MERENUNGI KEJADIAN BUMI

MERENUNGI KEJADIAN BUMI

 

Bumi, awal hidupmu 4,5 milyar tahun yang lalu masih berupa gas yang memanas, berputar nan sangat cepat, lalu dingin-mendingin memadat,

 

Dipermukaanmu lalu tumbuh lautan, daratan, gunung, lembah, ngarai dan sungai,

Kawanmu yang setia di siang hari memanaskan permukaan airmu,

Naik dengan cepat menawan,

 

Kukatupkan tangan,

Beberapa milyar partikel berjabat tangan membentuk gulungan-gulungan putih hitam,

Terarak-arak berwibawa,

Berkendaraan angin menuju tempat luang,

Ketika sampai trayek ia mendarat membawa kegembiraan siklus kehidupan,

Air hujan,

 

Tumbuh darimu hijau dedaunan dan rerumputan,

Berjenis-jenis, berpasang-pasang, bergoyang-goyang,

Menghias bumi, sedap dipandang,

Tanah yang tadinya mati menjadi hidup,

Sungguh, bagaimana kita dapat membayangkan,

Sungguh menakjubkan,

Bodoh, sungguh amat bodoh, orang yang sombong,

  Lanjut membaca

MANUSIA Dan ALAM SEMESTA

MANUSIA Dan ALAM SEMESTA

 water-lilies 

Ku pandang langit di malam hari yang cerah,

Sambil tiduran pada dipan yang tak beralas,

Permadani yang mewah,

 

Langit cerah, bintang-bintang semerbak menawan,

Dengan berbagai bentuk yang rupawan,

 

Pikiran terhampar, kecil diriku

Amat sangat sungguh kecil diriku,

 

Aku manusia sudah mengenal kebudayaan dari sejak lahir di bumi,

Dan sejak itu pula terus mengadakan penelitian untuk mengungkapkan,

Rahasia alam,

 

Alam ini, bumi di dalam tata surya bintang matahari, bersama-sama kumpulan tata-surya bintang lain yang seperti matahari, merupakan isi satu galaksi,

Galaksi Bima Sakti, hanya bagian kecil tak berarti,

  Lanjut membaca

By wawankardiyanto Posted in puisiku

AWAL KEHIDUPAN JAGAD RAYA

AWAL KEHIDUPAN JAGAD RAYA

 

Demi awal masa,

Kosong, hening dan hampa di dalam medium

Cakrawala yang maha luas,

Kau sendiri, tak butuh sesuatu pun,

Sepi, sunyi, namun Engkau Segala Maha,

 

Aku mau bermain-main yang sangat mengasyikkan !

Siapa sih yang mau mengusikKu !!

Aku adalah Segala Maha, hambaku harus tahu,

Aku ciptakan ruang-ruang dimensi dan waktu,

Aku ciptakan hambaku yang mulia, yang paling mulia dari ciptaanku lainnya,

Karena hambaku ini telah Aku beri amat sedikit Roh-Ku,

 

Hamba-Mu yang mulia itu adalah aku ya Allah Robbku,

Aku mengusik-Mu,

Maafkan dan ampunilah atas kelancanganku ini,

Rasioku ingin sepeerti fireworks yang pecah tak berhenti,

  Lanjut membaca

By wawankardiyanto Posted in puisiku

KEPERCAYAAN

Akal budi selalu mematri dalam diri,

Sayang seribu sayang tak pernah nglungsungi,

Berbenah diri selaksa mati di hati,

 

Oh Tuhan,

Kau kepercayaan hakiki,

Kepercayaan yang boleh juga disebut agama melahirkan tata nilai,

Tata nilai menopang budaya,

Budaya terlalu lama diistilahkan tradisi,

Tradisi tanpa kebenaran sungguh berbahaya,

 

Tipis,

Tipis, mimpiku,

Kepercayaan yang benar,

Agama yang benar,

Manusia selalu statis,

Manusia terlalu egois,

Manusia terlalu amat sinis,

Keanekaragaman tak terlalu sulit digenggam,

Namun, hati yang suci sulit dimiliki dan dicari,

Laksana menghitung jari,

  Lanjut membaca

By wawankardiyanto Posted in puisiku