MIMPI SBY JATUH DARI PUCUK POHON

Tadi malam sy kog mimpi agak aneh… mimpinya  gini:

Waktu itu aku lg jalan di depan pekarang. sambil liat2 pepohonan, ketika nengok ke kebun belakang, dari kejauhan saya lihat di puncuk sebuah pohon ada SBY sedang duduk spt orang nongkrong sambil melihat2 suasana di bawahnya.

ANEH, aku liat SBY duduk dipucuk pohon ada apa ya? blom lama memperhatikan SBY di pucuk pohon itu, tiba2 spt ada angin yg membuat pucuk pohon yg sedang diduduki SBY meliuk ke belakang. SBY terkejut dan coba menyeimbangkan dirinya ke depan agar pohon kembali seimbang. Tapi kemudian datang lg angin yg besar, SBY jatuh tapi sempat bergelantungan sebentar, tapi terus terjatuh. trus aku terbangun dr tidurku. lalu kutulis mimpiku. pada wktu itu sptnya sudah jam 2-an malam.

gambar di depan adalah baliho SBY jatuh.

Baliho raksasa dengan gambar SBY di depan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta tumbang menimpa pos polisi Bundaran Hotel Indonesia dan pagar Kedutaan Besar Inggris, Kamis sore (27/8). Baliho raksasa ini tumbang akibat tertiup angin kencang. (*Loren Eknatius)

sumber: http://matanews.com/2009/08/27/baliho-sby-jatuh/

Solo, 25 maret 2009

Badai petir disertai hujan deras dan angin puting beliung melanda kota Solo. selama 2 jam, (19.00-21.00) petir-petir bergemuruh bersaut2an disertai kilat bak diskotik mencengangkan masyarakat Solo. Hampir seumur hidup saya tidak menyaksikan peristiwa ini!! begitu kata bu aminah (60an th).

Luar biasa, begitu fenomena alam yg terjadi…

ada kabar menggelitik  bersamaan peristiwa itu, beberapa orang di daerah pasarkliwon, melihat iring2an tentara berkuda, terbang di langit membawa sebuah singgasana kuda. konon kabarnya itu Nyi Roro Kidul dan bala tentaranya sedang lewat… wow!! disertai sambaran2 geledek yg menakutkan..

Pemilu semakin dekat, Sri Sultan HB  mo nyalon RI 1, Nyi Roro Kidul mendukung ato marah yach??? hehe…

Bagaimana Tuhan Merekayasa, Merencana, Membuat dan

jagadBagaimana Tuhan Merekayasa, Merencana, Membuat dan

Menghancurkan Jagat Raya?

Perkembangan ilmu Pengetahuan (scientific progress) biasanya ditemukan dalam langkah kecil-kecil saja. Kita lambat memahami kenyataan. Tetapi, pada suatu saat yang tepat seorang ilmuwan akan menemukan langkah kemajuan yang menghasilkan suatu kebenaran ilmiah. Bila ini terjadi pemahaman kita terhadap kenyataan akan berubah menjadi baru. Saat kanak-kanak, tentu masih teringat ketika kita bermain di waktu malam hari bersama teman-teman. Anak-anak sering bertanya, “Siapa ya, yang bisa menghitung banyaknya bintang di langit?”

Pengalaman Carl Sagan Direktur NASA; menyatakan bahwa orang tua kurang berpikir, justru anak-anaklah yang sering ingin tahu seperti apa itu Lubang Hitam, apa komponen terkecil dari materi, mengapa kita teringat masa lalu dan bukan ingat masa depan, dan mengapa ada jagat raya? Kebanyakan orangtua atau guru malahan merasa terganggu dengan pertanyaan-pertanyaan semacam itu, karena akan menyingkap keterbatasan pemahaman kita, manusia.

Menjawab beberapa pertanyaan di atas ilmuwan menyatakan bahwa Matahari, Bumi, Bulan, bintang Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus dan Pluto itu merupakan sistem matahari dan berada di galaksi Bima Sakti; galaksi kita ini, demikian pula galaksi yang lain dihuni oleh kurang lebih 100 milyar bintang. Dan jumlah galaksi-galaksi (seperti galaksi Bima Sakti, galaksi Spiral dll) di langit terdapat sebanyak 100 milyar juga. Jadi total bintang di langit adalah 100 milyar kali 100 milyar = 10 ribu milyar-milyar? Inilah yang dimaksud dengan “jagat Raya”. Jagat raya yang berisi bintang-bintang itu berbentuk tidak seperti bola, namun seperti “dendeng sapi”, pipih, karena efek “inflation” dan berada di ruang kosong, (nothingness) tak seperti apapun.

Apa yang ada di alam raya itu ternyata identik sama dengan apa yang ada di otak manusia. Banyaknya neron di otak manusia pun juga kurang lebih 100 milyar. Ilmuwan James Jean berkata, kinerja jagat raya itu tidak seperti mesin “great machine”, namun seperti otak manusia, yakni berpikir “great thought”.

Lanjut membaca