TUNTASKAN SCANDAL BANK CENTURY PLUS INDONESIA BEBAS KORUPSI

imagesSkandal Bank Century dan Teatrikal Palsu Negara

Kasus Bank Century terus menggelinding sebagai isu panas minggu ini. Pasalnya bank milik Robert Tantular itu telah memicu konflik terbuka antara Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Terkesan aneh, mengingat seorang menteri bertindak ‘terlalu’ berani terhadap atasan. Ada apa sebenarnya?

Kasus dana talangan yang diberikan kepada Bank Century mencapai Rp 6,7 triliun (bahkan bisa lebih banyak) itu ternyata tidak mendapat persetujuan dari Wapres K sebagai orang yang paling bertanggung jawab terhadap perjalanan dinamika perekonomian bangsa ini. Apa boleh buat, nasi telah menjadi bubur.

Kini persoalan Bank Century hampir pasti mengkuti pola dan kesalahan yang dilakukan pemerintah pada BLBI pertama tahun 1998, ketika pemerintah memberikan bail-out kepada bank-bank yang dananya dirampok oleh pemiliknya sendiri dan menjadikan pemerintah sebagai penjamin, tameng, dan atau bodyguard untuk keamanan semuanya.

Menarik untuk mencermati tentang dana talangan atau bail-out Bank Century yang membengkak menjadi Rp 6,7 triliun. Secara institusi, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengaku telah mengkonsultasikan tambahan suntikan dana tersebut kepada Bank Indonesia (sebagai regulator). Dalam hal ini, penambahan dana dilakukan karena Bank Century tidak memiliki rasio kecukupan modal (CAR).

Sebagai catatan, CAR Bank Century per 31 Oktober 2008 telah minus dari 3,25% anjlok menjadi -35,92%. Dengan demikian, LPS

menyuntikkan dana segar atau penyertaan modal menjadi 10%. Dana yang dibutuhkan untuk hal ini mencapai Rp 2,77 triliun. Dalam perkembangannya, LPS per 31 Desember 2008 juga kembali menutup kebutuhan likuiditas Bank Century dengan menyuntik dana segar sebesar Rp 2,201 triliun.

Lebih lanjut, pada bulan Februari 2009, cash money terus disuntik sebesar Rp 1,55 triliun dan Rp 630

miliar. Dengan demikian total keseluruhan dana yang disuntikkan LPS ke Bank Centuy adalah Rp 6,7 triliun, sebuah jumlah yang fantastis dan rekor bagi pemerintah.

Persoalan muncul ketika ada yang mempertanyakan bagaimanakah nasib duit rakyat sebesar Rp 6,7 triliun? Mengapa dana sebesar itu dengan mudah diberikan oleh pemerintah? Atas pertimbangan apakah BI merekomendasi untuk melakukan bail-out (dana talangan) kepada institusi bodong seperti Bank Century?

Tidakkah BI belajar banyak dari kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLIBI) yang telah merugikan negara mencapai Rp 600 triliun yang hingga kini bahkan sampai 20 tahun mendatang rakyat harus membayarnya dengan bunga dan pokok sebesar Rp 60 triliun melalui APBN? Di manakah tanggung jawab BI sebagai badan pengawas perbankan nasional?

Kini, setelah masalah Bank Century menjadi bahan diskusi publik, pemerintah harus tetap terbuka. Menkeu dan Gubernur BI harus bertanggung jawab atas ‘tragedi’ ekonomi jilid dua yang menimpa bangsa ini. Pengelolaan ekonomi dan aset republik sudah saatnya

dilakukan dengan jujur dan berkeadilan. Kita telah bosan disuguhi dengan teatrikal dan drama palsu pengelolaan ekonomi dan aset bangsa. Negara tidak boleh mempermainkan rasa keadilan kepada rakyatnya.

Andai dana Rp 6,7 triliun disuntik untuk program public services seperti kesehatan dan pendidikan, sungguh begitu banyak

rakyat yang bersyukur, karena tertolong kebaikan hati pemerintah. Kini, langkah strategis yang harus dilakukan oleh pemangku kepentingan dalam bidang ekonomi adalah segera bertobat atas perbuatannya dan meminta maaf secara terbuka kepada pewaris sah kedaulatan, rakyat Indonesia. Lebih dari itu, sikap jantan JK atas tragedi Bank Century patut diacungi jempol.

Syahrul Salam

Staff Pengajar FISIP UPN Veteran Jakarta

syahrul.salam@yahoo.co.id
sumber: http://www.inilah.com/berita/citizen-journalism/2009/09/02/149908/skandal-bank-century-dan-teatrikal-palsu-negara/

IKHLAS (Tafsir tematik hasanah Qur’an dan Hadist)

imagesIKHLAS

Tafsir tematik hasanah Qur’an dan Hadist

Alqur’an berbicara tema ikhlas hanya terdapat dalam 10 ayat sebagaimana disebut di bawah ini:

2:139. Katakanlah: “Apakah kamu memperdebatkan dengan Kami tentang Allah, Padahal Dia adalah Tuhan Kami dan Tuhan kamu; bagi Kami amalan Kami, dan bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya Kami mengikhlaskan hati,

4:125. Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.

4:146. Kecuali orang-orang yang taubat dan Mengadakan perbaikan[369]

dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar.

[369] Mengadakan perbaikan berarti berbuat pekerjaan-pekerjaan yang baik untuk menghilangkan akibat-akibat yang jelek dan kesalahan-kesalahan yang dilakukan.

5:85. Maka Allah memberi mereka pahala terhadap Perkataan yang mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya. dan Itulah Balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan (yang ikhlas keimanannya).

7:29. Katakanlah: “Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan”. dan (katakanlah): “Luruskanlah muka (diri)mu[533] di Setiap sembahyang dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah kamu akan kembali kepadaNya)”.

[533] Maksudnya: tumpahkanlah perhatianmu kepada sembahyang itu dan pusatkanlah perhatianmu semata-mata kepada Allah.

9:91. Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka Berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. tidak ada jalan sedikitpun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,

10:22. Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, (berlayar) di lautan. sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), Maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata. (mereka berkata): “Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan Kami dari bahaya ini, pastilah Kami akan Termasuk orang-orang yang bersyukur”.

10:105. Dan (aku telah diperintah): “Hadapkanlah mukamu kepada agama dengan tulus dan ikhlas dan janganlah kamu Termasuk orang-orang yang musyrik.

22:31. Dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, Maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.

34:46. Katakanlah: “Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal saja, Yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua- dua atau sendiri-sendiri; kemudian kamu fikirkan (tentang Muhammad) tidak ada penyakit gila sedikitpun pada kawanmu itu. Dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras[1244].

[1244] Berdua-dua atau sendiri-sendiri Maksudnya ialah bahwa dalam menghadap kepada Allah, kemudian merenungkan Keadaan Muhammad s.a.w. itu Sebaiknya dilakukan dalam Keadaan suasana tenang dan ini tidak dapat dilakukan dalam Keadaan beramai-ramai.

Kesepuluh ayat-ayat Alqur’an bertemakan ikhlas di atas pada dasarnya bernada hampir sama dalam sebuah pesan keikhlasan beribadah hanya pada dan untuk Allah SWT semata. Selebihnya akan dicoba membahas tema ikhlas itu secara mendalam sebagaimana berikut.

Read more…

ALAMAT WEB MUSLIM

PENDIDIKAN PLURALIS DAN ISLAM

Oktober 24, 2009 wawankardiyanto 5 komentar

imagesPENDIDIKAN PLURALIS DAN ISLAM (Menuju Pendidikan Agama Islam Berbasis Pluralitas)

Latar Belakang

Banyak para ‘ahli dan pemuka agama’ telah berusaha dengan segala cara demi terciptanya hubungan yang mesra dan harmonis diantara umat beragama, di negeri Indonesia yang terkenal sangat pluralistik ini. Melalui tulisan-tulisan baik buku, majalah, jurnal bahkan melalui seminar dan mimbar-mimbar ‘khutbah’—mereka senantiasa menyarankan akan arti pentingnya kerjasama dan dialog antar umat beragama. Meskipun  nampaknya, saran-saran mereka belum memiliki ‘efek’ yang begitu menggembirakan.

Seringnya konflik dan pertikaian yang menggunakan ‘baju agama’, merebaknya aksi-aksi teroris, pembakaran dan pengrusakan sarana dan tempat-tempat ibadah di negara kita, masih saling curiga mencurigai antara umat Islam dan Kristen serta kepada agama-agama lainya, cukup membuktikan kegagalan para penganjur ‘perdamaian’ tersebut. Meskipun begitu, ‘doktrin’ perdamaian dan persahabatan ini harus senantiasa kita teruskan, kemudian kita coba kembangkan dan dakwahkan, melalui strategi-strategi baru yang lebih efektif dan relevan, kepada saudara-saudara kita, teman-teman dan peserta didik kita kapan pun dan dimana pun kita berada.

Untuk memperoleh keberhasilan bagi terealisasinya tujuan mulia yaitu perdamaian dan persaudaraan abadi di antara orang-orang yang pada realitasnya memang memiliki agama dan iman berbeda, perlulah kiranya adanya keberanian mengajak mereka  melakukan perubahan-perubahan di bidang pendidikan —terutama sekali melalui kurikulumnya yang berbasis keanekaragaman (pluralistas). Sebab, melalui kurikulum seperti ini, memungkinkan untuk bisa  ‘membongkar’ teologi agama masing-masing yang selama ini cenderung ditampilkan secara eklusif dan dogmatis. Sebuah teologi yang biasanya hanya mengklaim bahwa hanya agamanya yang bisa membangun kesejahteraan duniawi dan mengantar manusia dalam surga Tuhan. Pintu dan kamar surga itu pun hanya satu yang tidak bisa dibuka dan dimasuki kecuali dengan agama yang dipeluknya.

Padahal berteologi semacam itu, harus kita akui, sebagai sesuatu yang sangat menghawatirkan  dan dapat mengganggu keharmonisan masyarakat agama-agama dalam era pluralistik sekarang. Suatu era dimana seluruh masyarakat dengan segala unsurnya dituntut untuk dapat saling tergantung dan menaggung nasib secara bersama-sama demi terciptanya perdamaian abadi. Disinilah letak ‘tantangan’ bagi agama (termasuk Islam) untuk kembali mendefenisikan dirinya di tengah agama-agama lain. Atau dengan meminjam bahasanya John Lyden, seorang ahli agama-agama, adalah “what should one think about religions other than one’s own? Apa yang harus dipikirkan oleh seorang muslim terhadap non-Muslim. Apakah masih sebagai seorang musuh atau sebagai seorang sahabat. Tentu saja masih adanya anggapan satu agama dengan yang lain sebagai musuh, harus dibuang jauh-jauh. Bukankah pada hakikatnya kita semua adalah sebagai seorang ‘saudara’ dan ‘sahabat’ dalam menghampiri yang mutlak? Bahkan, Islam melalui Al-Qur’an dan Hadistnya juga mengajarkan sikap-sikap toleran seperti ini bukan?

Read more…

BUSYEEET…!! 32 Planet Baru ditemukan..

Oktober 20, 2009 wawankardiyanto 3 komentar

imagesAstronom-astronom Eropa mengumumkan telah menemukan 32 planet baru yang mengorbit sejumlah bintang di luar sistem tata surya kita dan menyatakan, Senin (19/10), hasil temuan itu menunjukkan bahwa 40 persen atau lebih dari bintang seperti Matahari memiliki planet-planet semacam itu.

Planet-planet itu memiliki ukuran mulai dari sekitar lima kali Bumi hingga lima kali Yupiter, kata mereka. Sejumlah planet lain juga telah ditemukan dan para astronom itu berjanji akan mengumumkan hal itu akhir tahun ini.

“Penemuan terakhir itu membuat jumlah planet yang ditemukan di luar sistem tata surya kita menjadi sekitar 400,” kata Stephane Udry, dari Observatorium Jenewa di Swiss.

“Alam sepertinya tidak kosong. Jika ada ruang untuk planet, maka akan ada planet di sana,” kata Udry kepada wartawan dalam penjelasan Internet dari pertemuan astronom di Porto, Portugal.

“Lebih dari 40 persen bintang seperti Matahari memiliki planet-planet dengan massa rendah,” tambahnya.

Tim astronom itu menggunakan spektrograf HARPS (Pencari Planet Kecepatan Cahaya Akurasi Tinggi) yang dipasang pada teleskop 3,6 meter Observatorium Selatan Eropa (ESO) di La Silla, Chile.

Spektrograf itu tidak menggambarkan planet-planet tersebut secara langsung, namun ilmuwan bisa menghitung ukuran dan massanya dengan mendeteksi perubahan kecil pada getaran bintang yang ditimbulkan oleh tarikan gravitasi kecil planet.

Para astronom ingin menemukan planet-planet seperti Bumi karena ini merupakan tempat yang paling memungkinkan untuk menopang kehidupan.

HARPS telah menemukan 75 planet yang mengitari 30 bintang yang berbeda. Tim ESO tidak memberikan penjelasan terinci mengenai bintang-bintang apa yang diorbit oleh ke-32 planet baru itu.

Sumber : http://sains.kompas.com/read/xml/2009/10/20/07535083/Wow….Ditemukan.32.Planet.Baru

MANUSIA MAKHLUK SEMPURNA

Oktober 7, 2009 wawankardiyanto 33 komentar

MANUSIA MAKHLUK SEMPURNA

imagesA. Manusia dari Beberapa Sudut Pandang

1. Manusia dalam Pandangan Filsafat

Siapakah manusia? Dari mana asalnya? Di mana kedudukan dan fungsi manusia? Lalu apa tujuan manusia? Beberapa pertanyaan itu tidak akan usang dipertanyakan sepanjang jaman apabila membahas topik manusia.

Dalam ilmu mantiq (logika) manusia disebut sebagai Al-Insanu hayawanun nathiq (manusia adalah binatang yang berfikir). Nathiq sama dengan berkata-kata dan mengeluarkan pendapatnya berdasarkan pikirannya. Sebagai binatang yang berpikir manusia berbeda dengan hewan. Walau pada dasarnya fungsi tubuh dan fisiologis manusia tidak berbeda dengan Hewan, namun hewan lebih mengandalkan fungsi-fungsi kebinatangannya, yaitu naluri, pola-pola tingkah laku yang khas, yang pada gilirannya fungsi kebinatangan juga ditentukan oleh struktur susunan syaraf bawaan. Semakin tinggi tingkat perkembangan binatang, semakin fleksibel pola-pola tindakannya dan semakin kurang lengkap penyesuaian struktural yang harus dilakukan pada saat lahirnya.

Pada primata yang lebih tinggi (bangsa monyet) bahkan dapat ditemukan intelegensi yaitu penggunaan pikiran guna mencapai tujuan yang diinginkan sehingga memungkinkan binatang untuk melampaui pola-pola kelakuan yang telah digariskan secara naluri. Namun setinggi-tingginya perkembangan binatang, elemen-elemen dasar eksistensinya yang tertentu masih tetap sama.

Manusia menyadari bahwa dirinya sangat berbeda dari binatang apa pun. Tetapi memahami siapa sebenarnya manusia itu bukan persoalan yang mudah. Ini terbukti dari pembahasan manusia tentang dirinya sendiri yang telah berlangsung demikian lama. Barangkali sejak manusia diberi kemampuan berpikir secara sistematik, pertanyaan tentang siapakah dirinya itu mulai timbul. Namun informasi secara tertulis tentang hal ini baru terlacak pada masa Para pemikir kuno Romawi yang konon dimulai dari Thales (abad 6 SM).

Beberapa ahli filsafat berbeda pemikiran dalam mendefinisikan manusia. Manusia adalah makhluk yang concerned (menaruh minat yang besar) terhadap hal-hal yang berhubungan dengannya, sehingga tidak ada henti-hentinya selalu bertanya dan berpikir. Sehingga oleh Beerling (Guru Besar Filsafat) menyebutkannya sebagai “tukang bertanya” atau Sartre (filosof eksistensi Perancis) menyebutkan bahwa manusia adalah sifatnya bertanya. Demikian juga Sokrates (470-399 SM) mengajak manusia untuk memperhatikan diri sendiri agar sadar akan dirinya dengan kata hikmahnya yang terkenal “Gnothi Seantho” yang artinya kenalilah dirimu.

Rene Descartes (1596-1650) mengatakan “Cogito Ergo Sum” (saya berfikir sebab itu saya ada). Di samping itu Aristoteles (384-322 SM), seorang filosof besar Yunani mengemukakan bahwa manusia adalah hewan yang berakal sehat, yang mengeluarkan pendapatnya, yang berbicara berdasarkan akal-pikirannya. Juga manusia adalah hewan yang berpolitik (zoonpoliticon, political animal), hewan yang membangun masyarakat di atas famili-famili menjadi pengelompokkan yang impersonal dari pada kampung dan negara. Manusia berpolitik karena ia mempunyai bahasa yang memungkinkan ia berkomunikasi dengan yang lain. Dan didalam masyarakat manusia mengenal adanya keadilan dan tata tertib yang harus dipatuhi. Ini berbeda dengan binatang yang tidak pernah berusaha memikirkan suatu cita keadilan.

Read more…

DIJUAL BUKU: Dialog Cinta Allah, Antara Sahabat Beda Agama

melati

Awan Lembayung wrote:

Salam sejahtera, smoga Tuhan slalu memberkahimu,

Melati, maaf ya aku ngganggu kamu lagi,

Met, beribadah menyambut hari besarmu Natal dan Tahun Baru 2004. Dan kuucapkan selamat Natal dan Tahun Baru 2004 buatmu, smoga Allah slalu memberkahimu.

Setelah sedikit bertukar-pikiran mengenai agama kemarin, aku mungkin telah cukup memahami keberagamaan kamu yang begitu tulus berusaha mendekati Tuhan dengan kasih dan cinta.

Keberagamaan/ibadah/pengalaman religi kamu telah sedemikian kuat, sehingga aku sedikit ragu/tak sampai hati mengusik keimanan yang sedemikian kuat itu. Aku sangat menyukai dan benar-benar hormat kepada orang-orang yang sholeh. Kamu smoga termasuk golongan wanita yang sholeh. Allah pasti akan membalas dengan keselamatan dan kebahagiaan kepada mereka kelak.

Kepada orang-orang yang sholeh, baik itu beragama Kristen, Katholik, Islam, Hindu, Budha, Khonghucu, Santho, Yahudi, Kejawen, aliran dinamisme maupun animisme, dll di segenap penjuru bumi dan di dalam ruang waktu kapan pun, smoga mereka mendapat curahan kebahagiaan dan keselamatan Tuhan di hari akhir kelak. Sebab, mereka semua secara tulus telah berusaha beribadah dan menggapai wajah Tuhan dengan mengharap kasih, cinta, dan ridho-Nya. Apakah orang-orang yang begitu tulus dan sholeh tersebut tidak terselamatkan, gara-gara klaim setiap agama yang mengaku bahwa golongan mereka sendirilah yang terselamatkan? Apakah Allah yang katanya Maha Adil dan Maha Kasih akan bertindak demikian, menghukum orang-orang yang sedemikian tulus mengharapkan Kasih dan sayang-Nya?

……… berlanjut. (hanya sebagian surat 1)

Jawaban Melati:

Salam sejahtera dalam kasih Tuhan.

Thanks buat emailmu, kebetulan pas buka email trus baca.

Thanks pula sudah tahu mengenai keyakinan saya. Dan saya sangat menghargai pula orang2 yang mau menghargai orang lain.

Tapi maaf kalau kamu punya niatan untuk mengusik keimanan saya, saya cuma mau katakan satu hal: berhati-hatilah. Saya bukannya takut menghadapi siapapun tetapi itu karena saya SUDAH dan BENAR2 tidak suka ada orang lain “mengusik”  keimanan saya lagi. Bahkan meskipun itu bapak saya sendiri. Sekali lagi maaf. Sekeras apapun kamu mau membengkokkan jalan saya dengan tujuan apapun, saya TIDAK SUKA dan TIDAK MAU. Semuanya sudah cukup untuk saya ketahui.

Saya TIDAK PERNAH mengatakan dan menyatakan agama lain salah atau keyakinan sayalah yang benar, yang benar adalah bahwa tiap orang sudah memilih jalan keselamatannya sendiri2 dengan konsep keselamatannya sendiri2 pula!!! DEMIKIAN PULA SAYA! Kenapa saya tidak lagi memberikan peluang karena saya sudah TENANG dan YAKIN dg jalan saya. Saya tidak peduli orang lain mau mengatakan saya: KAFIR, BODOH, NDAK PUNYA OTAK, PRIMITIF, TERTUTUP, SAKLEK, dan lain sebagainya OH PUJI TUHAN!!!

Bagi kami keselamatan itu adalah karunia dari Allah semata, dan bukan hanya karena orang terus2an berbuat baik maka mereka selamat dan pasti masuk SurgaNya Allah. Apakah kita bisa menyatakan seseorang yang selalu memberikan sedekah dengan sebanyak2nya maka dia PASTI masuk Surga? Bisa membangun rumah ibadah PASTI MASUK SURGA? MESAKKE TENAN WONG CILIK, mas. Nggo mangan wae susah opo meneh arep mbangun rumahe dewe. Padahal Allah itu MAHA BAIK dan ADIL, orang sejahat apapun, sebelum dia meninggal, mau menerima keselamatan yang dari Tuhan, dia pasti masuk Surga. Itu sudah terbukti!!! Kalau istilahmu dulu adalah diPENAKKE. Berbuat baik harus dijadikan KEBUTUHAN, dan

BUKAN KEWAJIBAN!!! Dengan demikian bisa dengan tulus hati berbuat baik tanpa mengharap imbalan apapun, karena Tuhan menilai HATI dan bukan menilai yang KETOK DI MATA manusia.

………….. belanjut (jawaban surat 1)

Dialog tersebut adalah nukilan dari buku saya yang rencananya akan saya terbitkan.

Judul  : Dialog Cinta Allah, Antara Sahabat Beda Agama, 36 hal. th. 2009. Penulis Wawan Kardiyanto.

Skarang saya tawarkan buku itu kepada yang berminat membelinya/melelang dalam bentuk file Pdf.  via Online.

Yang berminat membeli/infaq/sedekah/lelang/dana jihad, minimal Rp. 50.000,-  tranfer dana ke :

(rek. 521.02228.22, an. Wawan Kardiyanto, Bank Muamalat Indonesia Cab. SOLO).

Yang sudah tranfer dana silahkan email saya di sini ato ke ppuira@gmail.com, ato ke wawan_kardiyanto@yahoo.com, dengan bukti tranferannya dilampirkan beserta alamat email anda.

Selanjutnya segera akan saya kirim file buku ke alamat email anda.

trims, Wassalamu’alikum wrwb.

OBSESIKU, buat ormas yg lebih baik dari Muh dan NU..

September 5, 2009 wawankardiyanto 2 komentar

btw, siapa yg mo mbantu mengelola publikasi PPU-IRA obsesi saya, yg tlah sy buat ruangnya dgn fasilitas facebook di ruang sbb:

A. di Facebook:
1. grup : klik http://www.facebook.com/group.php?gid=66648649108
2. page : klik http://www.facebook.com/pages/MJ9-solo/PUSAT-PERSAUDARAAN-UMAT-Islam-Rahmatan-lil-Alamin-PPU-IRA/91675949769
3. cause : http://apps.facebook.com/causes/338929?m=3124eff7
silahkan email sy… and syukron.

B. di Web percobaan

1. http://ppuisra.cmsindo.com/ untuk web medianya

2.http://www.pupira.byethost17.com/ untuk web utamanya.

PENGUMUMAN 1 RAMADHAN dari MUHAMMADIYAH

Agustus 20, 2009 wawankardiyanto 2 komentar

PENGUMUMAN 1 RaMADHaN
————————————————————–
images
Maklumat Nomor: 06/MLM/I.0/E/2009
Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kamis (23/07/2009) melalui Maklumat Nomor: 06/MLM/I.0/E/2009 mengumumkan penetapan tanggal 1 Ramadhan 1430 H berterpatan dengan hari Sabtu, tanggal 22 Agustus 2009.

Seperti dirilis dalam situs resmi Muhammadiyah, penentuan tersebut sesuai hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Di dalam maklumat tersebut dinyatakan bahwa ijtimak menjelang Ramadhan 1430 H terjadi pada hari Kamis tanggal 20 Agustus 2009 M pukul 17:02:48 WIB. Data astronomis yang menjadi dasar penentuan tersebut adalah tinggi hilal pada saat terbenam Matahari di Yogyakarta (f = -07° 48¢ dan l = 110° 21¢ BT) = -01° 10¢ 20² (hilal belum wujud) dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat Matahari terbenam Hilal di bawah ufuk.

Dalam maklumat tersebut, PP Muhammadiyah juga menyertakan Tausiyah Ramadhan yang salah satunya mengingatkan agar bulan Ramadhan ini dijadikan momentum untuk mempertautkan kembali hati yang mungkin selama pemilihan legislatif dan pemilihan presiden dan wakil presiden telah terjadi perbedaan pendapat dan pilihan sehingga menimbulkan keretakan hati.

Selain penetapan 1 Ramadhan, maklumat tersebut juga memuat penetapan 1 Syawwal 1430 H yang jatuh pada hari Ahad tanggal 20 September 2009 dan ‘Idul Adha (10 Dzulhijjah 1430 H) jatuh pada hari Jum’at tanggal 27 November 2009 M.

http://www.facebook.com/home.php?#/event.php?eid=119880754188

Categories: NEWS Tag:, , ,

SINERGIKAN HATI DAN DAYA PIKIR KITA

Juli 28, 2009 wawankardiyanto 8 komentar

SINERGIKAN HATI DAN DAYA PIKIR KITA

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kami tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, pengelihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawabannya.” (QS. 17:36)

images

Allah adalah Kreator dan Operator Agung kita. Namun apa yang harus kita lakukan untuk memperoleh manfaat dari “pengetahuan tentang Allah” yang disingkapkan dalam ayat-ayatNya? Antara lain, kita harus “cenderungkan hati kita pada daya pikir”, memiliki hasrat sepenuh hati untuk memperoleh dan mempertunjukkan sifat ini. Untuk itu, kita harus bermunajab kepada Allah, sebagaimana Allah berfirman dalam Qur’an 16:78, “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, pengelihatan dan hati, agar kamu bersyukur”. Ayat itu rnemberitahukan kepada kita bahwasanya pengetahuan adalah modal penting untuk mengetahui semua pertanyaan hakekat kehidupan (pasca kelahiran), yakni apa, mengapa, bagaimana, siapa, di mana, ke mana, tujuan hidup kita. Allah berfirman, “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, pengelihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggung-jawabannya,” (QS. 17:36) Apa gerangan pengetahuan, hikmat, dan daya pikir?

Pengetahuan adalah pengenalan akan fakta-fakta yang diperoleh melalui pengalaman, pengamatan, atau pelajaran. Hikmat adalah kesanggupan untuk menerapkan pengetahuan dengan cara efektif dan benar. “Allah mengangkat derajat orang yang percaya dan orang yang berilmu pengetahuan beberapa derajat. “(QS. 58:11) Daya pikir adalah “ketajaman dalam membuat penilaian”. Ini adalah “kesanggupan atau kemampuan pikiran yang dapat membedakan satu hal dengan hal yang lain”. (Webster’s Universal Dictionary) Jika kita mencenderungkan hati kepada daya pikir, Allah akan menghadirkan hikmat kebenaran Islam kepada orang-orang yang mau mengunakan daya pikirnya tersebut. Namun, bagaimana daya pikir dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan?

Read more…