Arsip

Arsip Penulis

HIDUP DI DUNIA ADALAH SEBUAH PERMAINAN DAN LAHAN UJIAN MANUSIA

Desember 5, 2009 wawankardiyanto 10 komentar

HIDUP DI DUNIA ADALAH SEBUAH PERMAINAN DAN LAHAN UJIAN MANUSIA

Dan (ingatlah), ketika Kami wahyukan kepadamu: “Sesungguhnya (ilmu) Tuhanmu meliputi segala manusia”. Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon kayu yang terkutuk dalam Al Qur’an. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka. (QS. 17:60)

Maka apabila manusia ditimpa bahaya ia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya nikmat dari Kami ia berkata: “Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah karena kepintaranku”. Sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui. (QS.39:49)

Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu. (QS. 47:36)

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (QS. 57:20)

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS.49:13)

Read more…

URIP KUWI MUNG MAMPIR NGOMBE..

Desember 3, 2009 wawankardiyanto 1 comment

Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun. (QS. 70:4)

Ayat ini menyatakan kecepatan malaikat naik menghadap Allah adalah 1: 50.000 tahun bila dibandingkan manusia. Artinya ayat ini jg bisa berarti usia malaikat-pun perbandingannya dengan manusia adalah 1: 50.000th.

dengan demikian ayat itu menyatakan bahwa apabila usia bumi kita saat ini adalah 5 milyar tahun maka bagi malaikat, bumi baru berusia 100.000 hari atau 274 tahun. Atau, alam semesta yg telah berumur 12 milyar tahun itu-pun bagi malaikat masih baru berusia 240.000 hari atau 657 tahun.

Singkat kata perumpamaan jawa “urip kuwi mung mampir ngombe” (hidup manusia itu singkatnya seperti minum seteguk air) adalah benar adanya.

Subhanallah….

MIMPI SBY JATUH DARI PUCUK POHON

November 30, 2009 wawankardiyanto 4 komentar

Tadi malam sy kog mimpi agak aneh… mimpinya  gini:

Waktu itu aku lg jalan di depan pekarang. sambil liat2 pepohonan, ketika nengok ke kebun belakang, dari kejauhan saya lihat di puncuk sebuah pohon ada SBY sedang duduk spt orang nongkrong sambil melihat2 suasana di bawahnya.

ANEH, aku liat SBY duduk dipucuk pohon ada apa ya? blom lama memperhatikan SBY di pucuk pohon itu, tiba2 spt ada angin yg membuat pucuk pohon yg sedang diduduki SBY meliuk ke belakang. SBY terkejut dan coba menyeimbangkan dirinya ke depan agar pohon kembali seimbang. Tapi kemudian datang lg angin yg besar, SBY jatuh tapi sempat bergelantungan sebentar, tapi terus terjatuh. trus aku terbangun dr tidurku. lalu kutulis mimpiku. pada wktu itu sptnya sudah jam 2-an malam.

gambar di depan adalah baliho SBY jatuh.

Baliho raksasa dengan gambar SBY di depan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta tumbang menimpa pos polisi Bundaran Hotel Indonesia dan pagar Kedutaan Besar Inggris, Kamis sore (27/8). Baliho raksasa ini tumbang akibat tertiup angin kencang. (*Loren Eknatius)

sumber: http://matanews.com/2009/08/27/baliho-sby-jatuh/

kita tinggal menunggu saja untuk memiliki Wakil Presiden yang baru

November 28, 2009 wawankardiyanto 3 komentar
24/11/2009 – 14:39
<!– reset –>
Testimoni Sri Mulyani: Saya Tak Mau Dibui
IM Sumarsono
Sri Mulyani
(inilah.com /Wirasatria)

INILAH.COM, Jakarta – Ada pengakuan menarik soal sikap Menteri Keuangan Sri Mulyani terhadap kasus Bank Century. Bahwa, dalam kapasitas sebagai pengambil keputusan pengucuran dana Century, dia tidak mau dipenjara. Karena itu, Sri Mulyani mengungkapkan bahwa dia telah ditipu.

Pengakuan Sri Mulyani ini diungkapkan oleh Johan Silalahi dari Negarawan Center dalam diskusi Chat after lunch di FX Plasa, Senayan, Jakarta, Selasa (24/11).

”Saya sampaikan ke temen-temen media, bahwa pengakuan dari Sri Mulyani sudah keluar.

Saya kutip itu dan saya sampaikan di situ secara terbuka. Yaitu, dalam kasus Bank Century ini dia tidak tahu. Tepatnya, dia tertipu. Sri Mulyani sendiri sudah pernah ditanya oleh seorang pejabat negara, dalam kasus Century: kamu mau dipenjara atau tidak?”

Nah, menurut Johan, saat itulah muncul pengakuan dari Sri Mulyani bahwa dia tak mau dipenjara. Karena itu, muncul pengakuan bahwa dia (Sri Mulyani) merasa ditipu dalam pengambilan keputusan bail out kasus Bank Century oleh Bank Indonesia.

”Itulah yang mesti dipertanyakan, kenapa orang seperti Sri Mulyani, yang dikenal sangat taat azas, bahkan untuk urusan uang Rp 20 miliar saja bisa sangat teliti, tiba-tiba menjadi begitu tidak prudent-nya dalam memutuskan pengucuran dana Rp 6,7 triliun,” kata Johan.

Ditambah lagi, pengucuran itu dilakukan pada hari Minggu. ”Ini benar-benar aneh. Pengucuran dana dilakukan di luar hari kerja,” kata Johan.

Karena itu, Johan menyebut bahwa kasus Bank Century adalah skandal kenegaraan. ”Ini arahnya sudah jelas, bahwa yang harus bertanggung jawab adalah Menteri Keuangan sebagai Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan, dan Boediono sebagai Gubernur Bank Indonesia ketika itu,” kata Johan.

Diskusi yang digelar oleh Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini, dipandu oleh dosen FE-UI, Taufik Bahaudin.

Selain Johan, staf pengajar ekonomi UI, Berly Martawardaya, juga sepakat dengan Johan.

Bahwa, terjadi rekayasa dalam kasus Bank Century. ”Sebab, dari kacamata akademisi, jelas sekali ada standar untuk menentukan Bank Gagal yang berimplikasi sistemik,” katanya.

Artinya, apa yang tejadi pada bail-out Century, terlalu banyak indikasi penyimpangan. Terutama yang berkaitan dengan kebijakan penentuan pemberian dana talangan.

Irman Putra Sidin, pengamat hukum tata negara, yang juga hadir dalam diskusi sebagai pembicara, sudah jelas alur dari kasus Bank Century ini.

”Kemarin, ada dua peristiwa penting yang menunjukkan pada kita bahwa memang terjadi skandal di dalam tata kenegaraan kita. Yaitu, sikap Demokrat yang tiba-tiba mendukung Hak Angket. Yang kedua, yaitu pidato Presiden SBY, khususnya soal Bank Century. Di situ sudah jelas, bahwa sikap Presiden terhadap dana Century adalah menyebut dana itu sebagai dana haram,” katanya.

Artinya, kasus Century ini akan terus bergulir. Karena itu, Firman melihat:”Jika alurnya mulus, maka jelas bahwa Hak Angket akan terus bergulir. Ada ketidaklaziman di tubuh pemerintahan karena adanya kasus Bank Century itu.

Sekali lagi, kalau alurnya mulus, maka sudah jelas bahwa arah Hak Angket adalah impeachment terhadap Menteri Keuangan dan Gubernur BI saat itu. Maka, kita tinggal menunggu saja untuk memiliki Wakil Presiden yang baru,” kata Irman.[ims]

sumber: http://www.inilah.com/berita/politik/2009/11/24/184553/testimoni-sri-mulyani-saya-tak-mau-dibui/

BANGSA “TERORIS”, MENGANDALKAN SEGALA CARA, SOK BERKUASA, SUKA HIDUP MEWAH, DAN BANYAK OMONG?

November 20, 2009 wawankardiyanto 2 komentar

BANGSA “TERORIS, MENGANDALKAN SEGALA CARA,

SOK BERKUASA, SUKA HIDUP MEWAH, DAN

BANYAK OMONG?

(Refleksi Orang Awam Terhadap Orang “Gedhe”)

Oleh: Wawan Kardiyanto*

Ini tulisan lama………. Tapi coba saya jadikan baru dengan memberi jahitan kecil di dalamnya………….

Menteri Senior Singapura, Lee Kuan Yew kembali mengejutkan bangsa Indonesia lewat pernyataannya yang mengindikasikan bahwa bangsa Indonesia adalah sarang teroris. Pernyataan Lee kuan Yew didasarkan pada kenyataan bahwa dalang operasi Jemaah Islamiyah yang tertangkap di Singapura dinyatakan masih berkeliaran bebas di Indonesia. Karena itu menurutnya ancaman terhadap Singapura hanya bisa disingkirkan jika jaringan operasi yang dilatih Al Qaeda di sekitar Singapura dibubarkan termasuk yang ada di Indonesia.

Pernyataan Lee tersebut begitu membuat berang pejabat pemerintah dan orang-orang gedhe di negeri ini. Banyak yang menyesalkan pernyataan Lee itu, yang menurut mereka tidak berlandaskan pada bukti dan data akurat. Akibatnya hubungan Indonesia dan Singapura yang akhir-akhir ini sering bermasalah akan semakin parah. Bagai kebakaran jenggot pejabat pemerintah dan orang-orang gedhe Indonesia balik memberikan pernyataan, dari mencoba minta klarifikasi, membantah keras pernyataan Lee, hingga mengutuk dan menghujatnya. Menurut pemerintah Indonesia pernyataan Lee itu telah menyinggung bangsa Indonesia.

Read more…

SPESIFIKASI KESELAMATAN DI HARI PEMBALASAN

November 13, 2009 wawankardiyanto 31 komentar

Untitled-1

TUNTASKAN SCANDAL BANK CENTURY PLUS INDONESIA BEBAS KORUPSI

imagesSkandal Bank Century dan Teatrikal Palsu Negara

Kasus Bank Century terus menggelinding sebagai isu panas minggu ini. Pasalnya bank milik Robert Tantular itu telah memicu konflik terbuka antara Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Terkesan aneh, mengingat seorang menteri bertindak ‘terlalu’ berani terhadap atasan. Ada apa sebenarnya?

Kasus dana talangan yang diberikan kepada Bank Century mencapai Rp 6,7 triliun (bahkan bisa lebih banyak) itu ternyata tidak mendapat persetujuan dari Wapres K sebagai orang yang paling bertanggung jawab terhadap perjalanan dinamika perekonomian bangsa ini. Apa boleh buat, nasi telah menjadi bubur.

Kini persoalan Bank Century hampir pasti mengkuti pola dan kesalahan yang dilakukan pemerintah pada BLBI pertama tahun 1998, ketika pemerintah memberikan bail-out kepada bank-bank yang dananya dirampok oleh pemiliknya sendiri dan menjadikan pemerintah sebagai penjamin, tameng, dan atau bodyguard untuk keamanan semuanya.

Menarik untuk mencermati tentang dana talangan atau bail-out Bank Century yang membengkak menjadi Rp 6,7 triliun. Secara institusi, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengaku telah mengkonsultasikan tambahan suntikan dana tersebut kepada Bank Indonesia (sebagai regulator). Dalam hal ini, penambahan dana dilakukan karena Bank Century tidak memiliki rasio kecukupan modal (CAR).

Sebagai catatan, CAR Bank Century per 31 Oktober 2008 telah minus dari 3,25% anjlok menjadi -35,92%. Dengan demikian, LPS

menyuntikkan dana segar atau penyertaan modal menjadi 10%. Dana yang dibutuhkan untuk hal ini mencapai Rp 2,77 triliun. Dalam perkembangannya, LPS per 31 Desember 2008 juga kembali menutup kebutuhan likuiditas Bank Century dengan menyuntik dana segar sebesar Rp 2,201 triliun.

Lebih lanjut, pada bulan Februari 2009, cash money terus disuntik sebesar Rp 1,55 triliun dan Rp 630

miliar. Dengan demikian total keseluruhan dana yang disuntikkan LPS ke Bank Centuy adalah Rp 6,7 triliun, sebuah jumlah yang fantastis dan rekor bagi pemerintah.

Persoalan muncul ketika ada yang mempertanyakan bagaimanakah nasib duit rakyat sebesar Rp 6,7 triliun? Mengapa dana sebesar itu dengan mudah diberikan oleh pemerintah? Atas pertimbangan apakah BI merekomendasi untuk melakukan bail-out (dana talangan) kepada institusi bodong seperti Bank Century?

Tidakkah BI belajar banyak dari kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLIBI) yang telah merugikan negara mencapai Rp 600 triliun yang hingga kini bahkan sampai 20 tahun mendatang rakyat harus membayarnya dengan bunga dan pokok sebesar Rp 60 triliun melalui APBN? Di manakah tanggung jawab BI sebagai badan pengawas perbankan nasional?

Kini, setelah masalah Bank Century menjadi bahan diskusi publik, pemerintah harus tetap terbuka. Menkeu dan Gubernur BI harus bertanggung jawab atas ‘tragedi’ ekonomi jilid dua yang menimpa bangsa ini. Pengelolaan ekonomi dan aset republik sudah saatnya

dilakukan dengan jujur dan berkeadilan. Kita telah bosan disuguhi dengan teatrikal dan drama palsu pengelolaan ekonomi dan aset bangsa. Negara tidak boleh mempermainkan rasa keadilan kepada rakyatnya.

Andai dana Rp 6,7 triliun disuntik untuk program public services seperti kesehatan dan pendidikan, sungguh begitu banyak

rakyat yang bersyukur, karena tertolong kebaikan hati pemerintah. Kini, langkah strategis yang harus dilakukan oleh pemangku kepentingan dalam bidang ekonomi adalah segera bertobat atas perbuatannya dan meminta maaf secara terbuka kepada pewaris sah kedaulatan, rakyat Indonesia. Lebih dari itu, sikap jantan JK atas tragedi Bank Century patut diacungi jempol.

Syahrul Salam

Staff Pengajar FISIP UPN Veteran Jakarta

syahrul.salam@yahoo.co.id
sumber: http://www.inilah.com/berita/citizen-journalism/2009/09/02/149908/skandal-bank-century-dan-teatrikal-palsu-negara/

IKHLAS (Tafsir tematik hasanah Qur’an dan Hadist)

imagesIKHLAS

Tafsir tematik hasanah Qur’an dan Hadist

Alqur’an berbicara tema ikhlas hanya terdapat dalam 10 ayat sebagaimana disebut di bawah ini:

2:139. Katakanlah: “Apakah kamu memperdebatkan dengan Kami tentang Allah, Padahal Dia adalah Tuhan Kami dan Tuhan kamu; bagi Kami amalan Kami, dan bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya Kami mengikhlaskan hati,

4:125. Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.

4:146. Kecuali orang-orang yang taubat dan Mengadakan perbaikan[369]

dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar.

[369] Mengadakan perbaikan berarti berbuat pekerjaan-pekerjaan yang baik untuk menghilangkan akibat-akibat yang jelek dan kesalahan-kesalahan yang dilakukan.

5:85. Maka Allah memberi mereka pahala terhadap Perkataan yang mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya. dan Itulah Balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan (yang ikhlas keimanannya).

7:29. Katakanlah: “Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan”. dan (katakanlah): “Luruskanlah muka (diri)mu[533] di Setiap sembahyang dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah kamu akan kembali kepadaNya)”.

[533] Maksudnya: tumpahkanlah perhatianmu kepada sembahyang itu dan pusatkanlah perhatianmu semata-mata kepada Allah.

9:91. Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka Berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. tidak ada jalan sedikitpun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,

10:22. Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, (berlayar) di lautan. sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), Maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata. (mereka berkata): “Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan Kami dari bahaya ini, pastilah Kami akan Termasuk orang-orang yang bersyukur”.

10:105. Dan (aku telah diperintah): “Hadapkanlah mukamu kepada agama dengan tulus dan ikhlas dan janganlah kamu Termasuk orang-orang yang musyrik.

22:31. Dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, Maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.

34:46. Katakanlah: “Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal saja, Yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua- dua atau sendiri-sendiri; kemudian kamu fikirkan (tentang Muhammad) tidak ada penyakit gila sedikitpun pada kawanmu itu. Dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras[1244].

[1244] Berdua-dua atau sendiri-sendiri Maksudnya ialah bahwa dalam menghadap kepada Allah, kemudian merenungkan Keadaan Muhammad s.a.w. itu Sebaiknya dilakukan dalam Keadaan suasana tenang dan ini tidak dapat dilakukan dalam Keadaan beramai-ramai.

Kesepuluh ayat-ayat Alqur’an bertemakan ikhlas di atas pada dasarnya bernada hampir sama dalam sebuah pesan keikhlasan beribadah hanya pada dan untuk Allah SWT semata. Selebihnya akan dicoba membahas tema ikhlas itu secara mendalam sebagaimana berikut.

Read more…

ALAMAT WEB MUSLIM

PENDIDIKAN PLURALIS DAN ISLAM

Oktober 24, 2009 wawankardiyanto 5 komentar

imagesPENDIDIKAN PLURALIS DAN ISLAM (Menuju Pendidikan Agama Islam Berbasis Pluralitas)

Latar Belakang

Banyak para ‘ahli dan pemuka agama’ telah berusaha dengan segala cara demi terciptanya hubungan yang mesra dan harmonis diantara umat beragama, di negeri Indonesia yang terkenal sangat pluralistik ini. Melalui tulisan-tulisan baik buku, majalah, jurnal bahkan melalui seminar dan mimbar-mimbar ‘khutbah’—mereka senantiasa menyarankan akan arti pentingnya kerjasama dan dialog antar umat beragama. Meskipun  nampaknya, saran-saran mereka belum memiliki ‘efek’ yang begitu menggembirakan.

Seringnya konflik dan pertikaian yang menggunakan ‘baju agama’, merebaknya aksi-aksi teroris, pembakaran dan pengrusakan sarana dan tempat-tempat ibadah di negara kita, masih saling curiga mencurigai antara umat Islam dan Kristen serta kepada agama-agama lainya, cukup membuktikan kegagalan para penganjur ‘perdamaian’ tersebut. Meskipun begitu, ‘doktrin’ perdamaian dan persahabatan ini harus senantiasa kita teruskan, kemudian kita coba kembangkan dan dakwahkan, melalui strategi-strategi baru yang lebih efektif dan relevan, kepada saudara-saudara kita, teman-teman dan peserta didik kita kapan pun dan dimana pun kita berada.

Untuk memperoleh keberhasilan bagi terealisasinya tujuan mulia yaitu perdamaian dan persaudaraan abadi di antara orang-orang yang pada realitasnya memang memiliki agama dan iman berbeda, perlulah kiranya adanya keberanian mengajak mereka  melakukan perubahan-perubahan di bidang pendidikan —terutama sekali melalui kurikulumnya yang berbasis keanekaragaman (pluralistas). Sebab, melalui kurikulum seperti ini, memungkinkan untuk bisa  ‘membongkar’ teologi agama masing-masing yang selama ini cenderung ditampilkan secara eklusif dan dogmatis. Sebuah teologi yang biasanya hanya mengklaim bahwa hanya agamanya yang bisa membangun kesejahteraan duniawi dan mengantar manusia dalam surga Tuhan. Pintu dan kamar surga itu pun hanya satu yang tidak bisa dibuka dan dimasuki kecuali dengan agama yang dipeluknya.

Padahal berteologi semacam itu, harus kita akui, sebagai sesuatu yang sangat menghawatirkan  dan dapat mengganggu keharmonisan masyarakat agama-agama dalam era pluralistik sekarang. Suatu era dimana seluruh masyarakat dengan segala unsurnya dituntut untuk dapat saling tergantung dan menaggung nasib secara bersama-sama demi terciptanya perdamaian abadi. Disinilah letak ‘tantangan’ bagi agama (termasuk Islam) untuk kembali mendefenisikan dirinya di tengah agama-agama lain. Atau dengan meminjam bahasanya John Lyden, seorang ahli agama-agama, adalah “what should one think about religions other than one’s own? Apa yang harus dipikirkan oleh seorang muslim terhadap non-Muslim. Apakah masih sebagai seorang musuh atau sebagai seorang sahabat. Tentu saja masih adanya anggapan satu agama dengan yang lain sebagai musuh, harus dibuang jauh-jauh. Bukankah pada hakikatnya kita semua adalah sebagai seorang ‘saudara’ dan ‘sahabat’ dalam menghampiri yang mutlak? Bahkan, Islam melalui Al-Qur’an dan Hadistnya juga mengajarkan sikap-sikap toleran seperti ini bukan?

Read more…