<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk Wawankardiyanto&#039;s Weblog</title>
	<atom:link href="http://wawankardiyanto.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wawankardiyanto.wordpress.com</link>
	<description>every thing to knowing (BACALAH dengan menyebut Tuhanmu!)</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Nov 2009 03:02:44 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di SPESIFIKASI KESELAMATAN DI HARI PEMBALASAN oleh wawankardiyanto</title>
		<link>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2009/11/13/spesifikasi-keselamatan-di-hari-pembalasan/#comment-321</link>
		<dc:creator>wawankardiyanto</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 03:02:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://wawankardiyanto.wordpress.com/?p=232#comment-321</guid>
		<description>Kalau boleh saya katakan “janji” bukanlah sebagai janji yang kita pahami, “janji” di dalam Hukum Allah adalah sebuah kepastian, yang sebenarnya sudah tidah membutuhkan “timbangan” ataupun kalkulasi.
======================

ini esensi perbedaan kita. 
Timbangan mesti butuh kalkulasi.. Janji Allah dan timbangan Allah juga mesti butuh kalkulasi. Ayat yg kita bahas sangat jelas menyebut kepastian kalkulasi itu= sekecil biji sawi sebuah perbuatan baik atau buruk akan mendapat balasannya..

memang timbangan dan kepastian Allah adalah hukum Allah dan hak mutlak Allah. Di-sana-lah nantinya kepastian, keadilan, kebijakan dan cinta Allah akan kita saksikan bersama...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau boleh saya katakan “janji” bukanlah sebagai janji yang kita pahami, “janji” di dalam Hukum Allah adalah sebuah kepastian, yang sebenarnya sudah tidah membutuhkan “timbangan” ataupun kalkulasi.<br />
======================</p>
<p>ini esensi perbedaan kita.<br />
Timbangan mesti butuh kalkulasi.. Janji Allah dan timbangan Allah juga mesti butuh kalkulasi. Ayat yg kita bahas sangat jelas menyebut kepastian kalkulasi itu= sekecil biji sawi sebuah perbuatan baik atau buruk akan mendapat balasannya..</p>
<p>memang timbangan dan kepastian Allah adalah hukum Allah dan hak mutlak Allah. Di-sana-lah nantinya kepastian, keadilan, kebijakan dan cinta Allah akan kita saksikan bersama&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di SPESIFIKASI KESELAMATAN DI HARI PEMBALASAN oleh Sahabat</title>
		<link>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2009/11/13/spesifikasi-keselamatan-di-hari-pembalasan/#comment-320</link>
		<dc:creator>Sahabat</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 07:26:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://wawankardiyanto.wordpress.com/?p=232#comment-320</guid>
		<description>Dear Wawan,

==kembali saya haturkan ayat ini:

Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikit pun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun pasti Kami mendatangkan (pahala) nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan. (QS, 21:47)

(Lukman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui. (QS, 31:16)


===
Setuju, selama tidak ada pemahaman tekstual, hati-hati.... bisa menjebak pada pemaknaannya.

Kalau boleh saya katakan &quot;janji&quot; bukanlah sebagai janji yang kita pahami, &quot;janji&quot; di dalam Hukum Allah adalah sebuah kepastian, yang sebenarnya sudah tidah membutuhkan &quot;timbangan&quot; ataupun kalkulasi.

have positive days</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Wawan,</p>
<p>==kembali saya haturkan ayat ini:</p>
<p>Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikit pun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun pasti Kami mendatangkan (pahala) nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan. (QS, 21:47)</p>
<p>(Lukman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui. (QS, 31:16)</p>
<p>===<br />
Setuju, selama tidak ada pemahaman tekstual, hati-hati&#8230;. bisa menjebak pada pemaknaannya.</p>
<p>Kalau boleh saya katakan &#8220;janji&#8221; bukanlah sebagai janji yang kita pahami, &#8220;janji&#8221; di dalam Hukum Allah adalah sebuah kepastian, yang sebenarnya sudah tidah membutuhkan &#8220;timbangan&#8221; ataupun kalkulasi.</p>
<p>have positive days</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di SPESIFIKASI KESELAMATAN DI HARI PEMBALASAN oleh wawankardiyanto</title>
		<link>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2009/11/13/spesifikasi-keselamatan-di-hari-pembalasan/#comment-319</link>
		<dc:creator>wawankardiyanto</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 01:45:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://wawankardiyanto.wordpress.com/?p=232#comment-319</guid>
		<description>Tidak perlu memikirkan ataupun menagih JANJI ALLAH, kalau belum(mampu) bersamaNya. Hati-hati nilainya, bisa mendatangkan riya, sekecil apapun riya akan melunturkan semua nilai pahala yang sebesar gunung.
======================

sangat sepakat sobat... hehe...

Tapi menafikan janji Allah, dan sama sekali tidak mempercayainya adalah sebuah kenaifan...

Hari pembalasan boleh-lah ditafsiri sebagai pengembalian kepada keseimbangan nilai keadilan sejati... Allah hakim-NYA... Dan Allah pada hari itu pasti tidak akan menyalahi janjinya...

kembali saya haturkan ayat ini:

Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikit pun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun pasti Kami mendatangkan (pahala) nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan. (QS, 21:47)

(Lukman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui. (QS, 31:16)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak perlu memikirkan ataupun menagih JANJI ALLAH, kalau belum(mampu) bersamaNya. Hati-hati nilainya, bisa mendatangkan riya, sekecil apapun riya akan melunturkan semua nilai pahala yang sebesar gunung.<br />
======================</p>
<p>sangat sepakat sobat&#8230; hehe&#8230;</p>
<p>Tapi menafikan janji Allah, dan sama sekali tidak mempercayainya adalah sebuah kenaifan&#8230;</p>
<p>Hari pembalasan boleh-lah ditafsiri sebagai pengembalian kepada keseimbangan nilai keadilan sejati&#8230; Allah hakim-NYA&#8230; Dan Allah pada hari itu pasti tidak akan menyalahi janjinya&#8230;</p>
<p>kembali saya haturkan ayat ini:</p>
<p>Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikit pun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun pasti Kami mendatangkan (pahala) nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan. (QS, 21:47)</p>
<p>(Lukman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui. (QS, 31:16)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di BANGSA “TERORIS”, MENGANDALKAN SEGALA CARA,  SOK BERKUASA, SUKA HIDUP MEWAH, DAN  BANYAK OMONG? oleh Sahabat</title>
		<link>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2009/11/20/bangsa-%e2%80%9cteroris%e2%80%9d-mengandalkan-segala-cara-sok-berkuasa-suka-hidup-mewah-dan-banyak-omong/#comment-318</link>
		<dc:creator>Sahabat</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 01:35:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://wawankardiyanto.wordpress.com/?p=245#comment-318</guid>
		<description>Serat Wulangreh
Oleh Sri Mangkunegoro IV

Mingkar – mingkur ing angkara
Akarana karenan mardi siwi
Sinawung resmining kidung
Sinuba sinukarta
Mrih Kretarta pakartining ngelmu luhung
Kang tumrap neng tanah Jawa
Agama ageming aji

Jinejer neng Wedhatama
Mrih tan kemba kembanganing pambudi
Mangka nadyan tuwa pikun
Yen tan mikani rasa
Yekti sepi asepa lir sepah samun
Samangsane pakumpulan
Ganyak-ganyuk nglelingsemi

Nggugu karsane priyangga
Nora nganggo paparah lamun angling
Lumuh ingaran balilu
Uger guru aleman
Nanging janma ingkang wus waspadeng semu
Sinamun ing samudana
Sesadon ingadu manis.

Si Pengung nora nglegewa
Sangsayarda denira cacariwis
Ngandhar-andhar angendhukur
Kandane nora kaprah
Saya elok alangka lokanganipun
Si Wasis waskitha ngalah
Ngalingi marang si Pingging.

Mangkono ngelmu kang nyata
Sanyatane mung weh reseping ati
Bungah ingaranan cubluk
Sukeng tyas yen den ina
Nora kaya si punggung anggung gumunggung
Ugungan sedina-dina
Aja mangkono wong urip.

Uripe sapisan rusak
Nora mulur nalare ting saluwir
Kadi ta guwa kang sirung
Sinerang ing maruta
Gumarenggeng anggereng anggung gumrunggung
Pindha padhane si mudha
Prandene paksa kumaki.

Kikisane mung sapala
Palayune ngendelken yayah-wibi
Bangkit tur bangsaning luhur
Lah iya ingkang rama
Balik sira sarawungan bae durung
Mring atining tata-krama
ngGon-angon agama suci.

Socaning jiwangganira
Jer katara lamun pocapan pasthi
Lumuh kasor kudu unggul
Sumengah sesongaran
Yen mangkono kena ingaran katungkul
Karem ing reh kaprawiran
Nora enak iku kaki.

Kekerane ngelmu karang
Kakarangan saking bangsaning gaib
Iku borfeh paminipun
Tan rumasuk ing jasad
Amung aneng sajabaning daging kulup
Yen kapengkok pancabaya
Ubayane mbalenjani

Marma ing sabisa-bisa
Babasane muriha tyas basuki
Puruita-a kang patut
Lan traping angganira
Ana uga angger ugering kaprabun
Abon-aboning panembah
Kang kambah ing siyang ratri.

Iku kaki takokena
Marang para sarjana kang martapi
Mring tapaking tepa tulus
Kawawa nahen hawa
Wruhanira mungguh sajatining ngelmu
Tan pasthi neng janma wredha
Tuwin mudha sudra kaki.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Serat Wulangreh<br />
Oleh Sri Mangkunegoro IV</p>
<p>Mingkar – mingkur ing angkara<br />
Akarana karenan mardi siwi<br />
Sinawung resmining kidung<br />
Sinuba sinukarta<br />
Mrih Kretarta pakartining ngelmu luhung<br />
Kang tumrap neng tanah Jawa<br />
Agama ageming aji</p>
<p>Jinejer neng Wedhatama<br />
Mrih tan kemba kembanganing pambudi<br />
Mangka nadyan tuwa pikun<br />
Yen tan mikani rasa<br />
Yekti sepi asepa lir sepah samun<br />
Samangsane pakumpulan<br />
Ganyak-ganyuk nglelingsemi</p>
<p>Nggugu karsane priyangga<br />
Nora nganggo paparah lamun angling<br />
Lumuh ingaran balilu<br />
Uger guru aleman<br />
Nanging janma ingkang wus waspadeng semu<br />
Sinamun ing samudana<br />
Sesadon ingadu manis.</p>
<p>Si Pengung nora nglegewa<br />
Sangsayarda denira cacariwis<br />
Ngandhar-andhar angendhukur<br />
Kandane nora kaprah<br />
Saya elok alangka lokanganipun<br />
Si Wasis waskitha ngalah<br />
Ngalingi marang si Pingging.</p>
<p>Mangkono ngelmu kang nyata<br />
Sanyatane mung weh reseping ati<br />
Bungah ingaranan cubluk<br />
Sukeng tyas yen den ina<br />
Nora kaya si punggung anggung gumunggung<br />
Ugungan sedina-dina<br />
Aja mangkono wong urip.</p>
<p>Uripe sapisan rusak<br />
Nora mulur nalare ting saluwir<br />
Kadi ta guwa kang sirung<br />
Sinerang ing maruta<br />
Gumarenggeng anggereng anggung gumrunggung<br />
Pindha padhane si mudha<br />
Prandene paksa kumaki.</p>
<p>Kikisane mung sapala<br />
Palayune ngendelken yayah-wibi<br />
Bangkit tur bangsaning luhur<br />
Lah iya ingkang rama<br />
Balik sira sarawungan bae durung<br />
Mring atining tata-krama<br />
ngGon-angon agama suci.</p>
<p>Socaning jiwangganira<br />
Jer katara lamun pocapan pasthi<br />
Lumuh kasor kudu unggul<br />
Sumengah sesongaran<br />
Yen mangkono kena ingaran katungkul<br />
Karem ing reh kaprawiran<br />
Nora enak iku kaki.</p>
<p>Kekerane ngelmu karang<br />
Kakarangan saking bangsaning gaib<br />
Iku borfeh paminipun<br />
Tan rumasuk ing jasad<br />
Amung aneng sajabaning daging kulup<br />
Yen kapengkok pancabaya<br />
Ubayane mbalenjani</p>
<p>Marma ing sabisa-bisa<br />
Babasane muriha tyas basuki<br />
Puruita-a kang patut<br />
Lan traping angganira<br />
Ana uga angger ugering kaprabun<br />
Abon-aboning panembah<br />
Kang kambah ing siyang ratri.</p>
<p>Iku kaki takokena<br />
Marang para sarjana kang martapi<br />
Mring tapaking tepa tulus<br />
Kawawa nahen hawa<br />
Wruhanira mungguh sajatining ngelmu<br />
Tan pasthi neng janma wredha<br />
Tuwin mudha sudra kaki.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di SPESIFIKASI KESELAMATAN DI HARI PEMBALASAN oleh Sahabat</title>
		<link>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2009/11/13/spesifikasi-keselamatan-di-hari-pembalasan/#comment-317</link>
		<dc:creator>Sahabat</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 01:26:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://wawankardiyanto.wordpress.com/?p=232#comment-317</guid>
		<description>Dear Wawan,

Tidak perlu memikirkan ataupun menagih JANJI ALLAH, kalau belum(mampu) bersamaNya. Hati-hati nilainya, bisa mendatangkan riya, sekecil apapun riya akan melunturkan semua nilai pahala yang sebesar gunung.

Hukum Alam itu pasti(hukum yang diciptakan Allah sendiri, bisa dalam &quot;agama&quot;/&quot;din&quot; apapun), maka jagalah agar selaras, sinergis, dan harmonis dengan alam semesta (manjing ajur ajer dengan pusaka hasta brata) atau kesimbangan mikro-makro kosmos

Yang kita lihat dan kita rasakan sejatinya bersifat netral,bebas nilai. Sementara itu yang memberi nilai adalah pikiran kita (logika/rasional).(bisa juga untuk mengomentari tulisan Wawan  = &quot;BANGSA “TERORIS”, MENGANDALKAN SEGALA CARA, SOK BERKUASA, SUKA HIDUP MEWAH, DAN BANYAK OMONG?&quot;

Have positive days, sahabat</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Wawan,</p>
<p>Tidak perlu memikirkan ataupun menagih JANJI ALLAH, kalau belum(mampu) bersamaNya. Hati-hati nilainya, bisa mendatangkan riya, sekecil apapun riya akan melunturkan semua nilai pahala yang sebesar gunung.</p>
<p>Hukum Alam itu pasti(hukum yang diciptakan Allah sendiri, bisa dalam &#8220;agama&#8221;/&#8221;din&#8221; apapun), maka jagalah agar selaras, sinergis, dan harmonis dengan alam semesta (manjing ajur ajer dengan pusaka hasta brata) atau kesimbangan mikro-makro kosmos</p>
<p>Yang kita lihat dan kita rasakan sejatinya bersifat netral,bebas nilai. Sementara itu yang memberi nilai adalah pikiran kita (logika/rasional).(bisa juga untuk mengomentari tulisan Wawan  = &#8220;BANGSA “TERORIS”, MENGANDALKAN SEGALA CARA, SOK BERKUASA, SUKA HIDUP MEWAH, DAN BANYAK OMONG?&#8221;</p>
<p>Have positive days, sahabat</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di SPESIFIKASI KESELAMATAN DI HARI PEMBALASAN oleh wawankardiyanto</title>
		<link>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2009/11/13/spesifikasi-keselamatan-di-hari-pembalasan/#comment-316</link>
		<dc:creator>wawankardiyanto</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 08:25:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://wawankardiyanto.wordpress.com/?p=232#comment-316</guid>
		<description>Dan di sisi lain Allah sendiri tlah berjanji akan memberi reward/pahala/siksa kepada output prilaku manusia seadil2-nya sebagai sebuah Janji Dzat Yang Menepati janji…ini dasar Qur’annya:

Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikit pun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun pasti Kami mendatangkan (pahala) nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan. (QS, 21:47)

(Lukman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui. (QS, 31:16)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dan di sisi lain Allah sendiri tlah berjanji akan memberi reward/pahala/siksa kepada output prilaku manusia seadil2-nya sebagai sebuah Janji Dzat Yang Menepati janji…ini dasar Qur’annya:</p>
<p>Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikit pun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun pasti Kami mendatangkan (pahala) nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan. (QS, 21:47)</p>
<p>(Lukman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui. (QS, 31:16)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di SPESIFIKASI KESELAMATAN DI HARI PEMBALASAN oleh Sahabat</title>
		<link>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2009/11/13/spesifikasi-keselamatan-di-hari-pembalasan/#comment-315</link>
		<dc:creator>Sahabat</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 02:02:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://wawankardiyanto.wordpress.com/?p=232#comment-315</guid>
		<description>Dear Wawan,
He...he...

Benar kan ?! Banyak orang memahaminya masih secara tekstual dan belum mampu keluar perangkap raga.
===
Dan di sisi lain Allah sendiri tlah berjanji akan memberi reward/pahala/siksa kepada output prilaku manusia seadil2-nya sebagai sebuah Janji Dzat Yang Menepati janji…ini dasar Qur’annya:
===

Yang paling mudah memahami Bahasa Allah adalah dengan laku/perbuatan yang sifatnya memelihara ke&quot;sejahteraan&quot; alam semesta. Hubungan antara manusia dan alam (termasuk antar manusia dan manusia)yang harmonis dan saling menghargai, inilah yang namanya &quot;perimbangan&quot;. Dalam laku/perbuatannya ada hukum-hukumnya, yaitu hukum alam. Agama (apapun) menerjemahkan hukum alam (hukum alam Allah yang menciptakan).

&quot;Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang,
Segala pujian bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Yang menguasai di Hari Pembalasan.&quot;

Apa makna Hari Pembalasan?
Pembalasan = menyeimbangkan, membuat seimbang.
bukan pukul balas pukul... bunuh balas bunuh...

&quot;Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.
Tunjukanlah pada kami jalan yang lurus&quot;

Lurus = seimbang, tidak miring juga tidak membentuk kurva.

Semua itu mengarah pada laku dan pebuatan.

Bahasa Allah dalam hukum Alam bukan untuk nanti, nanti urusan nanti. Tapi untuk sekarang (hidup raga) (baca THE POWER OF NOW, eckhart tole)

Tidak perlu &quot;menagih&quot; JANJI ALLAH, kalau belum(mampu) bersamaNya.

Mrk 12:17 Lalu kata Yesus kepada mereka: &quot;Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!&quot; Mereka sangat heran mendengar Dia.

kalau soal &quot;din&quot;,

Mat 17:20 Ia berkata kepada mereka: &quot;Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, --maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.


He...he....
Mas Wawan yang budiman,
aku menganggap forum ini untuk sharing dan diskusi... he...he...

Ha positive days</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Wawan,<br />
He&#8230;he&#8230;</p>
<p>Benar kan ?! Banyak orang memahaminya masih secara tekstual dan belum mampu keluar perangkap raga.<br />
===<br />
Dan di sisi lain Allah sendiri tlah berjanji akan memberi reward/pahala/siksa kepada output prilaku manusia seadil2-nya sebagai sebuah Janji Dzat Yang Menepati janji…ini dasar Qur’annya:<br />
===</p>
<p>Yang paling mudah memahami Bahasa Allah adalah dengan laku/perbuatan yang sifatnya memelihara ke&#8221;sejahteraan&#8221; alam semesta. Hubungan antara manusia dan alam (termasuk antar manusia dan manusia)yang harmonis dan saling menghargai, inilah yang namanya &#8220;perimbangan&#8221;. Dalam laku/perbuatannya ada hukum-hukumnya, yaitu hukum alam. Agama (apapun) menerjemahkan hukum alam (hukum alam Allah yang menciptakan).</p>
<p>&#8220;Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang,<br />
Segala pujian bagi Allah, Tuhan semesta alam.<br />
Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.<br />
Yang menguasai di Hari Pembalasan.&#8221;</p>
<p>Apa makna Hari Pembalasan?<br />
Pembalasan = menyeimbangkan, membuat seimbang.<br />
bukan pukul balas pukul&#8230; bunuh balas bunuh&#8230;</p>
<p>&#8220;Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.<br />
Tunjukanlah pada kami jalan yang lurus&#8221;</p>
<p>Lurus = seimbang, tidak miring juga tidak membentuk kurva.</p>
<p>Semua itu mengarah pada laku dan pebuatan.</p>
<p>Bahasa Allah dalam hukum Alam bukan untuk nanti, nanti urusan nanti. Tapi untuk sekarang (hidup raga) (baca THE POWER OF NOW, eckhart tole)</p>
<p>Tidak perlu &#8220;menagih&#8221; JANJI ALLAH, kalau belum(mampu) bersamaNya.</p>
<p>Mrk 12:17 Lalu kata Yesus kepada mereka: &#8220;Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!&#8221; Mereka sangat heran mendengar Dia.</p>
<p>kalau soal &#8220;din&#8221;,</p>
<p>Mat 17:20 Ia berkata kepada mereka: &#8220;Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, &#8211;maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.</p>
<p>He&#8230;he&#8230;.<br />
Mas Wawan yang budiman,<br />
aku menganggap forum ini untuk sharing dan diskusi&#8230; he&#8230;he&#8230;</p>
<p>Ha positive days</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di BANGSA “TERORIS”, MENGANDALKAN SEGALA CARA,  SOK BERKUASA, SUKA HIDUP MEWAH, DAN  BANYAK OMONG? oleh suzi noor wijaya</title>
		<link>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2009/11/20/bangsa-%e2%80%9cteroris%e2%80%9d-mengandalkan-segala-cara-sok-berkuasa-suka-hidup-mewah-dan-banyak-omong/#comment-314</link>
		<dc:creator>suzi noor wijaya</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 01:35:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://wawankardiyanto.wordpress.com/?p=245#comment-314</guid>
		<description>sejenak merenung, kita ini ya memang sudah tak punya martabat. Bangga dengan harta hasil colongan dan korupsi. Bangga sudah bisa menekan orang untuk memenuhi nafsu kuasanya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sejenak merenung, kita ini ya memang sudah tak punya martabat. Bangga dengan harta hasil colongan dan korupsi. Bangga sudah bisa menekan orang untuk memenuhi nafsu kuasanya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di SPESIFIKASI KESELAMATAN DI HARI PEMBALASAN oleh wawankardiyanto</title>
		<link>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2009/11/13/spesifikasi-keselamatan-di-hari-pembalasan/#comment-313</link>
		<dc:creator>wawankardiyanto</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 10:37:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://wawankardiyanto.wordpress.com/?p=232#comment-313</guid>
		<description>Tabel semacam itu pada pemaknaan sebagai kalkulasi, sangat merendahkan Allah.
========================
hehe.... 
perlu diketahui, kalkulasi diatas adalah kalkulasi yg saya maknai dari firman Allah dalam Alqur&#039;an  dan hadits sebagai sebuah upaya tafsir dan ijtihad... Ijtihad sangat dihargai oleh Allah/agama... sebuah ijtihad walaupun &quot;salah&quot; nilainya 1 dan kalau &quot;benar&quot; nilainya 2... IJTIHAD ADALAH UPAYA HATI DAN PIKIR DALAM MEMAKNAI &quot;SESUATU&quot; SECARA SUNGGUH2 DAN MENDALAM..

“Allah berfirman “Aku adalah yang paling tidak butuh kepada syarikat, maka barangsiapa yang beramal suatu amalan untukku lantas ia mensyerikatkan amalannya tersebut (juga) kepada selainku maka Aku berlepas diri darinya dan ia untuk yang dia syarikatkan” (HR. Ibnu Majah 2/1405 no. 4202, hadits shahih, sebagaimana perkataan Syaikh Abdul Malik Ar-Romadhoni, adapun lafal Imam Muslim (4/2289 no 2985) adalah, “aku tinggalkan dia dari kesyirikannya”)”
=====================
Hadits ini sangat bagus dan tujuan utama sebuah amalan/ibadah.... muaranya kepada ikhlas....

hadits ini tidak bertentangan dengan kalkulasi di atas dan juga dengan konsep pahala...

Hadist ini hanya mengiingatkan dan meluruskan pada niat amalan dan ibadah hanya tertuju kepadaNYA... ikhlas dan Pasrah.

Di satu sisi Niat yang benar dan tertinggi amalan manusia adalah menuju ridlo-Allah dan rahmatullah... itu ikhtiar manusia.

Dan di sisi lain Allah sendiri tlah berjanji akan memberi reward/pahala/siksa kepada output prilaku manusia seadil2-nya sebagai sebuah Janji Dzat Yang Menepati janji...ini dasar Qur&#039;annya:

Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikit pun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun pasti Kami mendatangkan (pahala) nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan. (QS, 21:47)

(Lukman berkata): &quot;Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui. (QS, 31:16)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tabel semacam itu pada pemaknaan sebagai kalkulasi, sangat merendahkan Allah.<br />
========================<br />
hehe&#8230;.<br />
perlu diketahui, kalkulasi diatas adalah kalkulasi yg saya maknai dari firman Allah dalam Alqur&#8217;an  dan hadits sebagai sebuah upaya tafsir dan ijtihad&#8230; Ijtihad sangat dihargai oleh Allah/agama&#8230; sebuah ijtihad walaupun &#8220;salah&#8221; nilainya 1 dan kalau &#8220;benar&#8221; nilainya 2&#8230; IJTIHAD ADALAH UPAYA HATI DAN PIKIR DALAM MEMAKNAI &#8220;SESUATU&#8221; SECARA SUNGGUH2 DAN MENDALAM..</p>
<p>“Allah berfirman “Aku adalah yang paling tidak butuh kepada syarikat, maka barangsiapa yang beramal suatu amalan untukku lantas ia mensyerikatkan amalannya tersebut (juga) kepada selainku maka Aku berlepas diri darinya dan ia untuk yang dia syarikatkan” (HR. Ibnu Majah 2/1405 no. 4202, hadits shahih, sebagaimana perkataan Syaikh Abdul Malik Ar-Romadhoni, adapun lafal Imam Muslim (4/2289 no 2985) adalah, “aku tinggalkan dia dari kesyirikannya”)”<br />
=====================<br />
Hadits ini sangat bagus dan tujuan utama sebuah amalan/ibadah&#8230;. muaranya kepada ikhlas&#8230;.</p>
<p>hadits ini tidak bertentangan dengan kalkulasi di atas dan juga dengan konsep pahala&#8230;</p>
<p>Hadist ini hanya mengiingatkan dan meluruskan pada niat amalan dan ibadah hanya tertuju kepadaNYA&#8230; ikhlas dan Pasrah.</p>
<p>Di satu sisi Niat yang benar dan tertinggi amalan manusia adalah menuju ridlo-Allah dan rahmatullah&#8230; itu ikhtiar manusia.</p>
<p>Dan di sisi lain Allah sendiri tlah berjanji akan memberi reward/pahala/siksa kepada output prilaku manusia seadil2-nya sebagai sebuah Janji Dzat Yang Menepati janji&#8230;ini dasar Qur&#8217;annya:</p>
<p>Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikit pun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun pasti Kami mendatangkan (pahala) nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan. (QS, 21:47)</p>
<p>(Lukman berkata): &#8220;Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui. (QS, 31:16)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di SPESIFIKASI KESELAMATAN DI HARI PEMBALASAN oleh Sahabat</title>
		<link>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2009/11/13/spesifikasi-keselamatan-di-hari-pembalasan/#comment-312</link>
		<dc:creator>Sahabat</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 02:48:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://wawankardiyanto.wordpress.com/?p=232#comment-312</guid>
		<description>Dear Wawan,

Konsep yang universal &quot;mensinergikan, menyelaraskan….....&quot; memang benar,
Sinergi, selaras memang bukan mencampur aduk
===
Sinergi pikir dan dzikir adalah output maximum manusia dalam menyentuh Allah. 
===
Saya setuju sekali, seratus kali seratus persen....
Tapi,
Tabel semacam itu pada pemaknaan sebagai kalkulasi, sangat merendahkan Allah.

Juga hendaklah memperhatikan :

&quot;Allah berfirman “Aku adalah yang paling tidak butuh kepada syarikat, maka barangsiapa yang beramal suatu amalan untukku lantas ia mensyerikatkan amalannya tersebut (juga) kepada selainku maka Aku berlepas diri darinya dan ia untuk yang dia syarikatkan” (HR. Ibnu Majah 2/1405 no. 4202, hadits shahih, sebagaimana perkataan Syaikh Abdul Malik Ar-Romadhoni, adapun lafal Imam Muslim (4/2289 no 2985) adalah, “aku tinggalkan dia dari kesyirikannya”)&quot;

Cermatlah membedah mana yang tersurat dan mana yang tersirat, karena semua yang dalam bahasa Allah hanya dapat dimengerti oleh jiwa/ruh bukan dengan kalkulasi, seperti seorang pemungut cukai bagi kerajaan duniawi.

Have positive days.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Wawan,</p>
<p>Konsep yang universal &#8220;mensinergikan, menyelaraskan…&#8230;..&#8221; memang benar,<br />
Sinergi, selaras memang bukan mencampur aduk<br />
===<br />
Sinergi pikir dan dzikir adalah output maximum manusia dalam menyentuh Allah.<br />
===<br />
Saya setuju sekali, seratus kali seratus persen&#8230;.<br />
Tapi,<br />
Tabel semacam itu pada pemaknaan sebagai kalkulasi, sangat merendahkan Allah.</p>
<p>Juga hendaklah memperhatikan :</p>
<p>&#8220;Allah berfirman “Aku adalah yang paling tidak butuh kepada syarikat, maka barangsiapa yang beramal suatu amalan untukku lantas ia mensyerikatkan amalannya tersebut (juga) kepada selainku maka Aku berlepas diri darinya dan ia untuk yang dia syarikatkan” (HR. Ibnu Majah 2/1405 no. 4202, hadits shahih, sebagaimana perkataan Syaikh Abdul Malik Ar-Romadhoni, adapun lafal Imam Muslim (4/2289 no 2985) adalah, “aku tinggalkan dia dari kesyirikannya”)&#8221;</p>
<p>Cermatlah membedah mana yang tersurat dan mana yang tersirat, karena semua yang dalam bahasa Allah hanya dapat dimengerti oleh jiwa/ruh bukan dengan kalkulasi, seperti seorang pemungut cukai bagi kerajaan duniawi.</p>
<p>Have positive days.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
