SECUIL SEJARAH GEREJA dari orang “seberang”
secuil koleksi tulisan sejarah gereja dari orang seberang..
Pada tahun 306 M merupakan tahun keemasan dalam sejarah gereja. Pada waktu itu Konstantin I memegang tampuk pemerintahan kaisar Romawi. Kemudian ia menganut agama Masehi dan menjadikannya sebagai agama resmi negara, dengan demikian tergenggamlah kekuasaan agama dan dunia dalam satu waktu, sehingga menjadikan pemerintahan Romawi sebagai pemerintahan Kudus. Pada waktu itu, urusan Gereja diserahkan kepada lima orang pastur besar yang dinamakan Patriarch atau Paus-paus. Mereka bekerja di bawah pemerintahan pastur2 kecil lainnya.
Orang pertama yang menyusun dengan rapi sistem kepausan dan ikut mendukungnya adalah Gregory I (540-609 M). Ketika pengaruh gereja makin luas, Paus diangkat sebagai sumber kekuasaan agama dan dunia, dan menerima kekuasaan tak terbatas. Melanggar titah dan perintahnya adalah dosa besar (diktator). Ia mempunyai hak dalam menyusun undang-undang, para kaisar tidak memiliki jalan lain, selain takluk dan tunduk kepadanya. Semua orang tunduk dalam masalah agama dan dunia kepada lapisan pastur dan susunan kepegawaian. Mereka seperti bentuk sebuah piramida dan Paus berada di puncaknya. Peristiwa ini terjadi hingga sampai menimbulkan pertentangan antara PAUS & ILMUWAN.
Terhadap peristiwa ini, Paus bukannya mengambil hikmah dan manfaat terhadap Ilmu Pengetahuan dalam mengatur tatanan dan manajemen, tetapi ia justru menangkapi semua orang yang berbicara tentang sistem ilmu tsb karena dianggap bertentangan dengan faham agama yang non-exacta. Paus menghukum orang2 yang dicurigainya itu dengan sadis, buas dan ganas. Paus mengadakan pengadilan pengusutan (tahun 1478 M) untuk memata-matai dan mengusut orang2 yang dicurigai. Mereka ditangkap dan dihukum dengan berbagai macam hukuman yang berkisar antara denda uang dan hukuman bakar hidup-hidup. Mahkamah2 ini sudah menjatuhkan hukumannya kepada 340.000 orang (antara 1481-1808). Lebih kurang 32.000 orang yang dihukum bakar hidup-hidup!
Dalam kurun waktu 18 tahun, Pater Tarqui Mida telah membakar hidup sekitar 210.220 orang dan menghukum dengan hukuman yang lain sekitar 97.000 orang. Bahkan mayat orang mati itu tidak diperlakukan dengan wajar. Mereka malah menghina 6.860 mayat para ilmuwan dan filsuf yang dihukum bakar hidup2 itu.
Meskipun Paus sudah berupaya dan bertekad memadamkan sinar ilmu pengetahuan, namun sinar ilmu pengetahuan semakin terang pancaran cahayanya. Akhirnya dikeluarkanlah peraturan baru pada tahun 1515 M, yakni melarang terbitnya buku apapun, sebelum mendapat persetujuan dari Gereja. Setiap orang yang mencetak atau menjual buku dengan begitu saja akan dijatuhi hukuman mati. Seperti Kisah GALILEO yang mati dalam penjaranya karena menyatakan bumi itu bundar, dan dibakarnya BRUNO yang menyatakan adanya planet-planet lain, selain dari bumi dsb. Kepemimpinan dan akhlak gereja merosot drastis, Paus sudah menjelma menjadi musuh Ilmu Pengetahuan dan gereja ditegakkan diatas kemusyrikan. Maka meratalah dekadensi moral keseluruh lapisan masyarakat. Penyakit SYPHILIS bahkan menjalar menjangkiti banyak orang, termasuk PAUS LEO X sendiri!
Walhasil semua bentuk kerendahan budi pekerti dan akhlak sudah menjadi ciri kehidupan dan pergaulan pada masa itu. Semua bentuk keluhuran nilai dan moral hancur luluh. Petaka itu terlebih dahulu menimpa para ahli agama, sebelum penyakit itu menyerang masyarakat awam, padahal masyarakat itu berkeyakinan bahwa Paus adalah Mandataris Allah dan wakil Isa Almasih. Keputusan2nya selalu dianggap benar dan tidak boleh dibantah. Ia menggugurkan dosa dan menanggalkan kesalahan orang dengan “kesuciannya” bagi yang tergelincir jatuh kedalam dosa. Perkembangan akidah semacam ini mencuat cepat. Hal ini memaksa Paus membuat Akte Pengampunan yang dimulai dengan pengumuman Paus Erien II dalam Perang Salib atas restu Paus Urban II (1088-1099M) dari Vatikan, Siapa yang tidak dapat ikut langsung dalam peperangan ini, hendaknya mengirimkan seorang wakilnya, maka Paus akan memberinya Akte Pengampunan yang bisa menyelamatkan di hari Kiamat kelak. Ketika Paus Leo X ingin membangun gereja suci Paulus di Roma, dalam pembangunannya memerlukan dana, maka mulailah ia mengobral akte-akte semacam itu dan ternyata laris. Kemudian mereka mengembangkannya lagi dengan menyatakan Akte Khusus dengan harga tertentu.
Bunyi akte itu sbb: “Atasmu rahmat Tuhan Yesus Almasih mengampuni kamu dengan rahmatnya semua dosamu, dan saya mengampuni dosamu berdasarkan mandat yang diberikan Yesus dan muridnya, Petrus dan Paulus yang pertama tentang semua perbuatanmu melanggar gereja bagaimanapun bentuknya, kemudian semua pelanggaran atau kesalahan bagaimanapun besarnya. Saya akan angkat semua rintangan yang sudah ditetapkan menimpamu karena dosa2mu di neraka, sehingga apabila kamu mati tertutup semua pintu nereka bagimu dan terbuka semua pintu sorga bagimu dengan nama Bapa, Anak dan Roh kudus.”
Setelah itu diletakkanlah daftar harga bagi semua dosa dan kesalahan. Tiap2 agen penjual akte menyimpan selembar salinannya dan aslinya terpampang di Gereja. Dalam daftar itu disebutkan bermacam2 dosa berikut harga Akte Pengampunannya, antara lain:
Menggugurkan Kandungan 3 Shilling dan 6 pence Mencuri 9 Shilling Memperkosa seorang Gadis 9 Shilling Berzina 7 Shilling dan 6 pence Membunuh 7 Shilling dan 6 pence Lelucon ini tidak hanya mengenai dosa orang2 yang masih hidup.
Dosa2 orang yang sudah mati pun bisa dibelikan akte pengampunannya untuk mensucikan dosa-dosanya. Selain itu, tersebar pula iklan yang digantung dimana2 yang berisi anjuran agar segera membersihkan dosa-dosanya dengan membeli akte tsb. Dengan demikian banyaknya akte tersebut diperjual belikan, maka semakin banyak pula tindak kejahatan dan maksiat, karena semua dosa dapat ditebus dengan harga yang relatif murah. Maka masa pemerintahan gereja merupakan masa yang paling BURUK dalam sejarah kejahatan. Masa itu merupakan masa percontohan merajalelanya berbagai jenis kejahatan, kekacauan, kezaliman dan dekadensi moral karena tidak lagi adanya rasa takut bagi masyarakat pada saat itu untuk berbuat jahat, karena segala kesalahan dapat ditebus hanya dengan membeli akte. (Manken dalam bukunya “Treatise on Right on and Wrong on” hal.187-198).
Belum termasuk aib yang menimpa para biarawati menjadi sasaran “affair” para rahib (Lihat di Encyclopedia of Religion and Ethics yang berkenaan dengan uraian khusus tentang kerahiban dan akidah agama Masehi dan Arnold Toynbee dalam “The Study of History”).
Karena bagaimanapun manusia tidak dapat menentang kodrat alami manusia yang diberikan Tuhan untuk hidup berpasang-pasangan, saling mencintai dan membutuhkan pasangan hidup. (Untuk referensinya silahkan cari buku yang berjudul “Sex Lives of the Popes” ditulis oleh Nigel Cawthorne).
Akibat merosot dan jatuhnya gereja, orang mulai tidak senang bahkan membenci gereja dengan berbagai keputusan-keputusannya yang aneh dan cenderung zalim. Peristiwa ini berlanjut cukup lama, sehingga keyakinan orang mulai goyah dan kepercayaan terhadap Paus sudah punah. Akhirnya terjadilah gerakan-gerakan REFORMASI dibawah pimpinan tokoh2 revolusioner,
antara lain:
1. Pieter Waldoe : Ia populer pada akhir abad XI Masehi. Ia seorang pedagang di Perancis, lagi kaya raya. Cintanya pada agama luar biasa, sehingga ia mulai menerjemahkan Injil.
2. John Touler (1290-1361 M)
. John Wicelif : Dia adalah seorang Pastur Inggris (1320-1384). Ia mengajar di Universitas Oxford, tapi kemudian ia berontak terhadap gereja. Ia mengatakan bahwa Paus sendiri bergelimang dosa dan kesalahan. Maka Paus tidak berhak mengajar agama kepada orang lain. Namun hidupnya berakhir dengan hukuman 13 tahun penjara dan setelah mati mayatnya dikeluarkan dari dalam kubur lalu dibakar.
4. Martin Luther: Tgl 21 Oktober 1517 M merupakan hari penting dalam sejarah Gereja. Pada waktu itu Martin Luther mengumumkan revolusinya terhadap Paus di Roma setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri tentang pola kehidupan Paus. Gerakan Martin Luther membangkitkan revolusi bangsa Jerman terhadap Paus. Mereka mendukung pikiran Martin. Ketika Paus Roma melihat kekuasaannya sudah mulai terancam runtuh, pada tahun 1520 ia mengeluarkan pengumuman dan memandang akidah Martin Luther sebagai akidah buruk yang ke 41. Ia minta kepada semua orang untuk membakar buku-buku si kafir dan atheis. Dan dari dukungan2 berbagai pihak kepadanya maka terbentuklah suatu golongan baru yang memisahkan diri dari gereja Katolik dan mendirikan gereja baru, yakni GEREJA PROTESTAN.
5. Zoungely adalah salah satu penyebar gerakan reformasi yang dilancarkan oleh Martin Luther. Ketika kunjungannya ke Roma, dia menyaksikan sendiri penyelewengan yang dilakukan Paus dan gereja katolik.
6. John Calvin mendirikan gereja baru sendiri dengan nama Reformed Church, lain dengan Gereja protestan. Disamping dalam gerejanya terbentuk faham2 baru.
7. John Nuks: Ia melihat dari dekat bahwa ternyata para Paus itu jiwanya sudah jauh dari agama, akhlaknya bobrok, tingkah lakunya banyak menyimpang, mereka serakah dan rakusnya tidak terperikan. Kemudian dia ditangkap, dipenjara, disiksa dan diasingkan selama 17 tahun. Tapi ia dibebaskan atas permintaan Raja Edward VI. 8.
Dan masih banyak lagi Demikianlah sekelumit latar belakang terbentuknya Gereja yang juga sebagai wadah terbentuknya ideologi2 Katolik/Kristen dan termasuk pencetus doktrin ROH KUDUS yang diyakini mereka sebagai pemberi petunjuk bagi mereka dalam pelaksanaan berbagai keputusan yang meskipun mengalami kehancuran dan kesenjangan umat manusia pada saat itu, hingga akhirnya gereja Katolik mencoba berbenah diri lantaran semangat revolusioner menentang gereja sangat dominan dan takut akan kehilangan jemaatnya. Maka pada tahun 1545 dan 1552 para tokoh Gereja di Austria mendirikan dua majelis dengan tujuan menyatukan perselisihan diantara dua kubu gereja tsb. Tetapi meski begitu tetap saja mereka membiarkan kekuasaan Paus seperti sedia kala. (Robertson in “History Of Christianity”, London)
Terbentuknya Gereja adalah identik dengan Katolik, sedangkan gereja dalam kejayaannya cenderung seperti diktator dan penentu segala keputusan, hukum2 maupun faham2 dogmatis yang berujung dengan berbagai penyimpangan seperti terurai diatas, Para reformer hanya sekedar ‘memprotes’ segala tindak tanduk penyimpangan Gereja dan sedikit merubah dari faham-faham hasil keputusan Gereja, padahal sudah jelas bahwa akibat terlalu banyak bersandar kepada keyakinan petunjuk Roh Kudus yang “datang dengan sendirinya”(Dan bukan berdasarkan petunjuk/hukum agama yang sudah ditetapkan) maka kuasa ‘roh jahat’ (syetan) pasti akan menuntun, tidak peduli orang suci macam manapun dia.
“God will help those who help them selves” Kata-kata tersebut sangat tepat ditujukan bagi islam. Petunjuk Tuhan akan datang jika kita berusaha agar senantiasa berpedoman kepada segala hukum/ketentuan yang telah diturunkan Tuhan. Dan bukan berdasarkan status orang suci maka dapat memutuskan atas dasar jalan fikirannya saja, melainkan melalui Kitab-Kitab yang telah diturunkan kepada tiap nabiNYA. Kalau Taurat sebagai pedoman hukum sudah dibatalkan hanya lantaran bersandar kepada dogma “Penebusan” maka akan batallah segala tuntunan Tuhan. Karena Injil tidak memuat segala syariat Tuhan. Oleh karena itu Yesus menyatakan bahwa beliau hanya menggenapi Taurat, dan tidak sedkitpun merubah apa yang sudah terkandung dalam Taurat. Namun Taurat yang diturunkan pada saat itu hanya ditujukan khusus kepada Bani Israil saja, maka perlulah Allah memperbaharui kandungan Taurat dengan sesuatu Kitab yang baru, yang lebih menyentuh kepada segala aspek hukum manusia sedetail-detailnya mulai hukum syariat sampai hukum pidana, dan ditujukan kepada umat seluruh dunia, seiring dengan perkembangan pola kehidupan manusia yang makin kompleks, luas dan terdapat hal-hal baru dalam perkembangan kehidupan manusia. Sehingga hukum-hukum Taurat sudah tidak relevan lagi dengan pola kehidupan manusia masa kini. (Not to mention beberapa penyimpangan dalam penulisan Taurat juga) Sebagai contoh perdagangan yang kini dapat terjadi dengan jarak ribuan kilometer, maka Al-qur’an menetapkan hukum-hukum yang mengatur segala jenis perniagaan tsb, dll, dsb, dst.
Bagaimana kita dapat mempercayai suatu agama yang berkembang 3 abad setelah kenabian Isa. Dari segi geografis saja sudah dapat memungkiri. Bagaimana mungkin Nabi Isa yang berlokasi di Timur Tengah namun ajarannya berkembang dari Eropa (Roma, Italia)? Sehingga manuskrip-manuskrip Injil yang paling tertua adalah BERBAHASA YUNANI KUNO (SEPTUAGINT), aneh memang, Yesus yang berbahasa Aramean yang mendekati dialek, logat dan tata Bahasa Arab, justru Induk Kitabnya berubah menjadi berasal dari bahasa suatu kaum yang berfaham Paganisme/Polytheism. Sayangnya juga, mengapa lukisan-lukisan ilustrasi wajah Yesus harus seperti wajah Kaukasia (bule) sedangkan Yesus murni secara turun temurun tidak mengandung darah Yunani seperti Paulus.






Nice post..!
Mari berKauan..
http://www.rhomiezf.wordpress.com/