaitan dengan dakwah kepada Allah. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam saja (tetap) diperintahkan oleh Allah untuk ikhlas dalam dakwahnya”.</em></p>
<p><em>Katakanlah, “Inilah jalanku (agamaku). Aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata. Mahasuci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.” (QS. Yusuf: 108).</em></p>
<p><em>Yaitu dakwah hanyalah kepada Allah bukan kepada yang lainnya, dan dakwah yang membuahkan keberhasilan adalah dakwah yang dibangun karena untuk mencari wajah Allah. Aku memperingatkan kalian jangan sampai ada diantara kita dan kalian orang-orang yang senang jika dikatakan bahwa kampung mereka adalah kampung sunnah, senang jika masjid-masjid mereka disebut dengan masjid-masjid ahlus sunnah, atau masjid mereka adalah masjid yang pertama yang menghidupkan sunnah ini dan sunnah itu, atau masjid pertama yang menghadirkan para masyayikh salafiyyin dalam rangka mengalahkan selain mereka, namun terkadang mereka tidak sadar bahwa amalan mereka hancur dan rusak padahal mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat yang sebaik-baiknya. Dan ini adalah musibah yang sangat menyedihkan yaitu syaitan menggelincirkan seseorang sedikit-demi sedikit hingga terjatuh ke dalam jurang sedang ia menyangka bahwa ia sedang berada pada keadaan yang sebaik-baiknya. Betapa banyak masjid yang aku lihat yang Allah menghancurkan amalannya padahal dulu jemaahnya dzohirnya berada di atas sunnah karena disebabkan rusaknya batin mereka, dan sebab berlomba-lombanya mereka untuk dikatakan bahwa jemaah masjid adalah yang pertama kali berada di atas sunnah, hendaknya kalian berhati-hati…” </em></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong>D<em>.  Syuhroh</em> (Popularitas)</strong></p>
<p>Ketenaran (popularitas) memang mahal harganya. Betapa banyak orang yang rela mengorbankan banyak harta benda hanya karena untuk memperoleh ketenaran. Sebagaimana yang telah dilakukan oleh para penyanyi, ataupun para bintang film. Mereka selalu berusaha tampil beda agar bisa menarik perhatian umat dunia. Bahkan ada yang rela untuk melakukan hal-hal yang aneh dan yang diharamkan oleh Allah hanya untuk memperoleh popularitas (sebagaimana penulis membaca pengakuan seorang wanita yang rela untuk berfoto setengah telanjang -bukan setengah lagi, tapi 90%, karena hanya tersisa beberapa utas benang atau secarik kain yang menutupi tubuhnya, <strong>“awas jangan dibayangkan!!”</strong>-, padalah dia hanya dibayar sangat rendah. Dia mengaku bahwasanya semua itu agar dia menjadi tenar. Na’udzu billahi min dzalik), yang <em>toh</em> setelah perjuangan dan pengorbanannya tersebut dia belum tentu tersohor. Kalaupun terkenal, toh belum tentu bertahan lama. Namun bagaimanapun popularitas merupakan sesuatu impian yang didambakan oleh banyak manusia (kafir maupun muslim).</p>
<p>Sebagaimana yang kita saksikan sekarang ini. Hampir seluruh keanehan-keanehan yang dilakukan oleh manusia sesungguhnya dikarenakan cinta popularitas. Kita lihat ada orang yang mengecet rambutnya berwarna-warni, ada yang kepalanya setengah gundul dan setengahnya rambutnya panjang hingga bahunya dan dicat hijau (sebagaimana yang pernah dilihat oleh Syaikh Abdur Rozaq), ada yang rambutnya cuma ditengah saja panjang adapun sisanya gundul (sebagaimana penulis pernah lihat seorang dari tanah air yang model cukurannya seperti itu padahal dia lagi umroh), ada yang dipotong seperti warna macan tutul (botak gundul, botak gundul), ada yang tengahnya gundul dan kanan kiri kepalanya ada rambutnya, ada yang seluruh kepalanya gundul namun tersisia satu pelintiran yang panjang sekali, dan model-model yang lainnya yang banyak sekali dan aneh-aneh. Ini, padahal baru masalah rambut, belum masalah telinga, hiasan leher, apalagi model pakaian. Yang semua ini hanyalah dilakukan demi ketenaran. <strong>Demi Allah</strong>, seandainya salah mereka itu tinggal di hutan yang tidak ada manusianya sama sekali kecuali dia sendiri, dan dia hanya berteman binatang dan pepohonan, demi Allah dia tidak akan melakukan hal-hal aneh yang telah dia lakukan, karena tidak ada manusia yang memperhatikannya. Kalau dia tetap aneh juga maka dia akan terkenal diantara para hewan. Popularitas merupakan kenikmatan dunia yang mahal harganya.</p>
<p>Penyakit cinta ketenaran ternyata tidak hanya menimpa orang awam saja yang tidak mengetahui perkara-perkara agama, namun juga menjangkiti para ahli ibadah dan para penuntut ilmu syar’i. Walaupun memang bentuknya berbeda, namun hakekatnya sama adalah cinta popularitas. Ahli ibadah juga pingin kesungguhannya dalam beribadah diketahui oleh para ahli ibadah yang lain, ahli ilmu pun ingin orang lain tahu bahwasanya dia adalah seorang yang pandai, sehingga akhirnya martabatnya tinggi dihadapan manusia. Penyakit inilah yang dalam kamus agama disebut penyakit riya’ (pingin dilihat orang) dan sum’ah (pingin didengar orang).</p>
<p>Manusia begitu bersemangat untuk menutupi kejelekan-kejelekan mereka, mereka tutup sebisa mungkin, kejelekan sekecil apapun, dibungkus rapat jangan sampai ketahuan. Hal ini dikarenakan mereka menginginkan mendapatkan kehormatan dimata manusia. Dengan terungkapnya kejelekan yang ada pada mereka maka akan turun kedudukan mereka di mata manusia. Seandainya mereka juga menutupi kebaikan-kebaikan mereka, -sekecil apapun kebaikan itu, jangan sampai ada yang tahu, siapapun orangnya (saudaranya, sahabat karibnya, guru-gurunya, anak-anaknya, bahkan istrinya) tidak ada yang mengetahui kebaikannya- , tentunya mereka akan mencapai martabat mukhlisin (orang-orang yang ikhlas). Mereka berusaha sekuat mungkin agar yang hanya mengetahui kebaikan-kebaikan yang telah mereka lakukan hanyalah Allah. Karena mereka hanya mengharapkan kedudukan di sisi Allah. Berkata Abu Hazim Salamah bin Dinar <em>“Sembunyikanlah kebaikan-kebaikanmu sebagaimana engkau menyembunyikan kejelekan-kejelekanmu.”</em> (Berkata Syaikh Abdul Malik Romadhoni , “Diriwayatkan oleh Al-Fasawi dalam Al-Ma’rifah wa At-Tarikh (1/679), dan Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah (3/240), dan Ibnu ‘Asakir dalam tarikh Dimasyq (22/68), dan sanadnya sohih”. Lihat Sittu Duror hal. 45).</p>
<p>Dalam riwayat yang lain yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Syu’ab Al-Iman no 6500 beliau berkata, <em>“Sembunyikanlah kebaikan-kebaikanmu sebagiamana engkau menyembunyikan keburukan-keburukanmu, dan janganlah engkau kagum dengan amalan-amalanmu, sesungguhnya engkau tidak tahu apakah engkau termasuk orang yang celaka (masuk neraka) atau orang yang bahagia (masuk surga)”.</em></p>
<p>Berkata Syaikh Abdul Malik, <em>“Namun mengapa kita tidak melaksanakan wasiat Abu Hazim ini?? Kenapa??, hal ini menunjukan bahwa keikhlasan belum sampai ke dalam hati kita sebagaimana yang dikehendaki Allah”</em> (Dari ceramah beliau yang berjuduk ikhlas).</p>
<p>Oleh karena itu <strong>banyak para imam salaf yang benci ketenaran</strong>. Mereka senang kalau nama mereka tidak disebut-sebut oleh manusia. Mereka senang kalau tidak ada yang mengenal mereka. Hal ini demi untuk menjaga keihlasan mereka, dan karena mereka khawatir hati mereka terfitnah tatkala mendengar pujian manusia.</p>
<p>Berkata Hammad bin Zaid: “Saya pernah berjalan bersama Ayyub (As-Sikhtyani), maka diapun membawaku ke jalan-jalan cabang (selain jalan umum yang sering dilewati manusia-pen), saya heran kok dia bisa tahu jalan-jalan cabang tersebut ?! (ternyata dia melewati jalan-jalan kecil yang tidak dilewati orang banyak) karena takut manusia (mengenalnya dan) mengatakan, “Ini Ayyub” (Berkata Syaikh Abdul Malik Romadhoni: “Diriwayatkan oleh Ibnu Sa’ad (7/249), dan Al-Fasawi dalam Al-Ma’rifah wa At-Tarikh (2/232), dan sanadnya shahih.” (Sittu Duror hal 46)).</p>
<p>Berkata Imam Ahmad: <em>“Aku ingin tinggal di jalan-jalan di sela-sela gunung-gunung yang ada di Mekah hingga aku tidak dikenal. Aku ditimpa musibah ketenaran”.</em> (As-Siyar 11/210).</p>
<p>Tatkala sampai berita kepada Imam Ahmad bahwasanya manusia mendoakannya dia berkata: “Aku berharap semoga hal ini bukanlah istidroj”. (As-Siyar 11/211).</p>
<p>Imam Ahmad juga pernah berkata tatkala tahu bahwa manusia mendoakan beliau: “Aku mohon kepada Allah agar tidak menjadikan kita termasuk orang-orang yang riya”. (As-Siyar 11/211).</p>
<p>Pernah Imam Ahmad mengatakan kepada salah seorang muridnya (yang bernama Abu Bakar) tatkala sampai kepadanya kabar bahwa manusia memujinya: “Wahai Abu Bakar, jika seseorang mengetahui (aib-aib) dirinya maka tidak bermanfaat baginya pujian manusia”. (As-Siyar 11/211).</p>
<p>Berkata Hammad, “Pernah Ayyub membawaku ke jalan yang lebih jauh, maka akupun perkata padanya, “Jalan yang ini yang lebih dekat”, maka Ayyub menjawab: ”Saya menghindari majelis-majelis manusia (menghindari keramaian manusia-pen)”. Dan Ayyub jika memberi salam kepada manusia, mereka menjawab salamnya lebih dari kalau mereka menjawab salam selain Ayyub. Maka Ayyub berkata: ”Ya Allah sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa saya tidaklah menginginkan hal ini !, Ya Allah sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa saya tidaklah menginginkan hal ini!.” Berkata Syaikh Abdul Malik: ”Diriwayatkan oleh Ibnu Sa’d (7/248) dan Al-Fasawi (2/239), dan sanadnya shahih”. (Sittu Duror hal 47).</p>
<p>Berkata Abu Zur’ah Yahya bin Abi ‘Amr, “Ad-Dlohhak bin Qois keluar bersama manusia untuk sholat istisqo (sholat untuk minta hujan), namun hujan tak kunjung datang, dan mereka tidak melihat adanya awan. Maka beliau berkata: ”Dimana Yazid bin Al-Aswad?” (Dalam riwayat yang lain: Maka tidak seorangpun yang menjawabnya, kemudian dia berkata: ”Di mana Yazid bin Al-Aswad?, Aku tegaskan padanya jika dia mendengar perkataanku ini hendaknya dia berdiri”), maka berkata Yazid :”Saya di sini!”, berkata Ad-Dlohhak: ”Berdirilah!, mintalah kepada Allah agar menurunkan hujan bagi kami!”. Maka Yazid pun berdiri dan menundukan kepalanya diantara dua bahunya, dan menyingsingkan lengan banjunya lalu berdoa: ”Ya Allah, sesungguhnya para hambaMu memintaku untuk berdoa kepadaMu”. Lalu tidaklah dia berdoa kecuali tiga kali kecuali langsung turunlah hujan yang deras sekali, hingga hampir saja mereka tenggelam karenanya. Kemudian dia berkata: ”Ya Allah, sesungguhnya hal ini telah membuatku menjadi tersohor, maka istirahatkanlah aku dari ketenaran ini”, dan tidak berselang lama yaitu seminggu kemudian diapun meninggal.” Lihat takhrij kisah ini secara terperinci dalam buku Sittu Duror karya Syaikh Abdul Malik Romadloni hal. 47.</p>
<p>Lihatlah wahai saudaraku, bagaimana Yazid Al-Aswad merasa tidak tentram dengan ketenarannya bahkan dia meminta kepada Allah agar mencabut nyawanya agar terhindar dari ketenarannya. Ketenaran di mata Yazid adalah sebuah penyakit yang berbahaya, yang dia harus menghindarinya walaupun dengan meninggalkan dunia ini. <strong>Allahu Akbar.. !</strong> inilah akhlak salaf (Berkata Guru kami Syaikh Abdul Qoyyum, “Adapun orang-orang yang memerintahkan para pengikutnya atau rela para pengikutnya mencium tangannya lalu ia berkata bahwa ia adalah wali Allah maka ia adalah dajjal”). Namun banyak orang yang terbalik, mereka malah menjadikan ketenaran merupakan kenikmatan yang sungguh nikmat sehingga mereka berusaha untuk meraihnya dengan berbagai macam cara.</p>
<p>Dari Abu Hamzah Ats-Tsumali, beliau berkata: ”Ali bin Husain memikul sekarung roti diatas pundaknya pada malam hari untuk dia sedekahkan, dan dia berkata, ”Sesungguhnya sedekah dengan tersembunyi memadamkan kemarahan Allah”. Ini merupakan hadits yang marfu’ dari Nabi, yang diriwayatkan dari banyak sahabat, seperti Abdullah bin Ja’far, Abu Sa’id Al-Khudri, Ibnu “Abbas, Ibnu Ma’ud, Ummu Salamah, Abu Umamah, Mu’awiyah bin Haidah, dan Anas bin Malik. Berkata Syaikh Al-Albani: ”Kesimpulannya hadits ini dengan jalannya yang banyak serta syawahidnya adalah hadits yang shahih, tidak diragukan lagi. Bahkan termasuk hadits mutawatir menurut sebagian ahli hadits muta’akhirin” (As-Shohihah 4/539, hadits no. 1908).</p>
<p>Dan dari ‘Amr bin Tsabit berkata, ”Tatkala Ali bin Husain meninggal mereka memandikan mayatnya lalu mereka melihat bekas hitam pada pundaknya, lalu mereka bertanya: ”Apa ini”, lalu dijawab: ”Beliau selalu memikul berkarung-karung tepung pada malam hari untuk diberikan kepada faqir miskin yang ada di Madinah”.</p>
<p>Berkata Ibnu ‘Aisyah: ”Ayahku berkata kepadaku: ”Saya mendengar penduduk Madinah berkata: ”Kami tidak pernah kehilangan sedekah yang tersembunyi hingga meninggalnya Ali bin Husain” Lihat ketiga atsar tersebut dalam Sifatus Sofwah (2/96), Aina Nahnu hal. 9.</p>
<p>Lihatlah bagaimana Ali bin Husain menyembunyikan amalannya hingga penduduk Madinah tidak ada yang tahu, mereka baru tahu tatkala beliau meninggal karena sedekah yang biasanya mereka terima di malam hari berhenti, dan mereka juga menemukan tanda hitam di pundak beliau.</p>
<p>Seseorang bertanya pada Tamim Ad-Dari <em>”Bagaimana sholat malam engkau”</em>, maka marahlah Tamim, sangat marah, kemudian berkata, <em>“Demi Allah, satu rakaat saja sholatku ditengah malam, tanpa diketahui (orang lain), lebih aku sukai daripada aku sholat semalam penuh kemudian aku ceritakan pada manusia”</em> (Dinukil dari kitab Az- Zuhud, Imam Ahmad).</p>
<p>Tidak seorangpun diantara kita yang meragukan akan kesungguhan para sahabat dalam beribadah. Namun walaupun demikian, mereka tidaklah ujub, atau memamerkan amalan mereka kapada manusia, jauh sekali dengan kita. Adapun sebagian kita (atau sebagian besar, atau seluruhnya (kecuali yang dirahmati oleh Allah), <strong>Allahu Al-Musta’an</strong>, sudah amalannya sedikit, namun diceritakan ke mana-mana (Bahkan kalau bisa orang sedunia mengetahuinya). Ada yang berkata, <em>”Dakwah saya di sana…, di sini…”</em>, ada juga yang berkata,”Yang menghadiri majelis saya jumlahnya sekian dan sekian…” (padahal kalau dihitung belum tentu sebanyak yang disebutkan, atau memang benar yang hadir majelisnya banyak tetapi tidak selalu. Terkadang yang hadir dalam sebagian majelisnya cuma sedikit, namun tidak dia ceritakan, atau yang hadir banyak tapi pada ngantuk semua, juga tidak dia ceritakan. Pokoknya dia ingin gambarkan pada manusia bahwa dia adalah <strong>da’i favorit</strong>), ada yang berkata, “Saya sudah baca kitab ini, kitab itu.. hal ini sebagaimana termuat dalam kitab ini atau kitab itu…”(padahal belum tentu satu kitabpun dia baca dari awal hingga akhir, atau bahkan belum tentu dia baca sama sekali secara langsung kitab itu. Namun dia ingin gambarkan pada manusia bahwa mutola’ahnya banyak, agar mereka tahu bahwa dia adalah orang yang berilmu dan gemar membaca). Yang mendorong ini semua adalah karena keinginan mendapat penghargaan dan penghormatan dari manusia.</p>
<p>Lihatlah Tamim Ad-Dari tidak membuka pintu yang bisa mengantarkannya terjatuh dalam riya, sehingga dia tidak mau menjawab orang yang bertanya tentang ibadahnya. Namun sebaliknya, sebagian kaum muslimin sekarang justru menjadikan kesempatan pertanyaan seperti itu untuk bisa menceritakan seluruh ibadahnya, bahkan menanti-nanti untuk ditanya tentang ibadahnya, atau dakwahnya, atau perkara yang lainnya.</p>
<p>Ayyub As-Sikhtiyani sholat sepanjang malam, dan jika menjelang fajar maka dia kembali untuk berbaring di tempat tidurnya. Dan jika telah terbit fajar maka diapun mengangkat suaranya seakan-akan dia baru saja bangun pada saat itu. (Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah 3/8).</p>
<p>Berkata Muhammad bin A’yun, ”Aku bersama Abdullah bin Mubarok dalam peperangan di negeri Rum. Tatkala kami selesai sholat isya’ Ibnul Mubarok pun merebahkan kepalanya untuk menampakkan padaku bahwa dia sudah tertidur. Maka akupun –bersama tombakku yang ada ditanganku- menggenggam tombakku dan meletakkan kepalaku diatas tombak tersebut, seakan-akan aku juga sudah tertidur. Maka Ibnul Mubarok menyangka bahwa aku sudah tertidur, maka diapun bangun diam-diam agar tidak ada sorangpun dari pasukan yang mendengarnya lalu sholat malam hingga terbit fajar. Dan tatkala telah terbit fajar maka diapun datang untuk membagunkan aku karena dia menyangka aku tidur, seraya berkata “Ya Muhammad bangunlah!”, Akupun berkata: ”Sesungguhnya aku tidak tidur”. Tatkala Ibnul Mubarok mendengar hal ini dan mengetahui bahwa aku telah melihat sholat malamnya maka semenjak itu aku tidak pernah melihatnya lagi berbicara denganku. Dan tidak pernah juga ramah padaku pada setiap peperangannya. Seakan-akan dia tidak suka tatkala mengetahui bahwa aku mengetahui sholat malamnya itu, dan hal itu selalu nampak di wajahnya hingga beliau wafat. Aku tidak pernah melihat orang yang lebih menymbunyikan kebaikan-kebaikannya daripada Ibnul Mubarok” (Al-Jarh wa At-Ta’dil, Ibnu Abi Hatim 1/266).</p>
<p>Wahai saudaraku, ketahuilah… sesungguhnya ikhlas adalah sesuatu yang sangat berat, penuh perjuangan untuk bisa meraihnya. Pintu-pintu yang bisa dimasuki syaitan untuk bisa merusak keikhlasan kita terlalu banyak. Tatkala kita sedang beramal maka syaitanpun berusaha untuk bisa menjadikan kita riya’, kalau tidak bisa menjadikan kita riya’ di permulaan amal, maka dia akan berusaha agar kita riya’ di pertengahan amal. Kalau tidak mampu lagi maka di akhir amalan kita. Oleh karena itu kita dapati para salaf dahulu memngecek niat mereka ditengah amalan mereka, apakah masih tetap ikhlas atau sudah berubah?. Diriwayatkan dari Sualaiman bin Dawud Al-Hasyimi: ”Terkadang saya menyampaikan sebuah hadits dan niat saya ikhlas, (namun) tatkala saya sampaikan sebagian hadits tersebut berubahlah niat saya, ternyata satu hadits saja membutuhkan banyak niat” Disebutkan oleh Al-Khotib Al-Bagdadi dalam Tarikh beliau (9/31), Al-Mizzi dalam Tahdzibul Kamal (11/412), dan Ad-Dazahabi dalam Siyar (10/625), lihat Jami’ul ‘Ulum wal Hikam hal 83, tahqiq Al-Arnauth).</p>
<p>Lihatlah bagaimana hati-hatinya salaf dalam menjaga niat mereka, untuk bisa menyampaikan satu hadits saja (yang mungkin hanya beberapa buah kata) dia memperhatikan niatnya berulang-ulang. Bagaimana dengan kita sekarang? Bukan cuma berpuluh-puluh kata yang kita lontarkan, bahkan beribu-ribu kata (tatkala mengisi pengajian, atau memberi pendapat atau nasehat tatkala diminta, atau yang lainnya…) pernahkah kita mengecek niat kita disela-sela pembicaraan kita??. Terkadang seseorang di awal sedang mengisi pengajian, dia mendapati niatnya ikhlas. Namun tatkala di tengah pengajian, disaat dia memandang bagaimana para pendengarnya terkagum-kagum dengan kefasihannya melontarkan dalil disaat itulah syaitan berperan aktif untuk merubah niatnya. Waspadalah wahai para saudaraku… <strong>sesungguhnya hanya sedikit yang selamat dari tipu daya syaitan</strong>.</p>
<p>Sungguh benarlah perkataan Sufyan Ats-Tsauri, ”Saya tidak pernah menghadapi sesuatu yang lebih berat daripada niat, karena niat itu berbolak-balik (berubah-ubah)” (Hilyatul Auliya (7/ hal 5 dan 62), lihat Jami’ul ‘Ulul wal Hikam hal 70, tahqiq Al-Arnauth).</p>
<p>Kalau seseorang telah selamat dari tipu daya syaitan hingga selesai amalnya, ingatlah…syaitan tidak putus asa. Dia mulai menggelitik hati orang tersebut dan merayu orang tersebut untuk menceritakan amalan solehnya pada manusia, dan syaitan menipunya dengan berkata, ”Ini bukanlah riya…, supaya kamu bisa dicontohi manusia…”. Akhirnya terjebaklah orang tersebut dan diapun mengungkapkan kebaikan-kebaikannya dihadapan orang, maka bisa jadi diapun menceritakan kabaikan-kebaikannya pada manusia karena riya’, maka ini merupakan kecelakaan baginya, atau kalau tidak maka minimal pahalanya berkurang. Karena pahala amalan yang <em>sirr </em>(disembunyikan) lebih baik daripada amalan yang diketahui orang lain.</p>
<p>Allah berfirman, yang artinya:</p>
<p><em>“Jika kalian menampakkan sedekah kalian maka itu adalah baik sekali. Dan jika kalian menyembunyikannya dan kalian berikan kepada orang-orang fakir maka menyembunyikanya itu lebih baik bagi kalian. Dan Allah akan menghapuskan dari kalian sebagian kesalahan-kesalahan kalian, dan Allah maha mengetahui apa yang kalian kerjakan” (QS. Al-Baqoroh: 271).</em></p>
<p>Berkata Ibnu Kasir dalam Tafsirnya, ”Asalnya isror (amalan secara tersembunyi tanpa diketahui orang lain) adalah lebih afdol dengan dalil ayat ini dan hadits dalam shohihain (Bukhori dan Muslim) dari Abu Huroiroh, beliau berkata: “Berkata Rasulullah : <em>”Tujuh golongan yang berada dibawah naungan Allah pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan Allah, Imam yang adil, dan seorang yang bersedekah lalu dia menyembunyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya”</em> Diriwayatkan oleh Al-Bukhori (1423) dan Muslim (2377). Berkata Imam Nawawi: ”Berkata para Ulama bahwanya penyebutan tangan kanan dan kiri menunjukan kesungguhan dan sangat dismbunyikannya serta tidak diketuhinya sedekah. Perumpamaan dengan kedua tangan tersebut karena dekatnya tangan kanan dengan tangan kiri, dan tangan kanan selalu menyertai tangan kiri. Dan maknanya adalah seandainya tangan kiri itu seorang laki-laki yang terjaga maka dia tidak akan mengetahui apa yang diinfak oleh tangan kanan karena saking disembunyikannya.” (Al-Minhaj 7/122), hal ini juga sebagaimana penjelasan Ibnu Hajr (Al-Fath 2/191).</p>
<p>Rosulullah bersabda: <em>”Tatkala Allah menciptakan bumi, bumi tersebut bergoyang-goyang, maka Allah pun menciptakan gunung-gunung kalau Allah lemparkan gunung-gunung tersebut di atas bumi maka tenanglah bumi. Maka para malaikatpun terkagum-kagum dengan penciptaan gunung, mereka berkata, ”Wahai Tuhan kami, apakah ada dari makhluk Mu yang lebih kuat dari gunung?” Allah berkata, “Ada yaitu besi”. Lalu mereka bertanya (lagi), ”Wahai Tuhan kami, apakah ada dari makhlukMu yang lebih kuat dari besi?”, Allah menjawab, ”Ada yaitu api.”, mereka bertanya (lagi), ”Wahai Tuhan kami, apakah ada makhluk Mu yang lebih kuat dari pada api?”, Allah menjawab, ”Ada yaitu air”, mereka bertanya (lagi), ”Wahai Tuhan kami, apakah ada makhlukMu yang lebih kuat dari pada air?”, Allah menjawab, ”Ada yaitu air” mereka bertanya (lagi), ”Wahai Tuhan kami, apakah ada makhlukMu yang lebih kuat dari pada air?”, Allah menjawab, ”Ada yaitu angin” mereka bertanya (lagi), ”Wahai Tuhan kami, apakah ada makhlukMu yang lebih kuat dari pada angin?”, Allah menjawab, ”Ada yaitu seorang anak Adam yang bersedekah dengan tangan kanannya lalu dia sembunyikan agar tidak diketahui tangan kanannya”. Diriwayatkan oleh Imam Ahamad dalam Musnadnya 3/124 dari hadits Anas bin Malik. Berkata Ibnu Hajar, ”Dari hadits Anas dengan sanad yang hasan marfu’” (Al-Fath 2/191).</em></p>
<p>Sungguh benar orang yang berkata, “Jangan heran kalau engkau melihat seorang yang bisa jalan di atas air, karena syaitan juga bisa berjalan di atas air. Janganlah heran kalau engkau melihat seorang yang berjalan terbang diudara, karena syaitan juga bisa terbang di udara. Tapi heranlah engkau jika engkau melihat seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya namun tangan kirinya tidak mengetahuinya, karena syaitan tidak bersedekah (apalagi dengan ikhlas) (Untaian kalimat ini, penulis tidak mengetahui siapa yang mengucapkannya. Namun penulis pernah mendengarnya dari seorang petugas penjaga mushola dikapal laut, tatkala menyampaikan nasehat pada awak penumpang kapal. Mungkin saja dialah yang mengucapkan perkataan ini pertama kali. Namun bagaimanapun perkataan ini benar maknanya jika ditinjau dari kacamata syar’i, Wallahu A’lam).</p>
<p>Ingat perkataan Ibnul Qoyyim, “Tidaklah akan berkumpul keikhlasan dalam hati bersama rasa senang untuk dipuji dan disanjung dan keinginan untuk memperoleh apa yang ada pada manusia kecuali sebagaimana terkumpulnya air dan api…” (Fawaid Al-Fawaid, Ibnul Qoyyim, tahqiq Syaikh Ali Hasan, hal 423). <strong>Wahai Dzat yang membolak-balikan hati-hati (manusia) tetapkanlah hatiku di atas agamaMu.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<h2><strong>E.  Hukum menyembunyikan amal</strong></h2>
<p>Para ulama menjelaskan bahwa keutamaan menyembunyikan amalan kebajikan (karena hal ini lebih menjauhkan dari riya) itu hanya khusus bagi amalan-amalan mustahab bukan amalan-amalan yang wajib. Berkata Ibnu Hajar: ”At-Thobari dan yang lainnya telah menukil ijma’ bahwa sedekah yang wajib secara terang-terangan lebih afdhol daripada secara tersembunyi. Adapun sedekah yang mustahab maka sebaliknya.” (Al-Fath 3/365). Sebagian mereka juga mengecualikan orang-orang yang merupakan teladan bagi masyarakat, maka justru lebih afdhol bagi mereka untuk beramal terang-terangan agar bisa diikuti dengan syarat mereka aman dari riya’, dan hal ini tidaklah mungkin kecuali jika iman dan keyakinan mereka yang kuat.</p>
<p>Imam Al-Iz bin Abdus Salam telah menjelaskan hukum menyembunyikan amalan kebajikan secara terperinci sebagai berikut. Beliau berkata, “Keta’atan (pada Allah) ada tiga:</p>
<ol>
<li>Yang pertama, adalah amalan yang disyariatkan secara dengan dinampakan seperti adzan, iqomat, bertakbir, membaca Quran dalam sholat secara jahr, khutbah-kutbah, amar ma’ruf nahi mungkar, mendirikan sholat jumat dan sholat secara berjamaah, merayakan hari-hari ‘ied, jihad, mengunjungi orang-orang yang sakit, mengantar jenazah, maka hal-hal seperti ini tidak mungkin disembunyikan. Jika pelaku amalan-amalan tersebut takut riya, maka hendaknya dia berusaha bersungguh-sungguh untuk menolaknya hingga dia bisa ikhlas kemudian dia bisa melaksanakannya dengan ikhlas, sehingga dengan demikian dia akan mendapatkan pahala amalannya dan juga pahala karena kesungguhannya menolak riya, karena amalan-amalan ini maslahatnya juga untuk orang lain.</li>
<li>Yang kedua, amalan yang jika diamalkan secara tersembunyi lebih afdhol dari pada jika dinampakkan. Contohnya seperti membaca qiro’ah secara perlahan tatkala sholat (yaitu sholat yang tidak disyari’atkan untuk menjahrkan qiro’ah), dan berdzikir dalam sholat secara perlahan. Maka dengan perlahan lebih baik daripada jika dijahrkan.</li>
<li>Yang ketiga, amalan yang terkadang disembunyikan dan terkadang dinampakkan seperti sedekah. Jika dia kawatir tertimpa riya’ atau dia tahu bahwasanya biasanya kalau dia nampakan amalannya dia akan riya’, maka amalan (sedekah) tersebut disembunyikan lebih baik daripada jika dinampakkan.</li>
</ol>
<p>Adapun orang yang aman dari riya’ maka ada dua keadaannya:</p>
<ol>
<li>Yang pertama, dia bukanlah termasuk orang yang diikuti, maka lebih baik dia menyembunyikan sedekahnya, karena bisa jadi dia tertimpa riya’ tatkala menampakkan sedekahnya.</li>
<li>Yang kedua, dia merupakan orang yang dicontohi, maka dia menampakan sedekahnya lebih baik karena hal itu membantu fakir miskin dan dia akan diikuti. Maka dia telah memberi manfaat kepada fakir miskin dengan sedekahnya dan dia juga menyebabkan orang-orang kaya bersedekah pada fakir miskin karena mencontohi dia, dan dia juga telah memberi manfaat pada orang-orang kaya tersebut karena mengikuti dia beramal soleh.” Qowa’idul Ahkam 1/125 (Sebagaimana dinukil oleh Sulaiman Al-Asyqor dal kitabnya Al-Ikhlash hal 128-129).</li>
</ol>
<p>Tentunya kita lebih mengetahui diri kita, kita termasuk orang yang aman dari riya atau tidak.</p>
<h3><strong>F.   Mengobati penyakit cinta ketenaran</strong></h3>
<p>Berkata Abdullah bin Mas’ud, “Seandainya kalian mengetahui dosa-dosaku maka tidak ada dua orangpun yang berjalan di belakangku, dan kalian pasti akan melemparkan tanah di kepalaku, aku sungguh berangan-angan agar Allah mengampuni satu dosa dari dosa-dosaku dan aku dipanggil dengan Abdullah bin Rowtsah”. (Al-Mustadrok 3/357 no. 5382).</p>
<p>Berkata Syaikh Sholeh Alu Syaikh, ((“Untaian kalimat ini adalah madrasah (pelajaran), dan hal ini tidak diragukan lagi karena tersohornya seseorang mungkin terjadi jika orang tersebut memiliki kelebihan diantara manusia, bahkan bisa jadi orang-orang mengagungkannya, bisa jadi orang-orang memujinya, bisa jadi mereka mengikutinya berjalan di belakangnya. Seseorang jika semakin bertambah ma’rifatnya kepada Allah maka ia akan sadar dan mengetahui bahwa dosa-dosanya banyak, dan banyak, dan sangat banyak. Oleh karena tidaklah suatu hal yang mengherankan jika Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam mewasiatkan kepada Abu Bakar –padahal ia adalah orang yang terbaik dari umat ini dari para sahabat Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam &#8211; yang selalu membenarkan (apa yang dikabarkan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam-pen), yang Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam telah berkata tentangnya, “Jika ditimbang iman Abu Bakar dibanding dengan iman umat maka akan lebih berat iman Abu Bakar”, namun Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam mewasiatkannya untuk berdo’a di akhir sholatnya, “Robku, sesungguhnya aku telah banyak mendzolimi diriku dan tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali engkau maka ampunilah aku dengan pengampunanMu”. Yang mewasiatkan adalah Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam dan yang diwasiatkan adalah Abu Bakar As-Shiddiq. Semakin bertambah ma’rifat seorang hamba kepada Robnya maka ia akan takut kepada Allah, takut kalau ada yang mengikutinya dari belakang, khawatir ia diagungkan diantara manusia, khawatir diangkat-angkat diantara manusia, karena ia mengetahui hak-hak Allah sehingga dia mengetahui bahwa ia tidak akan mungkin menunaikan hak Allah, ia selalu kurang dalam bersyukur kepada Allah, dan ini merupakan salah satu bentuk dosa.</p>
<p>Diantara manusia ada yang merupakan qori’ Al-Qur’an dan tersohor karena keindahan suaranya, keindahan bacaannya, maka orang-orangpun berkumpul di sekitarnya. Diantara manusia ada yang alim, tersohor dengan ilmunya, dengan fatwa-fatwanya, dengan kesholehannya, kewaro’annya, maka orang-orangpun berkumpul di sekelilingnya.</p>
<p>Diantara mereka ada yang menjadi da’i yang terkenal dengan pengorbanannya dan perjuangannya dalam berdakwah maka orang-orang pun berkumpul di sekelilingnya karena Allah telah memberi petunjuk kepada mereka dengan perantaranya. Demikian juga ada yang terkenal dengan sikapnya yang selalu menunaikan amanah, ada yang tersohor dengan sikapnya yang menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar, dan demikianlah… Posisi terkenalnya seseorang merupakan posisi yang sangat mudah menggelincirkan seseorang, oleh karena itu Ibnu Mas’ud mewasiatkan kepada dirinya sendiri dengan menjelaskan keadaan dirinya (yang penuh dengan dosa), dan menjelaskan apa yang wajib bagi setiap orang yang memiliki pengikut…</p>
<p>Hendaknya setiap orang yang tersohor (dengan kebaikan) atau termasuk orang yang terpandang untuk selalu merendahkan dirinya diantara manusia dan menampakkan hal itu, bukan malah untuk semakin naik derajatnya di hadapan manusia namun agar semakin terangkat derajatnya di hadapan Allah, dan ini semua kembali kepada keikhlasan, karena diantara manusia ada yang merendahkan dirinya di hadapan manusia namun agar tersohor dan ini adalah termasuk (tipuan) syaitan. Dan diantara manusia ada yang merendahkan dirinya di hadapan manusia dan Allah mengetahui hatinya bahwasanya ia benar dengan sikapnya itu, ia takut pertemuan dengan Allah, ia takut hari di mana dibalas apa-apa yang terdapat dalam dada-dada, hari di mana nampak apa yang ada disimpan di hati-hati, tidak ada yang tersembunyi di hadapan Allah dan mereka tidak bisa menyembunyikan pembicaraan mereka di hadapan Allah.</p>
<p>Ini adalah pelajaran yang berharga bagi setiap yang dipanuti dan yang mengikuti. Adapun pengikut maka hendaknya ia tahu bahwa orang yang diikutinya itu tidak boleh diagungkan, namun hanyalah diambil faedah darinya berupa syari’at Allah atau faedah yang diambil oleh masyarakat, karena yang diagungkan hanyalah Allah kemudian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Adapun manusia yang lain maka jika mereka baik maka bagi mereka rasa cinta pada diri kita. Dan hendaknya orang yang tersohor untuk selalu takut, rendah, dan mengingat dosa-dosanya, mengingat bahwa ia akan berdiri di hadapan Allah, ingat bahwasanya ia bukanlah orang yang berhak diikuti oleh dua orang di belakangnya.</p>
<p>Oleh karena itu tatkala Abu Bakar dipuji di hadapan manusia maka ia berkutbah setelah itu dan riwayat ini shahih sebagaimana diriwayatkan oleh imam Ahmad dan yang lainnya ia berkata: <em>“Ya Allah jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka persangkakan dan ampunkanlah apa-apa yang mereka tidak ketahui”</em>, ia mengucapkan doa ini dengan keras untuk mengingatkan manusia bahwasanya ia memiliki dosa sehingga mereka tidak berlebih-lebihan kepadanya. Apakah hal ini sebagaimana yang kita lihat pada kenyataan dimana orang yang diagungkan semakin menjadi-jadi agar diagungkan dirinya??, orang yang mengagungkan juga semakin mengagungkan orang yang diikutinya?? Ini bukanlah jalan para sahabat radhiallahu ‘anhum, Umar terkadang ujub dengan dirinya -dan dia adalah seorang khalifah, orang kedua yang dikabarkan dengan masuk surga setelah Abu Bakar-, maka ia pun memikul suatu barang di tengah pasar untuk merendahkan dirinya hingga ia tidak merasa dirinya besar.</p>
<p>Diantara kesalahan-kesalahan adalah sifat ujub (takjub dengan diri sendiri), yaitu seseorang memandang dirinya waw (hebat). Ada diantara salafus shalih yang jika hendak menyampaikan suatu (mau’idzoh) dan jika ia melihat orang-orang berkumpul maka iapun meninggalkan majelis tersebut, kenapa?, karena keselamatan jiwanya lebih utama dibandingkan keselamatan jiwa orang lain, karena ia melihat ramainya orang yang telah berkumpul dan ia menyadari bahwa dirinya mulai merasakan bahwa dirinya senang karena kehadiran mereka, yang pada diam memperhatikannya, dan memperhatikannya, maka iapun mengobati dirinya dengan meninggalkan mereka maka merekapun membicarakannya akibat hal tersebut, Namun yang paling penting adalah keselamatan jiwa dan hatinya dihadapan Allah. Dan keselamatan hatinya lebih utama dibandingkan keselamatan hati orang lain…”)). (Dari ceramah Syaikh Sholeh Alu Syaikh yang berjudul Waqofaat ma’a kalimaat li Ibni Mas’ud).</p>
<p><strong> </strong></p>
<h4><strong>G.  Riya itu samar</strong></h4>
<p>Sungguh benar sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bahwasanya riya itu samar sehingga terkadang menimpa seseorang padahal ia menyangka bahwa ia telah melakukan yang sebaik-baiknya. Dikisahkan bahwasanya ada seseorang yang selalu sholat berjama’ah di shaf yang pertama, namun pada suatu hari ia terlambat sehingga sholat di saf yang kedua, ia pun merasa malu kepada jama’ah yang lain yang melihatnya sholat di shaf yang kedua. Maka tatkala itu ia sadar bahwasanya selama ini senangnya hatinya, tenangnya hatinya tatkala sholat di shaf yang pertama adalah karena pandangan manusia. (Tazkiyatun Nufus hal 15).</p>
<p>Berkata Abu ‘Abdillah Al-Anthoki, “Fudhail bin ‘Iyadh bertemu dengan Sufyan Ats-Tsauri lalu mereka berdua saling mengingat (Allah) maka luluhlah hati Sufyan atau ia menangis. Kemudian Sufyan berkata kepada Fudhail, “Wahai Abu ‘Ali sesungguhnya aku sangat berharap majelis (pertemuan) kita ini rahmat dan berkah bagi kita”, lalu Fudhail berkata kepadanya, “Namun aku, wahai Abu Abdillah, takut jangan sampai majelis kita ini adalah suatu mejelis yang mencelakakan kita “, Sufyan berkata, “Kenapa wahai Abu Ali?”, Fudhail berkata, “Bukankah engkau telah memilih perkataanmu yang terbaik lalu engkau menyampaikannya kepadaku, dan akupun telah memilih perkataanku yang terbaik lalu aku sampaikan kepadamu, berarti engkau telah berhias untuk aku dan aku pun telah berhias untukmu”, lalu Sufyan pun menangis dengan lebih keras daripada tangisannya yang pertama dan berkata, “Engkau telah menghidupkan aku semoga Allah menghidupkanmu”. (Tarikh Ad-Dimasyq 48/404).</p>
<p>Perhatikanlah wahai saudaraku… sesungguhnya hanyalah orang-orang yang beruntung yang memperhatikan gerak-gerik hatinya, yang selalu memperhatikan niatnya. Terlalu banyak orang yang lalai dari hal ini kecuali yang diberi taufik oleh Allah. Orang-orang yang lalai akan memandang kebaikan-kebaikan mereka pada hari kiamat menjadi kejelekan-kejelekan, dan mereka itulah yang dimaksudkan oleh Allah dalam firman-Nya.</p>
<p><em>“Dan (jelaslah) bagi mereka akibat buruk dari apa yang telah mereka perbuat dan mereka diliputi oleh pembalasan yang mereka dahulu selalu memperolok-olokkannya.” (QS. Az Zumar: 48).</em></p>
<p><em>“Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedang mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.” (QS. Al Kahfy: 104). </em></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">H.  Maroji’:</span></strong></p>
<p>AlQur’anul Karim dan terjemahan, Depag</p>
<p>Ibnu Hajar Al-‘Asqolani, <em>Fathul Bari,</em> dar As-Salam, Riyadh, cetakan pertama Tahun 2000 masehi</p>
<p>Imam Nawawi, <em>Al-Minhaj syarh Sohih Muslim,</em> Dar Al-Ma’rifah</p>
<p>Ibnu Rojab, <em>Jami Al-‘Ulum wa Al-Hikam</em>, tahqiq Al-Arnauth</p>
<p>Syaikh Abdul Malik Romadhoni, <em>Sittu Duror min Ushuli Ahlil Atsar</em>, maktabah Al-Asholah</p>
<p>Tafsir Ibnu Katsir, tahqiq Al-Banna, dar Ibnu Hazm, cetakan pertama</p>
<p>Ibnul Qoyyim, <em>Tafsir Ibnu Katsir</em>, tahqiq Syaikh Ali Hasan, Dar Ibnul Jauzi</p>
<p>Sulaiman Al-Asyqor, <em>Al-Ikhlash</em>, dar An-Nafais</p>
<p>Syaikh Al-Albani, <em>Silsilah Al-Ahadits As-Sohihah</em></p>
<p>Abdul Aziz bin Nasir Al-Jalil, <em>Aina Nahnu min Akhlak As-Salaf</em>, Dar Toibah</p>
<p>Syaikh Sholeh Alu Syaikh, <em>Waqofaat ma’a kalimaat li Ibni Mas’ud</em>, transkrip dari ceramah</p>
<p>Ahmad Farid, <em>Tazkiyatun Nufus</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wawankardiyanto.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wawankardiyanto.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wawankardiyanto.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wawankardiyanto.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wawankardiyanto.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wawankardiyanto.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wawankardiyanto.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wawankardiyanto.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wawankardiyanto.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wawankardiyanto.wordpress.com/222/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wawankardiyanto.wordpress.com&blog=2161200&post=222&subd=wawankardiyanto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2009/10/31/222/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a481e2f560b8cfabef1498a8e5ea71b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wawankardiyanto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wawankardiyanto.files.wordpress.com/2009/10/images7.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>