MERENUNGI KEJADIAN BUMI


MERENUNGI KEJADIAN BUMI

 

Bumi, awal hidupmu 4,5 milyar tahun yang lalu masih berupa gas yang memanas, berputar nan sangat cepat, lalu dingin-mendingin memadat,

 

Dipermukaanmu lalu tumbuh lautan, daratan, gunung, lembah, ngarai dan sungai,

Kawanmu yang setia di siang hari memanaskan permukaan airmu,

Naik dengan cepat menawan,

 

Kukatupkan tangan,

Beberapa milyar partikel berjabat tangan membentuk gulungan-gulungan putih hitam,

Terarak-arak berwibawa,

Berkendaraan angin menuju tempat luang,

Ketika sampai trayek ia mendarat membawa kegembiraan siklus kehidupan,

Air hujan,

 

Tumbuh darimu hijau dedaunan dan rerumputan,

Berjenis-jenis, berpasang-pasang, bergoyang-goyang,

Menghias bumi, sedap dipandang,

Tanah yang tadinya mati menjadi hidup,

Sungguh, bagaimana kita dapat membayangkan,

Sungguh menakjubkan,

Bodoh, sungguh amat bodoh, orang yang sombong,

 

Setelah tersedianya hidangan,

Lambat namun pasti hewan bermunculan,

Organisme-organisme silih berganti bermunculan tiada henti,

 

3,2 milyar tahun yang lalu,

Kehidupan hewan sudah terbentuk,

Bakteri Filamentus mengawali,

Kemudian disambut derak ganggang-ganggang,

Hewan bersel tunggal begitu sebutan mereka,

 

Hewan bersel banyak pun tak mau ketinggalan,

Bergerombol, membentuk spesies-spesies,

Hewan bersel banyak yang paling primitif  Spongiae (bunga karang),

Dikenal 1 milyar tahun lalu,

 

Kemudian berturut-turut disebutkan,

500-600 juta tahun lalu muncul hewan tak bertulang belakang,

kerang-kerang, cacing gelang dan serangga permulaan,

Lalu, 450 juta tahun lalu, 

hewan bertulang belakang muncul mengikuti,

ikan-ikan tertentu, reptil, ampibi, binatang menyusui,

Baru belakangan burung-burung menyebar mengisi bumi,

Yah…, mereka bermunculan timbul tenggelam,

 

Hidup,

Inilah kehidupan,

Manusia,

Kau tertuduh, sebagai cucu kera,

Sungguh nista, sungguh tak nyana,

Ya Allah, ya Rabbi, benarkah ini,

Sungguh mati,

 

Jenis manusia timbul tenggelam,

Di segenap benua, di masa yang berbeda,

Allah segala Maha,

Segala Maha,

 

Manusia tempatmu kini di bumi,

Nanti boleh jadi kita melalang buana,

Manusia engkau kecil,

Dihimpit Maha makro dan mikro semesta,

Namun walau sementara kita penguasa itu semua,

Kita disuruh mengelola,

Tidak merusaki,

 

Ingat,

Ingat-ingat ini semua,

Kita tak hidup kebetulan,

Bukan,

Bukan kebetulan kita hidup,

 

Menerawang memang penuh isi,

Yan Illahi suci,

Sucikan hati,

Kita ini,

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s